
Happy Reading...
_____
Sesuai apa yang Ikhsan katakan tadi pagi, setelah pulang sekolah mereka memutuskan untuk memeriksakan kehamilan Fatma lebih lanjut. Kali ini mereka mereka yang berdua sudah ada di depan rumah sakit namun masih berada di dalam mobil.
Karena gak mau ketahuan kalau Fatma masih sekolah dia mengganti bajunya dulu tadi sebelum datang ke sana. Tentunya tidak mengganti di dalam mobil sih, karena Ikhsan mampir dulu tadi di pom bensin sekedar untuk Fatma ganti baju.
"Mas, aku kok deg-degan ya?" Fatma sungguh terlihat cemas. Wajahnya sungguh terlihat dari mata Ikhsan kalau istri kecilnya itu sedang gelisah atau mungkin dia takut.
Fatma hanya takut kalau sampai hasil dari testpack yang dia lakukan dua kali dengan hasil yang sama ternyata salah. Pasti Fatma akan sangat malu kan di hadapan dokter.
Ikhsan juga sama gelisah, ini adalah hal yang paling mendebarkan untuk calon orang tua baru seperti mereka berdua. Rasa takut kalau semuanya tidak nyata, dan juga takut kalau sampai ada masalah. Mereka sangat was-was.
"Kamu tenang saja ya, ada mas di samping kamu. Mas akan selalu menemani kamu. Entah benar-benar positif atau tidak mas akan selalu ada buat kamu," jawab Ikhsan.
Ikhsan menggenggam tangan Fatma, menyalurkan kekuatan yang ada di dalam dirinya untuk istrinya.
Ikhsan juga tersenyum, menampilkan wajah yang sangat tegar juga kuat supaya Fatma juga memiliki perasaan yang sama seperti dirinya.
Ikhsan juga membelai lembut puncak kepala Fatma, menariknya sejenak untuk mengecup keningnya.
"Yakinlah, di dalam sini sudah ada calon baby kita. Entah itu cowok atau cewek Mas yakin dia sudah mulai tumbuh," ucap Ikhsan. Tangannya langsung beralih mengusap perut Fatma yang masih sangat rata.
"Tapi kok Fatma tidak ngerasain apapun ya, Mas. Tidak mual, tidak pengen apapun juga. Biasanya kan kalau wanita hamil pasti banyak maunya. Dia juga pasti mual setiap pagi," memang benar sih apa yang Fatma katakan, tapi tidak semua orang juga akan merasakan hal itu.
Wajah Fatma berkedut, bahkan dia sama sekali tak semangat.
"Sudah, jangan terlalu di pikirkan dulu. Lebih baik kita masuk dan secepatnya periksakan ke dokter. Setelah itu baru kita akan tau kamu sedang hamil atau tidak. Yuk.." ajak Ikhsan.
__ADS_1
Fatma mengangguk dia juga turun saat Ikhsan juga turun lebih dulu dari mobil. Ikhsan menjemput Fatma dan menggandengnya.
"Yuk," ajak Ikhsan lagi.
Fatma mengangguk, dia lalu mengikuti Ikhsan yang melangkah dan sedikit menariknya supaya Fatma mau melangkah dan tidak ada keraguan lagi.
______
"Bagaimana, Dok. Apakah istri saya benar-benar hamil? " tanya Ikhsan tak sabar.
Fatma masih diam menunggu jawaban dari dokter sementara Ikhsan sudah terus mencondongkan tubuhnya ingin sekali cepat mengetahui jawaban. Ikhsan begitu antusias.
Dokter perempuan itu tersenyum, mengulurkan tangan ke arah Fatma.
"Selamat ya, Mbak. Mbak tengah hamil, dan baru menginjak usia tiga minggu. Jadi Mbak harus hati-hati dan jangan sampai kelelahan karena itu akan berdampak buruk untuk janin," ucapnya
Kedua calon orang tua itu terpaku diam, perasaan yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata, keduanya diam terperangah karena begitu tak percaya. Campur aduk antara bahagia dan juga terharu hingga tanpa sadar Ikhsan mengeluarkan air matanya.
"Mas, apa Mas mau membunuhku? Aku tidak bisa bernafas," nafas Fatma tersengal saat Ikhsan memeluknya dengan sangat erat.
"Maaf maaf.." Ikhsan cepat melepaskan pelukannya dari Fatma, dia menyesal karena sedikit menyakiti Fatma.
"Sekali lagi selamat, jaga baik-baik dan jangan lupa minum vitamin dan obat yang sudah saya resepkan," ucap sang dokter dengan sangat lembut.
''Bagaimana,Dok. Sebenarnya saya sakit apa ya?'' Akhsan sudah sangat tak sabar, dia juga sudah sangat merasa tidak enak dari pagi dia terus saja mual dan akhirnya dia putuskan untuk memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit.
__ADS_1
Sementara Khairi masih diam menunggu dokter untuk menjelaskan apa yang Akhsan derita sekarang.
''Tak ada yang perlu di khawatirkan, Tuan. Keadaan anda baik baik saja tidak ada hal yang sangat serius pada anda, bahkan tak ada sedikitpun masalah pada anda, anda baik-baik saja tuan.''
Bagaimana mungkin dia baik-baik saja, rasanya sangat tidak enak.
''Tapi, Dok? dari tadi saya terus merasa sangat mual. Tidak mungkin tidak ada masalah,'' Akhsan masih tidak tidak percaya.
Dokter melihat ke arah Khairi, tidak mungkin kan kalau wanita yang kini juga tengah menggendong bayi kecil yang baru beberapa bulan itu hamil lagi, tapi bisa jadi sih.
''Apakah istri anda tengah hamil sekarang?'' tanyanya dan kini kembali menoleh ke arah Akhsan.
''Hamil...!'' pekik keduanya bersamaan sementara dokter itu hanya mengangguk.
''Tidak!'' jawan Khairi.
__ADS_1
Bersambung....