Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
52.Candu


__ADS_3

" Assalamu'alaikum..!!! teriak Fatma dengan suara lantang memenuhi kelas yang sudah beberapa hari dia tinggalkan. Meskipun baru sehari setelah menikah namun Fatma tetap masuk lagian dia tak mau lebih lama lagi bolos ya sebenarnya bukan itu saja sih tapi lebih takut di kurung seharian sama Ikhsan.


Semua menoleh, tersenyum dan berhamburan memeluk Fatma yang merentangkan tangan menyambut semua teman wanitanya yang merindukan nya.


" Miss..!! teriak semuanya histeris.


semua memeluk Fatma dengan sangat erat hanya membuat iri para laki yang menjadi penonton setia mereka saja. " uluh uluh. kangen ya sama miss, sini sini miss peyuk. " jawab nya dengan syarat cadel.


" sini sini miss duduk. " Santi dan Mirna sangat antusias menarik tangan Fatma dan mengajaknya duduk di bangku.


" makasih. "


" miss, miss itu dari mana saja sih.? nggak berangkat sekolah juga nggak menjalankan bisnis miss ya. iya lah pasti tidak bisnis setiap hari Santi nyariin di manapun tempat nggak dapat melihat miss yang dapet hanya kepanasan dan jadi hitam kan kulit Santi. " ngadu Santi dengan memperlihatkan kulit nya yang sedikit berubah mungkin memang benar apa yang ia katakan.


" aku udah pensiun dari bisnis cang ci men. sekarang aku mau fokus aja belajar supaya pintar dan aku ingin cepat-cepat bisa lulus dengan hasil yang baik tentunya. " jawab Fatma.


Semua teman-teman Fatma melongo sejak kapan otak miss mereka jadi benar begini, biasanya dia hanya akan sudi dengan uang uang dan uang tapi sekarang, apa Dunia berputar sudah semakin cepat atau berputar dengan terbalik.? " benarkah.?


Fatma mengangguk cepat. Buat apa dia mencari sesuatu yang sudah dia pasti dapatkan, uang.? berapapun dia minta pasti Ikhsan akan memberikan nya. Makan.? dia tak akan mungkin kelaparan karena Ikhsan pasti akan selalu menyukupi semua kebutuhan ya termasuk urusan perut nya.


" iya. jadi sekarang kalian juga harus belajar yang rajin dan kita akan lulus bersama-sama dan memajukan kelas kita sama-sama, gimana oke kan. " ujar Fatma.


Mirna menyentuh kening Fatma mungkin kah ada yang salah pada saraf di otak miss nya, atau mungkin otaknya tertukar dengan milik orang lain. " miss nggak sakit kan. " bingung Mirna.


" mana ada sakit, Nih lihat aku baik-baik saja kan. "


" hehehe.. iya sih seperti nya. " meringis Santi dan Mirna dan menggaruk kepalanya.


" Assalamu'alaikum...!! Ikhsan masuk dan menghentikan pembicaraan mereka semua.


" weh Bapak juga datang. janjian ya sama miss eror. " ucap Mirna.


Bagaimana nggak janjian bahkan mereka juga berangkat bersama hanya Fatma turun mobil sebelum sampai di sekolah.


" haduhh jadi ribet amat sih. dan nih jadi canggung gini lagi. "'batin Ikhsan matanya mencuri menatap Fatma yang ternyata tengah tersenyum namun di sembunyikan dengan telapak tangannya. " napa lagi tuh anak. "


" eh, bukannya di kelas kita ada peraturan ya.? siapapun yang telat selain miss eror akan mendapatkan hukuman, dan sekarang siapa yang telat..!!! teriak Fatma keras.


" pak Ikhsan..!!! serentak semua.


" astaga beberapa hari nggak eror sekarang mulai lagi tuh anak. iya kali seorang guru telat, ini memang baru waktunya. " batin Ikhsan


" mana ada telat. ini emang baru masuk kan. " ?


" telat sepuluh menit pak Ikhsan terhormat. "


" nih anak bener-bener ya. sabar Ikhsan sabar selain dia istri mu dia ibu negara di kelas ini. apa kamu lupa dia bisa nendang siapa pun untuk keluar dari sini. "


" baik apa hukuman nya. " tantang Ikhsan.


" Hmm. " Fatma berpikir keras. " traktir kita semua setelah pulang di restoran yang makanannya paling enak, gimana, setuju.?


"nih anak mau bikin aku bangkrut. astaga apa maksud nih anak. " baiklah tapi saya juga ada syarat. kalau sampai di ulangan hari ini nilai kalian hancur, maka kalian harus bayar sendiri oke. sekaligus traktir bapak, setuju.?


" siap..!!


" traktir bapak siap. kan uang bapak sendiri jadi aku nggak rugi kan. " batin Fatma girang.


Pelajaran terus berlanjut dengan tenang hingga waktu Istirahat telah tiba semua murid mengumpulkan semua lembar tugas dari Ikhsan dan bergegas untuk segera ke kantin.

__ADS_1


" Fatma..! panggil Ikhsan.


Fatma mengurungkan niat untuk keluar dan menghampiri Ikhsan, " ada apa pak. "


" mana tangan mu. "


Fatma menaikan kedua tangan nya dengan sengaja Ikhsan menaruh beberapa buku di tangan Fatma." Nih bawakan sampai ke ruangan ku. " satu langkah Ikhsan maju dan kembali mundur. " maaf, tolong bawakan ini untuk suami mu,hahaha.. " lirih Ikhsan lalu menyeringai dengan bahagia.


" eh apa-apaan nih, mana ada suami yang memperlakukan istri nya seperti ini. hey pak Ikhsan tunggu.!! teriak Fatma dan berjalan dengan cepat mengejar Ikhsan yang terus berjalan cepat. " Heyyy...!!


Begitu berat beban yang Fatma bawa dan hampir saja membuat nya terjatuh. " Aww..!! teriak Fatma.


" awasss..!! buku yang hampir saja terjatuh di lantai di tangkap oleh seorang dan hampir saja mereka berdua bertabrakan. " Fatma kamu nggak apa-apa kan.? tanya orang itu.


" Ketos playboy,,! ngapain loh dekat-dekat dengan gue, mau cari perhatian. jauh-jauh dari gue deh, kalau perlu jaga jarak lima meter, ngerti. " ucap Fatma dengan kesal. Melihat wajah tampan Iqbal bukannya tertarik namun Fatma selalu saja sebal dan selalu saja ingin marah-marah.


" Hahh,,!! lima meter,? nggak salah. "


" Tidak ada yang salah, karena aku mau yang sempurna. jadi sekarang kamu jauh-jauh dari gue, mana,,! gue nggak butuh bantuan dari loh " Fatma merebut buku yang berada di tangan Iqbal dan pergi dengan cepat.


" Fatma, tunggu,!! Iqbal terus saja mengejar Fatma yang sudah semakin jauh. " Fatma.!!


Iqbal menarik bahu Fatma dan menghentikan langkah Fatma. " Fatma, please aku mau ngomong sebentar dengerin aku dulu. "


Dongkol, jengkel, sebal semua campur aduk menjadi satu di hati Fatma. jika saja dia tidak membawa begitu banyak buku pasti dia akan menghajar Iqbal hingga babak belur. " Ihh,,, loh itu bisa nggak sih jauhin gue. gue nek lihat wajah sok polos loh itu. " kesal Fatma.


" Apa salah gue Fatma, hingga kau tak mau aku dekat dengan mu. Semua cewek di sini tergila-gila padaku tapi kenapa kau tidak. apa aku, wajah ku ini masih kurang tampan untuk kamu perebutkan dari yang lain. " ucap Iqbal percaya diri.


" Hello,,!! percaya sekali situ ya. Tampan,? ya kau memang tampan tapi hati mu tidak sama sekali. kalau kau bangga dengan tampang situ berbangga saja dan dekati semua cewek yang tergila-gila sama situ, aku ogah.Jangan kan mau memperebutkan situ, dekat sama situ aja aku mau muntah bagaimana memperebutkan sesuatu yang tampak baik untuk ku. " jawab Fatma panjang.


Segitu bencinya Fatma dengan Iqbal. Playboy cap badak nya benar-benar sudah mendarah daging pada Fatma dan tak mungkin bisa mudah di hilangkan apa lagi di tambah dengan sikap Iqbal sekarang tambah membuat Fatma ilfil pada Iqbal.


" tidak ada,! Fatma kembali berjalan menjauh dari Iqbal.


" Fatma.!!


" lepas, Iqbal. jangan pernah loh sentuh gue. tangan loh nggak pantas menyentuh gue sedikit pun. " Fatma kembali pergi.


" Fatma,!! teriak Iqbal frustasi. baru kali ini dia di tolak mentah-mentah sama seorang cewek. apa mungkin dia yang terlalu percaya diri dengan tampang yang ia punya.


Ketegasan dan keketusan Fatma membuat Ikhsan yang melihat nya dari jauh mampu menarik senyum dengan lebar. Ikhsan tak salah menjadikan Fatma istri nya karena dia benar-benar sesuai dengan kriteria nya, Cantik, tegas, berani, dan tak mau menyerah begitu saja apa lagi sifatnya yang tak ingin tertindas oleh siapapun itu membuat Ikhsan sangat bahagia.


Fatma berjalan masuk ke ruangan Ikhsan dengan terus mengerucutkan bibir nya karena kesal. bertemu dengan Iqbal benar-benar selalu membuat nya hilang kesabaran nya.


" Assalamu'alaikum..!!


" Wa'alaikumsalam,,, kenapa lama sekali, lama amat kaya siput jalan nya. " ledek Ikhsan.


Ikhsan duduk di samping Fatma meraih tangan nya dan memijat nya dengan lembut. " kenapa muka mu di tekuk gitu,? ada masalah.?


"nggak ada.!


" ya sudah jangan cemberut gitu,, kau begitu jelek sayang, senyum.! titah Ikhsan memberikan contoh pada Fatma tersenyum dengan bibir nya sendiri.


" Hm. "


" Sekarang jawab jujur kenapa kau minta aku traktir kalian semua. apa kamu memang berniat buat suamimu ini bangkrut, Hmm.. "


Fatma melongo. bagaimana pun dan apapun alasannya seharusnya dia bertanya dulu pada Ikhsan namun dia sendiri memutuskan sendiri tanpa meminta persetujuan Ikhsan terlebih dahulu, menyesal sih. " Hmm, sebenarnya,? aku hanya ingin mereka bisa merasakan kebahagiaan ku juga, bagaimana pun mereka kan teman Fatma semua nya jadi nggak salah kan jika berbagi kebahagiaan. " terang Fatma " apa pak Ikhsan keberatan.?

__ADS_1


Ikhsan manggut-manggut ternyata itulah alasan Fatma sebenarnya. " oke lah, tapi semua tidak ada yang gratis loh ya. aku akan menghitung nya sebagai hutang dan akan meminta nya suatu saat."


" Hahh..!! masak sama istri perhitungan banget sih pak. apa ini.? ckckck. " Jawab Fatma tak percaya.


" sudah sana keluar, apa kamu mau membuat sekolah ini geger. Atau kamu memang mau di sini menemaniku dan kita melakukan,,? Ikhsan memonyongkan bibir nya pada Fatma.


" tidak tidak.! aku akan keluar sekarang. " Fatma secepatnya beranjak berdiri dari sofa namun Ikhsan kembali menarik tangan nya hingga Fatma jatuh di pangkuannya.


Ikhsan menyeringai senang melihat Fatma yang lagi-lagi melotot kan matanya karena terkejut dengan perbuatan Ikhsan yang sekarang selalu memangku nya dengan paksa.


" Pak,! apa yang bapak lakukan.?


" yang aku lakukan.? ya ini lah yang aku lakukan sekarang memangku istri ku dan bermesraan padanya. gimana bagus kan ide ku. " jawab Ikhsan girang.


Ikhsan melingkarkan tangan nya di perut Fatma dengan kuat menahan Fatma supaya tak pergi darinya. Meskipun barusan dia mengatakan Fatma untuk keluar namun itu hanya sebagai ocehan semata yang hanya di bibir nya tapi tidak di hatinya dimana pun dia ingin selalu bisa bersama Fatma.


" pak nanti ada yang melihat nya.?


" biarin. "


" pak,,!! Fatma nggak mau sekolah ini geger karena melihat kita seperti ini. ayo lah pak lepasin Fatma, please ya pleaseee.. " Fatma menyatukan kedua telapak tangan nya seraya memohon dengan sungguh-sungguh.


" Kiss dulu. " perintah Ikhsan memajukan pipinya pada Fatma.


Mata Fatma terbelalak. Malu,? ya mana mungkin Fatma tidak malu, Fatma belum pernah mencium Ikhsan terlebih dulu karena Ikhsan lah yang sering mencium nya di saat ada kesempatan. " Tapi.?


" Ya sudah kalau nggak mau, kamu tetap di sini dan aku yang akan memeluk dan mencium mu terus menerus dan tidak akan melepaskan mu."


Fatma menutup mata nya dan berniat untuk mencium Ikhsan dengan mata tertutup mungkin dengan itu dia akan menghilangkan rasa malu itu dan dia bisa secepatnya untuk cepat pergi dari sana.


Ikhsan mengganti pipinya dengan bibir nya, apalah artinya ciuman di pipi akan lebih terasa menyenangkan jika di bibir bukan. Ikhsan sedikit mengeluarkan lidahnya hingga Fatma langsung merasakan dingin dan basah pada bibir nya.


Fatma membuka mata dan langsung terbelalak, Fatma melepaskan bibir nya dari bibir Ikhsan dalam keadaan sedikit basah " akk..!! apa yang pak Ikhsan lakukan.? pekik Fatma.


Ikhsan terkekeh melihat reaksinya Fatma sembari ibu jari nya menghapus bibir Fatma yang basah. " bukankah kita berciuman. gimana rasanya, enak.?


" Hmm..? enak apanya pahit banget lagi. " ketus Fatma.


" benarkah pahit,,? coba aku icipi dengan benar."


Ikhsan kembali ingin memajukan bibir nya namun langsung di dorong oleh Fatma.


Fatma beranjak. memeletkan lidah nya dengan wajah ceria. " wekk,, "


Ikhsan tersenyum dan geleng-geleng. Ikhsan benar-benar tak habis pikir dengan dirinya sendiri. mencium Fatma sudah menjadi candu untuk nya dan ingin terus dan terus melakukan nya bahkan sampai lupa tempat bahkan ini di sekolah.


" aku benar-benar gila. aku sudah sangat kecanduan pada mu Fatma. kau gadis kecil tapi kau begitu besar untuk ku. " Ikhsan kembali menggeleng kan kepala merasa geli sendiri dengan perbuatan nya barusan.


" Seperti nya aku harus lebih berhati-hati dengan Iqbal, sepertinya dia mulai ada rasa dengan Fatma aku tak mau jika dia menjadi penghalang untuk kebahagiaan ku dan Fatma."


batin Ikhsan.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Iqbal jangan pernah main-main sama api ya kalau kamu tak mau kebakaran dan merasakan panasnya.


Ikhsan ingat tempat kalau mau bermesraan, jangan sampai ada yang melihat dan akan menimbulkan masalah kasian Fatma nya nanti.

__ADS_1


Fatma pertahankan sifat mu yang tegas supaya Iqbal tak bisa mendekati mu dengan mudah. kamu hanya milik Ikhsan saja ya, ingat.


__ADS_2