
_________
Happy Reading.,
Tetap semangat, memberikan yang terbaik untuk kalian para pecinta Abang kembar..
Meskipun cerita nya nggak jelas semoga kalian tetap suka..
Seperti biasa jangan lupa Like, komen, Fav, dan juga semua dukungannya. Satu like kalian akan membuat Author semakin semangat untuk bekerja.
Terima kasih yang selalu setia..
ππππππ
________
_____________
Satu bulan berlalu, semuanya sudah kembali seperti semula, semua keadaan juga sudah berjalan sebagaimana semestinya.
Akhsan dan Ikhsan pun sudah kembali seperti biasa, Ikhsan sudah kembali ke rumahnya dan sudah aktif dengan pekerjaannya, begitu pula dengan Akhsan, dia juga sudah sepakat untuk pindah rumah dalam waktu dekat.
Dan keadaan Rico pun juga sudah membaik, meskipun dia masih harus menjalani pengobatan namun dia sudah di perbolehkan untuk pulang.
Rico masih tetap di rumah, dia belum bisa ke sekolah karena dia masih sering merasakan pusing secara tiba-tiba. Dan untuk pelajaran sekolah ada teman-teman yang siap untuk mencatatkan dan juga mengajari Rico setelah pulang dari sekolah.
Joe dan juga Tasya sudah semakin Baik bahkan mereka sangat baik. Namun yang namanya orang yang sudah tua rasa sakit sedikit pasti akan sangat terasa dan akan lebih lama proses penyembuhannya.
Kali ini Fatma dan para the gens nya masih setia berada di kantin sekolah, mereka semua saling bercanda gurau di temani dengan makanan yang mereka pesan.
Tiba-tiba tawa Fatma terhenti saat dirinya melihat Ikhsan yang jalan berdampingan dengan Suci. Keduanya terlihat sangat serasi bahkan banyak anak-anak lain yang menjodoh-jodohkan mereka berdua.
Fatma menggenggam bungkus kacang dengan kuat matanya terus melotot tak suka, hatinya terasa panas seperti tengah di kasih minyak tanah lalu di nyalakan api. Semuanya langsung memanas begitu saja termasuk wajah Fatma yang langsung memerah.
"Mas Ikhsan hutang penjelasan padaku " ucapnya dengan sangat geram.
Santi yang melihat itu hanya bisa mengikuti arah pandang Fatma, dan heran dengan perubahan Fatma yang begitu cepat setelah melihat Ikhsan dan Suci berjalan berdampingan.
" Miss cemburu? " tanya Santi asal.
Semuanya menoleh ke arah Santi begitu juga dengan Fatma. " Emang aku terlihat seperti orang yang sedang cemburu? " tanya balik Fatma.
" iya lah! kalau tidak cemburu apa coba. Aku kasih saran ya, Miss. Kalau Miss benar-benar suka dengan pak Ikhsan lebih baik Miss pepet terus deh, jangan sampai kalah dengan Bu Suci. Secara ya, Bu Suci lebih cantik, lebih seksi, lebih bahenol, lebih menarik, dan tentunya lebih menggoda. Laki-laki mana yang bisa menolak semua itu coba. Saya yakin Pak Ikhsan pun juga tidak akan bisa menolak nya " ucap Mirna.
" iya miss. Tapi meskipun seperti itu kita-kita tetap dukung Pak Ikhsan dengan miss kok. Mana mungkin kita akan mendukung pelakor yang baru tenar sebentar itu " imbuh Santi.
__ADS_1
"awas aja kalau sampai Mas Ikhsan benar-benar tergoda dengan pelakor itu. Aku pastikan Mas Ikhsan akan habis " batin Fatma mengancam.
πΎπΎπΎπΎπΎ
" Terima kasih Bu sudah mau mengizinkan saya menggantikan Bu Suci sebagai guru les nya Fatma dan ketiga temannya. Saya akan memastikan kalau mereka berempat tidak akan mengecewakan nantinya, dan saya pastikan mereka akan lulus dengan predikat yanga sangat membanggakan juga nantinya " ucap Ikhsan.
Ya, Ikhsan berjalan berdampingan dengan Suci karena dia ingin tawar menawar soal guru les yang akan mengajari Fatma dan ketiga temannya, yaitu , Fatma, Rico, Santi dan juga Mirna.
" sama-sama Pak, saya sangat senang karena pak Ikhsan sudah mau membantu anak-anak untuk belajar menjadi yang terbaik. Sekali lagi Terima kasih pak Ikhsan " ucap Suci yang benar-benar berterima kasih.
Keduanya kembali berjalan dan kini mereka semakin mendekat ke arah kantin, dimana mata elang dari tadi terus menatap mereka berdua.
" Astaghfirullah " gumam Ikhsan setelah tersadar karena melihat Fatma yang begitu menakutkan.
Suci menoleh dengan cepat ke arah Ikhsan, bahkan dia juga sempat berhenti dari langkahnya.
" Kenapa pak? " tanya Suci heran.
" Ti-tidak apa-apa, Bu. Mari " jawab Ikhsan dan mempersilahkan Suci untuk jalan terlebih dahulu menuju kantin.
Ikhsan dan Suci duduk tak jauh dari tempat Fatma. Ada enam kursi di sana Ikhsan dan Suci duduk berhadapan dan tersekat meja di depan mereka.
Fatma tersenyum melihat itu, dia beranjak dan langsung mengajak para komplotannya untuk ikut bersamanya. Fatma berjalan lebih dahulu berjalan dengan songong dan mendekati Ikhsan dan juga Suci.
Dengan begitu percaya diri Fatma duduk begitu saja di sebelah Ikhsan bahkan dia juga menggeser kursinya hingga kursi nya dan Ikhsan saling berdempetan. Begitu pula dengan Mirna dan juga Santi, mereka juga ikut bergabung dengan mereka berdua dan duduk di dekat Suci.
" Wah wah.. udah jadian ya, Pak. " ucap Fatma sembari mengambil air mineral di hadapan nya.
Wajah girang dan berbinar Fatma perlihatkan, aura wajah yang berbanding terbalik dengan keadaan hatinya yang kini tengah terbakar.
Dug...
Fatma sengaja menyenggol lengan Ikhsan dengan lengannya, bahkan itu sedikit kuat membuat Ikhsan sedikit terhuyung ke samping. " traktir dong pak. Masak punya gebetan baru nggak ada perayaan apapun? ayolah " Fatma menatap Ikhsan dan mengedipkan matanya dengan genit namun sedetik kemudian dia memberikan tatapan yang mengerikan saat tangannya dia pergunakan untuk menutupi pipinya.
" Astaghfirullah, nih anak " batin Ikhsan.
Ikhsan mengerutkan dahinya memundurkan wajah nya saat Fatma terus memajukan wajahnya dan semakin dekat.
" sial! Apa-apaan nih bocah.Berani-beraninya dia mengganggu rencana ku, awas saja nanti. " batin Suci tak terima dan terus menatap Fatma dengan mata tajam dan dengan kesal.
" ibu kenapa? " tanya Santi.
"ti-tidak apa-apa " jawab Suci gagap.
" O " ucap Santi hanya ber 'O' ria.
__ADS_1
Pesanan mereka datang, bukan pesanan mereka lebih tepatnya pesanan Fatma sebelum dia datang ke meja itu. Lima mangkuk bakso yang begitu mengunggah selera makan untuk mereka.
Ikhsan dan Suci mengernyit secara bersamaan, mereka belum memesan apapun dan sekarang makanan itu sudah tersaji di hadapan mereka, siapa yang memesannya? pertanyaan itulah yang datang di benak mereka berdua.
Keduanya langsung tertuju pada Fatma yang mulai asyik mengaduk bakso yang sudah dia tambahi saus dan juga sambal. dan tak lupa dia juga menambahkan cuka sedikit seperti biasanya.
" Pak kepala sekolah mau ikut makan juga! " teriak Mirna menoleh ke arah lain.
Dengan gerakan cepat mereka semua mengikuti arah pandang Mirna hanya Santi yang tidak, bahkan Fatma pun juga tertipu akan muslihat sahabatnya itu.
" mana pak kepala sekolah? " bingung mereka bertiga.
" dia lari ke toile. Tadi saya kita mau kesini, ehh... ternyata pergi ke toilet " jawab Mirna yang jelas-jelas telah membohongi mereka termasuk Fatma.
Mereka bertiga kembali fokus dengan bakso nya dan mulai mengaduk nya meskipun masih sangat ragu.
" Tenang Bu Susi. Semua ini My husband yang akan membayarnya. Alias gratis.. tis.. tis.. " ucap Fatma.
" MY HUSBAND..??! " seru Suci, Mirna dan juga Santi.
" Sedangkan Ikhsan jantung nya lari maraton di dalam sana. Semua ini karena ulah istrinya yang mengatakan biru pada mereka bertiga. " astaghfirullah... "
" Kenapa wajah kalian seperti orang bodoh begitu? kalian mau tau My husband nya Fatma? " tanyanya dan mereka langsung mengangguk. Dengan cepat Fatma menyelipkan tangan nya ke tangan Ikhsan dan bergelayut manja di sana. " perkenalkan, ini dia adalah MY husband.. Calon My husband... " ucapnya.
Jantung Ikhsan seakan benar-benar di hajar habis-habisan oleh Fatma. Jantung nya tak berhenti lari maraton dengan mulut menganga dan mata melotot ke arahnya yang kini tengah tersenyum sangat bahagia.
" Oh... Calon? " Celetuk mereka bertiga.
Suci yang semakin kesal tiba-tiba menyuapkan satu bakso ke dalam mulutnya.
Mirna dan Santi yang sadar keduanya saling mengedipkan mata mereka sangat senang bahwa usaha mereka berhasil.
" Selamat menikmati Bu Suci " batin Santu dengan girang.
Baru satu kali mengunyah Suci langsung mengeluarkan bakso itu, memuntahkannya di mangkuk yang ada di hadapan nya. Tangannya langsung menyambar gelas yang terdapat air putih di dalamnya.
Byurrrrrr....
Suci pun juga menyemburkan air yang dia minum. Tangannya langsung mengipas-ngipasi mulutnya yang terasa sangat terbakar. Suci langsung berlari setelah perutnya langsung error seperti pelaku yang membuat nya seperti itu.
" Hahaha....!! " tawa Sabtu dan Mirna bersamaan membuat Fatma dan Ikhsan menatap heran.
" makan tuh cabe setan, dan minum tuh air cuka, hahaha...!! " imbuh keduanya kompak.
________
__ADS_1
Bersambung...
______________