Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
75. Bersatu seutuhnya


__ADS_3

Mata Ikhsan memerah dia begitu murka, amarahnya sudah tak bisa terkendali saat melihat istri nya tak berdaya di perlakukan seperti itu oleh pria lain dan telah di lecehkan.


Kedua tangan Ikhsan terkepal, matanya tajam dan siap untuk menusuk mangsanya. sisi lain dari Ikhsan telah terbangun sisi yang lebih kejam daripada pria yang melakukan itu semua pada istri nya.


" Marco,, kau akan mati hari ini juga. "


Ikhsan berlari dengan cepat dan harus menolong istri nya sebelum semua nya terlanjur terjadi dan menghancurkan segalanya.


" Fatma..!! teriak Ikhsan keras


" lepas,, lepaskan Fatma,, " Fatma kembali berusaha untuk berontak tangan nya terus memukul dada Marco namun tak ada reaksi kesakitan sedikit pun dari Marco.


" sini sayang, aku sudah sangat tak sabar " Marco merobek sempurna seragam Fatma dan langsung menyembul kan kedua bukit kembar Fatma yang masih tertutup dengan bra. " Hmm"


" pak Ikhsan tolongin Fatma, Pak Ikhsan,, hiks hiks hiks.. "


Bugh... Bugh... Bugh...


" beraninya kau menyentuh istri ku. Beraninya kau membuat nya menangis, beraninya kau menyakiti nya,,!! Bugh,, Bugh,,, Bugh,,,


Ikhsan menghentikan pukulan nya sesaat melepaskan jas nya dan menyelimuti tubuh mungil Fatma supaya bisa tertutup dan tak terlihat lagi oleh Marco.


Ikhsan kembali pada Marco setelah memastikan Fatma sudah menutupi tubuh nya. Amarah Ikhsan benar-benar sudah tak bisa di tahan lagi. melihat istri nya hampir saja menjadi santapan Marco membuat Ikhsan sudah tak berpikir panjang lagi untuk menghajar Marco.


" kami diam bukan berarti kami kalah. tapi kami diam karena kami masih memberimu kesempatan untuk berubah, tapi ternyata kami salah memberikan kesempatan itu pada iblis seperti mu,,"


" Bugh Bugh Bugh...


Marco menendang Ikhsan yang berada di atas nya membuat Ikhsan terjengkang. Marco berdiri dan beralih menggantikan posisi Ikhsan sebelum nya memukul Ikhsan dengan brutal


" aku nggak butuh kalian beri kesempatan, karena aku tak akan pernah berhenti sebelum kalian hancur dan menderita. kalian semua telah menghancurkan hidup ku, menghancurkan kebahagiaan ku, dan sekarang giliran kalian yang akan hancur. Bugh Bugh Bugh,,!!


Perkelahian adu jotos berlangsung pada Marco dan juga Ikhsan, keduanya sama-sama kuat dan sama-sama tak ada yang mau mengalah. Semua itu akan berhenti jika salah satu di antara mereka mati atau tak lagi berdaya.


Sedangkan Fatma menatap kejadian itu dengan ketakutan, melihat betapa kerasnya suaminya berjuang untuk mengalahkan orang yang ingin mengambil hak nya yang seharusnya milik Ikhsan semata. " Akk,,!! " berkali-kali Fatma teriak histeris saat Ikhsan berhasil mendapatkan pukulan dari Marco.


" Bugh,,, kau dan istrimu tak akan pernah selamat dari ku. kalian akan hancur bersamaan, dan akan aku buat kau menangis karena tak bisa menyelamatkan istri nya dariku. dan akan aku renggut semua hak yang menjadi milik mu. aku akan merenggut nya darimu.


" Bruk,, " ikhsan menendang Marco dengan kuat membuat Marco terjatuh. " selama aku hidup tak akan aku biarkan kau menyentuh istri ku, bahkan aku tak akan pernah membiarkan mu menyentuh ujung jarinya saja setelah ini. karena aku akan memotong tangan kotor mu saat ini juga. tangan yang tak di gunakan dengan baik dan di buat untuk menyakiti orang lain buat apa di pertahankan. " Bugh...


" Kau tak akan pernah bisa melakukan itu, karena aku lah yang akan melakukan itu padamu, aku akan memotong milik mu hingga kau tak bisa menolong dan menyentuh istri mu lagi, Bugh...


Pertarungan sengit terus terjadi pada keduanya. keduanya seimbang sepertinya mereka memiliki kekuatan yang sama. Mungkin memang benar mereka memiliki kekuatan yang sama karena mereka dapat kan dari orang yang sama juga.


Ikhsan terjatuh karena kena tendang dari Marco. Marco mengambil pecahan vas yang ada di dekatnya dan di arahkan pada Ikhsan dan siap untuk mengoyak perut Ikhsan dengan itu.


" Akk,,, Pak Ikhsan,,!! teriak Fatma histeris.


Brukkkk,!!


Marco tersungkur dalam keadaan tak sadar kan diri karena pukulan keras dari Akhsan yang datang tepat waktu. kalau tidak entah apa yang terjadi sekarang pada Ikhsan, mungkin Ikhsan hanya akan tinggal nama saja.


" Dek kamu nggak apa-apa kan,? Akhsan berlari menghampiri Ikhsan dan menolongnya untuk berdiri.


" tidak apa-apa Bang, Terima kasih " ucap Ikhsan.

__ADS_1


Ikhsan berlari menghampiri Fatma yang terduduk di sofa dengan memeluk kedua kakinya dalam tubuh yang gemetar karena melihat Ikhsan yang hampir saja terkena serangan mematikan dari Marco. Fatma terisak menatap sendu suaminya yang begitu banyak luka di wajah nya dan juga di tubuh yang lain. Fatma menghapus darah Ikhsan yang mengalir di ujung bibir nya sembari menangis dan langsung berhambur ke pelukan Ikhsan


"Hiks hiks hiks,,, Fatma takut pak" ucap Fatma lirih.


Ikhsan membalas pelukan Fatma dengan kuat. Air mata Ikhsan pun tak luput dengan kejadian itu, air mata Ikhsan pun juga menjadi saksi akan kejadian yang hampir saja merenggut kehormatan Fatma istri nya.


Ikhsan terus menciumi puncak kepala Fatma dan menyalurkan kasih sayang padanya. " sudah jangan takut, ada aku di sini. sekarang kita pulang ya secepatnya kita harus pergi sebelum dia sadar "ucap Ikhsan.


" Tapi Aira,?


" Ada Abang yang sudah menjemput Aira. " jawab Ikhsan yang ternyata memang benar entah sejak kapan Akhsan pergi dari sana.


" Hmm."


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Dengan memakai kemeja Ikhsan dan juga celana Ikhsan yang selalu tersedia di mobil, Fatma di gendong oleh Ikhsan masuk ke kediaman nya sendiri. Fatma tertidur pulas di mobil dan Ikhsan tak tega membangun nya.


Kedatangan mereka langsung di sambut dengan kekhawatiran oleh para keluarga, semua berlari menghampiri Fatma yang sangat lemah karena masih sangat ketakutan dan juga lelah karena terus berlari menghindar dari kejaran Marco.


" Astaghfirullah, Ikhsan sebenarnya apa yang terjadi,? tanya Keisha dan ikut masuk kedalam kamar Ikhsan dan Fatma.


Ikhsan menurunkan Fatma perlahan di kasur nya dan menyelimuti nya lalu berjalan menjauh dari sana supaya Fatma tak terganggu karena obrolan nya pada Keisha nanti." Cerita nya panjang Ma. Semua ini gara-gara Marco Ma. anak itu benar sudah sangat kelewatan. dia hampir saja melecehkan Fatma Ma" ucap Ikhsan tersedu.


Keisha langsung mengerti apa yang di alami Ikhsan saat ini. Keisha langsung memeluk Ikhsan setelah mereka duduk di sofa memberikan nya kekuatan dengan kasih sayang nya. " kamu yang sabar ya sayang, Mama yakin suatu saat pasti akan berakhir. Mama yakin suatu saat Marco kita pasti akan kembali lagi seperti dulu lagi " jawab Keisha.


" Tapi Ma, seperti nya semua itu sangat mustahil. Marco benar-benar seperti orang yang tak punya rasa kemanusiaan sedikit pun dia benar-benar bukan Marco yang kita kenal dulu Ma, Marco telah berubah "


Perlahan Keisha mengobati luka Ikhsan yang begitu banyak di wajahnya. mungkin yang di katakan Ikhsan benar, Marco tak akan menyakiti saudaranya sendiri kalau dia tidak berubah dan masih sama seperti yang dulu.


" sekarang kamu bersihkan dulu tubuhmu dan setelah itu istirahat lah temani Fatma, Mama yakin Fatma sangat membutuhkan mu dan Mama yakin Fatma masih sangat syok saat ini. tetap lah di sisinya dan jangan pernah tinggalkan dia " ucap Keisha " Mama akan menyiapkan makan malam dulu kali ini biar Aisyah yang membantu Mama, lagian ada Kairi juga. " Keisha beranjak setelah mengelus pundak Ikhsan perlahan.


" Hmm, istirahat lah.


Ikhsan menyusul di samping Fatma setelah selesai dengan ritual bersih-bersih nya. Ikhsan menatap Fatma sejenak air mata Ikhsan mengalir begitu saja saat memikirkan kejadian tadi. hampir saja Marco merenggut semua yang telah menjadi milik nya, bukan hanya itu saja yang membuat Ikhsan sedih jika semua itu terjadi. Tapi Ikhsan tak akan sanggup melihat penderitaan Fatma setelah itu, Ikhsan bisa menerima Fatma dalam keadaan apapun, tapi bagaimana dengan Fatma sendiri apa dia akan bisa menerima itu jika tadi benar-benar terjadi.


" Maafkan aku Fatma, aku hampir saja terlambat menolong mu, aku sudah lalai menjagamu Fatma, maafkan aku " ucap Ikhsan lirih.


Ikhsan menggenggam tangan Fatma mencium nya terus menerus membuat Fatma terbangun dan langsung melihat Ikhsan yang tengah mengeluarkan air mata.


Fatma menatap Ikhsan sedih, menghapus air mata Ikhsan yang hampir saja menetes di wajah Fatma " kenapa pak Ikhsan menangis,? apa pak Ikhsan menyesal sekarang karena menikah dengan Fatma yang telah di lecehkan oleh orang tadi " ucap Fatma ngilu.


Ikhsan menggeleng cepat, " tidak sayang, aku tidak pernah menyesal. bahkan aku sangat bahagia karena kamu adalah gadis terkuat yang aku kenal. kamu adalah gadis ku yang paling kuat " jawab Ikhsan tersedu lalu memeluk Fatma.


" maafkan Fatma pak, karena Fatma Pak Ikhsan jadi sakit kan"


" Ssttt,, sudah, kamu tidak salah. istirahat lah lagi, kamu pasti sangat lelah , aku akan menemani mu di sini "


Hening.....


" Hmm,,,? pak. apa pak Ikhsan masih mau menyentuh Fatma setelah kejadian tadi. apa pak Ikhsan tidak jijik dengan tubuh Fatma setelah tubuh Fatma di sentuh orang tadi " ucap Fatma.


Segitukah Fatma ketakutan kalau Ikhsan tak mau menyentuhnya lagi atau bahkan Ikhsan akan menolak dan menjauhi Fatma,? tidak Fatma, cinta Ikhsan begitu besar tak akan perduli apapun yang kamu alami hari ini kamu adalah istri kesayangan Ikhsan dan akan tetap seperti itu.


" kenapa kamu mengatakan itu, apa kamu takut kalau aku tak akan menyentuhmu. bahkan jika bisa aku akan menyentuh mu saat ini juga Fatma. tapi aku tak ingin karena kamu masih harus mewujudkan cita-cita mu, bukankah itu adalah kesepakatan kita. " jawab Ikhsan.

__ADS_1


" Aku hanya takut pak, Fatma sangat takut "


" jangan takut kalau aku akan jijik atau meninggalkan mu karena tadi. sampai kapan pun aku tak akan pernah meninggalkan mu meskipun apapun yang terjadi padamu. "


" benar kah Pak Ikhsan tidak jijik pada Fatma .?


" tidak,,!


" kalau pak Ikhsan benar tidak jijik pada Fatma, Fatma mohon pak, sentuh Fatma sekarang. jadikan Fatma istri yang sebenarnya untuk pak Ikhsan. Fatma tak mau menunda lagi, tak perduli Fatma masih sekolah atau tidak yang terpenting buat Fatma sekarang. Fatma ingin menjadi milik pak Ikhsan yang seutuhnya. "


" Tapi Fatma, "


" Fatma tidak apa-apa pak. Fatma hanya takut jika kejadian tadi terjadi lagi dan Fatma dan Pak Ikhsan belum bersatu seutuhnya, Fatma takut Pak Ikhsan akan meninggalkan Fatma " lirih Fatma.


" Fatma, bukan kah aku sudah bilang, aku tak akan pernah meninggalkan mu apapun keadaan mu"


" kalau begitu sentuh Fatma sekarang pak, jadikan Fatma seutuhnya menjadi milik pak Ikhsan. "


Ikhsan begitu dilema bagaimana dia bisa melakukan itu secepat ini, Bagaimana dengan masa depan Fatma karena setelah mereka benar-benar menyatu tak menutup kemungkinan Fatma bisa saja hamil, dan setelah itu bagaimana dengan sekolah Fatma. padahal ujian kenaikan kelas masih dua bulan lagi dan setelah itu masih ada waktu satu tahun lagi untuk Fatma lulus, lalu bagaimana kalau Fatma hamil sebelum itu. sedangkan umur Fatma juga masih sangat kecil tak baik jika dia hamil itu akan sangat berbahaya.


" Tapi Fatma,, "


Fatma beranjak dengan kecewa. keinginan untuk menjadi milik Ikhsan seutuhnya sirna karena keraguan Ikhsan. " Saya mengerti, Pak Ikhsan memang tak mau menyentuh Fatma, Pak Ikhsan jijik kan pada Fatma. Fatma ngerti mungkin Fatma memang tak pantas untuk Pak Ikhsan.


Kata-kata Fatma seakan-akan menusuk hati Ikhsan, bagaimana bisa Fatma mengatakan itu pada nya. Bagaimana bisa Fatma berfikir kalau Ikhsan jijik pada Fatma, "aku harus Bagaimana,? Ikhsan begitu bimbang.


Melihat kesedihan Fatma yang hampir pergi dari kasur membuat Ikhsan benar-benar tak tega, Ikhsan tak mau di cap buruk oleh Fatma Ikhsan benar-benar mencintai Fatma dan tak ingin kehilangan Fatma. tapi jika dengan melakukan itu bisa membuat Fatma bahagia dan menghilangkan keraguan nya maka Ikhsan siap melakukan nya.


Ikhsan menahan Fatma, memegang pergelangan tangan Fatma " tunggu, " ucap Ikhsan dan Fatma kembali berbalik " kalau itu bisa menghilangkan keraguan mu maka mari kita lakukan sekarang, kita satukan cinta kita malam ini. kita lakukan supaya kita benar-benar saling memiliki " jawab Ikhsan tegas.


" apa pak Ikhsan terpaksa.?


" tidak, tidak ada paksaan dalam cinta Fatma. jika semua harus terjadi malam ini biarkanlah terjadi. dan aku akan sangat beruntung karena telah memiliki mu seutuhnya. "


" Apa pak Ikhsan yakin. "


" aku sangat yakin, dalam hal seperti ini tak boleh ada keraguan Fatma, kita harus yakin karena ini menyangkut masa depan. Dan masa depan bersama mu lah yang aku ingin kan.


" tujukan kah keyakinan itu pada Fatma pak, tujukan "'


Ikhsan mendekat. perlahan-lahan mereka menyatukan bibir mereka. menyalurkan kasih sayang yang sejak lama telah ada di antara mereka.


"aku tak perduli apapun, pak. jika setelah ini Fatma hamil maka aku siap menerima semua nya. aku sudah siap dengan konsekuensi terbesar sekaligus. bagi Fatma, Fatma hanya ingin bisa menjadi milik pak Ikhsan seutuhnya sekarang. " Batin Fatma.


Penantian Ikhsan ternyata tak selama sesuai kesepakatan sebelum pernikahan dalam hitungan bulan saja Ikhsan sudah bisa benar-benar bersatu dengan Fatma tanpa menunggu satu tahun dua bulan lagi.


Penyatuan cinta mereka pun terjadi di malam itu. Meskipun dengan menahan rasa sakit yang luar biasa karena itu adalah pertama kaliya untuk Fatma, namun Fatma sangat bahagia akhirnya dia sudah benar-benar menjadi Nyonya Ikhsan yang sebenarnya dan seutuhnya.


Berkali-kali Ikhsan meminta maaf setelah melalui itu, melihat Fatma yang kesakitan membuat Ikhsan merasa bersalah namun dia juga lega akhirnya dia bisa menghilangkan keraguan Fatma akan dirinya.


" Alhamdulilah,,,


puji syukur mereka panjatkan setelah penyatuan cinta mereka. setelah itu mereka terlelap dengan saling berpelukan dengan tubuh yang masih bugil tanpa sehelai benang pun dan hanya tertutup oleh selimut saja.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Yeeee,,,,nggak jadi satu setengah tahun, Ikhsan. duh bahagia atau nelangsa kamu sekarang. ck ck ck.


__ADS_2