
____
Happy Reading...
________________
Astaghfirullah, masa depan ku. " Celetuk nya.
𝘊𝘵𝘢𝘬𝘬𝘬....
Lampu menyala setelah orang itu menjentikkan tangannya. Lihatlah wajahnya sekarang, tampangnya hilang karena meringis kesakitan dan terlihat berwarna merah.
"Angry bird ku.. " Orang itu terus meringis.
Rasanya sungguh menyiksa, angry bird nya benar-benar kesakitan kali ini, bagaimana dia akan membuahi nantinya kalau dia terluka, cidera, atau bahkan rusak.
Tendangan dari Fatma benar-benar telah mengacaukan segala rencananya, mungkin memang rencananya keterlaluan, tapi itulah kebiasaannya, apa sih yang tak ingin dia lakukan jika otaknya sudah memunculkan ide gilanya yang terbilang sangat ekstrem.
Fatma yang masih ketakutan dia beranjak, namun dia berjalan menjauh sembari memegangi bajunya dengan kuat-kuat. Dia tak sanggup melihat siapa pelaku yang telah membuat jantungnya ingin copot sekarang juga.
"Kamu tega sekali Fatma. Apa kau akan menghancurkan masa depan kita. " Ucap Orang itu yang tak lain adalah Ikhsan.
Mendengar suara itu Fatma yang hendak keluar kembali menoleh dan akhirnya melihat siapa yang telah dia buat kesakitan, dia adalah suaminya sendiri.
Mata Fatma terbelalak. " Mas Ikhsan! Apa yang kamu lakukan! " Pekik Fatma.
"Seharusnya aku yang bertanya Fatma, apa yang kamu lakukan. " Jawab Ikhsan yang sepertinya malah menyalahkan Fatma.
Wajah yang sangat khawatir barusan yang tiba-tiba datang kini langsung terganti dengan kekesalan, matanya melotot, bibirnya monyong dan pipinya menggembung, jangan lupakan kedua tangannya yang sudah berkacak pinggang.
The power emak-emak siap beraksi untuk menghukum pelaku yang telah mengerjainya. Fatma melangkah mendekati Ikhsan dengan wajah menyeramkan nya.
Ikhsan yang semula menyalahkan Fatma kini sepertinya sudah mulai sadar akan kesalahannya sendiri, Ikhsan merenges gigi putihnya semua terlihat diiringi langkah nya yang mundur.
"Hehehe..., maafin Mas ya, Fatma. Mas tidak berniat macam-macam padamu kok, cius " Tangan Ikhsan terangkat dan kedua jarinya berdiri dan membentuk huruf V.
Fatma masih diam dengan posisi wajah dan tangan yang sama, hanya jaraknya aja yang semakin mengikis dirinya dan juga Ikhsan.
"Jangan Fatma, Sayang. Jangan hukum Mas ya, ya.. , please.. " Ikhsan begitu memohon.
"Apa Mas mau bikin Fatma jantungan!" Sentak Fatma.
"Tidak! Tidak! Mas hanya mau tau saja, saat kamu dalam posisi terdesak siapa yang akan kamu panggil. " Alesan Ikhsan.
"Alesan konyol. Kenapa pulang nggak bilang-bilang, bukanya waktunya masih besok?"
"Tugas Mas sudah selesai jadi Mas pulanglah, kan nggak kuat juga lama-lama kau dari istri. "
"Gombal! "
__ADS_1
"Beneran, Fatma sayang. Mas nggak tahan lagi untuk tinggal satu hari lagi di sana. Jadi mas pulang dan berniat untuk memberikan kejutan pada kamu. " Ikhsan berjalan dengan membungkuk menuju sofa dan berniat untuk duduk di sana.
"Ehhh..., siapa yang izinin Mas duduk. Mas udah bikin kesalahan jadi Mas harus di hukum dulu, Dong? "
"Fatma, izinin Mas duduk dulu, nih sakit sekali, kamu begitu keras menendang nya." Keluh Ikhsan.
"Salah situ sendiri, kenapa juga pakai acara yang seperti itu. Fatma kan nggak tau kalau itu Mas jadi jangan salahin Fatma lah. " Jawab Fatma yang akhirnya menyusul Ikhsan juga untuk duduk di sebelahnya.
Fatma terus melihat Ikhsan yang masih kesakitan, apakah sebegitu sakitnya hingga Ikhsan benar-benar meringis sedari tadi?.
"Mas, sakit ya? I- itu nya Mas nggak sakit kan? Nggak kenapa-napa kan? " Tanya Fatma begitu ketakutan.
Bagaimana kalau benar-benar sakit apalagi rusak kan nggak ada yang jual cadangannya. Itukan barang satu-satunya yang begitu di keramatkan pada setiap kaum laki-laki.
"Ini benar-benar sakit, Fatma." Jawab Ikhsan.
"Terus mau bagaimana? Apa yang harus Fatma lakukan? " Tanya Fatma bingung.
"Kamu harus memintanya lah! Kasih servis juga untuknya, karena itu bisa memulihkan otot-ototnya yang terguncang karena kamu. " Jawab Ikhsan.
𝘗𝘭𝘢𝘬𝘬.....
"Jangan ngarang deh, Mas! Mana ada cara seperti itu? Itu hanya akal-akalan Mas saja kan? Tapi maaf , anda gagal. "
"Ini beneran sakit loh, Fatma! Apa kami mau melihatnya? Siapa tau dia sedang nangis di dalam sana. Kamu harus tanggung jawab kan untuk memenangkannya. "
Baru saja pulang tapi Ikhsan sudah gencar untuk mengerjai Fatma supaya dirinya mendapatkan jatah mungkin dia begitu sangat menginginkannya karena dia selalu gagal dan gagal lagi selama lebih dari dari bulan ini.
"Kasian kamu dek. Sampai kapan kamu akan terus kedinginan merindukan kehangatan yang sangat susah kamu dapatkan. " Gumam Ikhsan berbicara sendiri, oh salah! Bicara dengan adek junior nya di bawah sana.
_____
"Assalamu'alaikum.., pagi Dek. "Sapa Akhsan yang sudah masuk ke dalam rumah Ikhsan dan Fatma.
Akhsan terus berjalan masuk bersama dengan Kairi, setelah mendengar kepulangan dari Ikhsan mereka berdua langsung tancap gas dan segera datang untuk bertemu dengan Ikhsan.
Sementara saat ini Ikhsan dan juga Fatma sedang berada di meja makan dan sedang melakukan rutinitas pagi sebelum memulai aktivitas, yaitu sarapan.
"Wa'alaikumsalam, Bang. " Jawab Ikhsan.
Kairi dan Akhsan duduk bergabung dengan mereka berdua. "Gimana dek, lancar kan semuanya? " Tanya Akhsan.
"Alhamdulillah, Bang. Semuanya lancar, Aisyah dan juga Faisal bisa menerimanya, ya meskipun mereka tetap sedih. "
"Terus, kenapa mereka gak bisa di hubungi sama sekali? Nggak mungkin kan hanya karena masalah sinyal atau masalah ponsel mereka saja. "
"Kalau Aisyah, karena dia kesal dengan papa dan kita semua ikut merasakan imbasnya, dengan sengaja dia menge-blok semua nomor kita semuanya. Kalau Faisal, sepertinya ada seseorang yang menghalangi dia untuk bisa berkomunikasi pada kita."
"Awalnya aku bingung aja kenapa bisa seperti itu, tapi setelah aku sendiri membuka ponsel Faisal ternyata benar, ada seseorang yang membuat penghalang itu. Bahkan dia dengan pintar nya menghalangi semua akses dari Faisal. Seperti orang itu sangat cerdik. " Lanjut Ikhsan.
__ADS_1
"Apa kamu tau siapa orangnya? "
Ikhsan menggeleng. "Tidak, Dia lebih pintar dariku, dia bisa menyembunyikan kerjaannya dengan begitu lihai. "
Akhsan terdiam, dia berfikir dengan sang Keras benarkah ada yang seperti itu? Benarkah ada seseorang yang memiliki keahlian itu dan melebihi mereka berdua.
Ingin sekali Akhsan mencari tau sendiri, tapi dia tak bisa karena dia tak bisa pergi jauh meninggalkan Kairi yang tengah hamil. Baginya , selama orang itu tidak berbahaya untuk Faisal sepertinya bukan masalah besar.
"Apa kamu tidak menyelidikinya? "
"Sudah bang, tapi tetap saja aku tak mendapatkan hasil apapun. Kita lihat saja bagaimana perkembangannya, kalau ini kembali berlanjut nanti aku akan ke sana lagi saat libur sekolah, sekalian mengajak Fatma untuk jalan-jalan. "
"Hilih..., bilang saja kamu memang mau jalan-jalan. "
" Iya lah, Bang. Sesekali jalan-jalan itu perlu, nggak hanya kerja mulu, cepet botak entar. " Jawab Ikhsan.
"Udah lah, aku mau pergi dulu udah siang juga." Pamit Akhsan. "Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikumsalam.. " Jawab Ikhsan dan Fatma kompak.
"Cepat makannya, Fatma. Kok aku juga harus berangkat ke sekolah. Kita harus tetap waktu dan jangan sampai telat. " Perintah Ikhsan.
"𝘠𝘢𝘩..., 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘰𝘥𝘺𝘨𝘶𝘢𝘳𝘥 𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘯𝘪𝘩. 𝘒𝘢𝘭𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘵𝘶𝘩 𝘧𝘢𝘭𝘢𝘬𝘰𝘳 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘪 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘯𝘤𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘴𝘪𝘯𝘺𝘢. 𝘍𝘢𝘵𝘮𝘢, 𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵! 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘬𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘧𝘢𝘭𝘢𝘬𝘰𝘳 𝘨𝘢𝘯𝘫𝘦𝘯 𝘪𝘵𝘶. 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘫𝘢𝘨𝘢 𝘣𝘢𝘪𝘬-𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪𝘮𝘶 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘪𝘱𝘶 𝘮𝘶𝘴𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘯𝘺𝘢. 𝘚𝘦𝘯𝘢𝘯𝘨! " Seru Fatma dalam hatinya.
"Kenapa kamu senyum-senyum?"
"Hehehe..., nggak apa-apa, Mas suami. Hanya lagi seneng saja akhirnya mas Suami sudah pulang. " Jawab Fatma.
"Kata-kata mu palsu, kamu bilang senang nyatanya..., kamu tidur saja membelakangi ku. Apa itu yang namanya seneng. "
"Ya, ya kan memang seperti itu biasanya. Biasanya mas Ikhsan juga akan senang memelukku dari belakang. " Bela Fatma.
"Mana ada, peluk itu enak dari depan lah. Kan bisa sekian grepet-grepet. "
"Kata apa itu? "
"Huufff...., aku nggak percaya kalau kamu tidak tau. Kamu kan miss error masak gitu saja nggak tau. "
"Miss error pekerjaannya bukan nyeleksi kata-kata jadi nggak tau lah. " Jawab Fatma.
"Sudah sudah, berangkat yuk. "
"Iya, pak suami ku sayang. " Suapan terakhir pun sudah mendarat di lidah Fatma di sambung dengan beberapa teguk minum saja.
___
Bersambung...
_______________
__ADS_1