Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
110.Tujuan apa?


__ADS_3

" Terima kasih ya. kalian berdua emang sangat Baik " ucap Joe begitu bahagia. " apa Opa boleh memiliki kalian begitu terus "? tanya nya. dan langsung di angguki mereka berdua


" kita juga cucu Opa kok " jawab nya serentak.


" kita adalah cucu Opa, sampai kapan pun akan selalu begitu, meskipun gak ada setetes darah yang Opa yang mengalir di tubuh kami, tapi kami tetap lah cucu Opa " batin Shelvia.


Keduanya pun membalas pelukan Joe dengan kebahagiaan.Joe mencium puncak kepala keduanya yang tertutup hijab dengan bergantian, Kebahagiaan, kehangatan dan ke ketentraman yang Joe rasakan sama persis seperti dia selalu memeluk Tasya dulu saat masih kecil dan menangis saat di gangguin orang di jalan.


" Kenapa rasa ini membuat aku teringat dengan Anastasya Wilona Putri, kamu apa kabar Put. kakak sangat merindukan mu. Anak-anak ini,? mereka sama persis seperti mu, tapi tidak mungkin kan bisa kebetulan kalau mereka adalah cucu mu, itu tidak mungkin kan. setahuku cucu-cucu perempuan mu sudah pergi lebih dahulu sebelum kita. kakak ikut sedih dengan itu put. "


Gejolak kesedihan kembali hadir di hati Joe, matanya terasa sudah tergenang hingga bulir-bulir air mata luruh dan jatuh begitu saja dengan perlahan-lahan.


Mendengar Joe yang sesenggukan Aisyah dan Shelvia melepaskan pelukan mereka dari Joe, dan menatap nya, " Opa nggak boleh nangis " Aisyah dan Shelvia mengusap pipi Joe satu-satu membuat nya menarik senyum karena perlakuan mereka berdua yang membuat Joe terasa sangat sedih.


" jangan bersedih apa lagi menangis Opa, kan kita berdua sudah datang. yakin lah pada kita berdua semua akan berlalu, dan kebahagiaan akan segera datang " hati Aisyah merasa sangat kasihan dengan nasib Joe sekarang, bahkan Aisyah juga tau benar apa yang Joe rasakan.


" Opa, nggak boleh sedih, kalau Opa sedih dan nangis nanti kita ikutan nangis loh! apa Opa nggak kasian kalau melihat kecantikan kita luntur karena menangis, enggak kan " Mulut Shelvia manyun setelah mengatakan itu dan menyuguhkan wajah imut cemberut nya di depan Joe.


Joe begitu gemas setelah wajah Shelvia, mencubit kedua pipi Shelvia dan menggelengkan ke kanan kiri. " ih gemes deh." ucap Joe.


" hiks hiks hiks.... aku di lupakan " Aisyah merengek cemburu, berpura-pura menangis dan menekuk wajahnya.


" Hahaha..!!!


Shelvia dan Joe tertawa bersama-sama melihat Aisyah, dan Joe pun kembali memeluk kedua nya dengan erat, " cucu-cucu Opa pinter sekali membuat Opa bahagia, Hmm " Joe memainkan tubuh Aisyah dan Shelvia di dalam dekapan nya hingga berakhir dengan tertawa bersama-sama.


Para pelayan begitu senang melihat pemandangan ini. entah sudah sejak kapan mereka melihat tuan besarnya itu tersenyum bahkan tertawa dengan lepas seperti sekarang, rasanya mereka seperti mimpi di siang bolong.


Pelayan pun tersenyum dan juga terkikik di balik tembok, tak menyangka kalau kedatangan dua gadis kecil yang sama sekali tidak dia kenal dapat mengembalikan senyum Joe, tuan besar mereka.


" Semoga tuan besar selalu bahagia seperti ini, semoga kebahagiaan tak akan pudar apa lagi sampai hilang lagi " Gumam salah satu dari pelayan.


" iya mbak, semoga tuan besar selalu bahagia "jawab satunya lagi sembari mengangguk setuju dengan yang di katakan.


Begitu pula dengan pemilik sepasang bola mata yang berdiri tegak di dekat pintu utama yang tak jauh dari tempat ketiganya bersenda gurau. saking bahagianya dapat melihat Opa nya kembali tersenyum dia sampai menitikkan air mata bahagia nya.

__ADS_1


"'Terima kasih Ya Allah, kau telah kembalikan senyum Opa lewat kedua gadis kecil yang sama sekali bukan keluarga dan tidak aku kenal. Terima kasih ya Allah, tetapkan lah kebahagiaan untuk Opa ku di hari-hari tuanya, Amin... "


" Kakak tampan,,!! teriak Aisyah, saat matanya berhasil menangkap pria berbaju koko dan berpeci hitam yang sedang menatap mereka bertiga dengan tersenyum penuh haru.


🌾🌾🌾🌾🌾


Brakkk....


Rico menaruh tasnya di bangkunya dengan sedikit kasar mengagetkan para ciwi-ciwi yang sedang bergosip di pagi hari, apa lagi yang jadi narasumber nya adalah miss eror mereka pasti akan sangat heboh dan tak terkendali.


Semuanya menoleh setelah mereka terjangkit kaget, mengelus dada dan ber- istighfar bersama-sama dengan pelan. " Astaghfirullah,, Co,!! teriak nya bersamaan.


"'Apa,!? jawab Rico acuh dan duduk dengan wajah tertekuk kesal. entah kenapa setelah bertemu dengan Aisyah tadi mood nya berubah menjadi tak bersahabat bahkan menjadi sensian sendiri.


Fatma beranjak, berjalan mendekati Rico karena penasaran, tak seperti biasanya yang selalu berwajah ceria dan kadang-kadang selalu usil saat melihat para kelompok mulut rempong sedih bergosip. " Co, loh kenapa? tanya Fatma dan duduk teratur di bangku depan Rico.


Rico masih diam dan enggan untuk bicara, mood nya benar-benar telah tercuri oleh kejutekan Aisyah yang masih Terngiang-ngiang di kepalanya. " Ihhh " Rico mengacak rambutnya frustasi sendiri dan tak melihat Fatma yang terkejut dengan tingkah Rico.


Fatma mengernyit heran, sejak kapan Rico menjadi taj karu-karuan begini dan apakah penyebab pastinya, apa jangan-jangan Rico udah mulai tidak waras " gila loh? " ucap Fatma sekenanya.


" Adik gue, siapa? bingung Fatma, pikiran nya langsung tertuju pada Aira karena dia lah adik satu-satunya, tapi tidak mungkin Aira kan? " loh jangan coba-coba tipu gue deh Co. adik gue mana mungkin gila, loh kali yang gila. tapi,? cius deh adik gue siapa?


" Aisyah,!!


" hahh,!! Aisyah,,!! loh bertemu dia lagi,? dimana? sedang apa? sama siapa? dia baik-baik saja kan? tanya Fatma yang banyak di tengah-tengah keterkejutan nya.


Rico menatap Fatma malas, nggak Fatma nggak Pak Ikhsan suaminya kalau nanya kayak sepur, bergandengan panjang lagi.


" kamu itu sama persis ya kayak suami....


Mulut Rico tertutup oleh telapak tangan Fatma tak boleh di biarkan berlanjut lebih jelas lagi, bisa-bisa panjang urusan nya kan. Mata Fatma melotot ke arah Rico dengan wajah mengerikan mengancam Rico " bisa diam nggak? atau aku aku kasih sepatu mulut loh " kesal Fatma.


Rico mengangguk. menjawab tanpa suara karena masih di bekap oleh Fatma. Rico bernafas lega setelah Fatma melepaskan tangan nya sembari matanya mengedar ke seluruh kelas.


"'Alhamdulillah "' ucap Fatma penuh syukur, ternyata semuanya tak ada yang mendengar ucapan Rico barusan, " loh sampai mengatakan itu lagi di kelas aku akan tendang kau pergi dari kelas ini " ancam Fatma taj tanggung-tanggung.

__ADS_1


Jangan kan hanya membuat seorang murid nggak betah di kelas eror, seorang guru saja kalau Fatma tak suka akan sangat mudah membuat nya mundur teratur dan menyerah tanpa kata-kata.


Rico bergidik ngeri. ancaman Fatma gak akan tipu-tipu, dia pasti akan melakukan nya jika dia sudah berkehendak " maaf, nggak sengaja. Gue hanya sedang sensi aja setelah ketemu Aisyah adik loh itu " ucap Rico.


mendengar nama Aisyah lagi membuat Fatma kembali melupakan kemarahan nya dan memajukan wajahnya menatap Rico meminta penjelasan " kamu bertemu lagi,? dimana?


"'Di pasar "'jawab Rico.


" Di pasar,? "'terkejut Fatma "'ngapain dia ke pasar? Fatma mengalihkan pandangannya dan berfikir keras, untuk apa Aisyah datang ke pasar untuk apa coba.?


Kedua bahu Rico terangkat sempurna, bertanda dia juga tak tau pasti kenapa Aisyah bisa pergi ke pasar dan yang pasti dengan Shelvia juga yang menemaninya. " Tau " jawab nya acuh.


" Co, loh kan punya mata batin gitu,? Kira-kira kamu tau nggak mereka ada di mana? bisik Fatma dengan menutup mulutnya di kiri dan kanan supaya tak di dengar yang lain.


" gue nggak bisa " jawab Rico.


" Lah,!! kok nggak bisa? Jangan-jangan loh bohongin gue ya?


" gue nggak bohongin loh Mis, tapi maaf gue beneran lagi nggak bisa. " tolak Rico, " tunggu aja besok, kalau Mereka belum pulang juga aku bantuin cari, lagian tadi pak Ikhsan dan kembaran nya sudah mengejar taksi yang mereka tumpangi, semoga saja bisa terkejar "'terang Rico


" beneran, mereka sudah mengejar Aisyah?


" iya.! ya berdoa saja semoga mereka berhasil menemukan nya, kalau tidak sih,,,? mungkin memang belum waktu nya saja mereka pulang. lagian mereka pergi juga karena ada tujuan terselubung " ucap Rico.


" maksudnya tujuan?


" udah lah. besok-besok pasti mis akan tau sendiri apa tujuan mereka " ucap Rico terakhir kalinya sebelum dia beranjak dan meninggalkan Fatma keluar.


" Co,! Rico,,!! jelasin dulu sama gue, apa tujuan mereka!! teriak Fatma namun sudah tidak di gubris oleh Rico yang sudah keluar dari kelas.


"'Ihh,, Rico menyebalkan,!! apa susahnya sih memberitahu ku apa tujuan mereka berdua sebenarnya.dasar Rico... "'kesal Fatma.


🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


__ADS_2