
Dengan melihat dua orang yang datang itu langsung membuat Marco mengeluarkan aura membunuh nya dengan sekejap saja, dendam nya belum juga berujung, kesalahpahaman itu belum juga berakhir di hati Marco.
" kalian,,!! ngapain kalian kesini,!!
Suara berat Marco keluarkan. Hanya melihat Akhsan dan Ikhsan emosinya langsung menguap tangan nya pun langsung terkepal sempurna.
" mau apa kalian kesini? " tanya Marco geram.
Akhsan dan Ikhsan hanya tersenyum kecil melihat Marco yang begitu marah saat melihat mereka berdua.
Mulut Ikhsan menyungging lalu menarik ujung bibir nya dan nyengir kuda.
" kenapa kamu begitu syok dan juga takut dengan kedatangan kami, Marco. bukanya ini di kandang mu sendiri? kenapa harus takut dengan orang asing " ucap Ikhsan.
Mendengar penuturan dari Ikhsan, Amarah Marco semakin memuncak. keadaan menjadi mencekam begitu saja.
Mata Marco melotot tajam menatap Ikhsan dengan begitu bengis, ingin rasanya dia menghajar Ikhsan saat itu juga tapi dia sedang malas untuk melakukan itu.
" kenapa? " tanya Ikhsan lagi dengan santai
Akhsan menoleh, menatap Ikhsan namun dengan mata yang memperingatkan Ikhsan untuk diam.
Ikhsan menjentikkan kedua bahunya acuh, dia hanya ingin mengutarakan apa yang ada di dalam pikiran nya saja, tapi sepertinya itu pun tak boleh sama Akhsan.
Akhsan kembali menatap Marco, kedatangan mereka bukan untuk bertengkar tapi ada masalah lain yang lebih penting dan harus di bicarakan dengan baik.
" Kami hanya ingin bicara padamu sebentar, Marco " ucap Akhsan.
Jangan kan untuk bicara, melihat mereka berdua saja Marco sangat kesal dan sekarang dia harus bicara, mana mungkin kan?
" Tidak,!! saya tidak ada waktu untuk meladeni kalian " tolak Marco tampa berpikir panjang terlebih dahulu.
" Hanya sebentar, Marco!!. dan setelah itu kamu akan pergi " ucap Akhsan memohon.
" Saya bilang tidak ya tidak,, !"
Tak akan mudah membuat Marco mengerti dan mau menerima itu dengan mudah, Marco sangat membenci mereka berdua.
" Tapi Marco" ujar Akhsan memohon.
Marco diam tak mau lagi menanggapi Akhsan dan Ikhsan, Marco ingin masuk ke dalam rumah nya secepatnya namun itu tidak terjadi karena kata-kata Akhsan menghentikan segalanya.
" oke kalau kamu tidak ingin bicara dengan kami, Ok, kita akan pergi. Tapi jangan salah kan kami kalau kami akan menuntut keadilan untuk Nara, untuk gadis yang telah kamu..."
" CUKUP,,!!! sentak Marco dengan kasar.
Meskipun dia belum tau siapa Nara sebenarnya, apakah dia gadis yang Marco lecehkan ataupun orang lain, tapi mendengar itu Marco langsung marah.
Satu alis Akhsan terangkat, baru mendengar itu saja Marco sudah langsung marah bagaimana kalau dengan kebenarannya.
" kenapa, apa kamu berubah pikiran? " tanya Akhsan.
Diamnya Marco membuat Akhsan dan juga Ikhsan paham, Marco bimbang dia pasti sangat bingung apa yang harus dia lakukan.
__ADS_1
"'Assalamu'alaikum,, " Ikhsan sudah nyelonong masuk begitu saja tanpa menghiraukan tuan rumah yang masih terdiam.
" Wa'alaikumsalam " jawab Farel yang sedari tadi hanya menjadi pendengar saja. " mari masuk Bang" imbuh Farel.
Ikhsan mengangguk dan masuk, berjalan sesuai arahan Farel membawa nya.
Marco tersadar, namun Ikhsan sudah keburu masuk.
" Woiii,,!! teriak Marco yang memutar badannya dengan cepat.
Ikhsan hanya menjentikkan kedua bahunya masa bodoh.
Akhsan menggeleng, kembaran nya itu selalu saja seperti itu. " apa aku boleh masuk juga? " tanya Akhsan.
tanpa mendapatkan jawaban dan persetujuan, Akhsan juga masuk begitu saja melewati Marco yang berdiri terdiam " Anggap saja rumah sendiri " ujar Akhsan.
Marco benar-benar seperti orang bodoh atau mungkin dia di bidohi saat ini.
Marco begitu geram dengan kelakuan Akhsan dan Ikhsan. Mari menyusul keduanya masuk dengan langkah yang cepat.
Akhsan dan Ikhsan langsung menyalami Joe yang duduk di sana, mencium bahunya tangannya dengan penuh hormat.
" Assalamu'alaikum Opa " ucap Akhsan dan Ikhsan hampir bersamaan.
Joe tersenyum, dia begitu bahagia bisa melihat Akhsan dan Ikhsan lagi. Joe mengelus punggung keduanya dan langsung membawa keduanya ke dalam dekapan nya.
" cucu-cucu Opa sudah besar "
Akhsan dan Ikhsan membalas pelukan dari Joe, mereka juga sangat bahagia bisa melihat dan memeluk Joe.
" iya, Opa. kita sudah besar " Jawab Akhsan.
Marco berjalan dengan angkuh mendekati mereka bertiga, wajah nya nya nampak semakin kesal, melihat mereka bertiga begitu dekat dengan keakraban yang begitu hangat.
Mata Marco melotot tajam seakan ingin menerkam mereka bertiga emosinya semakin meluap, Marco begitu iri karena dia tidak bisa sa tu itu dengan Opanya meskipun mereka tinggal satu rumah.
" Kenapa kalian selalu berusaha menjauhkanku dari semua yang aku punya, Apakah Ah masih kurang keluarga kalian yang telah membuatku ku Kehilangan orang tuaku, Apakah kalian juga masih mau mengambil Opa aku juga." seru Marco dengan suara cara yang kian tinggi.
semua menoleh ke arah Marco. bukan maksud mereka ingin melakukan apa yang dituduhkan oleh Marco barusan.
" tenang kak, Abang Akhsan dan Ikhsan nggak mungkin melakukan itu. Farel percaya dengan mereka, kenapa Kak Marco Tidak bisa melihat semua itu" ucap Farel.
Mata Marco menatap tajam Farel, biasanya tak suka ada orang yang membela mereka berdua apalagi lagi dia adalah keluarganya sendiri.
" tahu apa Bocah seperti kamu, mereka berdua adalah keluarga pembunuh mereka tidak pantas mendapat perlakuan baik dari kita, jadi jangan pernah kamu membela mereka Atau kamu tidak akan Kakak maafkan, camkan baik-baik!!! " ucap Marco dengan kesal pada Farel.
Marco kembali menatap mereka berdua dua dan juga menatap Opanya dengan sadis" sebenarnya apa yang kalian inginkan,? Katakanlah dengan cepat karena aku aku sudah tak tahan melihat kalian,, cepat!!
Dua dua laki-laki kembar itu tersenyum tipis menatap Marco sembari duduk menengahi Opa Joe.
" duduklah Marco dan kami akan menjelaskan semua padamu kenapa Apa kami datang ke sini." jawab Akhsan dengan pelan.
" apalagi yang akan kalian jelaskan padaku" ucap Marco sembari duduk dengan tidak tenang.
__ADS_1
" kami datang ke sini hanya untuk meminta kamu bertanggung jawab atas semua yang kamu lakukan pada Nara."
sontak kata-kata barusan membuat Opa mereka dan juga Farel tercengang. Opa dan juga Farrel belum tahu apapun yang telah Marco lakukan.
" sebenarnya apa yang kamu lakukan Marco. apa kamu mu berbuat kesalahan yang begitu fatal? dan kamu menyembunyikannya dari Opa" tanya Jo yang benar-benar belum mengetahuinya.
" Jangan percaya dengan mereka Opa, mereka hanya ingin menghancurkan menghancurkanku sama seperti Papanya nya yang telah menghancurkan mama dan papa" jawab Marco dengan tegas.
Akhsan dan Ikhsan tersenyum tipis sembari menggelengkan kepalanya nya karena perkataan dari Marco barusan.
" kami bukan sepertimu Marco, yang ingin menghancurkan orang lain. kami hanya mau kamu bertanggung jawab dengan apa yang kamu lakukan pada Nara." jawab Akhsan.
" tidak!! aku aku tidak melakukan apapun seperti yang kalian tuduhkan. seharusnya Gadis itu lah yang harus bertanggung jawab karena gara-gara dia aku mengalami kerugian yang sangat besar" jawab Marco membela diri.
" tanggung jawab yang seperti apa!? kamu yang telah menghancurkan kan masa depan Gadis itu dan sekarang kamu menuntut gadis itu yang bertanggung jawab dimana jiwa kamu sebagai laki-laki. kami tidak masalah dengan kebencianmu kepada keluarga kami tapi tidak yang kamu lakukan pada gadis itu dan juga orang lain" jawab Ikhsan yang mulai geram.
suasana semakin mencekam karena perdebatan mereka berdua. bahkan Farel dan Joe hanya terdiam mendengarkan kata-kata mereka berdua.
Joe menatap Marco dan Ikhsan bergantian" sebenarnya apa kesalahan yang telah kamu lakukan, Marco." seru Joe bingung.
" sebaiknya Opa jangan ikut campur dengan masalahku lebih baik Opa istirahat saja dan jangan berpikir yang tidak-tidak" ucapan Marco meninggi.
" Aku tidak akan ikut campur jika kamu tidak melakukan kesalahan pada orang lain" jawab Joe mulai marah bahkan Joe sudah berdiri menatap Marco dengan mata tajamnya.
" gadis mana yang telah kamu hancurkan? Bawa gadis itu ke sini secepatnya, biarkan Opa bertemu dengan nya. kalau tidak biarkan Opa yang menemui gadis itu dan membawa pulang yang ke sini" titah Joe menekankan.
" tidak Opa.!! sampai kapan pun Marco tidak akan mau bertanggung jawab pada Gadis itu meskipun apapun terjadi padaku." Marco pun juga berdiri menatap Joe dengan menantang nya.
" Marco,,!! apa itu yang Opa ajarkan kepada mu? Opa tidak pernah mengajarkan cucu-cucu Opa untuk tidak mau bertanggung jawab dengan semua perbuatan yang kalian lakukan"
" Opa, jangan pernah ikut campur dengan kehidupan ku.!! Ucap Marco. " Dan untuk kalian berdua sebaiknya kalian pergi dari rumah saya sekarang juga. "
Mata Marco menatap tajam keduanya nya dan jari telunjuknya nya menunjuk ke arah pintu masuk seraya mengusir mereka berdua.
" baik, Kami akan pergi tapi kamu jangan menyesal jika kami membuat kamu merasakan kehancuran hingga sehancur-hancurnya" ucap Ikhsan.
"baik akan aku tunggu apa bisa kalian lakukan untuk menghancurkan ku." tantang Marco dengan begitu bengis.
" oke, saya pastikan kurang dari 2 jam kamu akan hancur, ingat itu baik-baik" jawab Ikhsan menerima tantangan dari Marco.
Ikhsan dan Akhsan beranjak dari duduk mereka dengan cepat menyalami tangan Joe sebelum keduanya pergi.
" Assalamualaikum Opa Biarkan kami pergi dulu dan doakan kami supaya kami bisa menghancurkan kesombongan dan keras kepalanya Marco.ucap Ikhsan geram.
"Waalaikumsalam, semoga kalian berhasil. doa Opa selalu bersama kalian" jawab Joe dengan mata yang berkaca-kaca.
" Pergilah, dan jangan pernah injakan kaki kalian lagi di rumahku." seru seru Marco dengan kasar berhiaskan senyum sinis.
Sementara Farel tidak bisa mengatakan apapun lagi karena Farel sangat ingin melihat kakaknya berubah menjadi orang yang lebih baik seperti dulu lagi." ya Allah, jangan Kau biarkan kebencian kakak menghancurkan semuanya" doa Farel sungguh-sungguh dalam hatinya.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1