
Semua keluarga berbondong-bondong datang ke rumah baru Ikhsan dan juga Fatma setelah mereka mendengar bahwa Fatma sudah berhasil di selamatkan dan di bawa pulang oleh Ikhsan.
Meskipun mereka mendengar bahwa Fatma dalam keadaan baik-baik saja namun semuanya tetap khawatir, apalagi Aira yang kini terus cemas memikirkan kakaknya.
" Kamu yang tenang ya, Aira. Kak Fatma pasti baik-baik saja " Kairi mengelus bahu Aira dan juga menenangkan nya.
" Hm" Aira mengangguk namun dia tetap usil dalam duduknya dan sudah tak sabar ingin secepatnya sampai di rumah Fatma, Aira belum merasa tenang jika belum melihat sendiri keadaan kakak nya.
Di dalam mobil hanya ada Kairi, Aira dan juga Hasan yang menyetir mobil nya, Hasan yang melihat Aira begitu gelisah akhirnya mempercepat laju mobilnya agar cepat sampai.
" Pelan-pelan, Hasan " tegur Kairi.
Hasan meringis malu, dia hanya tak tega aja melihat Aira, namun ternyata aksinya tak di perbolehkan oleh kakaknya.
" Asal kamu waspada nggak apa-apa " imbuh Kairi dan akhirnya membuat Hasan merasa lega dan kembali melajukan mobilnya.
Sementara di mobil yang ada di belakang mereka ada mobil Rayyan, Keisha, Tasya dan juga Fahmi. Mereka juga sama sangat mengkhawatirkan Fatma dan juga buru-buru ingin memastikan sendiri keadaan menantunya.
" Pelan-pelan Ray.. jangan kau buat Abi dan Bunda jantungan karena ulah mu " ucap Fahmi menegur Rayyan yang melajukan mobilnya dengan cepat.
" Iya, Abi. " jawab Rayyan singkat namun tetap saja tak bergeming sama sekali untuk memperlambat laju mobilnya
🌾🌾🌾🌾🌾
Fatma meringis kesakitan dan menutup matanya menahan sakit saat Ikhsan mengoles obat ke lengan nya dan menutupnya dengan perban.
" Aww!!" sekali Fatma teriak saat rasa perih itu datang. " pelan-pelan Mas, ini sangat sakit! " protes nya dengan kesal.
" ini sudah pelan Fatma " tegas Ikhsan. " Apa sih yang kamu lakukan sampai terluka seperti ini? kamu emang berniat untuk menyakiti mu sendiri, iya!? "
Fatma berdecak semakin kesal, luka yang dia dapat itu karena dia berusaha keras untuk bisa kabur dan pergi dari kurungan orang yang tidak jelas, dan sekarang Ikhsan mengira dia sengaja melakukan nya.
" hiks.. hiks.. hiks... " Fatma menangis pura-pura untuk memberitahukan kekecewaan nya pada Ikhsan yang tak percaya padanya.
Ikhsan mengernyit bingung, kenapa Fatma menangis? bukan kah itu wajar? lagian Ikhsan sudah sangat mengenal siapa Ini
__ADS_1
istrinya bukan. " Kenapa? " tanyanya bingung.
" Mas jahat. Ini kan gara-gara Fatma berusaha untuk bisa keluar dari sana, dan seperti nya Mas Ikhsan tak lagi percaya lagi pada Fatma " rengek nya dengan manja.
" bukan seperti itu. " Jawab Ikhsan.
" Dasar lebay..! " ketus Rico namun tak berani menara Ikhsan dan juga Fatma.
Sontak Fatma menatap Rico dengan kesal seharusnya dia tak mengajak Rico untuk datang ke sana kalau akhirnya akan seperti ini.
Sedangkan yang di tatap hanya diam acuh sembari memalingkan wajahnya.
Ikhsan pergi ke kamar mandi untuk mencuci tangan nya setelah selesai mengobati tangan Fatma.
Hanya tinggal Fatma dan Rico yang ada di sana. Rico duduk semakin mendekat dan mulai berbisik pada Fatma.
" Miss! boleh minta nomor nya Aisyah nggak? " bisik nya.
Fatma mengerutkan dahi hingga terdapat beberapa baris di sana. Ada hubungan apa dan untuk apa Rico meminta nomor Aisyah padanya.
" untuk apa? " tanya Fatma bingung.
" Rahasia dong Miss! please ya please ya.. ya. ya..! " Rayu Rico dengan terus mengedipkan matanya.
Fatma semakin bingung, meskipun Rico adalah sahabat nya tapi dia tak bisa memberikan begitu saja nomor Aisyah padanya apalagi dengan seorang cowok. Kalau sampai ketahuan Ikhsan pasti dia yang akan kena masalah.
" Tapi, Co.? " ragu Fatma.
Rico memasang wajah memelas nya, menyatukan kedua telapak tangannya seraya memohon dengan sangat kepada Fatma.
Fatma kasihan juga melihat Rico seperti ini, ibu adalah kali pertama Fatma melihat Rico benar-benar memohon dan menginginkan sesuatu.
Fatma mengambil ponsel nya yang ada di dalam tas, membuka layarnya mencari kontak dan menggulir layar mencari-cari kontak yang bernama Aisyah di sana. Fatma tersenyum setelah akhirnya dia melihat nama itu,' Aisyah comel ' itulah nama yang Fatma berikan untuk adik iparnya itu di dalam ponsel nya.
" Catat baik-baik ya, ini akan menjadi pertama dan terakhir " ancam Fatma.
__ADS_1
" Siap " Rico langsung sumringah mengambil ponsel nya yang ada di dalam sakunya. "Siap Miss! yuk cepat! " ucap Rico gak sabaran sekaligus takut kalau sampai ketahuan Ikhsan.
" 085333672...." ucapan Fatma terhenti saat ada suara teriakan yang memanggil namanya.
" kak Fatma!! " teriak orang itu yang ternyata adalah Aira yang sudah berlari dan langsung memeluk Fatma dengan sangat erat.
Fatma mematung dan tak bisa melanjutkan membacakan nomor Aisyah pada Rico. Sedangkan Rico cengo dia hanya diam dengan tangan yang masih memegangi ponsel nya dan sudah mencatat semua nomor yang Fatma katakan dan hanya tinggal tiga nomor saja yang tersisa. " belum saatnya " gumam Rico sedih.
Rico terdiam saat semua sudah sampai di sana dan memeluk Fatma dan menanyakan keadaan Fatma ya kecuali yang laki-laki sih.
Rayyan mengernyit melihat Rico, Rayyan belum pernah melihat Rico sebelum nya dan sekarang ada apa Rico ada dua sana, apakah mungkin teman Fatma? Kira-kira seperti itu pertanyaan yang datang di pikiran Rayyan.
Rico tersenyum sopan lalu menundukkan wajahnya saat Rayyan gak henti-hentinya menatapnya dengan tatapan aneh. Entah apa yang membuat Rayyan menatap nya hingga tak berkedip sama sekali, seperti nya Rico tak membuat masalah apapun sebelum nya.
" Om " sapa Rico pelan dengan senyum yang kian tertahan.
Rayyan mengangguk pelan dan akhirnya menoleh saat Fahmi menyentuh lengannya dan memintanya untuk duduk di sebelah nya.
Saat duduk Rayyan pun masih tetap menara Rico " kenapa ada yang aneh dengan anak ini? " batin Rayyan.
Lagi-lagi Rico hanya bisa mengangguk dan tersenyum " emang apa yang aneh dari ku? apa ada tompel di wajah ku yang tiba-tiba nongol? " batin Rico.
Rico memalingkan wajah nya mengusap semua wajahnya dan memeriksa nya apakah ada sesuatu yang membuat nya kini kehilangan kepercayaan diri di hadapan semua keluarga nya Aisyah.
" Fatma, kamu tidak apa-apa kan? " tanya Keisha khawatir.
" aku tidak apa-apa kok, Ma. Fatma baik-baik saja hanya luka kecil saja " jawab Fatma dan memperlihatkan luka yang sudah berhasil di perban oleh Ikhsan.
" Astaghfirullahalazim.. kok bisa sampai seperti ini sih. Gimana ceritanya? " tanya Tasya tak sabaran.
" Cerita nya panjang Oma. Semuanya terjadi dengan sangat cepat. Untung saja ada Rico yang melihat ku terlihat dahulu dan segera mengabari Mas Ikhsan kalau tidak entah apa yang terjadi " terang Fatma seraya menatap Rico fan sangat berterima kasih padanya.
" oh.. jadi dia namanya Rico? " batin Rayyan sekilas melirik kearah Rico lagi "
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1