
Happy Reading..
____
Dengan semangat Fatma melangkah masuk ke area sekolah seorang diri, sementara Ikhsan lebih dulu masuk karena dia menurunkan Fatma sebelum sampai di sekolah. Ikhsan juga Fatma masih terus sembunyi-sembunyi dalam hubungan mereka yang sudah resmi.
Seperti biasa kedatangan Fatma akan selalu di sambut oleh kedua sahabatnya siapa lagi kalau bukan Santi juga Mirna. Keduanya tampak antusias menghampiri Fatma dengan berlari padahal mereka hanya tidak bertemu satu hari saja karena hari libur tapi rasanya seperti tidak bertemu bertahun-tahun lamanya.
"Miss! " teriaknya dengan lari yang sangat cepat.
Fatma tersenyum, mengangkat tangannya dan melambaikan tangan kepada keduanya, "Mirnuaaaa...! Suantaiiiii...! " teriak Fatma.
Fatma ikutan berlari juga dengan merentangkan kedua tangannya menyambut kedatangan kedua sahabatnya.
"Miss!! " teriaknya lagi.
Bukan Miss Fatma kalau tidak melakukan sedikit keusilan, setelah Mirna dan Santi sudah dekat dengan Fatma dia malah sengaja berbelok dan terus berlari ke arah kelas.
"Pepaya...! " teriak Fatma. Fatma berbelok berjalan mundur dengan melambaikan tangan.
"Miss...!! dasar Miss kurang asem, tega-teganya mempermainkan teman sendiri," kesal Mirna.
Mirna juga Santi sudah berbalik, keduanya langsung cemberut namun penuh dengan emosi. Miss sungguh-sungguh keterlaluan kepada mereka berdua. Keduanya hanya bisa pasrah, mau bagaimana lagi? temannya itu tetap akan selalu seperti itu meskipun sudah menikah.
Mirna juga Santi kembali berjalan menuju kelas menyusul Fatma dengan buru-buru. Sesampainya di sana keduanya sudah mendapati Fatma yang sudah duduk manis di bangkunya dengan kedua tangan dilipat di atas meja.
"Sialan kamu, Miss! sudah dibela-belain disambut, ehh..! malah ninggalin begitu saja apa nggak kasihan dengan kaki milik kita," ujar Mirna sembari duduk di bangku sebelah Fatma dan menaruh tasnya di atas meja.
Fatma terkekeh itu adalah hobinya setiap hari mengganggu kedua sahabatnya dan membuat mereka selalu mengeluh akan dirinya.
"Sambutan kalian kurang pas! seharusnya kalian menggelar karpet merah untuk menyambut kedatangan Miss error kalian ini, maka aku akan berhenti dihadapan kalian dan akan menerima pelukan hangat kalian," jawab Fatma dengan wajah yang berbinar.
Ada yang aneh dari wajah Fatma hari ini terlihat sangat begitu bahagia memancarkan rona wajah cerianya menjadikan kedua sahabatnya mengernyit dan saling melempar pandang.
Namun itu diabaikan oleh Fatma dia lebih asyik dengan pikirannya sendiri.
__ADS_1
"Ada apa Miss kelihatannya sangat bahagia Apakah Miss mendapatkan hadiah dari pak Ikhsan?" tanya Santi yang begitu sangat penasaran sehingga jiwa keponya meningkat dengan pesat.
"Iya, sepertinya ada sesuatu yang spesial hari ini apakah kami bisa mengetahui, Miss? " imbuh Mirna yang juga sama seperti Santi yang ingin mengetahui apa yang kini tengah menjadi alasan dibalik kebahagiaan Fatma.
Mungkin memang Fatma benar-benar bahagia dengan sebuah harapan dan doa yang selalu dia ucapkan dalam hatinya apalagi kalau kita keinginannya untuk cepat hamil mengandung anak Ikhsan secepatnya. Fatma terus melamun bahkan Dia seolah tidak mendengar apa yang ditanyakan oleh kedua sahabatnya dia sangat asyik dengan pikirannya sendiri.
"Miss! " teriak Mirna mengejutkan.
Dan usaha Mirna benar-benar berhasil karena Fatma langsung terkejut namun kita tidak berakhir baik untuk Mirna karena Fatma langsung menepuk pundak Mirna dengan kuat.
"Apaan sih, Mir! seneng banget mengganggu orang yang sedang asyik menghalu," ucap Fatma dengan kesel.
Mirna meringis jelas rasanya sangat sakit karena tangan Fatma cukup kuat juga. Seandainya saja yang melakukan itu adalah laki-laki maka bukan hanya meringis tapi bisa jadi Mirna akan menangis saat itu juga.
"Sialan loh, Miss! main tabok-tabok saja sakit ini,"gerutu Mirna, "lagian apa sih yang membuat Miss terlihat aneh hari ini?"
"Aneh? nggak ada sepertinya biasa-biasa saja tidak ada yang aneh apalagi spesial," jawab Fatma. Fatma harus menutupi apa yang ada dipikirannya kan? mana mungkin dia akan mengatakan semuanya kepada kedua sahabatnya, ya meskipun mereka bisa dipercaya sih. Tak mungkin.
"Bohong, Miss pasti bohong. Ayo dong cerita," desak Santi saat ini.
"Halah, bohong!"
"Assalamu'alaikum..., selamat pagi anak-anak! " sapa dari ibu guru yang selalu membuat darah Fatma mendidih. Siapa lagi kalau bukan si ulat bulu, alias bu Suci.
"Wa'alaikumsalam, Bu!! " jawab semuanya serentak dan juga dengan semangat hanya Fatma saja yang tak akan seperti itu setiap berhadapan dengan gurunya itu.
Meskipun Ikhsan selalu saja menjaga diri darinya dan menjaga jaraknya untuk jauh-jauh dari Suci tapi wanita itu? dia selalu saja punya cara untuk mendekatinya.
"Kumpulkan tugas kalian! dan Fatma! tolong bagikan ini untuk teman-teman kamu! " perintah bu Suci.
"Kenapa harus aku? dari sekian banyak murid kenapa harus aku yang selalu di repotin, dasar! " gumam Fatma.
Meskipun tak suka namun Fatma tetap melakukan apa yang bu Suci minta dia tetap berdiri menghampirimu bu Suci dan segera membagikan tugas untuk semua teman-temannya entah tugas apalagi yang harus mereka kerjakan kali ini.
Senyum dari bu Suci yang dibikin manis tetap tidak mempengaruhi rasa tidak suka dari Fatma padanya. Bu Suci sudah mendapatkan cap hitam dari Fatma jadi apapun yang dia lakukan sama sekali tidak akan mengubah akan pandangan dari Fatma.
__ADS_1
____
Seperti biasanya, setelah istirahat Fatma juga teman-temannya akan pergi ke kantin untuk jajan di sana, terkadang mereka juga hanya nongkrong saja sekedar memenuhi bangku saja.
Dari keempat kursi akan selalu penuh dengan komplotan eror yang terdiri dari tiga cewek dan satu pria. Sebenarnya Rico gak mau ikut-ikutan dengan pada cewek itu namun apalah daya jika Fatma sudah menghendaki.
"Miss, aku sebenarnya aku malas ikut kalian," ucap Rico yang benar-benar sangat malas.
"Sudah lah, Ric! ikut saja. Tak lengkap jika tak ada kami di sini juga. Seumpama masakan tak ada garam jadi nggak ada rasanya," jawab Fatma.
Rico kembali terdiam, benar-benar tak bisa di ganggu gugat sekarang. Dia harus ikut seperti biasanya.
"Miss, selamat ya," ucap Rico tiba-tiba.
Ketiga cewek itu terlihat bingung apalagi Fatma sendiri? selamat untuk apa coba. Dia tak mendapatkan apapun jadi selamat untuk apa coba?.
"Maksud mu?" tanya Fatma dengan cepat tentunya dengan wajah penuh dengan tanda tanya.
"Ya selamat saja," Rico benar-benar tak mau memberitahu alasan sebenarnya dia mengucapkan selamat untuk Fatma.
Fatma tidak ulang tahun, bukan merayakan anniversary, juga tidak memenangkan sesuatu perlombaan, jadi selamat untuk apa?.
"Apa sih, Ric! nggak jelas banget deh, kasih tau napa sih? jangan bikin aku mati penasaran," ucap Fatma.
Rico tetap acuh tak menghiraukan kata-kata kesal yang Fatma ucapkan pada dan malah kembali menyeruput minumannya dengan santai.
"𝘚𝘦𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘴𝘪𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘬𝘴𝘶𝘥 𝘙𝘪𝘤𝘰. 𝘈𝘯𝘦𝘩 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘯𝘪𝘩 𝘢𝘯𝘢𝘬. " batin Fatma.
Fatma terus memandangi Rico, berharap akan mendapatkan jawaban namun sepertinya tidak akan pernah, karena Rico terus diam tanpa kata lagi.
""""""
Bersambung..
_________
__ADS_1