Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
84.Hadiah kejutan


__ADS_3

Kebahagiaan yang di dapatkan hari ini oleh Marco benar-benar membuat nya seperti orang gila. Marco terus tertawa sedari tadi dari mol hingga sampai sekarang Marco sampai di kediaman nya pun juga tertawa tiada henti.


Marco turun dari mobilnya dengan gagah nya melihat ketiga wanita yang berjajar rapi di depan pintu dengan wajah yang tertutup. Dan tentunya dengan tangan di pegang oleh anak buah dari Marco.


" Bawa mereka masuk. " seru Marco dengan tegas dan selang beberapa saat Marco tertawa penuh bahagia sembari berjalan masuk ke dalam rumahnya. " Hahaha,,, selamat datang kalian semua. Selamat datang di rumah kalian yang baru.. Hahaha,,, "" tawa Marco tiada henti.


Dengan di dorong oleh ketiga anak buah dari Marco, ketiga perempuan yang di kira perempuan yang Marco ingin kan itu masuk di kediaman Marco. langkah nya santai tak ada berontak sama sekali, tapi tak masalah untuk Marco itu semua malah membuat nya memicingkan matanya karena bukan masalah besar bukan. " cukup penurut juga. tak masalah aku lebih senang dengan yang menurut seperti ini." gumam Marco masa bodoh.


Marco berbalik setelah mereka sampai di ruang tengah. menatap penampilan ketiga perempuan itu yang sama persis di orang yang di mol tadi. Senyum cerah Marco pancarkan, akhirnya dan akhirnya semua telah sampai di genggaman tangan nya. dan Marco begitu tamak juga, dia akan menjadikan ke-tiga nya untuk menjadi istri sahnya dalam satu hari yang sama dan itu semua akan terlaksana saat Akhsan dan Ikhsan telah hancur di tangan nya.


Marco berjalan mendekat pada tiga perempuan itu. Hatinya sungguh tak sabar ingin melihat wajah-wajah cantik nan ayu dari tiga perempuan yang tadi dia temui di mol.


Tanpa ragu Marco membuka karung dari salah satu mereka, betapa terkejutnya saat perempuan yang ada di depan nya bukanlah perempuan yang di ingin kan. Kesal, marah tentunya langsung menguasai hati Marco. " Sial.. " Marco membuka semua karung dari tiga perempuan itu. dan berujung dengan umpatan Marco yang begitu di kuasai amarah.


" Bodoh,,!! kenapa aku bisa di kibulin seperti ini, siapa yang berani melakukan ini. Hahh,, " tegas Marco.


" Siapa kalian,,!! bentak Marco pada tiga perempuan yang meringis manis penuh dengan ejekan pada Marco. Dimana tawa Marco barusan, sekarang telah hilang begitu saja karena ternyata dia salah menangkap orang.


" kenapa tuan, salah tangkap.? tanya salah satu dari mereka. Dengan menyeringai penuh bahagia tanpa ada takut sama sekali tengah berhadapan dengan siapa saat ini.


Mata Marco menatap tajam ketiga perempuan itu satu persatu. dan hanya cengiran penuh ejekan lah yang Marco dapatkan. " siapa kalian, katakan,,!! bentak Marco.


Tak akan pernah semudah itu meluluhkan hati dari kelompok Mawar Berduri, Semua tak akan pernah sesuai apa yang mereka inginkan. Bukannya jawaban dari mereka semua melainkan senyum dan senyum tanpa takut itulah yang Marco dapatkan.


" apa kalian bisu, tuli, Hahh..!! kenapa kalian tak menjawab pertanyaan ku, Jawab,,!! Marco terus membentak berharap dengan itu ketiga perempuan di depannya merasa ketakutan dan mengatakan semua pada Marco.


Tapi tidak. mereka bertiga sangat kuat pendirian nya tak akan mau mengatakan apapun yang mengenai jati diri mereka semua.


" beri mereka bertiga pelajaran,,!! Marco putus asa, dan duduk dengan kesal sembari ingin melihat sampai mana ketiga perempuan itu bertahan dari siksaan anak buah Marco.


Ketiga perempuan itu saling tukar pandang. mengedipkan matanya dengan hati-hati.


Dor,,, dor,,,,


Asap kembali mengepul memenuhi ruangan itu. Semua anak buah Marco kalang kabut mencoba mempertahankan ketiga perempuan itu dan menarik lengan mereka. Semua tak akan mereka biarkan pergi dengan mudah. Mereka sudah tertipu tadi dan sekarang itu tak boleh terjadi lagi.


Sementara Marco langsung berdiri setelah beberapa saat dia terduduk. mengibaskan tangannya menghilangkan asap putih yang ada di hadapan nya. Semakin lama asap putih telah hilang dari hadapan mereka semua dan betapa terkejut nya Marco saat melihat yang di depannya adalah anak buah mereka yang memegangi lengan teman mereka yang ada di sana.


" Sial sial. kenapa mereka bisa lolos,, kejar mereka, tangkap dan bawa mereka ke hadapan saya. Cepat,,!! teriak Marco tak Terima.


Semua anak buah Marco mengangguk, dan pergi setelah menjawab Marco " baik tuan,! jawab mereka dengan tegas dan berhamburan lari mengejar ketiga perempuan tadi yang ternyata sangat cerdik juga.


" Arghhh,,, tak akan aku biarkan kalian bisa lolos lagi dariku. aku pastikan kalian akan menjadi milikku, milikku. Arghhh,,!! teriak Marco begitu frustasi.


🌾🌾🌾🌾🌾


" Alhamdulillah,," Tak henti-hentinya Akhsan dan Ikhsan mengucapkan syukur pada sang Pencipta, bisa melihat istri mereka dalam keadaan baik-baik saja adalah hal yang paling membahagiakan dalam hidup mereka.


"Alhamdulillah, " entah itu menjadi yang ke berapa yang keluar dari dalam mulut mereka berdua.


Akhsan dan Ikhsan terus menuntun istri mereka masing-masing dan membawa masuk ke dalam pendopo mereka. Dan tak henti-hentinya mereka juga menatap wajah Istri mereka yang terlihat sangat bersinar dan begitu cantik setelah melakukan perawatan tadi di salon.


Sementara sebagai hukuman untuk Aisyah. Aisyah harus membawa masuk semua belanjaan dari Fatma dan juga Kairi. Sementara pelaku kedua sudah keburu kabur tadi karena tau akan mendapatkan hukuman, siapa lagi kalau bukan Shelvia.


" Dek cepetan,,!! teriak Akhsan yang benar-benar gak ada rasa kasihan dengan Aisyah yang membawa semua barang-barang belanjaan kedua kakak ipar nya.

__ADS_1


" ayo lah dek cepat sedikit. setelah itu kamu boleh keluar dan istirahat " sambung Ikhsan menimpali.


Aisyah menggerutu kesal. Kedua Abang nya benar-benar gak punya rasa kasian dan juga terimakasih padanya. untung mereka adalah Abang nya kalau bukan pasti akan Aisyah ledakkan mereka berdua tanpa sisa.


" Iya iya.,,!! dasar laki-laki bawel,,!! kesal Aisyah.


Aisyah berjalan dengan pelan-pelan dengan tangan penuh dengan paper back yang begitu banyak. Semua harus bisa masuk ke dalam kamar mereka masing-masing dan tak ada satupun yang boleh terjatuh saat Aisyah membawakan nya.


" Astaga,, berat sekali. Ya Tuhan tolong kirimkan malaikat yang bersedia membantu Aisyah membawa semua barang-barang ini. Atau kalau tidak tangan Aisyah pasti akan patah. " doa Aisyah sungguh-sungguh. Tapi Tuhan juga sungguh-sungguh juga membela kedua Abang nya dan tak mengirimkan satu saja malaikat yang di minta oleh Aisyah.


Bruk,,


Aisyah menaruh semua belanjaan di atas meja tengah dan membiarkan begitu saja di sana dan memilih berlari dari hukuman yang di berikan oleh kedua abangnya.


" Kaburrrrr!! " teriak Aisyah dan lari terbirit-birit menjauh dari Abang nya yang tengah melongo melihat Aisyah yang berlari.


" Ehh dek,,!! hukuman nya belum usai,,!! teriak Akhsan.


" Dek,,!! " teriak Ikhsan singkat.


Aisyah terus berlari tak menghiraukan teriakan Abang nya yang ternyata tengah menahan tawa mereka bersamaan " ah masa bodoh,,!! Aisyah nggak mau di hukum lagi. Aisyah lelah mau tidur,,!! teriak Aisyah heboh. "Brakkk..


Aisyah membanting pintu kamar nya dengan kasar. Dan pintu pun tertutup rapat dengan sempurna.


" Hahaha,,, !!


Akhirnya Abang kembar bisa melepaskan tawa mereka yang sedari tadi dia tahan. sesekali mereka juga berhak memberikan hukuman pada Aisyah kan. Dan itu semua untuk menghilangkan stress yang tadi sempat melanda pikirannya.


" Mas sudah lah. kasian Aisyah " ucap Kairi dan sudah memilah belanjaan nya yang begitu banyak.


Begitu juga dengan Fatma, dia juga sudah memilah semua miliknya yang berkumpul menjadi satu dengan milik Kairi.


Di kamar Akhsan....


Kairi membereskan semua belanjaan nya membuka dan memasukkan semua nya ke dalam almari. Sementara Akhsan terus menatap fokus pergerakan yang di timbul kan dari Kairi. Wajah Kairi tak pernah terlepas dari mata Akhsan, dia benar-benar sangat cantik membuat Akhsan terus terpana.


" Mas,, " panggil Kairi dengan begitu lembut.


Akhsan terhenyak dan tangan nya langsung salah tingkah membantu mengeluarkan semua belanjaan Kairi yang masih di dalam paper back. " coba Mas lihat kamu beli apa saja. " ucap Akhsan gugup.


Kairi menggeleng pelan dan tersenyum melihat tingkah Akhsan yang seperti nya malu-malu kucing padanya. Bukankah Kairi sudah syah menjadi istri nya kenapa Akhsan harus malu hanya karena ketahuan melihat wajah istri nya yang terlihat sangat cantik. " Semua itu adalah pilihan dari adik mu, Mas. Seperti nya dia yang belanja bukan aku. " Kairi duduk di depan Akhsan, berfikir sejenak akan tingkah Aisyah saat berada di mol tadi.


Tangan Akhsan menggapai paper back yang berada di depannya. Ada yang aneh dari sekian belanjaan hanya satu itu yang terbungkus dengan kertas kado " ini apa.? apa kamu berniat memberikan kado pada seseorang? heran Akhsan dan kotak kado itu sudah berhasil di tangan Akhsan.


" tidak.! jawab Kairi singkat.


Mata Akhsan melihat ada tulisan nya di sana dan membaca nya dengan keras hingga Kairi dapat mendengarkan tentunya " untuk menambah kasih sayang di antara Kakak ipar dan juga Abang " itulah bunyi dari tulisan yang ada di sana, dan tentunya pikiran mereka langsung tertuju pada Aisyah lah yang memberikan nya.


" apa maksudnya nih bocah " gumam Akhsan " apa boleh aku buka.? tanya Akhsan dan langsung di angguki oleh Kairi.


Perlahan-lahan Akhsan membuka nya dan tentunya ada Kairi yang sudah duduk sangat dekat bahkan mereka saling bersentuhan. Kairi pun sama kepo nya dengan Akhsan ingin mengetahui isi dari dalam kotak kado yang Aisyah berikan pada mereka sebagai hadiah.


Tangan Akhsan mengangkat sempurna baju pemberian dari Aisyah. matanya kian melotot dengan tajam melihat seperti apa baju itu. Akhsan pun meneguk saliva nya sendiri membayangkan seandainya Kairi memakai pakaian terbuka saat ini bahkan itu tidak pantas di sebut dengan sebuah baju.


Sementara Wajah Kairi pun berubah menjadi sangat merah, hanya melihat itu pun Kairi sendiri yang merasa malu. Dan saliva pun ter teguk perlahan dan terasa mencekik leher Kairi.

__ADS_1


" Aisyah,,,!!! teriak Akhsan tak habis pikir.


Di kamar Ikhsan...


" pak suami lihatlah, semua itu adalah kelakuan dari Aisyah, ini bukan keinginan ku loh ya. Fatma kan sudah berjanji untuk tidak jadi wanita matre " ucap Fatma memperlihatkan semua belanjaan nya yang begitu banyak pada Ikhsan.


" Ya Allah Fatma sayang. jangan panggil aku pak suami dong, nggak enak denger nya. ganti ganti.!! Ikhsan berjalan mendekati Fatma setelah dia menutup pintu dengan rapat.


" Terus, Fatma harus panggil apa dong..? bingung Fatma sembari duduk di kasur dan mulai membuka semua belanjaan nya


"'ya Mas mungkin,? kalau tidak Yang, bebeb, atau apa gitu tapi jangan pak suami. " jawab Ikhsan dan ikut bergabung duduk di depan Fatma dan ikut memeriksa semua belanjaan Fatma.


" Hmm,,? Fatma berfikir sejenak. " Mas aja yah. sepertinya itu lebih baik dari yang lain " ucap Fatma dengan keputusan yang sudah mutlak.


" kok Mas sih,? Yang aja yah. biar terlihat mesra gitu.?


" Tidak, pokoknya Mas saja, titik tak ada koma. " tegas Fatma.


" Baik lah. " jawab Ikhsan pasrah menerima keputusan dari Fatma yang tak sesuai dengan keinginan nya. " Sebenarnya apa sih yang kamu beli sampai-sampai satu toko kamu bawa pulang " heran Ikhsan.


" lah ini kan semua kerjaan Aisyah, aku sama Kak Kairi hanya tinggal nurut aja kayak boneka jalan. adikmu benar-benar pintar dalam menghabiskan uang Mas, Fatma sangat salut dengan nya " ucap Fatma yang malah membuat Ikhsan ternganga, ternyata apa yang di lakukan oleh Aisyah di dukung penuh oleh istri nya.


Ikhsan memalingkan wajah nya sekejap untuk mengimeli Aisyah yang tak ada di sana " kamu ya dek, bener-bener mau buat Abang bangkrut. awas aja besok Abang akan balas kelakuan kamu ini " omel Ikhsan lalu kembali lagi menatap Fatma. " sini Aku bantu beresin.!


Acara buka-buka paper back berjalan lancar dan normal, Fatma pun satu per satu sudah memasukkan semua belanjaan nya ke almari miliknya yang menyatu dengan almari milik Ikhsan dan hampir penuh.


" Ini apa.? bingung Ikhsan tangan nya memegang kotak yang di bungkus kertas Kado berwarna kuning keemasan.


Fatma menggeleng dan duduk di samping Ikhsan. namun Ikhsan malah menariknya ke dalam pangkuan nya. dan Fatma pun hanya menurut tanpa kata menolak. " Fatma nggak tau. tapi seperti nya ada pesan nya deh. "Tangan Fatma membalikkan sisi sebelah dan benar saja ada pesan yang tertulis di sana.


" Untuk menambah kasih sayang antara kakak ipar dan juga Abang " ucap Fatma dan Ikhsan bersamaan dan sekian detik mereka saling bertatapan sebelum memutuskan untuk membuka nya.


" coba biar aku yang buka.? ucap Ikhsan.


Fatma menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab itu pada Ikhsan biarkan Ikhsan sendiri yang membukanya dan Fatma tinggal melihat hasilnya saat mengetahui apa yang berada di dalam nya.


" ini baju apaan,.? bukannya jika di pakai sama saja seperti tak memakai baju? Ikhsan mengangkat baju feminim hadiah dari Aisyah. Menatap Fatma yang pipinya langsung berubah pucat sembari menelan saliva nya sendiri.


Meskipun Fatma masih bodoh tak tau apapun tentang baju seperti itu tapi tetap saja Fatma malu, seandainya Fatma memakai baju seperti itu apa yang akan Ikhsan katakan padanya ihh serem... Fatma bergidik ngeri.


Ikhsan semakin heran dengan Aisyah. bagaimana bisa bocah yang ia kira masih sangat polos memberikan hadiah yang begitu gak wajar untuk mereka.


Ikhsan pun meneguk saliva nya sendiri. sembari menoleh ke arah wajah Fatma, bagaimana jika Fatma memakai nya akan seperti apa Fatma saat itu. dan berjalan meliuk-liuk di hadapan Ikhsan. Ikhsan langsung merinding dan sekian detik dia berteriak..


" Aisyah,,,!! teriak Ikhsan tiba-tiba.


Keterkejutan Ikhsan benar-benar sama dengan yang di alami oleh Akhsan di kamar nya. bagaimana kedua Abang nya tidak syok mendapatkan hadiah yang tak wajar dari Aisyah.


Sebuah paket lingerie yang tembus pandang berwarna Navy untuk kedua kakak ipar nya.


" Aisyah,,,!!! teriak keduanya bersamaan.


Sementara di kamar miliknya sendiri Aisyah tengah tertawa terpingkal karena mendengar teriakan kedua Abang nya ya begitu sangat syok. " Hahaha,,, Di pakaiin Bang, biar tambah mesra,, wkwkwk.. hahaha,,, "


πŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ˜‚πŸ˜‚πŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎ

__ADS_1


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ€£πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Benar-benar adik tak ada akhlak,,, hahaha...


__ADS_2