Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
114.Bianglala


__ADS_3

Shelvia menggeleng " tidak ada" jawab nya." kita berpencar aja Kak untuk mencari Aisyah, nanti hubungi Shelvia kalau udah dapat, mana ponsel Aisyah juga nggak bisa di hubungi lagi"


" oke, kita berpencar "'


Keduanya berlari berbeda arah mencari-cari keberadaan Aisyah yang entah ada di mana sekarang.


Baru saja berlari dan jaraknya belum jauh dari sebelumnya, Shelvia sudah terjatuh karena tabrakan dengan seorang pria.


Brukkk....


" Awww,,,!! pekik Shelvia yang sudah terbentur dengan tanah.


Sedangkan pria itu juga terjatuh sama seperti dirinya. " Awww,,! keluh nya sama


Mata mereka berdua saling melotot tak bersahabat saling mengeluarkan bendera perang dengan matanya.


" Loh,!" terkejut Shelvia setelah melihat siapa yang ada di hadapan nya yang sudah berdiri dan menepuk-nepuk tangan nya satu sama lain.


" gue heran deh, kenapa sih setiap bertemu denganmu nggak ada hal baik yang aku dapatkan " protes pria itu yang tak lain adalah Iqbal.


" Hey!! seharusnya aku yang mengeluh padamu! apa kamu itu pembawa mala petaka untuk ku, sehingga setiap kali bertemu kamu selalu saja ketiban sial " kesal Shelvia dan berdiri tanpa bantuan siapapun.


" Hehh bawel.!! bukan aku yang membawa sial tapi situ kali neng" sinis Iqbal yang sama terbawa emosi.


" enak aja gue pembawa sial.!!


" emang kenyataannya begitu kan? tanya Iqbal dengan sinis.


" Ihh,,!! geram Shelvia dan berlari pergi dari hadapan Iqbal.


" Heyy!! urusan kita belum selesai!! teriak Iqbal.


Shelvia menengok ke belakang mengeluarkan tatapan sadis nya pada Iqbal " bodo, " jawab nya.


" Dasar cewek sadis " Iqbal berjalan pergi juga setelah mengeluarkan penilaian untuk Shelvia yang tidak mendengar nya.


🌾🌾🌾🌾🌾


" Diam,!! apa kamu kira aku bodoh,? tidak! aku tau setelah aku lepaskan kamu kamu akan kabur." pria itu terus menarik Aisyah hingga mereka berdua berhenti di tempat bianglala dan mereka berdua naik.


" loh, kok malah naik sihh! protes Aisyah.


" nggak usah protes, gue tau apa yang kamu inginkan, kamu mau naik ini kan? dan aku akan senang hati mengajak mu naik " ucap nya yang tak lain adalah Rico.


" Tapi.? bingung Aisyah.


" naik!! Rico mendorong Aisyah untuk naik dan dia pun juga naik dan duduk bersebelahan dengan Aisyah. " diam dan jangan banyak tanya, dan jawab jika aku bertanya, ngerti!!


Siapa pria itu ngatur-ngatur Aisyah, bahkan Aisyah belum mengenal siapa dia dan sekarang dia main perintah sesuka hatinya. Aisyah menjauhkan duduk nya supaya tidak bersentuhan tapi tempat yang begitu sempit membuat mereka tetap bisa berdempetan.


Bianglala kembali berputar, membawa Aisyah dan Rico memutar roda besar itu.


" siapa sih nih orang? main ngatur-ngatur seorang Aisyah, apa belum pernah merasakan terjun bebas dari ketinggian apa? aku buat terjun tau rasa dia" Ucap Aisyah hanya bisa membatin.


" lempar aja kalau kamu bisa, palingan setelah itu kamu juga yang akan terjun " sinis Rico.


Aisyah melotot, mulutnya menganga dia tidak mengatakan apapun bagaimana bisa Dia tau apa yang ada di pikiran Aisyah " Apa loh paranormal atau paranoid sekalian? tanya Aisyah sinis.


" bukan? hanya menebak saja" jawab Rico.

__ADS_1


" sebenarnya kamu siapa sih? kenapa selalu mengganggu ku? apa kamu dari kelompok pemuda yang menyukai bocah? atau kamu mau berniat buruk padaku? tanya Aisyah.


" jaga bicaramu, aku pria baik-baik. " jawab Rico pelan " perkenalkan namaku Rico, aku teman sekelas kakak ipar mu Fatma " Rico memajukan tangan nya memperkenalkan diri pada Aisyah tapi nampak nya itu tidak bisa diterima oleh Aisyah.


Aisyah membuang muka dan menatap sisi lain dari Rico " aku tidak tanya! ketus Aisyah. " dasar pria aneh. emang aku tanya namanya? tidak kan! ya Allah pasti Kak Shelvia dan Kak Farel mencari ku, aduh gimana nih? bingung Aisyah.


Rico mengernyit, siapa Farel? berarti Aisyah datang dengan pria juga. " Hm, Farel nama yang bagus! pacar mu? tanya Rico.


Lagi-lagi Aisyah hanya bingung dan duduk menghadap Rico yang berwajah datar itu. " kamu kenal Kak Farel? tanya Aisyah dan Rit hanya menggeleng. " terus?


" aku nggak kenal hanya tau saja dari kamu" jawab Rico.


" dari aku? bohong! aku bahkan tidak mengatakan apapun padamu jadi darimana kamu bilang tau dari ku.?


" sudah lah nggak penting juga. " Rico menghadap Aisyah dan mereka berdua duduk saling berhadapan. " kenapa kamu nggak pulang? sampai kapan kamu akan asyik dengan misi mu itu? aku tau itu baik tapi membuat keluarga mu sendiri sedih itu tidak lah Baik " ucap Rico.


Aisyah benar-benar seperti orang bodoh sekarang, dia tak bisa menjawab apapun dari kata-kata Rico, biasanya dia akan menang berdebat dengan siapapun tapi sekarang? bagaimana dia akan mengelak kalau semua yang di katakan Rico adalah benar.


" Aisyah, aku kasih saran ya. lebih baik kamu pulang dan diskusikan dengan pak Ikhsan dan juga pak Akhsan. bukankah kamu masih tetap bisa menjalankan misi mu kan Orang itu belum tau juga kan? yang penting kamu bisa membahagiakan keluarga mu, jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari kalau kamu masih terus kekeuh " ucap Rico.


Mata Aisyah tak pernah berkedip menatap Rico bagaimana bisa pria di hadapan nya itu mengatakan semuanya bahkan dari sesuatu yang dia sembunyikan. " sebenarnya kamu siapa?


" bukannya aku sudah bilang, aku Rico! " jawab Rico di perjelas.


" maksudku, darimana kamu tau semua tentangku bahkan aku belum pernah berbicara padamu"


" sudah itu nggak penting juga. yang terpenting kamu bisa pertimbangan kata-kata ku barusan."


Aisyah terdiam. apakah benar dia harus pulang meskipun dia belum berhasil akan misinya, tapi jika dia pulang pasti orang tuanya tidak akan membiarkan dia pergi lagi.


" Gimana? apa kamu senang naik bianglala ini? tanya Rico.


" coba tutup matamu, dan rasakan hembusan angin malam ini dan rasakan perputaran bianglala ini kau akan mendapatkan kebahagiaan yang lebih " ucap Rico.


" benarkah? tanya Aisyah dan Rico mengangguk.


Aisyah menuruti perkataan Rico merasakan setiap hembusan angin yang datang padanya benar rasanya sungguh nyaman dan menyenangkan.


Rico hanya bisa melihat wajah terpejam Aisyah, gadis kecil di hadapan ini bisa membuat hatinya terasa seperti di obrak-abrik. " Dia hanya seorang bocah Rico "batinnya.


" Akkk,,!! teriak Aisyah saat tiba-tiba bianglala itu berputar dengan cepat dan reflek Aisyah berhambur ke tubuh Rico.


Deg...


jantung Rico menjadi tak normal karena Aisyah yang memeluk pinggang nya dan menunduk di pangkuan Rico. " bagaimana bisa jantungku berpacu hanya karena anak kecil? astaga " lagi-lagi Rico hanya membatin.


" Hahaha,,!! tawa Rico berusaha untuk menetralkan jantung dan pikiran nya. " kamu takut? ledek nya.


Aisyah tersadar dan langsung menjauhkan dirinya dari Rico, " Si-siapa yang takut " ucap Aisyah gugup.


" Oh, jadi nggak takut, syukurlah " jawab Rico.


Keadaan jadi canggung. mereka berdua terdiam sejenak, lalu Rico kembali bicara " apa sudah puas? tanyanya dan Aisyah mengangguk " apa mau turun? dan Aisyah kembali mengangguk.


Mereka berdua turun dari bianglala dan berjalan menjauh.


" Aisyah,,!! teriak Farel yang berlari setelah melihat Aisyah berjalan berdampingan dengan Rico.


" Kak Farel! Pekik Aisyah namun matanya menatap Rico.

__ADS_1


" Siapa dia? tanya Farel setelah berasa di hadapan Aisyah dan Rico. " apa dia pacar mu? tanya nya.


Aisyah bingung dengan pemikiran para kaum laki-laki, kenapa setiap Aisyah bersama laki-laki mereka selalu mengira adalah pacarnya? bukannya bisa dengan teman atau mungkin saudara, kenapa harus pacar.


" bukan Kak, dia Bang Rico teman Kak Fatma " jawab Aisyah. " Bang Rico, kenalkan ini Kak Farel" Imbuh nya memperkenalkan Farel pada Rico.


" udah tau" jawab Rico acuh.


" Oh, Bang Rico udah kenal ya sama Kak Farel,? ya sudah kalau sudah saling kenal"


Farel yang mengernyit. sejak kapan dia kenal dengan Rico, bahkan ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan Rico.


" Aisyah,,!! "'panggil Shelvia, dan berhenti berlari di samping Aisyah dengan nafas yang terengah-engah.


" Aisyah, tolong pertimbangan kata-kata ku tadi. jangan sampai kamu menyesal di kemudian hari. " ucap Rico. " dan kamu Shelvia, pulanglah kasian Mama mu dia sangat menderita bahkan sampai sekarang dia belum mau berbicara pada siapapun" ucap Rico dan beralih ke Shelvia.


" kamu siapa berani mengatur ku! kesal Shelvia.


Rico menarik senyum dan berjalan satu langkah maju ke depan Shelvia. " aku bukan siapa-siapa, aku hanya tidak ingin kalian menyesal jika kamu tidak segera pulang. aku bukanlah Tuhan yang bisa menentukan kehidupan seseorang, tapi Shelvia, jika kamu tidak pulang secepatnya kamu akan menyesal, karena keadaan Mama mu semakin memprihatinkan bahkan dia tidak pernah makan dan hanya mendapatkan kekuatan dari infus saja. tolong pikiran ini baik-baik, pulang lah. kalian masih bisa melanjutkan misi setelah kalian pulang."


" buat lah keluarga mu bahagia terlebih dahulu sebelum kalian melanjutkan misi kalian. cepatlah pulang, mereka semua sangat menderita. " Rico kembali menarik senyum sebelum dia pergi.


" assalamu'alaikum " kata terakhir yang Rico ucapkan sebelum dia pergi.


Farel bingung bagaimana Rico bisa mengatakan semua itu. sedekat apa hubungannya dengan keluarga Aisyah dan Shelvia.


" apa kamu mengatakan semuanya pada dia? tanya Shelvia pada Aisyah dan Aisyah menggeleng matanya masih menatap punggung Rico dengan tak habis pikir akan semua yang Rico katakan.


" tidak kak, bahkan aku sendiri juga heran, darimana bang Rico tau semuanya, " jawab Aisyah.


" benarkah!!


" iya Kak.. "


" ya sudah kita pikir kan nanti, sekarang naii bianglala yuk, bukanya kamu mau naik " ajak Shelvia.


"'nggak Kak, aku udah lama naik itu. " jawab Aisyah.


" dengan Pria itu? tanya Shelvia dan Aisyah hanya mengangguk.


" kau keterlaluan meninggalkan ku"


" maaf Kak, tadi Bang Rico yang memaksaku. bahkan dia tidak mau melepaskan ku sebelum naik "


" Hahh!! kamu.? dia? " terkejut Shelvia menunjuk arah di mana Rico pergi.


" iya Kak, hehehe.. " meringis Aisyah.


" terus dia nggak ngapa-ngapain kamu kan?


" tidak Kak, Bang Rico orang baik kok. Bang Rico teman Kak Fatma. "'


Hembusan nafas lega keluar dari Shelvia.


" Apa Aisyah menyukai pria itu? tapi kenapa aku seperti tidak rela, Astaghfirullahalazim.. " batin Farel dan menyerukan istighfar di sana.


🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


__ADS_2