
________
Kembali lagi di dunia halu author yang kekenyangan halu ini. Semoga selalu suka dan selalu bisa menghibur, semua hanya sebuah karangan belaka, jika ada sesuatu yang melenceng itu semua tidak berniat untuk menyinggung siapapun, Semuanya semata-mata hanya untuk bersenang-senang..
____________
Happy Reading....
________________
Semua orang berkumpul di depan ruang operasi, semua nampak harap-harap cemas menunggu para dokter keluar. Demi keselamatan Rico operasi pun tetap di lakukan semua itu untuk mencegah pendarahan di kepala Rico yang bisa saja menjadi pembekuan dalam otaknya.
Bukan hanya Susan saja yang ada di sana tapi semua keluarga Akhsan dan Ikut dan di tambah dengan keluarga Joe termasuk Marco dan juga Farel.
Susan yang terus menangis masih terus di rangkul oleh Fatma, Rico bukan hanya pahlawan untuk keluarganya tapi Rico juga sahabat terbaik bagi Fatma. Meskipun Rico juga bukan orang yang berada namun Rico sering membantu Fatma dulu di saat kesusahan dan saat kekurangan dana untuk kebutuhannya sehari-hari.
Bukan hanya Fatma yang ada di samping Susan, tapi ada Keisha di sisi lain dan ada Tasya di hadapan nya, Semuanya terus menguatkan Susan yang benar-benar di ambang putus asa.
" Sudah Bu Rico pasti akan baik-baik saja. Rico adalah pria yang hebat dan juga kuat Rico seperti ini juga karena melakukan kebaikan, Allah pasti akan melindunginya dan akan memberikan yang terbaik untuk Rico " ucap Fatma terus menghibur Susan sembari mengelus pundaknya.
Keisha dan juga Tasya keduanya mengangguk membenarkan, Rico pasti akan baik-baik saja, dan pasti dia akan segera sembuh dengan pertolongan Allah SWT.
" Fatma benar, Nak. Rico pasti akan baik-baik saja. Lebih baik kita berdoa untuk kebaikannya. " imbuh Tasya.
" Saya hanya takut, Nyonya. Saya takut akan kehilangan Rico. Dia adalah satu-satunya yang kami punya, kalau terjadi sesuatu padanya terus gimana dengan kami " jawab Susan dengan sedih.
Semua merasa kasihan dengan Susan. Orang tua manapun pasti akan sedih jika anaknya mengalami hal yang seperti ini, jangan kan hanya memiliki satu anak memiliki banyak anak pun jika salah satu di antara mereka terluka orang tua Pasti akan sedih dan merasakan sakit yang sama.
Tasya memeluk Susan dia juga sangat sedih semua ini tidak akan terjadi jika bukan karena Rico menyelamatkannya.
" semua akan baik-baik saja" ucap Tasya yang masih setia memeluk Susan.
🌾🌾🌾🌾
di bawah lampu operasi Rico masih memejamkan matanya dia sama sekali belum sadar dan juga belum ada reaksi apapun, padahal operasi sudah selesai dan berjalan dengan lancar dan tentunya operasinya telah berhasil.
" sebentar lagi pindahkan pasien ke ruang perawatan, bawa dia ke kamar yang telah saya minta dan terus kontrol perkembangannya." ujar Airin.
" baik dok!" jawab para perawat dengan persamaan.
__ADS_1
Airin mulai melangkah keluar sembari melepaskan kan masker yang masih ia kenakan. Semua pun langsung mendekati Airin setelah pintu dibuka olehnya.
" bagaimana keadaan Rico anakku, Dok, dia baik-baik saja kan?" tanya Susan tak sabaran.
" operasinya telah berhasil, sebentar lagi Rico akan di pindahkan ke ruang perawatan. Ibu tenang saja semuanya akan baik-baik saja. " jawab Airin seketika membuat Susan bernafas lega.
" Alhamdulillah " seru semuanya sembari mengusapkan kedua telapak tangan mereka ke wajah masing-masing.
🌾🌾🌾🌾🌾
Semua merasa sangat lega setelah Rico sudah dipindahkan ke ruang perawatan, Tasya kembali ke kamarnya begitu juga dengan Joe. Sementara Susan yang sedari pagi belum makan apa pun kini tengah ditemani Fatma ke kantin rumah sakit. Sedangkan yang menunggu Rico ada Akhsan dan juga Ikhsan.
Mereka berdua Tengah duduk di sofa mengobrol kecil untuk membangun semua yang telah hancur, meskipun ini bukan tempat yang pantas namun keduanya tetap membicarakannya, toh tak ada orang lain di sana kecuali mereka berdua dan juga Rico yang belum juga sadar.
" A-aisyah..... Aisyah... " ucap Rico di bawah sadarnya.
Mata Akhsan dan Ikhsan mendelik mereka saling tatap dengan bingung, dan memastikan apakah pendengaran mereka berfungsi dengan benar atau tidak.
" Aisyah? " beo keduanya bersamaan.
Belum juga keduanya selesai dalam kebingungan nya Rico kembali menyebut nama Aisyah, dan kini malah semakin keras dan dengan nada panik dan juga ketakutan.
Akhsan dan Ikhsan yang melihat Rico seperti itu langsung berlari dan mendekati Rico, menggoyangkan lengan Rico dan mencoba untuk membangunkan nya.
" Rico.. bangun Rico bangun.. " ucap Akhsan.
" Aisyah.. jangan... " ucap Rico lagi.
" Rico kenapa Bang? apa kita perlu panggil Aunty? " tanya Ikhsan.
" Ya.. kita harus panggil Aunty. " jawab Akhsan.
Ikhsan pun bergegas, dia berlari memanggil Airin yang ruangan nya tak jauh dari sana. Mendapat panggilan dari Ikhsan, Airin pun bergegas untuk ke ruangan Rico dan segera memeriksa nya.
Airin pun memeriksa dengan teliti, semua alat juga dia pastikan, tak ada satupun yang terlewat darinya.
" Aisyah.. " ucapan Rico semakin lirih.
" Rico kenapa Aunty? apa ada sesuatu padanya? " tanya Akhsan.
__ADS_1
" Aunty tidak tau pasti apa yang di alami Rico sekarang, tapi yang jelas ada rasa khawatir yang berlebihan. Jadi semua ini bisa terjadi padanya. Aisyah yang dia maksud itu Aisyah adik kalian? atau orang lain? atau mungkin Aisyah kekasih nya? " tanya Airin.
Akhsan dan Ikhsan yang memang tak tau apapun keduanya hanya bisa menggeleng seperti orang bodoh. Tak ada satupun yang tau Aisyah siapa yang Rico maksud. Mungkin hanya satu orang saja yang tau meskipun dia juga tidak tau dengan pasti, Yaitu Fatma yang kini berdiri di ambang pintu dalam diam.
" Sebesar inikah perasaan Rico pada Aisyah? tapi Aisyah masih sangat kecil bagaimana bisa Rico menaruh rasa pada anak kecil? " gumam Fatma dengan bingung.
" Rico kan tau apapun, apa mungkin terjadi sesuatu pada Aisyah sekarang? semua itu tidak benar kan? Rico pasti hanya mengigau saja karena dia terlalu berharap pada Aisyah. Ya, pasti hanya karena itu. " gumam nya lagi.
Fatma yang masih ada di sana di ketahui oleh Ikhsan yang secara tak sengaja menoleh ke arah nya. Ikhsan terus memanggilnya namun Fatma sama sekali tak bergeming dan berdiri dengan melamun di tempat nya.
Perlahan-lahan Ikhsan mendekati Fatma, menyebut pundaknya dan berhasil mengejutkan nya. " Fatma " panggil nya.
Fatma tersentak dia langsung menubruk Ikhsan dengan tatapan matanya yang tajam.
" kenapa? " tanya Ikhsan bingung. " apa ada yang kamu pikirkan? atau kamu mengetahui sesuatu lagi? "
" Fatma tidak yakin? " jawab Fatma.
" maksudnya? "
" Setau ku, Aisyah yang Rico kenal hanya Aisyah kita. Dia tak pernah dekat dengan cewek manapun kecuali teman-teman di sekolah nya, dan si sekolah juga tidak ada yang bernama Aisyah. Atau jangan-jangan Aisyah yang Rico maksud beneran Aisyah kita? " jawab Fatma.
Ikhsan menoleh, melirik sekejap ke arah Rico yang masih setia menutup mata nya. " bisa jadi sih? tapi.. apa maksud Rico? kenapa bukan Bundanya atau ayahnya yang dia panggil, kenapa harus Aisyah? Apa jangan-jangan Rico....? "
" menyukai Aisyah maksud Mas? .. tapi masak iya sih? "
" sudahlah, tidak usah pusing-pusing. Kita tanyakan langsung padanya nanti setelah dia sadar "
" Mas benar. Kita tidak akan mendapatkan jawaban yang benar jika kita hanya mengada-ada. "
" Hemm.. "
_________
Bersambung....
________________
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1