
Pagi yang sangat indah semua tengah asyik dengan aktivitas mereka masing-masing untuk melakukan kebiasaan nya, sekolah, bekerja dan juga mengajar.
Dua gadis adik kakak tengah berpelukan di sebuah kamar dengan setetes demi setetes air mata yang mengalir karena ketidak berdayaan mereka berdua. Fatma memeluk sang adik dengan begitu kuat menenangkan Aira yang tak henti-hentinya menangis karena menyimpan begitu banyak kekhawatiran akan ayah angkat nya yang mungkin akan membawa nya pergi dari sana.
Sekuat apapun hati Fatma di akan tetap rapuh saat berhadapan dengan kenyataan hidup Aira yang secara tidak langsung karena kesalahan nya." maafkan kakak Aira. " ucapnya lirih menciumi puncak kepala Aira dengan penuh sayang.
Aira terus tersedu-sedu mendengar kata-kata kakaknya yang selalu saja merasa dialah yang bersalah. " ini bukan salah kakak, ini sudah takdir Aira kak. Aira hanya takut kalau sampai ayah membawaku pergi, aku takut Kak. " ucap Aira lemah.
"kamu jangan takut, ada kakak di sini yang akan selalu menjaga mu. kakak yakin kamu akan aman di sini, jangan khawatir ya. " Fatma melepaskan pelukan nya dari Aira menatap intens setiap mata Aira yang terlihat sembab dan sedikit bengkak.
Fatma menghapus air mata dari pipi kedua Aira dan kembali memeluk nya. " sudah jangan menangis lagi, ok. " ucap nya dengan penuh ketenangan.
Ikhsan masuk. berjalan mendekati mereka berdua dengan senyum kecil lalu mengucapkan salam. "Assalamu'alaikum." sapa Ikhsan yang sudah komplit dengan pakaian yang rapi beserta tas jinjing nya yang berada di tangan.
" Wa'alaikumsalam. " jawab keduanya sembari melepaskan pelukan mereka dan menoleh kearah Ikhsan.
Ikhsan berdiri di belakang Fatma merangkul bahunya menyalurkan kekuatan yang mungkin sangat di butuhkan oleh Fatma. " kalian tenang saja jangan khawatir Aira akan aman di sini. " ujar Ikhsan dengan senyum kecil yang langsung membuat keduanya tenang.
" Aira takut Kak. " ucap Aira menunduk dengan lesu dengan mata yang kembali berkaca-kaca.
Fatma mengangkat dagu Aira dan menggeleng melarang Aira untuk kembali menangis. " jangan lagi dek. kakak tidak akan bisa melihat kamu terlalu rapuh seperti ini. kamu harus kuat." ucap Fatma.
" kakakmu benar Aira, kamu harus kuat. yakinlah semua pasti akan baik-baik saja. " saut Ikhsan.
Setelah membuat Aira benar-benar tenang barulah Fatma tega meninggalkan Aira untuk pergi ke sekolah. ada rasa sesak di hati Fatma saat meninggalkan Aira yang masih terus bersedih. seandainya bisa dia akan berada di sana memeluk Aira seharian dan tak pernah meninggalkan nya tapi sekolah nya juga sangat penting. Fatma tak mau mengecewakan Ikhsan yang sudah sangat baik padanya. dan juga ujian yang sebentar lagi akan datang membuat Fatma harus lebih giat lagi.
" maafkan kakak dek, setelah masalah kamu dan ayah angkat kamu selesai, kakak akan berjuang untuk membuat mu kembali sekolah seperti kakak. kamu juga harus menjadi orang yang sukses di masa depan. kakak akan berusaha. " batin Fatma sedih.
Ikhsan terus merangkul Fatma hingga sampai di depan mobil mereka, membukakan pintu untuk Fatma dan kembali menutupnya setelah Fatma masuk.
Mobil perlahan-lahan berjalan meninggalkan tempat itu untuk menuju ke sekolah Tunas Bangsa, dimana Fatma menuntut Ilmu dan Ikhsan mengajar di sana.
Fatma terus menatap luar pikiran nya sangat kacau karena memikirkan Aira di rumah seorang diri. ya meski banyak orang di sana namun Aira yang selalu menyendiri itulah yang membuat Fatma bersedih.
" Fatma. " panggil Ikhsan menoleh sekejap dan kembali lagi fokus pada Jalan. " kamu kenapa.? tenang saja di rumah ada banyak orang yang akan menjaga Aira dengan baik. Aira pasti akan baik-baik saja. " sambung Ikhsan.
Fatma tak menanggapi kata-kata Ikhsan. Matanya menangkap seorang wanita paru baya yang sedang berjalan di seberang dengan menggandeng tangan anak laki-laki kecil
" Ibu. " lirih Fatma. Entah kenapa Fatma tiba-tiba merindukan ibunya yang sudah sekian lama meninggalkan dia dan juga Aira di saat dia berusia enam tahun. " Berhenti pak. " ucap Fatma tergesa-gesa.
Seketika Ikhsan menghentikan mobilnya menoleh kearah Fatma yang ternyata sudah keluar dan berlari ke seberang "Fatma..!! teriak Ikhsan dan ikut keluar dari mobil menyusul Fatma yang tengah celingukan mencari seseorang. " Fatma kamu mencari siapa,,? Ikhsan pun ikut kebingungan menoleh sana-sini mencari siapa yang di cari oleh Fatma.
" pak tadi Fatma melihat Ibu, pak. Ibu menggandeng anak laki-laki kecil di sini. " ucap Fatma gusar.
" tidak ada siapapun Fatma, lihatlah tak ada orang. " ucap Ikhsan.
Air mata Fatma luruh begitu saja. mungkin dengan bertemu ibunya dan memeluknya akan bisa mengurangi beban nya yang ia pikul" pak tadi Fatma lihat Ibu. "ucap nya tersedu-sedu.
Ikhsan memeluk Fatma dengan erat menarik kepala Fatma dan membawanya ke dadanya menenangkan Fatma yang terus menangis karena menahan kerinduan pada orang tuanya.
" kita cari bersama-sama ya, tatapi sekarang kita harus pergi ke sekolah dulu, oke. " wajah Ikhsan menatap Wajah Fatma yang masih berada di dadanya yang masih terus menangis.
" tapi Pak.?
Ikhsan melepaskan Fatma dan memegangi kedua bahu Fatma menatap mata Fatma yang sembab," Ssttt... aku janji akan menemukan orang tuamu secepatnya kamu tenang ya. Sekarang jangan nangis lagi,Oke. "Ikhsan.
Fatma menghapus air mata nya dengan kasar dan mengangguk." Hmm,, "
Ikhsan merangkul Fatma dan kembali menuntunnya ke mobil. Ikhsan harus bekerja lebih keras lagi sekarang, membuat Fatma tidak sakit karena terlalu banyak beban, dan juga menepati janjinya untuk menemukan orang tuanya Fatma.
" Ibu Fatma sangat merindukan Ibu dan Ayah. kenapa kalian tak mencari Fatma dan Aira apa kalian benar sudah melupakan kami berdua. Ibu Fatma takut. Fatma takut kalau sampai terjadi apa-apa dengan Aira bu. cepatlah kembali bu, Fatma membutuhkan Ibu. "
batin Fatma ngilu.
__ADS_1
Ikhsan ikut bersedih dengan kesedihan Fatma, semalam mereka berdua tertawa bahagia dan sekarang tawa itu tergantikan dengan air mata pada Fatma. " apa yang harus aku lakukan, supaya kamu bisa selalu tersenyum Fatma. hatiku sakit setiap kali melihat kamu rapuh seperti ini. " batin Ikhsan
Ikhsan duduk menghadap Fatma menggenggam tangan Fatma menguatkan nya dan menghapus air mata Fatma yang masih terus turun. " sudah jangan menangis. kamu harus menjadi kuat , Hmm. " Ikhsan tersenyum kecil berharap Fatma juga akan mengikuti nya dan tersenyum.
Benar saja, dalam hitungan detik Fatma tersenyum meskipun masih terasa hambar dan terpaksa. " Hmm, makasih pak selalu ada buat Fatma, terimakasih. " ucap nya sendu.
Ikhsan menarik Fatma dan memeluknya dengan hangat. bukan hanya kata terimakasih yang Ikhsan harapkan dari Fatma sebenarnya, namun kebahagiaan Fatma lah yang lebih penting untuk nya dari pada kata terimakasih itu. " Hmm. " Ikhsan mengangguk dan menciumi puncak kepala Fatma dengan lembut.
Mobil berhenti di depan sekolah seperti biasa. di mana Fatma akan turun dari mobil Ikhsan karena tak mau ada yang tau akan rahasia mereka berdua yang belum boleh terbongkar sekarang.
Fatma meraih tangan Ikhsan dan mencium punggung tangan Ikhsan dengan lembut berhiaskan senyum manis yang ia keluarkan. " Assalamu'alaikum. "'ucapnya.
Wa'alaikumsalam..."
" belajar lah yang benar. jangan banyak berfikir yang tidak penting lagi, ok." ucap Ikhsan dan di angguki oleh Fatma.
Fatma keluar dari mobil dan mobil pun melaju masuk ke area sekolah terlebih dahulu.
Fatma berjalan kecil dengan tak semangat wajah ibunya terus terngiang di pikiran nya dan tak mau pergi dari sana. wajah anak laki-laki itu pun juga tak terlewat membuat Fatma semakin penasaran siapa sebenarnya anak laki-laki yang bersama dengan ibunya tadi.
Tiinnnn.....!!!
Bunyi klakson sepeda motor terdengar dengan jelas di telinga Fatma dan menghentikan langkah Fatma dengan cepat. Fatma menoleh dan motor itu sudah berhenti tepat di sebelah Fatma berdiri.
Fatma menyunggingkan bibir nya saat melihat siapa yang berada di atas motor tersebut dan kembali melangkah tanpa mengeluarkan kata apapun.
" Fatma,,!! Panggil orang itu Yang tak lain adalah Iqbal.
Iqbal menjalankan motor nya dengan perlahan mengikuti langkah kaki Fatma yang juga perlahan. " Fatma, aku mau ngomong. " tukasnya dengan jelas.
Fatma tak bergeming dan semakin mempercepat langkahnya untuk segera menjauh dari Iqbal.
Iqbal menarik tangan Fatma menggenggam nya dengan kuat hingga Fatma sedikit mengaduh kesakitan " Aww,, " keluhnya. mata Fatma melotot tak bersahabat menatap kesal Iqbal yang sesuka hatinya memegangi tangan nya. " lepas,,!! Fatma menghempaskan tangan Iqbal dengan kasar namun tetap tak bisa terlepas.
" apa yang mau kamu katakan, Hahh,, masih kurang kamu membuat ku malu karena kamu menyabotase hasil lomba ku. dan sekarang apa lagi yang ingin kau perbuat untuk mempermalukan ku lagi, hahh,, " ucap Fatma kasar.
Tubuh Iqbal lemas seketika mendengar kata-kata itu dari Fatma. Dari mana Fatma tau akan rahasia yang tak di ketahui oleh siapapun kecuali dirinya sendiri. " darimana kamu tau. "'ucap Iqbal lirih.
" oh,, ternyata benar dugaan ku. aku kira perkiraan ku salah tapi sekarang aku tau kalau itu perbuatan mu. aku memang tak pernah mencari tau siapa pelaku nya tapi di sekolah ini hanya kamu lah yang ingin menjatuhkan ku dan karena itulah aku hanya bisa menebak dan ternyata benar. " ucap Fatma kecewa.
Iqbal lemas karena perkataan jebakan dari Fatma. dia kira Fatma sudah mengetahuinya namun ternyata itu hanya sebuah akal bulus dari Fatma untuk mengetahui nya. " Aku minta maaf Fatma. "' iqbal menunduk malu dan penuh penyesalan.
" lepas,,!! Fatma kembali mengibaskan tangan Iqbal dan kali ini tangan nya bisa terlepas. " jangan pernah ganggu aku lagi, " Fatma melenggang pergi.
" Fatma,,!! ada hubungan apa kamu dengan pak Ikhsan.? tanya Iqbal dan kembali menghentikan langkah Fatma yang sudah semakin jauh padanya.
Fatma berbalik menatap Iqbal dengan kesal. " apapun hubungan ku dengan pak Ikhsan tak ada hubungannya dengan mu, dan aku harap kau tak mencari tau akan hal itu. " Fatma kembali melaju.
Iqbal terus menatap kepergian Fatma yang sudah sangat jauh. Iqbal begitu penasaran sebenarnya ada hubungan apa Fatma dan Ikhsan karena dia selalu melihat Fatma turun dari mobil Ikhsan setiap pagi di tempat yang sama. " sebenarnya hubungan seperti apa yang terjalin di antara kalian berdua. kenapa kalian begitu akrab apa ada cinta di antara kalian.? " gumam Iqbal dengan bingung.
" semoga saja perkiraan ku salah, " ucap nya lagi dengan penuh harap.
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
" Manis berkumis,,!! teriak Aisyah memasuki sebuah ruangan besar dan di ikuti Shilvia dari belakang.
Shilvia hanya menggeleng kepala melihat tingkah konyol Aisyah yang celingukan terus menerus" dasar bocah " gerutu Shilvia kesal.
Masih komplit dengan tas dan seragam sekolah mereka berdua masuk ke sebuah bangunan besar yang jauh dari pemukiman dan rahasia dari semua orang. Terdapat begitu banyak ruangan rahasia di sana dan tak sembarangan orang bisa masuk begitu saja tanpa izin dari Aisyah dan juga shilvia tentunya.
" Manis berkumis,,!! teriak nya lagi. " aduh di mana sih manis, ? dia nggak kakak kurung kan.? atau jangan-jangan kakak buang ke hutan. "'celetuk Aisyah membuat Shilvia kesal.
" Aisyah,, aku juga punya rasa kemanusiaan, mana mungkin aku membuang peliharaan yang menjadi kesukaan kita. palingan dia juga sedang mencari mangsa di belakang " jawab Shilvia menahan kesal.
__ADS_1
" emang kakak manusia,? lagian mana ada manusia sedingin es balok, Astoge." Aisyah menepuk jidatnya sendiri.
" manis,,!! nih ada makanan lezat buat kamu,,!! teriak Shilvia keras.
Mata Aisyah menelisik. tak ada yang datang bahkan yang di panggil sedari tadi tak muncul batang hidungnya. " nggak ada, week " ledek Aisyah.
Aurghhh.... aurghhh...
hewan berkumis yang di panggil telah datang. berjalan perlahan-lahan menghampiri Aisyah dan Shilvia dan mulai bergelayut manja di kaki keduanya secara bergantian.
" manis udah makan.? tanya Aisyah. " makan yang banyak biar gendut kayak Aisyah, ok. "
Shilvia memijat pelipis nya pusing. Aisyah sungguh di luar pikiran nya. gadis imut itu ternyata mulai gila sekarang. " kamu nggak waras.? tanya Shilvia.
" manis yuk ikut.! ajak Shilvia dan mengajak Manis untuk mengikuti nya dan tentunya hewan itu patut padanya.
" manis,,!! teriak Aisyah. dan Hewan itu kembali berbalik pada Aisyah.
" Manis,,!! teriak Shilvia.
" Manis,,!! tak kalah Aisyah.
Hewan besar itu kebingungan dan memutuskan untuk duduk di sana dan tak lagi menghiraukan keduanya yang tengah berkelahi dengan tatapan mata mereka berdua.
" ihhh,,!! kesal Aisyah.
" Week,,! " puas Shilvia.
Setelah lama perkelahian berakhir setelah mengingat apa yang akan mereka berdua lakukan di sana. Memecahkan misteri yang tengah mereka cari dari kemarin.
Keduanya tengah berada di salah satu ruangan yang hanya ada mereka berdua di sana. layar lebar dan berbagai perlengkapan nya tersedia dan tersusun dengan rapi.
Tangan mereka berdua mulai sibuk dengan alat di sana. baru saja beberapa menit mereka sudah menemukan sedikit dari masalah yang sedang dia cari. " Kak, lihat lah. " Aisyah memperlihatkan sebuah rekaman fans yang tengah berbicara dengan seseorang dan di bawa paksa oleh beberapa orang bertubuh kekar.
Shilvia menoleh. " ini, Fans itu kan. ada hubungan apa dia dengan orang-orang seperti ini. dan suruhan siapa mereka,? tak mungkin kan hanya orang biasa saja yang mampu membawa fans yang notabene orang paling berkuasa di sana. " jawab Shilvia.
" iya Kak, aku juga nggak tau. sepertinya daftar pekerjaan kita semakin banyak saja sekarang. hadeh pusing aku. "
" kan kamu sendiri yang punya inisiatif untuk mendirikan kelompok ini kenapa sekarang kamu yang mengeluh, dasar.
" bukan begitu Kak. aku hanya,,,??
" Hmm..
" udah lah nggak penting juga. yang terpenting sekarang masalah ini harus secepatnya selesai. jangan sampai semakin berlarut lagi. atau kerjaan kita akan menumpuk untuk kedepannya."
" itu pasti lah harus cepat. "
" Hmm, semangat. " Aisyah mengangkat tangannya memberikan kode semangat untuk Dirinya dan juga Shilvia.
" semangat. " Shilvia pun membalas hal yang sama.
πΎπΎπΎπΎπΎ
Vote...
Red...
Like...
And komen...
dan jangan lupa di favorit kan juga ya... ππππ
__ADS_1