Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
205.Baik sekomplek


__ADS_3

___


Happy Reading..


_________________


Wajah masam bin muram bin kesal bin jutek semua terlihat jelas di wajah Fatma. Dia terus terus tak semangat pagi ini, matanya terdapat lingkaran hitam gara-gara Ikhsan yang tadi malam terus mengganggunya.


Fatma yang masih terus mengerjai Ikhsan terpaksa harus luluh dan kalah karena Ikhsan tak membiarkan dia tidur begitu saja sebelum dia mendapatkan maaf darinya.


Semua hukuman dari Fatma sudah di lakukan oleh Ikhsan, termasuk dia yang harus negara di kamar mandi hingga berjam-jam karena harus menghabiskan sabun tujuh butir, memasak untuk malam malam, dan juga harus mencuci semua peralatan rumah tangga yang kotor, semuanya sudah dia kerjakan.


Namun Fatma masih saja kesal, karena bisa-bisanya Ikhsan percaya begitu saja dengan cewek genit, falakor yang berkedok sebagai guru juga untuk mendekati Ikhsan.


Fatma semakin kesal setelah tau kalau Suci ternyata adalah teman Ikhsan sedari Kuliah dulu, meskipun Ikhsan bilang kalau dia juga baru tau kemarin tapi tetap saja Fatma kesal.


"Istriku kenapa sih cemberut terus?" Tanya Ikhsan dengan begitu pede nya seakan tak punya salah sama sekali.


Fatma masih diam, dia hanya terus mengaduk-aduk sarapan nya hingga tercampur rata. Bagaimana bisa Ikhsan bertanya seperti demikian padahal dirinya melihat sendiri mata panda nya. "Sungguh kejam. " Sungut Fatma.


"Kenapa? Masih marah? Mas kan udah lakuin semua yang kamu minta, kenapa masih cemberut seperti itu?. "


"Nggak!. "


"Terus?. "


"Pokoknya Mas harus jauh-jauh dari tuh falakor, awas saja kalau aku tau Mas masih jalan dengan nya, hukuman Mas akan lebih mengerikan daripada kemarin. " Ujar Fatma.


"Iya iya, Mas janji akan jauh-jauh darinya. Oh iya, Fatma. Makasih ya udah tolongin Mas kemarin. Kalau kamu nggak datang pasti akan terjadi masalah besar, makasih ya sayang. " Ikhsan merengkuh kepala Fatma dan mengecupnya berulang kali.


"Hem.. " Jawab Fatma acuh.


"Kenapa makannya hanya di aduk-aduk terus begitu, apa perlu Mas suapin? " Tawar Ikhsan.


"Nggak usah, aku nggak laper. " Jawab Fatma yang masih saja jutek. "Aku mau berangkat! " Fatma menyambar tasnya dengan cepat berjalan lebih dahulu dan meninggalkan makanannya yang masih utuh namun udah tidak berbentuk.


"Fatma, sayang!. " Ikhsan pun langsung berlari juga mengejar Fatma yang sepertinya masih marah padanya.


Semua sudah Ikhsan lakukan tapi sepertinya tak mudah untuk meluluhkan hati Fatma, jarang sekali Fatma marah hingga seperti ini bahkan rasanya tak pernah Fatma seperti ini. Ikhsan sadar dia juga salah karena menerima tawaran dari Suci kemarin, tapi kan Ikhsan sendiri juga tidak tau kalau akhirnya akan jadi seperti ini.

__ADS_1


Fatma sudah duduk manis di mobil ikhsan, tapi bukan di tempat seperti bisanya, Fatma duduk di belakang dengan mulut mengerucut dan tangan bersedekap dada.


Ikhsan masuk dan langsung terkejut karena tak melihat Fatma di sisinya dan malah ada di belakangnya.


"Loh, kenapa kamu duduk di belakang? Sini dong. " Ucap Ikhsan.


Fatma masih diam melengos begitu saja dari tatapan Ikhsan. Sepertinya hari ini mood Fatma benar-benar sedang buruk.


"Berangkat Mas, kalau tidak aku akan telat. Atau mungkin biar aku di antar sopir saja. " Ancam Fatma.


Ikhsan langsung gelagapan dan langsung menyalakan mesin begitu saja. "Iya iya, kita berangkat. " Ikhsan cepat-cepat untuk berangkat.


Rasanya sedih banget di jutekin sama istri sendiri, ikhsan harus bisa ekstra sabar, dia harus pasang segudang kesabaran.


Hingga sampai di sekolah Fatma masih tak semangat bahkan bertemu kedua sahabatnya sekaligus dia tetap berwajah masam.


"Miss, miss kenapa? Masam amat tuh wajah nggak ada rasa-rasa sedapnya sama sekali. " Ucap Mirna.


"Ho'oh! Kayak lagi dapet aja. " Saut Santi.


"Emangnya kenapa? Aku memang lagi dapet, terus mau apa?" Jawab Fatma ketus.


"Iye nih, kayaknya beneran kumat deh." Jawab Santi.


Di saat mereka berdua terus heboh dengan perubahan Fatma, tiba-tiba Suci datang dengan begitu anggunnya. Berjalan meliuk-liuk dengan seragam guru yang dia pakai.


Senyum nya tampak sumringah wajahnya berbinar seakan habis mendapatkan jackpot yang begitu besar.


Mirna menyenggol lengan Santi memberitahu kedatangan Suci, seketika Santi langsung menatap Suci.


"Wah, falakor datang tuh. " Ucap Suci.


Fatma semakin kesal saat melihat kedatangan Suci yang terlihat sumringah. Namun bukan Fatma kalau tak bisa mengendalikan emosinya.


Fatma datang lebih dahulu dan menghampiri Suci dengan senyuman yang begitu manis namun di buat-buat.


"Assalamu'alaikum, Bu Suci. " Sapa Fatma dengan aktingnya.


"Wa'alaikumsalam, " Jawab Suci begitu ramah. "𝘛𝘶𝘮𝘣𝘦𝘯 𝘯𝘪𝘩 𝘢𝘯𝘢𝘬 𝘯𝘺𝘢𝘱𝘢 𝘣𝘪𝘢𝘴𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘢𝘳𝘶 𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘢𝘫𝘢 𝘭𝘢𝘯𝘨𝘴𝘶𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘣𝘶𝘳, 𝘢𝘱𝘢 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘢𝘥𝘢 𝘴𝘦𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘢 𝘳𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢𝘬𝘢𝘯?. " Batin Suci yang merasa sangat heran.

__ADS_1


"Gimana Bu tidur, nyenyak? Saya lihat kemarin Bu Suci beli guling baru pasti sangat nyenyak tidurnya ya?. " Ucap Fatma.


"𝘎𝘶𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘳𝘶? 𝘒𝘦𝘮𝘢𝘳𝘪𝘯?. "


Suci terdiam, ingatan kemarin muncul di bukan tidur dengan guling baru melainkan dengan hewan guk guk tetangganya. Dan gara-gara itu Suci sampai berjongkok di pojokan hingga berjam-jam karena menunggu anjing nya pergi sendiri. Dia tak mungkin bergerak apa lagi mengusir nya karena itu malah akan membuat anjingnya menjadi ganas dan bisa jadi dia akan menjadi santapan nya.


"Kenapa Bu?. "


"Oh.. Bukan apa-apa kamu benar-benar kemarin saya beli guling baru dan tidurku menjadi sangat nyenyak. " Jawab Suci.


"Alhamdulillah kalau gitu. Oh iya Bu, guling nya nggak bisa gigit kan, Bu?. "


"Hahaha... Kamu ada-ada saja mana ada guling bisa gigit. " Suci terbahak dengan gurauan Fatma, tapi dia hanya bisa membatin bagaimana bisa Fatma bilang seperti itu, apa Fatma mengetahuinya.


"Kamu kenapa lewat di rumah saya?. "


"Begini Bu, kan rumah Santi searah dengan Ibu dan saya mau ke rumah Santi. Iya kan San?. "


"𝘎𝘪𝘭𝘢, 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘸𝘢-𝘣𝘢𝘸𝘢? 𝘚𝘦𝘫𝘢𝘬 𝘬𝘢𝘱𝘢𝘯 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘬𝘶 𝘱𝘪𝘯𝘥𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘯𝘢?. " Batin Santi. "I- iya Bu. " Jawab nya yang terpaksa mengikuti permainan dari Fatma.


"Oh. Kalau begitu saya permisi dulu ya. " Suci pamit.


"Iya Bu, silahkan. " Jawab Fatma.


"Dasar muka dua. Di dalam sekolah sok baik sok mau jadi teladan yang terbaik, tapi nyatanya di luar sekolah kelakuan begitu menjijikkan. " Sungut Fatma kesal.


"Iya, menjijikkan sekali. " Saut Mirna. Sementara Santi hanya mengangguk.


Setelah Suci pergi mereka bertiga pun juga ikut pergi dari sana. Fatma sedikit puas melihat wajah terkejutnya dari Suci tadi. Aduh nggak bisa bayangin gimana Suci saat menghadapi hewan ganas itu kemarin.


"Miss, hukuman miss masih kurang mantep menurutku. Seharusnya di tambah yang lebih menantang gitu." ucap Mirna.


"Aku bukan seorang penjahat! jadi nggak akan bisa menghukum orang dengan kejam." jawab Fatma.


"Iya juga ya, Miss kan orang yang paling baik sekomplek jadi mana mungkin melakukan itu. " ucap Santi.


__


Bersambung..

__ADS_1


_______________


__ADS_2