
Hari semakin petang, Kairi tengah beres-beres di dapur kantor seorang diri, teman-teman nya baru saja pulang dan ini adalah pekerjaan untuk Kairi yang siang harus kuliah jadi Sore dia harus giliran dengan teman-teman yang lain.
dengan begitu telaten Kairi membersihkan satu persatu peralatan dan membereskan nya setelah semua bersih. karena Kairi sudah terbiasa dengan pekerjaan seperti itu jadi dia tak akan merasa kesulitan sana sekali dan bukankah itu adalah pekerjaan yang biasa wanita lakukan saat di rumah
" Alhamdulillah, sebentar lagi selesai. " gumam Kairi
baru hari pertama Kairi bekerja namun dia benar-benar bahagia, semuanya menghargai nya tak ada satu pun yang mempersulit ataupun mengejek nya.
mungkin inilah hasil dari kesabaran Kairi saat bekerja di toko bunga, dia selalu mendapatkan cacian dan makian dari pemilik toko dan sekarang dia begitu di hormati di tempat yang baru.
setelah semua selesai Kairi duduk sebentar sekedar istirahat dan meminum air putih sebagai pengganjal perut untuk tenaga sampai di rumah nanti.
" sekarang aku harus pulang, bapak sama adek pasti sudah menunggu ku lagian mereka juga belum makan malam. " gumam Kairi
Kairi terlebih dahulu mencuci gelas bekas dia minum. dia tak mungkin meninggalkan barang kotor meskipun itu hanya satu biji saja.
tak jauh dari sana Akhsan dan Ardi tengah berjalan keluar dari lift. mereka pun juga akan pulang seperti biasa.
" kamu mengerti kan Ardi..! ucap Akhsan sembari melangkah.
mata Akhsan tak sengaja melihat arah pantry yang masih menyala lampunya. mata Akhsan pun mengernyit siapa yang masih berada di sana bukannya semua karyawan sudah pulang apa lagi terdengar suara kucuran air dari keran dan itu terdengar sangat keras di telinga Akhsan.
" Ardi apa ada karyawan yang belum pulang.? tanya Akhsan bingung.
Ardi menunduk sembari menggeleng " saya tidak tau Pak. " jawab Ardi
Akhsan menunjuk pantry dan mata Ardi pun langsung tertuju pada tempat itu. Ardi mengangguk mengerti dan segera mengecek apakah masih ada orang di sana.
Ardi masuk dan mendapati Kairi yang tengah menaruh gelas di rak dan berjalan untuk mengambil tas nya untuk segera pulang.
" Kairi. kamu belum pulang.? tanya Ardi
Kairi langsung mendongak menatap Ardi yang masih di pintu, Kairi pun tersenyum dan melangkah ke arah Ardi yang setia berdiri.
" saya baru mau pulang tuan. " jawab Kairi.
" ohh.., kalau begitu pulang lah semuanya sudah pulang. jangan terlalu memaksakan dirimu untuk bekerja keras jangan sampai kamu sakit , kalau kamu sakit nanti bisa di pecat lagi." ucap Ardi basa-basi
" mana mungkin kamu mau di pecat Kairi, bahkan seandainya kamu tidak berangkat berminggu-minggu pun kamu pasti tetap di terima berada di sini. " batin Ardi.
" iya Tuan saya tau. " jawab Kairi " kalau begitu saya pulang dulu tuan, ini sudah sangat Petang takut tak lagi ada angkutan. " sambung Kairi
" pulanglah dan hati-hati. " ucap Ardi
Kairi berjalan keluar dari pantry dan langsung gugup melihat Akhsan yang melihat nya tanpa berkedip sedikit pun.
" permisi tuan, maaf saya akan pulang " ucap Kairi dan mengagetkan Akhsan yang ternyata tengah melamun juga..
" kenapa baru pulang.? tanya Akhsan dingin.
" sa-saya baru selesai dengan pekerjaan saya tuan. " jawab Kairi menunduk.
" ohh.., pergilah. " ucap Akhsan
" astaga kenapa aku selalu begini saat berhadapan dengan Kairi, astaga jantungku kenapa kau selalu membuat ku senang jantung apa tak ada cara yang lain yang lebih membuat ku tenang.. " batin Akhsan.
"baik tuan saya permisi, Assalamu'alaikum. " pamit Kairi
"Wa'alaikumsalam.. " jawab Akhsan.
Apakah ini yang di namakan dengan cinta selalu mencari saat tidak ada, selalu gugup saat berhadapan dan selalu tak rela untuk berpisah.
Akhsan menghela nafas panjang dia benar-benar merasa gugup bahkan jantungya tak henti-hentinya berdetak dengan sangat cepat.
Ardi tersenyum melihat wajah Akhsan benar-benar lucu ternyata laki-laki pun bisa merona juga saat berhadapan dengan orang yang di sukai nya.
" kamu menertawakan ku.? " tanya Akhsan dengan sinis.
__ADS_1
seketika Ardi langsung menarik kembali bibir nya yang sempat melebar karena tersenyum.
" tidak pak, mana saya berani menertawakan bapak, lagian apa yang bisa saya tertawakan
bapak bukan badut yang membuat ku tertawa. " jawab Ardi dengan gurauan yang malah membuat Akhsan semakin jengkel.
"diam kamu,. " kesal Akhsan.
tak mau menjadi tertawaan oleh asisten nya sendiri Akhsan berjalan meninggalkan Ardi begitu saja tanpamu menghiraukan Ardi yang kini tengah tersenyum lebar melihat bosnya yang semakin tak bisa mengendalikan diri nya.
mobil sudah berhenti pas di depan Perusahaan Akhsan pun segera masuk mengusir Ardi yang berada di dalam yang berada di tempat pengemudi.
" keluar kamu, pulanglah sendiri jangan numpang mobilku, kamu tak akan sanggup membayar ongkos nya. " ketus Akhsan
" baik Pak. " jawab Ardi
" ,siapa juga yang mau numpang. aku cukup tau diri Pak, bapak sudah memberikan ku mobil untuk aku kendarai bagaimana bisa aku masih berpikir untuk numpang. " batin Ardi
" jangan membatin.. "
" tidak Pak. " jawab Ardi lemas.
baru beberapa meter Akhsan menjalankan mobilnya dia terhenti pas di depan Kairi yang masih celingukan menunggu datangnya angkutan umum untuk mengantarkan pulang
Tinnn....
Kairi tersentak dan mundur karena terkejut, tiba-tiba ada mobil yang berhenti di depannya dan terlihat kaca mobil turun dengan perlahan-lahan.
" Naik..!! pinta Akhsan.
"'pak Akhsan. "
" Naik, jam segini sudah nggak ada mobil lewat sini. " sambung Akhsan.
" tapi pak. " bingung Kairi
" masuk. aku akan antarkan kamu pulang. aku hanya mau bertanggung jawab saja, kamu adalah pegawai ku, kalau sampai kamu kenapa-napa aku pasti akan ada masalah. " ujar Akhsan.
" tapi Pak.
" masuk. di sini banyak orang jahat kamu mau mereka membawa mu dan menyakiti mu. " ucap Akhsan
" i-iya Pak. " dengan takut Kairi menuruti permintaan Akhsan dan masuk ke dalam mobil sesuai arahan Akhsan.
senyum menyeringai keluar dari Akhsan saat dengan nurut Kairi masuk kedalam mobilnya. baru pertama kali Akhsan meminta seorang wanita masuk ke dalam mobilnya dan sekarang dia sendiri yang merasa gugup. " Hufff tenang." gumam Akhsan
kedua nya saling diam seakan seperti kuburan yang tak ada bunyi apapun. tapi tidak dengan hati mereka berdua yang terus meracau tak jelas menyembunyikan rasa gugup.
" Hmm.... di mana rumah mu. " tanya Akhsan memecah keheningan.
" jalan merpati pak." jawab Kairi. " Hmm pak boleh mampir di apotek sebentar. "
" kenapa.?
" Hmm. mau beli obat buat bapak. "
" Oh.. "astaga Akhsan iya kali di apotek mau beli nasi goreng. astaga kau ini terlalu grogi, "
bukannya berhenti di apotek Akhsan malah memarkirkan mobilnya di depan restoran. ternyata rasa grogi nya yang ia tahan mengakibatkan kelaparan pada perutnya.
Kairi mengernyit dia bingung itu pasti minta berhenti di apotek kenapa malah di depan restoran.? " " pak, kenapa berhenti di sini. " tanya Kairi bingung
" Hufff...
aku lapar Kairi, apa kamu nggak lapar.? jawab Akhsan dan Kairi hanya manggut-manggut.
" pak ,Hmm.... apa boleh saya tetap disini saja. " ucap Kairi
__ADS_1
" kenapa.? kamu nggak mau makan ? sudah jangan banyak bicara cepat turun lah.
" ba- baik pak. " gugup Kairi
begitu banyak pasang mata yang takjub dengan pemandangan ini, di mana Kairi berjalan di belakang Akhsan dengan malu-malu dan takut, meskipun begitu tapi mereka mengira bahwa Akhsan dan Kairi adalah sepasang kekasih atau suami istri.
" Hmm.. Kairi, saya saya mau minta maaf padamu. " ucap Akhsan
" kenapa bapak minta maaf, bapak nggak ada salah dengan Kairi. " jawab Kairi
" sebenarnya....
sebenarnya saya yang menyuruh orang untuk membuat masalah di tempat kamu kerja dulu dan membuat kamu harus di maki dan di keluarkan dari sana. " terang Akhsan
Kairi begitu terkejut dengan pengakuan Akhsan. Kairi tak mengira bahwa Akhsan melakukan itu padanya, dengan dasar apa dia melakukan itu dan membuat Kairi harus merasakan hinaan dan makian dari mulan.
pedih, sedih, goresan di hatinya tiba-tiba kembali terbuka karena pengakuan dari Akhsan. Kairi tidak mengenal Akhsan sebelumnya hanya dia pernah satu kali bertemu dengan nya tapi kenapa Akhsan melakukan itu padanya, kanapa? apa karena Akhsan tak berhasil mendapatkan bunganya waktu itu dan tidak bisa memaafkannya.?
Kairi berusaha untuk tidak menangis di hadapan Akhsan, dia harus bisa mengetahui apa alasan Akhsan melakukan itu padanya seandainya Akhsan belum memaafkan nya dia akan bersedia menggantikan nya dengan apapun.
" kenapa bapak melakukan itu pada Kairi, apa karena bapak masih marah karena Kairi merusak bunga bapak waktu itu. " tanya Kairi.
" saya sudah memaafkan mu Kairi, saya sudah memaafkan mu. " jawab Akhsan
" tapi untuk apa bapak melakukan itu pada Kairi. apa salah Kairi pada Bapak. "
" kamu nggak salah Kairi, kamu tidak pernah ada salah. tapi saya yang bermasalah. "
" Bapak yang bermasalah.? maksudnya.?
" saya yang bermasalah Kairi, saya yang tak bisa melihat kamu menderita dan saya juga selalu ingin melihat mu, entah masalah apa yang sebenarnya terjadi padaku. "
" pak..
" Kairi, maaf saya belum bisa kasih tau kamu, tapi saya hanya bisa pastikan kalau saya tidak marah padamu dan sudah memaafkan mu, dan saya mau yang terbaik untuk mu saja. dan tak ada maksud yang lain. "
" tapi kenapa pak.. "
" sudah lah Kairi kita kesini untuk makan bukan untuk berdebat , sekarang makanlah. "ucap Akhsan
" tapi...
" Kairi..
" ba- baik pak.. " sebenarnya apa yang di rencanakan oleh pak Akhsan, apa jangan-jangan pak Akhsan juga yang membuat aku di Terima di perusaan nya.? tapi kenapa.? bingung Kairi.
" Kairi... cepat makan."
" i-iya pak. " gugup Kairi
makan malam pertama untuk Kairi dan Akhsan mereka saling gak banyak bicara hanya sesekali melemparkan tatapan untuk menelisik saja dan kadang-kadang tersenyum kikuk saja.
Akhsan benar-benar mengantarkan Kairi sampai rumah namun Akhsan tidak turun dan harus buru-buru pulang kalau tidak pasti si mulut lemes akan selalu menanyai begitu banyak pertanyaan. apa lagi kalau sampai ketahuan dengan papa dan Mama nya pasti urusan nya akan sangat panjang.
" Assalamu'alaikum .. " sapa Kairi saat masuk ke dalam rumah.
" Wa'alaikumsalam nduk. kok baru pulang.? tanya Jandi.
" iya Pak. Kairi banyak kerjaan jadi pulang agak telat. " jawab Kairi. " ini obat untuk bapak dan ini makan malam nya, Hasan tolong ambilkan piring ya, " pinta Kairi
" iya kak. " jawab Hasan.
Dengan telaten Kairi membukakan makanan untuk bapaknya dan Hasan dan setelah itu dia pergi ke kamar nya untuk istirahat.
" meskipun aku kecewa karena perbuatan pak Akhsan, tapi aku tetap hargai mungkin pak Akhsan punya tujuan yang baik yang tak aku ketahui, lagian dia juga tak malu untuk minta maaf, bahkan dia mengakui semua kesalahannya. " gumam Kairi.
πππππππ
__ADS_1
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ