Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
26.Pertanyaan jebakan


__ADS_3

Ikhsan berjalan perlahan. dengan tangan satu menenteng tas kerjanya dan yang satu membawa jas kerjanya yang sudah dia lepaskan. dengan hati-hati tak mau mengganggu penghuni lain Ikhsan berusaha berjalan tidak bersuara atau kalau tidak dia pasti akan mendapatkan tarikan telinga yang sangat kuat dari sang Mama.


Ikhsan harus benar-benar hati-hati karena ini sudah sangat malam. tak seperti biasa dia akan pulang lebih awal tapi sekarang dia sangat sangat terlambat pulang dan itu semua karena seharian dia harus mengerjakan pekerjaan nya sekaligus membantu Fatma untuk belajar.


tangan Ikhsan meraih handle pintu perlahan dan membukanya dengan pelan. setelah masuk Ikhsan pun kembali menutupnya dengan sangat rapat.


matanya menatap sang Abang yang ternyata sudah tertidur pulas dengan memeluk guling kesukaan nya. Ikhsan menaruh semua barang nya dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dari keringat yang membuatnya tidak nyaman.


Segar. itulah yang Ikhsan rasakan setelah selesai dengan rutinitas di kamar mandi tubuhnya yang bersih akan lebih membuat nya nyenyak dan nyaman untuk tidur.


Ikhsan merebahkan tubuhnya di samping Akhsan dan mengambil satu guling yang masih tersisa untuk nya dan jelas itu memang miliknya.


mata Akhsan mengerjab sempurna saat merasakan ada Ikhsan di samping nya. Akhsan mengerutkan dahi setelah melihat mata Ikhsan yang belum juga terpejam.


" hey pak bambang.! kenapa kau pulang sampai malam begini.? selidik Akhsan masih tetap dengan posisinya.


mata mereka saling bertemu. Ikhsan pun masih sangat enggan untuk menjawab pertanyaan Akhsan.


" Pak Bambang.! loh sariawan.? ditanya juga diam mulu" kesal Akhsan


" apa sih Bang. Ikhsan ngantuk. " jawab Ikhsan dan berpaling memunggungi Akhsan.


Akhsan duduk dan memangku guling nya dan tangan membalikkan tubuh Ikhsan dengan paksa. " kenapa.? apa ada masalah.? tanya Akhsan.


" tidak."


" bohong.! kamu tidak akan pulang sampai larut begini kalau nggak ada masalah. ayo cerita.! apa kau sudah tak membutuhkan Abang mu lagi. " sarkas Akhsan mulai emosi.


Ikhsan menarik nafas panjang dan mengeluarkan perlahan,ini bukan masalah melainkan adalah perjuangan yang sangat besar untuk membuat Fatma lebih bisa maju lagi dan bisa mengubah pandangan Fatma soal besarnya pengaruh pendidikan untuk masa depannya.


" beneran Bang tidak ada masalah apapun. Ikhsan hanya banyak kerjaan yang terbengkalai jadi pulang terlambat. " jawab Ikhsan.


Akhsan tau benar kalau Ikhsan pasti tengah menyembunyikan sesuatu padanya, entah itu apa.? tapi Akhsan harus tetap mencari tau sekarang. " apa ini tentang perusahaan.? atau tentang Fatma. " ucap Akhsan dengan jelas.


sebenarnya bukan hanya tentang cerdas cermat saja ya menjadi pikiran Ikhsan melainkan playboy cap badak yang selalu Fatma katakan. dan itu ternyata sangat mempengaruhi pikiran Ikhsan hingga sekarang.


" tidak ada masalah apapun Bang. aku hanya sangat lelah saja. " jawab Ikhsan. lelah hati lelah pikiran itulah yang Ikhsan rasakan saat ini.


Akhsan menggeleng kasar. dia tak akan mungkin percaya begitu saja dengan yang di katakan Ikhsan padanya. untuk sekarang Akhsan lebih baik mengalah daripada terjadi keributan nanti nya, namun besok dia harus mencari tau sendiri tentang semuanya.


" baiklah. sekarang cepat lah tidur kalau memang lelah. hari yang sangat menyibukkan akan menjemput mu besok. " ucap Akhsan pasrah.


sebenarnya sedari tadi Akhsan belum tidur. dia ingin menceritakan pada Ikhsan bahwa dia juga memutuskan menambah pekerjaan baru sebagai dosen dan itu juga semata-mata untuk Kairi. namun mau apa di kata keadaan sangat tidak memungkinkan. jadi Akhsan memilih untuk kembali merebahkan tubuhnya seperti semula.


hingga larut malam keduanya tak dapat tidur mereka hanya bisa uring-uringan dengan pikiran mereka masing-masing. dari Ikhsan yang merasa sakit hati karena Fatma yang terus mengomel tentang Iqbal. dan juga Akhsan yang mengeluh tentang perubahan Kairi yang tak tau apa sebabnya.


Dukkkk.....


kening mereka terbentur satu sama lain saat mereka dengan bersamaan membalikkan badan mereka. tangan mereka sontak memijit kening mereka dengan tangan sendiri dan saling mengeluh sakit.


" Abang nggak bisa tidur.? tanya Ikhsan


" kamu juga. kenapa belum tidur.? katanya udah ngantuk." ucap Akhsan.


Ikhsan duduk dengan membawa guling dan memangku nya begitu juga dengan Akhsan dia juga melakukan hal yang sama seperti Ikhsan.


" Bang.! kenapa hatiku terasa sakit ya karena Fatma membicarakan pria lain.? apa aku beneran ada rasa sama Fatma. " tanya Ikhsan dengan tatapan tetap kedepan.

__ADS_1


" wah.! kau sendang merasakan penyakit cemburu Dek. penyakit yang tak mudah mendapatkan obat nya. " jawab Akhsan.


" benarkah.?


" ya seperti nya seperti itu. kalau bukan cemburu terus apa coba.? rasa itu kan hanya akan ada jika kita beneran ada rasa. kalau nggak ada bodo amat. mau dia membicarakan laki-laki lain sampai mulut mereka dower juga nggak jadi masalah. " terang Akhsan.


" ya Tuhan kenapa kau berikan rasa ini sekarang. " keluh Ikhsan.


" astaghfirullah dek. cinta itu fitrah, kita tak bisa menghalangi saat datang dan juga tak bisa memaksa saat untuk datang. semua itu urusan hati bukan otak kita yang mengontrol nya. jadi setelah hati sudah memilih pasti otak akan mendukung nya. tapi beda ya kalau otak yang menginginkan nya karena itu bisa jadi adalah obsesi untuk kedepannya." ucap Akhsan menasehati.


" benar kah.? apa rasa itu juga ada pada Abang terhadap Kairi.? tanya Ikhsan.


" Hmm...? Akhsan memijit dagunya dan berpikir sebelum menjawab Ikhsan. " ya mungkin sih. yang jelas Abang belum mendapatkan alasan untuk cemburu padanya. lagian dia juga tak pernah mengatakan tentang laki-laki apalagi dekat dengan laki-laki. tapi.?


" tapi apa.?


" hari ini sepertinya ada yang aneh dengan Kairi. dia seperti menjauiku , dia seperti membuat jarak padaku,iya sih itu baik karena kami belum punya ikatan apapun tapi ini sangat aneh karena sangat tiba-tiba " terang Akhsan.


" kok bisa.? Ikhsan mengerutkan dahi karena bingung.


" tau. ya maka dari itu aku berniat mencari tau dan aku putuskan mulai tadi aku menjadi dosen pembimbing di kelas Kairi. " jawab Akhsan


" benarkah.!!


" iya. namun tetap saja aku belum mengetahui apa alasannya. "


" yang sabar ya Bang. besok pasti akan segera terungkap. " Ikhsan mengelus bahu Akhsan perlahan dan menyalurkan kekuatan untuk Akhsan menghadapi hari esok. " yuk Bang lebih baik sholat saja. lagian juga nggak bisa tidur kan. " ajak Ikhsan.


" kamu benar dek. kita bisa meminta jalan yang benar pada Allah untuk besok. " jawab Akhsan setuju.


keduanya turun dari kasur dan segera mengambil wudhu untuk menjalankan sholat sunah yang akan membuat hati mereka lebih tenang.


🌾🌾🌾🌾🌾


dengan langkah perlahan kedua nya menuju meja makan dan langsung duduk di sana menaruh kepalanya di meja dengan mata langsung terpejam.


kedua orang tua nya dan juga kedua adiknya yang melihat pun terheran-heran dengan keadaan mereka berdua. tak seperti biasa yang selalu semangat di pagi hari namun kali ini mereka sangat mengejutkan.


Rayyan menarik kursi dan duduk bergabung sembari mata menatap heran keduanya. ada yang aneh dari si kembar, tapi apa.? dan kenapa.?


" heyy kembar.! kalian kenapa.? tanya Rayyan bingung.


" lagi badmood pa. " jawab Akhsan asal.


" badmood.? tumben.? saut Aisyah yang sudah menyerobot duduk dengan keadaan yang sudah rapi dan tangan yang membawa sarapan dari dapur dan segera menaruh nya.


" ho'oh..!! tumben nih Abang-abang. biasanya juga gimana.? selalu saja buat keributan di pagi hari. " saut Faisal.


" diam loh percil.! berisik tau nggak.! ketus Ikhsan


" astaga percil,! siapa juga percil, dasar. mata kalau udah mulai nggak bener gitu tuh. " ucap Faisal tak terima.


" sudah-sudah.! cepat pada sarapan atau kalian mau terlambat. " ucap Keisha sembari duduk di samping Rayyan.


sarapan yang biasanya ramai dengan candaan Akhsan dan Ikhsan tapi hari ini berganti dengan kesunyian. tak ada kata-kata dan tawa yang keluar dari mereka hanya ada suara dentuman sendok dan piring yang memenuhi tempat itu.


" Bang Ikhsan.! gimana kabar Kak Fatma.? celetuk Aisyah yang begitu tiba-tiba.

__ADS_1


uhuk uhuk uhuk..


Ikhsan tersedak nasi yang ia makan karena pertanyaan Aisyah yang tiba-tiba. mata Ikhsan langsung melotot dan menghentikan aktivitas mengunyah nya.


"astaghfirullah. Aisyah kau membuat Abang mu ini langsung mendapatkan tatapan dari Harimau yang kelaparan. lihatlah harimau di depan, dia sudah siap menelan hidup-hidup Abang. "


" Bang Ikhsan, kalau di tanya itu di jawab. Kak Fatma itu sebenarnya siapa sih.? kok kakak seperti nya sangat akrab. bahkan kakak membawa pergi kak Fatma dengan mobil kakak. "tanya Aisyah yang masih penasaran.


" astaga Aisyah. kau benar-benar akan membunuhku. "


" oh ya Bang. kalau bertemu dengan Fatma sampaikan maaf Faisal ya, yang telah menuduh Fatma yang tidak-tidak. " saut Faisal menimpali.


" astaga ini lagi. " batin Ikhsan dan terus menunduk lemas.


" Ikhsan.!! panggil Rayyan dengan suara berat.


" abis lah kau dek. sekarang kau harus bisa melindungi dirimu sendiri dari Papa. " batin Akhsan.


" Ikhsan..!!


Ikhsan mengangkat wajahnya dan menatap takut Rayyan yang matanya sudah begitu tajam.


Ikhsan hanya mampu meringis memamerkan giginya yang putih sebagai penahanan takut.


" hehehehe.. "


" siapa Fatma.? tanya Rayyan.


" Fatma.?


" Fatma murid Ikhsan pa. " jawab Akhsan yang akhirnya tak tega juga melihat adiknya yang hampir menangis.


" murid.?bingung Rayyan dan beralih menatap Akhsan yang baru selesai bicara.


" iya pa. dia murid Ikhsan " jawab Ikhsan.


" dia cantik ya Bang.! celetuk Faisal.


" jelas lah dia cantik. mana ada dia tampan. " sinis Ikhsan tak terima. " jangan bilang kau menyukainya.!


semua langsung menatap Ikhsan.kecemburuan yang di alami Ikhsan sungguh terlihat di mata mereka. pancingan Faisal benar-benar tepat sasaran dan kini Faisal hanya terus tersenyum. akhirnya pikiran nya selama ini benar, ada cinta yang bersemi di hati Abang nya.


Ikhsan mendengus kesal melihat Faisal yang terus tersenyum. astaga, Ikhsan akhirnya tersadar akan jawaban nya tadi saat melihat semua pasang mata yang ada di sana menatapnya dengan tanda tanya.


" astaga, pertanyaan jebakan. " batin Ikhsan tersadar.


" Ikhsan kau....


" maaf pa, Ikhsan sudah telat. Ikhsan berangkat dulu Assalamu'alaikum.. " Ikhsan buru-buru meraih tangan orang tuanya untuk dia salami dan secepatnya kabur dari sana kalau tidak dia pasti akan habis.


" loh loh apa ini.? Ikhsan Papa belum selesai bicara.! teriak Rayyan namun Ikhsan sudah keburu lari keluar dan sudah tak terlihat lagi.


" dasar anak itu selalu saja seperti itu. Huff, dasar. " kesal Rayyan.


" pa Akhsan juga berangkat dulu ya, Assalamu'alaikum. " sambung Akhsan


" Wa'alaikumsalam. " jawab semuanya serentak.

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


__ADS_2