Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
28.Penolakan


__ADS_3

Akhsan bersedakap dada dengan mata terus melihat kegiatan Kairi pagi ini. tangan yang kecil harus bekerja keras membersihkan semua lantai dengan gagang pel yang terus menjadi temennya di pagi hari.


tersenyum kecil saat melihat beberapa kali Kairi mengusap keringat yang keluar dari pori-pori kecil di wajahnya. tak akan Akhsan biarkan ini terjadi untuk kedepannya. suatu saat nanti Kairi harus duduk manis menjadi nyonya Akhsan dan terus menemaninya saja dan terus mendukungnya.


" tunggu beberapa saat lagi Kairi. tak akan aku biarkan kamu bekerja keras seperti ini. " gumam Akhsan lirih.


tangannya beralih masuk ke dalam saku celananya dan melangkah mendekati Kairi yang terlihat sangat kelelahan. " nih ambil. usap keringat mu takut menjadi penyakit kalau di biarkan. " ucap Akhsan sembari menyodorkan sapu tangan yang ia ambil dari sakunya.


Kairi menoleh melihat Akhsan yang tersenyum manis padanya. " astaga ada apa dengan pak Akhsan.kenapa dia terus mendekatiku apa dia belum puas dengan satu pacar saja. Astaghfirullah. " batin Kairi bingung.


" Kairi. " lirih Akhsan


" Kairi.! panggil Akhsan lebih keras membuyarkan lamunan Kairi begitu saja.


" i-iya pak, maaf. " jawab Kairi gugup dan menunduk takut. "bagaimana ini, kalau sampai Sukma melihat bisa bahaya. ya Tuhan tolong aku. "


Akhsan terus berdiri di sana melihat Kairi yang terus mengerjakan tugas tanpa menghiraukan Akhsan. kesal.? sedikit sih. Akhsan sungguh kesal di abaikan begitu saja. bagaimana bisa ada yang berani mengabaikan dirinya.


" Kairi." panggil Akhsan dan Kairi hanya menoleh sebentar. " kamu sudah sarapan.? kok lemes sekali kerjanya. "


" Hm..? belum Pak. tapi sebentar lagi saya akan sarapan. kenapa bapak di si sini terus.? apa bapak tak punya pekerjaan.? bingung Kairi.


Akhsan merasa sedikit kecewa dengan kata-kata Kairi secara tidak langsung Kairi mengusirya namun dengan cara halus." mana ada nggak ada kerjaan. tapi kerjaan khusus spesial sih. jadi tenang saja. "


" kerjaan apa.?


" kepo amat jadi cewek. bukanya kamu nggak perduli padaku kenapa harus tau apa yang aku lakukan.?


" *nih kenapa sih Pak Akhsan. sepertinya hari ini sensian amat sama Kairi. apa salah Kairi sebenarnya, ya Tuhan. eish kenapa Kairi pikirkan mau dia ngapa-ngapain kan bukan urusan Kairi. lagian dia sudah punya seseorang yang seharusnya memperhatikan nya. "


Cetak..


Akhsan menjentikan jarinya di depan wajah Kairi. gadis ini selalu saja melamun apa yang sebenarnya dia pikirkan. " hey kerja yang bener. setelah itu pergi ke ruangan saya. ada kerjaan penting yang harus kamu kerjakan. "


kepala Kairi menoleh dengan cepat kearah Akhsan. pekerjaan apa yang penting untuk nya jangan bilang pekerjaan makan seperti yang sudah-sudah. lagian pekerjaan di ruang CEO kan bukan tugasnya kenapa sekarang dia yang harus datang.


" tapi Pak.?


Akhsan melangkah pergi dengan kemenangan yang ia bawa meskipun Kairi ingin menolak tapi itu takakan mungkin terjadi. " saya tunggu lima menit. kalau tak datang siapkan dirimu untuk mendapatkan hukuman. " ancam Akhsan.


Astaga, sejak kapan Akhsan menjadi sekejam ini. bukannya dia terkenal sebagai atasan yang sangat baik dan sangat memperhatikan keselamatan pekerjanya. tapi hari ini.? Akhsan benar-benar lagi dalam mode menakutkan.


Kairi memejamkan mata sejenak. menurut itu adalah keputusan yang terbaik yang harus dia ambil. bagaimana pun dia sangat membutuhkan pekerjaan ini dan tak boleh sampai mengecewakan atasan yang berujung di keluarkan.

__ADS_1


" baik Pak. " jawab Kairi pasrah.


" bagus. " Akhsan menyeringai senang.


dengan cepat Kairi harus bisa menyelesaikan pekerjaan atau kalau tidak dia akan kehilangan pekerjaan ,mungkin.? lima menit sudah dan Kairi harus secepatnya datang ke ruangan Akhsan.


" tok tok tok...


tangan Kairi mengetuk perlahan pintu ruangan Akhsan namun tak mendapatkan jawaban dari Akhsan.


" tok tok tok...


Assalamu'alaikum..!! ucap Kairi sedikit teriak.


bukannya Akhsan yang datang namun yang keluar membukakan pintu dari dalam adalah Ardi


" Nona Kairi, silahkan masuk Pak Akhsan sudah menunggu. " ucap Ardi dan segera pergi dari sana. bisa-bisa dia jadi nyamuk nantinya kalau tetap tinggal.


" makasih Pak. " Jawab Kairi sembari mengangguk.


Kairi membuka lebar pintu, matanya langsung di sambut dengan tatapan yang tak bisa di artikan dari Akhsan yang tengah duduk di kursi kebesaran nya dengan tangan menunpu dagunya.


" Assalamu'alaikum Pak. " ucap Kairi dan menutup pintu setelah masuk. "bagaimana ini. bukankah tak baik laki-laki dan perempuan berada di satu ruangan yang tertutup. Ya Tuhan maafkan Aku. "


dengan patuh Kairi pun duduk di sana. tangannya meremas ujung hijab dengan tangan yang gemetar sadar kalau ini adalah perlakuan yang tidak baik. takut di sana itulah alasan utamanya.


Akhsan berjalan mendekat dan duduk di sofa satunya lagi. bibir nya mengembangkan senyum melihat Kairi yang terus menunduk dengan tangan yang gemetar. " kamu kenapa, takut.? tenang saja aku tidak akan memakan mu. "


" bu-bukan seperti itu pak. tapi..? takut terjadi fitnah. kita di ruangan ini hanya berdua saja dan kita juga tak memiliki ikatan apapun jadi kecil kemungkinan untuk tidak terjadi fitnah pak. " jawab Kairi pelan.


" subhanallah. sungguh beruntung aku jika benar-benar berjodoh dengan Kairi. ya Tuhan jodohkan lah aku dengan nya. " doa tulus Akhsan dalam hati.


" kamu tenang saja. tak kan pernah ada yang berani menfitnah kita. lagian saya mengundang kamu kesini juga karena mau menghilangkan fitnah itu sebelum terjadi. " jawab Akhsan serius.


" maksud Bapak.?


" Hmm..


Kairi sebenarnya.? saya mulai menyukaimu. bagaimana kalau kita lebih mengenal dulu dan kalau memang cocok kita bisa melanjutkan dengan hal yang lebih serius lagi. " Ucap Akhsan tanpa ragu lagi. Akhsan benar-benar ingin sekali memiliki Kairi dan itu secepatnya.


Kairi tersentak. bagaimana bisa.? bukannya Akhsan sudah menyatakan cinta pada Sukma tapi, ini apa.? mana mungkin Akhsan akan menjalin hubungan dengan dua gadis sekaligus kan. itu sungguh hal yang mustahil.


" Apa maksud bapak.? bingung Kairi. otak kecilnya tak mampu berfikir sejauh itu.

__ADS_1


" apa aku kurang jelas, Kairi. seandainya saja kau bersedia pun aku akan langsung melamar mu sekarang juga. bukankah dengan itu tak akan lagi ada fitnah yang kau khawatirkan. " terang Akhsan.


bagaimana Kairi akan menjawab. meskipun dia sendiri tau bahwa di hatinya memang sudah tertempel jelas wajah Akhsan di sana. wajah yang tak akan mudah tergantikan oleh wajah yang lain. namun bagaimana persahabatan nya dengan Sukma setelah itu jika Kairi menerima Akhsan.?


" Maaf Pak. saya.? saya tidak bisa. " jawab Kairi pelan


Wajah Akhsan langsung pucat pasi mendapatkan penolakan itu sungguh menyakitkan. tak akan mungkin bisa di sembuhkan begitu saja.


Akhsan mencoba untuk tenang dan ingin mengorek apa alasan nya Kairi menolak nya.


" kenapa Kairi, aku tau kau juga ada rasa padaku, kan. "


" saya tidak ada rasa apapun pada bapak. saya menghormati bapak karena bapak adalah atasan saya. "


Akhsan tau itu bukan lah jawaban yang benar Kairi menyembunyikan masalah yang besar yang membuat dia menolak nya. tapi apa.? dan kenapa.? " begini saja Kairi. aku akan memberikan mu kesempatan untuk mu berfikir. satu minggu, ya satu minggu. saya harap saya akan mendapatkan jawaban yang membuat ku senang. " tutur Akhsan.


" jawaban nya akan tetap sama Pak, Kairi tak bisa. " kekeuh Kairi.


Akhsan tak mampu lagi berbicara akan maksud nya itu dan mengalihkan pembicaraan nya dengan hal yang lain. meskipun kecewa tapi Akhsan tak bisa melakukan apapun saat ini. yang jelas Akhsan tak akan menyerah dan akan tetap berusaha untuk mendapatkan cinta dari Kairi.


" nih di makan, bukannya kamu belum sarapan kan. " ucap Akhsan tangannya menyodorkan nasi box yang ada di mejanya pada Kairi.


" tidak usah Pak. Kairi sudah membawa bekal dari rumah. " tolak Kairi sembari mendorong nasi box dari tangan Akhsan.


" makan saja. bekalnya bisa buat makan Siang nanti.


" tapi Pak.?


" sudah makan lah. "


dengan patuh akhirnya Kairi menerimanya dan memakannya di sana di hadapan Akhsan yang terus menatapnya.


" sebenarnya ada masalah apa padamu Kairi. kenapa kau menolak ku aku tau benar apa yang ada di hatimu untuk ku tapi kenapa.? apa yang kamu pikirkan. aku yakin pasti ada sesuatu yang membuat mu menolak ku. Ahhh... Kairi kau membuat hatiku sakit, kau membuat ku serasa ingin berhenti bernafas saat sekarang"


sesekali Kairi melihat wajah kecewa Akhsan. tapi mau bagaimana dia sendiri tak akan mungkin menyakiti hati Sukma sahabat nya. jika saja Sukma tak menyukainya maka Kairi pasti akan menerima nya dengan senang hati. lagian Akhsan adalah laki-laki yang baik dan juga taat agama jadi apa yang harus di ragukan akan hal itu.


" maafkan Kairi Pak. maafkan jika Kairi membuat bapak kecewa. biarkan lah Allah yang mengatur semuanya Pak. jika memang saya adalah jodoh anda, saya yakin akan ada jalan yang mudah untuk kita bersatu.


batin Kairi. yang sebenarnya juga sangat berharap bahwa mereka adalah jodoh yang memang di ciptakan untuk hidup bersama hingga maut nanti tiba.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾😭😭😭😭🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


Sabar ya Akhsan. meskipun Sakit hati sekarang tapi tetap lah berusaha jodoh takkan lari kemana. kamu yang sabar ya.


__ADS_2