
Akhsan melangkah masuk ke perusahaan nya dengan cepat, meeting nya dengan Bryan hampir di mulai membuat Akhsan tergesa-gesa masuk ke sana.
" sebenarnya Bryan itu mahasiswa aku atau pengusaha sih? " gumam Akhsan bingung.
" aku harus selidiki semuanya, jangan sampai aku terlewatkan satu saja informasi dari nya "'
Di depan tempat meeting Akhsan sudah di hadang oleh Ardi yang membawa semua berkas permintaan ya.
" apa pak Bryan sudah datang dari tadi.? " tanya Akhsan.
" Pak Bryan baru saja sampai, Pak. " jawab Ardi.
" Hm. " Akhsan mengangguk dan masuk setelah Ardi membukakan pintu untuk nya yang di ikuti Ardi juga.
" Assalamu'alaikum " Salam dari Akhsan.
Bryan beserta sekertaris nya beranjak dari duduknya, tersenyum menatap Kedatangan Akhsan. Bryan langsung mengalami Akhsan dan tak lupa menjawab salam nya dengan begitu ramah.
" Wa'alaikumsalam, Pak Akhsan. " jawab Bryan.
" maaf membuat Anda menunggu Pak Bryan. " ujar Akhsan." silahkan duduk "' Akhsan mengayunkan tangan nya dan meminta Bryan duduk.
" makasih, Pak Akhsan. " jawab Bryan.
Begitu ramah sikap Bryan tak seperti beberapa minggu yang lalu saat dia menggoda Kairi di kampus. Bryan sudah pintar seperti bunglon yang berubah-ubah kulit di mana dia berada.
Tak menunggu waktu lama, acara pun di mulai meeting dari kedua kubu yang begitu kuat dan berpengaruh di kota.
Meeting hari ini membicarakan tentang pembangunan hotel di pulau Bali yang sebenarnya Akhsan rencanakan seorang diri. tapi entah dari mana Bryan mengetahuinya dan ingin menjadi donatur untuk hotel itu, yang pasti dia juga ingin memiliki beberapa saham di hotel itu.
" bagaimana dengan tawaran saya, pak Akhsan"
Ucap Bryan.
__ADS_1
" saya akan pertimbangkan terlebih dahulu, Pak Bryan. semoga saja saya berminat menerima tawaran Anda, tapi jika tidak, saya benar-benar minta maaf. " jawab Akhsan formal.
" dasar belagu, sok-sokan paling kaya padahal aku tau pasukannya tengah mengalami masalah. tunggu saja apa lagi yang bisa saya lakukan Pak Akhsan, aku pastikan kamu tidak akan bisa bicara dengan sombong lagi seperti sekarang " batin Bryan.
" saya tunggu kabar bahagianya, pak Akhsan. semoga anda bisa mempertimbangkan tawaran saya dengan baik, "
Bryan beranjak beserta sekertaris nya. menyalami Akhsan dan juga Ardi sebelum keluar dari ruangan meeting di tempat Akhsan.
" saya akan pertimbangkan, Pak. Terima kasih sebelum nya atas tawaran anda " jawab Akhsan sembari menerima uluran tangan dari Bryan.
Bryan pergi membawa kekecewaan di dalam hatinya, tak pernah ada yang berani menolak permintaan nya dan sekarang dengan gamblang Akhsan sepertinya tak bersedia dengan tawaran nya.
" tunggu saja, Pak Akhsan. sebentar lagi bukan hanya perusahaan dan hartamu saja yang akan ada di tanganku, tapi aku juga akan pastikan istri dan juga calon anakmu akan menjadi milikku. " Batin Bryan yang serakah.
Tinggal Akhsan seorang diri di dalam ruangan itu karena Ardi pun sudah keluar beberapa saat setelah Bryan keluar.
Akhsan mengambil ponsel nya menghubungi seseorang yang harus mendapatkan semua apa yang ia minta.
" Assalamu'alaikum. Arlan, aku mau kamu cari tau semua berita tentang Bryan prayoga. dan aku ingin hari ini juga. " perintah dari Akhsan..
tut tut tut..
telfon terputus dari Ponsel Akhsan.
" tak akan ada yang bisa terlepas dari jangkauan ku, berita siapapun harus aku dapatkan setelah aku menginginkan nya " ucap Akhsan yang seorang diri saja si sana.
🌾🌾🌾🌾🌾
" Arlan,, gimana dengan permintaan ku? " tanya Ikhsan yang kini berasa di markas dan duduk di salah satu sofa di sana.
Ikhsan menatap Arlan yang terlihat santai namun dia tengah berkelana dengan laptop nya.
" sebentar lagi, Ketua. semua akan sangat jelas jika yang satu ini bisa terungkap " jawab Arlan.
__ADS_1
" maksudmu? "
Ikhsan berpindah duduk di sebelah Arlan, melihat layar laptop dan yang kini tengah di otak-atik oleh Arlan.
" Bryan Prayoga, dan Younes Permana. mereka adalah ketua dalam sebuah kelompok hitam, sebenarnya mereka bertiga dengan Marco, tapi sudah lama Marco tidak pernah datang ke markas mereka dan juga tak pernah terlihat bertemu dengan mereka berdua " jawab Arlan.
" mungkin Marco memang benar-benar telah berubah. makanya dia tak mau lagi berurusan dengan Bryan dan juga Younes. saya harap Marco benar-benar tobat bukan hanya tobat sambel yang kapan saja bisa kumat saat dia menginginkan nya. " batin Ikhsan.
" terus, apa maksud kamu dengan yang satu.? " tanya Lagi Ikhsan.
" begini Ketua. lambang yang selalu mereka banggakan adalah Ular berkepala tiga. dan ini lah masalah sebenarnya yang harus kita selidiki. karena lambang ini pernah si miliki oleh kelompok hitam yang sangat tangguh belasan tahun yang lalu. dan Kelompok ini hilang begitu saja tanpa adanya jejak sama sekali. " jawab Arlan.
" kelompok siapa sebenarnya mereka, belasan tahun yang lalu?, tida mungkin kan? "
Ikhsan hanya bisa menerka-nerka saja, dia pernah mendengar kehancuran kelompok itu di saat terjadi tragedi besar yang menyebabkan kematian kedua orang tuanya Marco, tapi Ikhsan tidak tau pasti siapa yang menjadi musuh besar omanya saat itu.
" aku harus cepat mengetahuinya, jika benar, bukan hanya aku dan Abang saja yang menjadi incaran mereka, tapi semua keturunan dari Oma dan juga Opa Joe. " seru Ikhsan menganalisa.
" apa Ketua tau sesuatu? " tanya Arlan bingung.
" semuanya belum bisa di pastikan, Arlan. aku harus mencari tau ini dulu dan setelah itu kita baru bisa bertindak apa yang harus kita lakukan ke depan nya. " jawab Ikhsan.
" baik Ketua."
"jika semuanya adalah benar aku harus sangat waspada, berarti semua ini mereka lakukan karena mereka memiliki dendam dengan Oma, dan sebagai kepuasan mereka, mereka ingin menghancurkan semua keturunan Oma. kalau begitu..?? berarti Marco? dia hanya di manfaatin saja oleh mereka dan mungkin Marco juga ada dalam bahanya sekarang " batin Ikhsan.
" Aku akan diskusikan semua masalah ini dengan Abang, "
Ikhsan beranjak dan bergegas pergi dari sana untuk ke tempat Akhsan. Ikhsan tau dia akan selalu di awasi oleh bawahan Bryan, makanya dia akan selalu menyamar saat dia keluar untuk ke markas atau ingin bertemu dengan Akhsan.
Tak ada yang sia-sia apa yang di lakukan oleh Ikhsan, penyamarannya sekarang menjadi bapak-bapak ternyata bisa di kenali sama sekali oleh anak buah nya Bryan yang sudah ada di depan perusahaan Akhsan.
Ikhsan berhenti sejenak tersenyum lalu menatap beberapa anak buah Bryan yang terus mondar-mandir tak jelas di.
__ADS_1
" kalian kira bisa melawan ku, tidak.! kalian tidak akan bisa menemukan apapun dan melaporkan apapun pada Ketua kalian, tudung akan pernah bisa. " Ikhsan menyeringai sadis dan masuk setelah mengatakan itu semuanya.
🌾🌾🌾🌾🌾