Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
23.Salah Faham


__ADS_3

" Sukma. hari ini aku merasa kamu sangat bahagia, kenapa.? apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui.? tanya Kairi dengan sangat serius . sedari tadi pagi Sukma sangat terlihat bahagia dan senyum pun berkali-kali terlihat keluar dari bibir Sukma meskipun dia tengah sendiri.


" Hmm.. enggak.! perasaan mu saja kali. "jawab Sukma mengelak.


" bibirmu mungkin bisa menyembunyikan sesuatu dariku Sukma, tapi tidak dengan wajahmu. ayolah,!cerita padaku. " ucap Kairi.


" aku tidak menyembunyikan apapun Kairi, sungguh.! jawab Sukma yang lagi-lagi tak mau menceritakan apa yang telah dia sembunyikan dari Kairi.


" ya sudah kalau nggak mau cerita, nggak masalah juga. " ucap Kairi kecewa.


keduanya langsung terdiam. wajah Kairi nampak lesu dan kecewa namun tidak dengan Sukma,wajah Sukma sangat berbinar kebahagiaan sungguh terpancar dari senyum yang lama-lama semakin merekah.


" Kairi." panggil Sukma namun masih fokus dengan bayangan yang ada di otak nya.


" Hmm..


" Hmm..? menurut kamu Pak bos itu orangnya gimana sih.? tanya Sukma serius.


" kenapa kamu tanya seperti itu.?


" nggak apa-apa.!


" Hayo.. jangan bohong, Sukma. "


" Kairi, sebenarnya kemarin Pak bos menyatakan cinta padaku. menurut mu apakah aku harus menerimanya.? tanya Sukma


Deg..


Kairi terbengong mendengar kata-kata yang di ucapkan Sukma. benarkah bos menyatakan cinta pada Sukma.? tapi kenapa Bos selalu memberikan perhatian yang lebih pada Kairi. ada apa ini.? apa atasan mereka hanya mau mempermainkan mereka berdua saja.? dan akan membuat sakit hati dari salah satu nya.?


" Kairi..!! panggil Sukma dan mengejutkan Kairi


" Ya.!!


" kamu kenapa bengong.?


" nggak ada apa-apa. mungkin aku hanya terlalu terkejut saja. kalau begitu selamat ya, kamu sangat beruntung mendapatkan cinta Pak bos. jadi terima saja. aku yakin kalian akan selalu bahagia nantinya. " jawab Kairi dengan tegar namun rasanya sangat menyakitkan di dalam hati.


meskipun berusaha tegar namun hati Kairi begitu sangat sakit. kemarin Kairi mengira bahwa Akhsan mempunyai rasa yang lebih pada Kairi. dan itu ternyata hanya sekedar angan dari Kairi saja. sungguh menyesal Kairi telah menaruh rasa yang ternyata rasa yang ia mulai tanam ternyata sekarang harus pupus sebelum rasa itu mulai tumbuh.


" benarkah, itu pendapat mu.? maka baiklah aku akan menerima nya. mungkin yang kamu katakan benar. terimakasih Kairi, kau memang sahabat terbaik. " Sukma langsung memeluk Kairi dengan bahagia. kata-kata yang di ucapkan Kairi sungguh membuat nya bahagia, seakan dia mendapatkan pendukung untuk cinta nya.


" kamu juga sahabat yang terbaik. " jawab Kairi sembari melepaskan pelukan nya dari Sukma. " aku pergi dulu ya, ada pekerjaan yang harus aku lakukan " pamit Kairi


" iya, makasih ya. " Jawab Sukma hatinya sedang berbunga-bunga seakan-akan bunga-bunga cinta tengah berterbangan di sekitar nya.


" Hmm.. " Kairi mengangguk sembari melangkah pergi.


" ternyata aku salah. seharusnya aku tak mempunyai rasa ini, cinta yang mulai aku tanam ternyata sudah mati sebelum cinta itu tumbuh. aku yang salah, dengan tak tau dirinya aku mempunyai rasa ini. ya Tuhan kenapa semua ini terjadi padaku.? apa yang harus aku lakukan sekarang. yang pasti aku harus menghilangkan rasa ini sebelum benar-benar tumbuh." batin Kairi.


Kairi melangkah dengan lesu ke arah pantry. bahkan Kairi melangkah sembari melamun hingga tak sengaja Kairi menabrak Akhsan yang tengah berjalan berpapasan dengan nya.


Brukk..


" Kairi..!!


dengan cepat Akhsan menangkap Kairi dan terjatuh di pelukannya. mata mereka saling bertatapan. debaran cinta semakin besar terasa di hati Akhsan hatinya begitu berbunga-bunga melihat wajah cantik Kairi dengan dekat. namun berbeda dengan Kairi rasa sakit di hatinya semakin terasa saat kembali mengingat apa yang Sukma katakan padanya.

__ADS_1


"tidak.! ini tidak boleh terjadi, aku tak ingin menyakiti sahabat ku satu-satunya. "


Kairi melepaskan diri dari Akhsan dan secepatnya pergi dari sana. dia tak boleh berlama-lama di hadapan Akhsan jangan sampai Sukma mengetahui nya atau persahabatan mereka berdua akan hancur.


" tidak. ini tidak boleh. " gumam Kairi menggeleng sembari menatap Akhsan lalu berlari dengan cepat.


" Kairi..!! kamu kenapa.? teriak Akhsan namun sudah tak mendapatkan jawaban dari Kairi.


" ada apa dengan Kairi. kenapa aku merasa dia sangat aneh. dan kenapa dia sangat takut aku dekat dengan nya. perasaan tadi pagi dia baik-baik saja. sebenarnya apa yang terjadi.? bingung Akhsan.


perubahan Kairi yang begitu cepat pada Akhsan pasti akan membuat Akhsan sangat kebingungan. bagaimana bisa.? apa alasannya.? semuanya tak bisa terfikirkan di benak Akhsan.


sampai di ruangannya Akhsan benar-benar masih bingung dengan perubahan Kairi. bahkan Akhsan merasa sangat kesepian dan sedih dengan kejadian ini. jika Kairi benar-benar berubah dan menjauhkan diri dari Akhsan, bagaimana Akhsan akan menjalani hari di perusahaan dengan bahagia. padahal selama ini Kairi lah yang membuat Akhsan merasa mendapatkan semangat dengan adanya Kairi.


" sebenarnya apa yang yang terjadi dengan Kairi.? gumam Akhsan.


semakin lama Akhsan semakin uring-uringan dengan dirinya sendiri. dia bahkan tidak bisa fokus dengan pekerjaan nya. bayangan nya hanya ada Kairi dan Kairi saja.


" ahh sial.! kenapa, kenapa kau membuat aku menjadi seperti orang bodoh seperti ini Kairi. semua pekerjaan ku terbengkalai karena memikirkan dirimu. arghhh..!! ucap Akhsan merasa sangat frustasi.


Akhsan membanting salah satu berkasnya di meja dia benar-benar tak bisa bekerja dengan baik.


" aku harus bertanya dengan Kairi. aku tidak ingin seperti orang bodoh seperti ini. " gumam Akhsan dan secepatnya keluar dan mancari Kairi.


Akhsan terus melangkahkan kaki mencari-cari di mana Kairi berada. langkah nya pun terhenti di pantry. matanya terus menggerilya tempat itu tapi hanya ada satu OB saja di sana dan itu seorang laki-laki.


" hey kamu.! teriak Akhsan


OB itu menoleh dan berjalan sembari membungkuk ke arah Akhsan " apa bapak membutuhkan sesuatu.? tanyanya.


" mereka sedang membersihkan gedung di lantai bawah Pak. " jawab nya


" hmm. apa kamu kenal dengan Kairi.?


tanya Akhsan dan OB itu mengangguk " panggilkan dia dan suruh datang keruangan saya sekarang. " pinta Akhsan


" baik Pak. akan saya panggil kan. " OB itu pergi dan segera memanggil kan Kairi. sedangkan Akhsan juga pergi ke ruangan nya sendiri untuk menunggu Kairi di sana.


Akhsan terus mondar-mandir dia sangat tidak sabar ingin secepatnya menanyakan perubahan Kairi padanya.


tok tok tok..


" masuk.!! teriak Akhsan


" Assalamu'alaikum. "


" Wa'alaikumsalam... duduk lah. " pinta Akhsan


Kairi pun terus menunduk dia sangat takut melihat wajah serius Akhsan membuat nya sangat tak biasa. Kairi pun dengan patuh duduk di sofa dan terus diam.


" Kairi. apa aku berbuat salah padamu.? tanya Akhsan dan Kairi menggeleng.


" apa aku pernah berkata kasar padamu.? lagi-lagi Kairi menggeleng


" apa aku telah menyakiti hatimu.? dan yang terakhir pun Kairi juga menggeleng


" terus.? kenapa kamu seperti nya menjauh dariku.? kenapa kamu tak mau lagi dekat-dekat dengan ku. apa kamu ada masalah.? tanya Akhsan.

__ADS_1


" sa- saya.. saya tidak mempunyai masalah apapun dengan Anda Pak. Anda juga tak membuat kesalahan padaku. dan seperti nya aku tidak menjauh dari Anda. mungkin semua itu hanya perasaan Pak Akhsan saja. " jawab Kairi panjang lebar tak seperti biasa yang hanya akan bicara satu atau dua kata saja.


" benarkah.?


" i-iya Pak. " jawab Kairi. " maaf apa masih ada yang mau anda katakan.? pekerjaan saya masih banyak Pak. dan sebentar lagi saya harus pergi kuliah. "


" Hmm. pergilah. "


"meskipun kamu mengelak dan tak mau mengakuinya tapi tetap saja aku tak percaya dengan semua yang kamu katakan Kairi. pasti ada sesuatu yang kamu sembunyikan. dengan banyaknya kamu bicara itu sudah membuat ku yakin kalau ada yang kamu sembunyikan dari ku Kairi. larilah selama kamu bisa Kairi, namun aku tak akan membiarkan mu jauh dariku. " batin Akhsan.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Dengan tas di di bahunya dan juga beberapa buku di tangannya yang ia angkat ke dada, Kairi melangkah masuk ke kampus. tak seperti biasa Kairi yang selalu semangat namun sekarang rasanya sangat malas. semangat nya benar-benar telah hilang hari ini.


" Kairi.!! teriak salah satu teman sekelas Kairi.


" Nesa. ada apa.? tumben kamu menyapaku. biasanya kamu selalu diam seperti mulut mu di plaster saat bertemu dengan ku. " ucap Kairi


" yee..! biasa aja kali Kai. apa aku tidak boleh menyapa mu.? apa aku tidak boleh menjadi teman mu. " ? tanya Nesa


" boleh.! siapa juga ya ngelarang kamu. siapapun bisa jadi temanku. " jawab Kairi.


" makasih Kairi. lope lope puolll.!!! ucap Nesa.


" Nesa.! kau ini. " Kairi tersenyum dengan candaan Nesa. meskipun hanya gurauan kecil ternyata bisa membuat hati Kairi sedikit terobati. dan bisa melupakan rasa yang ada di hati Kairi.


Kairi dan Nesa jalan bersebelahan menuju kelas. namun langkahnya terhenti karena melihat di parkiran mobil begitu sangat ramai . semua mahasiswi berkerumun di sana entah apa yang membuat mereka melakukan itu semua. tapi seperti ada hal yang menarik yang membawa mereka semua kesana.


" Kai. apa kamu tidak penasaran? tanya Nesa


" tidak.! kalau kamu mau lihat ya sana, tapi aku mau ke kelas dulu. " ucap Kairi


" beneran nggak mau ikut. nanti nyesel loh. " rayu Kairi


" nggak akan. lagian nggak penting juga. pergilah sana, aku juga akan pergi " usir Kairi


" baiklah. " Nesa berlari dan menyerobot masuk ke kerumunan. Nesa begitu antusias untuk melihat itu. sedangkan Kairi sudah pergi ke kelas nya.


" misi misi misi..!! teriak Nesa.


" ini ada apa ya? tanya Nesa.


" itu Nes, ada cowok tampan banget, seperti nya dia mahasiswa baru deh. ketampanannya bahkan mengalahkan pangeran kampus. " jawab salah satu dari mereka


" benarkah.?


" iya.! lihatlah, tapi jangan sampai kamu mimisan ya. hahaha..!!


" apasih. mana mungkin bisa begitu, kalau lihat cowok tampan itu naksir bukan mimisan. " dasar. " ketus Nesa.


" iya juga sih. "


" sudahlah aku mau melihat seberapa tampan nya dia. apa bisa menjadi daftar cowok tampan yang akan menjadi penyejuk mataku. " ucap Nesa.


πŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΉπŸŒΉπŸ’žπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊ


πŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎπŸƒπŸƒπŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎπŸŒΎ

__ADS_1


__ADS_2