
" Kita pulang sekarang? " tanya Akhsan melirik ke wajah kairi yang masih melamun dan takut karena kejadian tadi.
Kairi menoleh netra matanya menatap Akhsan yang tersenyum dan sesekali menatapnya dan beralih ke jalan raya. Ya, mereka berdua tengah dalam perjalanan dari kampus untuk pulang.
" Mas" panggil Kairi begitu lirih dia hanya bingung saja dengan kedatangan Akhsan yang tiba-tiba ke kampus, bukannya pagi Akhsan mengatakan gak bisa datang ke kampus bahkan Kairi harus memesan taksi untuk ke kampus dan begitu juga dengan Fatma.
Lagi-lagi Akhsan menoleh menatap Kairi " Hmm, karena kerjaan Mas sudah selesai. dan....??" Nggak mungkin kan aku akan bilang kalau aku mengirim mata-mata untuk menjaga Kairi. Dan untung saja mata-mata ku menghubungi di saat yang tepat kalau tidak, entahlah apa yang akan terjadi dengan Kairi " Akhsan termenung sejenak namun matanya tetap fokus ke depan.
" Mas" Panggil Kairi , yang amanah membuat Akhsan terhenyak. " kenapa Mas melamun? " Tanyanya.
" Hah,, tidak.! Mas hanya terpikirkan dengan kerjaan Mas tadi, seperti masih ada yang kurang " jawab Akhsan bohong. " Sekarang kita beneran mau pulang? " tanya Akhsan mengalihkan pembicaraan.
Kairi menggeleng dengan cepat. niatnya tak akan pernah dia lupakan, sepulang dari kampus dia ingin sekali ke rumah Nara untuk melihat keadaan nya karena sudah beberapa hari ini dia tidak berangkat dan juga tidak ada kabar.
Kairi menunduk takut mau mengatakan untuk pergi ke rumah Nara sahabat nya.
Akhsan menepikan mobilnya dan berhenti karena bingung dengan Kairi, mungkin kah Kairi menginginkan sesuatu dan dia tak sampai hati untuk mengatakan nya? atau dia takut.?
" Kenapa? apa kamu mau sesuatu? atau mungkin mendatangi ke suatu tempat " tanya Akhsan, dan kalo ini Kairi mengangguk.
Akhsan mengubah posisi duduknya, mengapit kedua pipi Kairi dengan tangan, membuat Kairi langsung menoleh kearah nya karena mengikuti pergerakan tangan Akhsan.
" Kamu mau apa? Hmm" tanya Akhsan.
" Kairi mau ke rumah Nara " jawab Kairi begitu lirih hampir saja Akhsan tak mendengarnya. " boleh kan, Mas. Kairi hanya khawatir dengan keadaan Nara sudah beberapa hari ini dia tidak masuk dan juga tidak ada kabar " imbuh nya.
Akhsan mengangguk mengerti melepaskan tangan nya dari Pipi Kairi di barengi dengan senyum yang mengembang " Baiklah, sekarang kita ke tempat Nara. Tapi kamu tidak boleh sedih lagi, tersenyumlah " Akhsan menarik kedua ujung bibir nya mempraktekkan nya pada Kairi.
Kairi pun langsung mengikuti yang di lakukan Akhsan, menarik senyum dengan sangat manis " makasih Mas" Ucapnya.
" Hm" Akhsan mengangguk dan kembali menghidupkan mesinnya dan kembali berjalan untuk ke rumah Nara.
Lima belas menit mobil Akhsan sudah terparkir di komplek perumahan yang tidak terlalu besar juga tidak kecil. Akhsan mematikan mesinnya dan mengedip pada Kairi sebagai tanda mengajak nya turun.
Kairi mengerti dan langsung turun dari mobil Akhsan menutup kembali pintu dan menunggu Akhsan.
Akhsan berjalan memutari mobilnya berjalan beriringan pada Kairi, " Yuk " ucapnya.
Tok tok tok...
" Assalamu'alaikum " ucap Kairi dengan suara sedikit tinggi.
Akhsan dan Kairi berdiri di depan pintu, menunggu tuan rumah yang akan membukakan nya. " Assalamu'alaikum " teriak untuk yang kedua kalinya.
Clikk....
Pintu terbuka menampakan perempuan paru baya yang yang keluar dari dalam. " Wa'alaikumsalam.. maaf cari siapa Ya? tanyanya bingung.
Kairi menjabat tangan perempuan itu yang seperti nya adalah asisten rumah tangga di rumah Nara. " Saya Kairi, dia dia adalah suami saya." jawab Kairi
Perempuan itu masih bingung semuanya belum jelas, dia belum tau siapa Kairi dan untuk apa dia datang.
" apa Nara nya ada? saya teman nya Nara" jawab Kairi dan menghentikan rasa penasaran dari Perempuan itu.
__ADS_1
" oh, saya Bi Siti, saya yang mengurus rumah Non Nara, mari masuk. " ucapnya. Siti mempersilahkan Kairi dan Akhsan masuk dan menyuruh nya duduk di sofa ruang tengah.
Mata Kairi terus menggerilya semua penjuru mencari keberadaan Nara sahabat yang tak kunjung terlihat.
Bi Siti tau apa yang Kairi cari, pasti Non nya lah yang di cari "' Non Nara ada di kamar, Neng. sudah beberapa hari ini dia mengurung diri, sepertinya sedang ada masalah tapi entah lah Bibi juga nggak tau dengan pasti. " terang Bi Siti.
Kairi menatap Akhsan sebentar dan Akhsan mengangguk paham.
" apa saya boleh menemuinya? tanya Kairi.
" boleh, mari saya antar " jawab Bi Siti,
Bi Siti dan Kairi beranjak berjalan beriringan untuk ke kamar Nara. Kairi sangat khawatir sebenarnya apa yang terjadi dengan Nara karena hari terakhir Nara masuk ke kampus dalam keadaan baik-baik saja dan juga sepertinya tak ada masalah.
Bi Siti dan Kairi berhenti di depan kamar Nara, Bi Siti pun pamit setelah menunjukkan pada Kairi m, ya katanya untuk membuat minum untuk Kairi dan Akhsan.
Tok tok tok...
" Assalamu'alaikum Nara, ini aku Kairi. Boleh aku masuk? tanya Kairi namun nampak nya tak mendapatkan jawaban dari Nara.
" Nara,, saya masuk ya" teriak nya lagi. tangan Kairi membuka pintu dan mendorong nya untuk dia bisa masuk dan kembali menutup pintu nya lagi setelah dia benar-benar masuk.
" Assalamu'alaikum,, Nara!!! " pangil Kairi tapi sepertinya Nara tidak ada di sana.
Kairi begitu bingung katanya Nara tak pernah keluar tapi kenapa tidak ada? Kairi membalikkan badan nya untuk kembali keluar tapi suara tangis di dalam kamar mandi membuat Kairi menghentikan nya.
Kairi berjalan dengan cepat mengetuk pintu kamar mandi berkali-kali dan berteriak memanggil Nara tapi tak ada jawaban. Penasaran dan khawatir membuat Kairi membuka pintu kamar mandi begitu saja.
Keadaan yang sangat begitu menyedihkan terlihat dari mata Kairi. Nara yang duduk di pojokan memeluk kedua kakinya menyembunyikan wajahnya di kakinya dan di bawah kucuran air shower yang menyala dan terus membasahi tubuh nya.
Tangis nya terus terisak, membuat Kairi benar-benar sangat terkejut akan hal yang dia lihat sekarang.
Kairi mematikan shower nya mendekati Nara dan berjongkok di hadapan nya. " Nara, " panggil Kairi pelan, tangannya menyentuh pundak Nara dan berhasil Nara mengangkat wajahnya.
"Kairi, kamu disini" cepat-cepat Nara menghapus air mata nya tak ingin deritanya terlihat oleh sahabat nya.
" Ya Allah Nara, apa yang terjadi " Kairi melihat sekujur tubuh Nara begitu banyak luka cakar dari kuku Nara sendiri, mata Kairi pun masih bisa melihat tanda merah di beberapa teman di leher Nara, dan Kairi langsung paham apa yang terjadi pada sahabat nya.
Kairi masih diam meskipun dia sudah tau yang terjadi bahwa Nara menjadi seperti sekarang karena telah di lecehkan oleh orang. Kairi mengambil handuk yang menggantung di sana membalut tubuh Nara yang basah dengan pakaian yang masih melekat.
" kamu harus ganti baju mu Nara, kalau tidak kamu akan sakit, yuk. " Kairi menuntun Nara untuk berdiri dan keluar dari kamar.
Kairi mengambil kan pakaian Nara yang ada di lemari meminta Nara mengganti baju dulu di ruang ganti.
Nara keluar dan Kairi pun kembali menuntun Nara untuk duduk di sofa, membiarkan Nara untuk bicara sendiri padanya menjelaskan apa yang terjadi padanya tapi sayangnya Nara terus diam.
" Siapa yang melakukan itu padamu, Nara? " tanya Kairi to the poin.
Nara mendongak, menatap Kairi dan kembali menangis. " aku sudah kotor, aku kotor " kata-kata itulah yang keluar dari bibir Nara mengatakan dengan isikan tangis yang tiada henti.
" Astaghfirullahalazim Nara "
Kairi ikut teriris hatinya melihat sahabat nya telah mendapatkan hal yang paling buruk dalam hidup nya. Kairi ikut meneteskan air mata nya, memeluk Nara dengan sangat erat.
__ADS_1
" Siapa yang tega melakukan padamu, Nara.?" tanya Kairi.
🌾🌾🌾🌾🌾
Iqbal hanya dapat melihat dari jauh perempuan yang selama ini berhasil mengambil hatinya. meskipun terasa sangat sakit tapi Iqbal tak bisa melakukan apapun, tak akan mungkin dia kembali berjuang sementara yang ingin di perjuangkan selalu menolak nya.
Matanya terus melihat senyum Fahmi yang sedang bergurau dengan Ikhsan saat hendak masuk ke mobilnya untuk pulang. keadaan sekolah sudah sangat sepi jadi Fatma langsung masuk saja ke mobil Ikhsan tanpa pergi ke tempat yang seperti biasa, di luar.
" Hahaha,,!!
Tawa Fatma begitu nyaring di telinga Iqbal entah kata-kata apa yang keluar dari mulut Ikhsan hingga membuat Fatma bisa tertawa selepas itu.
Iqbal hanya bisa menahan rasa sakit melihat kejadian itu, tapi mau bagaimana lagi.
Iqbal pergi dengan kecewa, berjalan menjauh tempat itu dan pergi ke parkiran motornya yang tak jauh. Langkah nya pun semakin di percepat setelah mobil Ikhsan sudah pergi dari sana.
" mungkin aku memang harus melepaskan nya. mungkin inilah karma yang aku dapat karena telah menyakiti hati banyak cewek di luar sana." batin Iqbal.
Iqbal menjalankan motor nya dengan cepat. hatinya begitu hancur dia butuh ke tempat yang bisa membuat nya tenang.
Iqbal tidak bisa fokus dalam mengendarai motor nya, bayangan akan senyum Fatma yang di tunjukkan pada Ikhsan benar-benar telah membuat nya kehilangan semua konsentrasi nya.
" Akkk!!! .... teriak seorang gadis dan langsung berjongkok di jalan raya dengan menutup mata dan kedua telinganya dengan tangan.
ckiiiitttttt....
Brakkk.....
Motor beserta Iqbal terjatuh demi menghindari gadis itu dan menabrak pembatas jalan dan akhirnya Iqbal terguling di aspal.
" Awww,, " pekik Iqbal terus menahan sakit.
Gadis itu memicingkan matanya takut, dan bersyukur karena dia tak jadi amukan motor Iqbal yang melakukan dengan kecepatan penuh. " Alhamdulillah, " ucapnya.
Matanya melirik pria yang berusaha duduk dengan susah payah. gadis itu berdiri dan berlari dengan cepat mendekati Iqbal.
" Mas nggak apa-apa kan? tanya nya khawatir, membungkuk di hadapan Iqbal yang terus meringis sakit tapi tak terlihat karena masih mengenakan Helm.
Setelah berhasil duduk dengan tegak Iqbal meraih helm nya dan secepatnya untuk melepaskan nya.
Iqbal mendongak setelah berhasil membuka helm nya menatap gadis di hadapan nya yang masih setia membungkuk do hadapan nya.
Bola mata mereka saling bertemu dan saling tersentak kaget.
"Kamu,,!! ungkapnya bersamaan dengan tatapan bengis satu sama lain...
🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾
Hayo.. siapa kira-kira yang bertemu dengan Iqbal?
tebak yuk...
__ADS_1