Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
120. Tidak Apa-apa


__ADS_3

" tidak banyak, satu saja yang aku minta dari mu, dan setelah itu aku akan melepaskan mu dan membiarkan mu pergi, bagaimana? , "


" apa syarat nya!!? "


" Cium aku." Ucap Bryan menegaskan menatap Kairi penuh harap akan mendapatkan apa yang ia katakan barusan.


Kairi terbelalak dan terdiam, tak mungkin dia akan menuruti permintaan Bryan yang tak pantas ia lakukan pada laki-laki lain kan?


Kairi menggeleng dan juga ketakutan, matanya mulai berkaca-kaca hingga cairan bening itu keluar dari mata Kairi begitu saja.


" Lepaskan saya, Bryan. saya tak akan mungkin melakukan permintaan gila kamu itu. kamu tau kan aku sudah bersuami! dan tak mungkin juga aku melakukan itu pada orang yang bukan suami saya.! lepaskan Bryan, lepas!!, " ucapan Kairi meninggi dan juga terisak karena takut.


Tak perduli apapun yang Kairi katakan, Bryan malah semakin mengeratkan tangan nya yang berada di tubuh Kairi dan terus tersenyum dengan puas.


Kairi terus berontak, memukuli dada Bryan dengan brutal dan berusaha untuk mendorong tubuh Bryan. " Lepaskan, saya mohon lepaskan." ucap Kairi.


" Tolong,!! tolong,,!! teriak Kairi tapi satu pun tak ada yang datang.


Kairi semakin terisak dadanya oun semakin terasa sangat sesak karena Bryan terlalu kuat memeluk nya. Wajah Kairi semakin lama semakin pucat tenaganya terasa hilang.


" Lepas,!! sekali lagi Kairi mencoba, dan entah kenapa kalo ini dapat menggerakkan Bryan dan membuat nya bisa terlepas.


Sebelum Kairi kabur dari hadapan nya Bryan cepat menangkap tangan Kairi lagi.


" Berarti kamu harus tinggalkan suami mu, dan menikah lah dengan ku dan kamu bisa melakukan nya dengan ku kapanpun aku menginginkan nya. " ucap Bryan begitu enteng.


tak tak tak...


Suara langkah kaki berjalan dengan cepat mendekati Bryan dan Kairi, bahkan semakin lama semakin jelas dan juga berlari.


" KAU HARUS MENUNGGU ANAKKU LAHIR TERLEBIH DAHULU KALAU KAU MAU MENIKAHINYA.!! " teriak orang yang datang itu dengan sangat keras. dan membuat Kairi dan Bryan langsung menoleh ke arah nya.


" Mas Akhsan " lirih Kairi menatap suaminya untuk meminta bantuan padanya.


" DAN MESKIPUN ANAK KU SUDAH LAHIR TAK AKAN PERNAH AKU BIARKAN KAMU BISA LAGI MENYENTUH ISTRIKU DENGAN TANGAN MU!! " Teriak lagi Akhsan, amarahnya mulai menguasainya melihat istri nya di perlakuan seperti itu oleh Bryan.


Akhsan berdiri di depan Bryan melepaskan tangan Kairi yang masih di pegang oleh Bryan dengan erat" Lepaskan tangan istri saya! " ucap Akhsan sinis.


Bryan hanya tersenyum sinis setelah tangan nya berhasil di pisah oleh Akhsan, meskipun hati nya marah tapi dia masih bisa mengendalikan nya.


" Kenapa? anda ingin marah? silahkan marah! bahkan bukan hanya tangan nya saja yang saya sentuh tapi saya juga sudah memeluk nya. Lagian bukan salah ku juga kan karena tak kunjung melepaskan nya? istri Anda yang tak bisa memberikan apa yang saya minta.!! padahal saya hanya minta satu saja tidak lebih? saya hanya minta istri Anda mencium saya, mudah kan? "


Tangan Akhsan terkepal sempurna emosi nya sudah tak dapat di bendung lagi.


Bughh..


Pukulan dari tangan Akhsan berhasil mendarat di pipi Bryan hingga ujung bibir nya sobek dan mengeluarkan darah dan membuat Bryan sedikit terhuyung.


Sedangkan Kairi berteriak dan menutup mulutnya seketika. Kairi sangat takut kalau perkelahian akan terjadi dan akan membuat suaminya terluka nantinya.


" Berani nya kamu menyentuh istri saya!!


*Bughh


Bughh*....


Akhsan benar-benar sudah tidak bisa mengendalikan emosinya dan terus menghajar Bryan.


" Anda berani memukul saya.!! kalian sudah tidak butuh lagi menjadi pengajar disini? saya bisa saja melaporkan Anda ke Dekan! " teriak Bryan mencoba mengalihkan perhatian.


Akhsan mencengkram baju Bryan dan sekali lagi melayangkan pukulan untuk Bryan.


" Bilang saja, bilang sekarang juga!! bahkan saya tidak perduli "


Brukk..


Bryan terjengkang setelah di pukul dengan keras oleh Akhsan tangan nya langsung memegang perutnya yang terasa sangat sakit.

__ADS_1


" Ingat ini baik-baik Bryan, sekali lagi kamu sentuh istri saya, Kamu akan habis di tangan saya, Camkan itu baik-baik,!! Mata Akhsan semakin tajam menatap Bryan, tatapan mengancam untuk nya.


Akhsan berbalik dan langsung mendapati Kairi yang ketakutan dengan tubuh yang gemetar. Akhsan berlari menghampiri Kairi dan berusaha menenangkannya.


" Kairi, kamu tidak apa-apa kan? dia tidak ngapa-ngapain kamu kan? " Tanya Akhsan khawatir.


Kairi masih terus gemetaran menatap Akhsan dengan takut " Kairi takut , Mas. " ucap nya lirih.


" Maaf, seharusnya Mas tidak membiarkan mu sendiri, maafkan Mas " ucap Akhsan benar-benar menyesal. " sekarang kita pulang saja. "


Akhsan merangkul bahu Kairi menuntunnya untuk berjalan pelan-pelan ke parkiran mobilnya. Akhsan menoleh ke belakang sebentar menatap bengis Bryan yang sudah berdiri dengan mengepalkan tangannya.


" Awas kamu Akhsan, kau telah menantang ku. Akan aku pastikan kau akan menyesal dan akan aku pastikan Kairi hanya akan menjadi milikku. " gumam Bryan.


Meskipun menyesal Akhsan tetap bersyukur karena dia datang di saat yang tepat, entah apa yang akan Bryan lakukan pada Kairi istri nya kalau dia terlambat datang dan menolong Kairi, mungkin Akhsan akan sangat menyesal.


Akhsan dan Kairi sudah berada di dalam mobil, Akhsan masih sangat khawatir melihat Kairi yang masih terus diam dan juga masih sangat ketakutan.


Akhsan mengambil air mineral yang ada di dashboard membukanya dan langsung memberikan nya pada Kairi.


" Minumlah, dan tenangkan hatimu. jangan takut ada aku di sini" Ucap Akhsan sembari menyodorkan minum pada untuk Kairi dan membantunya minum.


" Maafkan Kairi Mas, maaf " ucap Kairi dan kembali menangis.


" Sudah sudah, jangan menangis lagi. Kamu tidak salah jadi nggak usah minta maaf, Oke. " Akhsan memeluk Kairi dengan erat berusaha membuat Kairi menghilangkan ketakutan gara-gara kejadian tadi.


🌾🌾🌾🌾🌾


Segerombolan mulut rempong tengah melakukan rutinitas pagi setelah istirahat, duduk memutari satu bangku di kantin dengan asyik. Acara apa lagi kalau bukan bergosip.


Fatma the CS tengah asyik duduk sembari di temani dengan camilan di hadapan nya, ada kacang, kuaci dan camilan lainnya tak terlupakan dengan minuman botol yang berdiri di depan nya masing-masing.


Setelah beberapa peringkat dan juga kemajuan kelas Fatma yang semakin baik menjadikan kelasnya sekarang tak lagi mendapatkan hinaan kelas terbelakang lagi, meskipun untuk kelas eror tetap saja melekat dan tak akan hilang tapi mereka semua sangat membanggakan akan julukan itu.


" Miss, gimana hubungan mu dengan pak Ikhsan, ada peningkatan? " bisik Santi.


" Gimana Miss,? " Imbuh Mirna.


Fatma merangkul kedua sahabatnya itu dan mendekatkan wajah mereka hingga saling bersentuhan, begitu juga yang ada di depannya hingga menjadi lingkaran yang saling menunduk.


" Kalian mau tau, atau mau tau banget? " tanya Fatma.


" Mau tau banget banget lah Miss" jawab Mirna.


Fatma tersenyum jail, melirik ke semua teman-teman yang setia menunggu kata-kata nya. Mereka semua berharap ada peningkatan hubungan Miss mereka dengan wali kelas mereka, pak Ikhsan. Ya, paling enggak jadian gitu kan?


" Aku dan Pak Ikhsan,,?? Hemm...?? Fatma terdiam membuat semua sahabatnya semakin penasaran.


" Hemmm,??.....


Sahabat nya benar-benar penyabar, mereka terus menunggu meskipun rasanya sudah hampir mati penasaran karena ulah Miss mereka yang terus mengatakan Ham Hem terus.


" Apa sih Miss!! " Santi sudah mulai kehilangan kesabaran lagian sudah pegel juga punggung mereka karena terus membungkuk.


" Kasih tau nggak ya,,??! Fatma malah senang banget berangan-angan.


Sahabat-sahabat nya semakin kesal rasanya ingin mereka menjitak kepala miss mereka dan membuatnya meringis sehingga langsung menyerah dan mengatakan pada mereka semua apa kabar dirinya dengan Ikhsan.


" Aku dan pak Ikhsan,,,,,,


Pletakkk.....


Jitakan Benar-benar Fatma dapatkan tapi bukan dari tangan para sahabatnya melainkan dari sang suami yang berdiri di belakang nya.


" Awww,, Santi kau menjitak ku.? tanya Fatma menatap kesal Santi dan tangan nya langsung di lepaskan untuk beralih memijat kepalanya yang sedikit sakit.


" Tidak!." jawab Santi spontan.

__ADS_1


Fatma beralih menatap Mirna, dan Mirna pun juga menggeleng " lah terus? " bingung Fatma.


Teman-teman Fatma yang duduk di hadapan Fatma pun langsung cengengesan melihat Ikhsan yang berdiri di belakang Fatma dengan betsedekap dada. " Hehehe,, " ringis mereka.


Fatma, Santi dan Mirna hanya bisa mengernyitkan matanya. Mereka bingung apa arti dari cengengesan mereka?


Ketiganya langsung membalikkan tubuh mereka 30 derajat langsung di sambung dengan deretan gigi mereka yang ikutan meringis.


" Kenapa, lagi ghibah?" Tanya Ikhsan santai.


Semuanya berlomba-lomba menggelengkan kepala mereka dan tak mengakui apa yang mereka lakukan barusan, entah itu termasuk Ghibah atau bukan.


" Eng-enggak! siapa yang ghibah? nggak kan Mir, San.! " tanya Fatma menoleh ke Mirna dan Santi bergantian.


" Enggak " jawab Mirna dan Santi bersamaan membela miss mereka dengan patuh dan sekuat tenaga.


" Hmm." Ikhsan hanya berdehem acuh meskipun dia tak percaya dengan yang di katakan Fatma dan CS nya.


" misi pak, mau ikutan gabung nih " Rico menyerobot duduk di kursi yang masih kosong , tangan nya langsung menyambar kacang yang ada di hadapan nya.


" Dah ya miss, kita perpus dulu. " pamit teman-teman yang ada di depan Fatma tadi dan hanya meninggalkan Fatma, Santi dan Mirna.


" Geser kamu!! " pinta Rico pada Mirna. " biar pak Ikhsan yang duduk di situ" imbuhnya.


Hampir saja Mirna mau protes karena di usir oleh Rico, namun tak jadi karena tempat duduk nya untuk Ikhsan, Mirna pun menurut saja dan pindah tempat duduk.


Ikhsan duduk di sebelah Fatma dan ikut serta dalam aktivitas mereka.


" Gimana pak, Aisyah udah pulang? " tanya Rico dengan mulut terus mengunyah kacang.


" Aisyah? siapa? " tanya Mirna.


" adik pak Ikhsan, calon bini gue. " jawab Rico percaya diri.


Semuanya mengernyit, tak terkecuali Ikhsan sendiri selaku Abang nya. Astaga, calon bini mem! uluh uluh.


" Pede amat loh Ric, iya kali Aisyah mau sama cowok tengil kayak loh. udah tengil resek, nggak waras pula, amit-amit kalau sampai Aisyah mau sama situ" ucap Fatma.


" Semua tak ada yang tak mungkin kalau sudah takdir Miss, iya kan Pak. ya contohnya seperti kamu dan situ " jawab Rico dengan matanya melirik ke Ikhsan.


" Dia belum pulang,! Jangan-jangan kamu bohong yang Ric" tegas Ikhsan.


" Bohong? nggak lah. Rico adalah orang yang pantang untuk berbohong. lagian bohong juga dosa, kan pak Ikhsan sendiri yang bilang kalau bohong itu dosa"


Satu bungkus kacang berhasil habis di lahap Rico sembari terus bicara, dan mengambil lagi yang ada di hadapan Ikhsan sekarang.


Baru saja tangan nya menyentuh bungkus kacang itu tangan Rico di pegang oleh Ikhsan dan menghentikan Rico yang mau mengangkat nya.


" Kenapa kamu yakin kalau dia sudah pulang, padahal kami semua tidak melihat Aisyah pulang. Apa sebenarnya mereka tinggal di tempat mu? dan mereka menyuruh mu untuk mengatakan semua itu, Hah!! katakan Rico. "'


Rico berdecak kesal lagi-lagi dia di curigai telah menyembunyikan Aisyah dan Shelvia.jm Jelas-jelas Rico tidak melakukan itu semuanya.


" mereka sudah pernah pulang pak. tapi hanya sebentar, lagian Rico kan pernah bilang untuk pak Ikhsan dan pak Akhsan untuk berjaga-jaga kalau ada penyusup, lah penyusup nya masuk dan pergi kalian nggak tau, salah siapa coba. "'jawab Rico.


" Dan untuk merekam tinggal dimana yang pasti TIDAK di rumah Rico. kalau lebih tepatnya di tempat pria yang bersama mereka waktu di pasar malam beberapa hari yang lalu. " imbuh Rico.


" Kamu tidak bohong kan? "


" Ya elah pak. kayak emak-emak aja yang selalu curigaan. beneran pak, mereka tidak tinggal di tempat Rico, tapi kalau pak Ikhsan tidak percaya ya sudah nggak apa-apa nanti pulang sekolah bisa grebek rumah Rico. "


" Hmm,, "


Ikhsan pun melepaskan tangan Rico sepertinya kata-kata Rico bisa di percayai.


🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


__ADS_2