
" Pak dagangan Fatma. " ucap Fatma. Fatma benar-benar tak mengindahkan betapa Ikhsan tengah kesal sekarang dan masih saja mengkhawatirkan sepeda dan juga dagangannya yang masih berserakan di jalan.
Tak menanggapi perkataan Fatma Ikhsan terus diam padanya dia sama sekali belum mau berbicara pada Fatma saat ini. Ikhsan benar-benar merasa di permainkan oleh Fatma.
" Anton, putar balik. " pinta Ikhsan
" tapi pak,? meeting nya.? " jawab Anton ragu
" Anton.! putar balik sekarang. " bentak Ikhsan dia benar-benar di kendalikan dalam emosi yang besar.
" astaga, apakah gadis ini yang berhasil mencuri hati pak Ikhsan. dia cantik sepertinya juga baik. tapi dia masih terlalu polos sebenarnya atau mungkin..? entahlah.. " batin Anton bingung.
mobil mulai berjalan Fatma masih terus menatap sepeda dan dagangannya dengan ngilu. hanya itu barang yang ia punya untuk mencari makan bagaimana dia bisa meninggalkan itu begitu saja. bagaimana dia bisa makan besok.
sedangkan Ikhsan pun sama menatap luar dari kaca yang berbeda. mereka memang duduk berdampingan namun mereka saling diam dan duduk dekat pintu masing-masing
" Pak. bagaimana dengan dagangan Fatma, pak..!! teriak Fatma. Fatma benar-benar sedih dengan perlakukan Ikhsan. niatnya tadi hanya untuk bersenang-senang saja namun harus berujung dengan hal yang sedemikian rupa.
" Pak..!! teriak Fatma dan masih terus menatap sepeda nya dari kaca belakang dan bergiliran menatap Ikhsan yang masih berwajah kesal.
" Pak..!! teriak Fatma lagi.
" Fatma diam.!! itu hanya sepeda butut dan juga dagangan murahan.! bukan emas atau intan yang bernilai. " ucap Ikhsan dengan kasar.
Deg..
Hati Fatma begitu sakit mendengar kata-kata Ikhsan memang benar itu bukan barang berharga, bukan emas, intan atau sejenisnya tapi dengan dagangan yang murahan itulah Fatma bisa hidup sampai sekarang. bahkan hidup Fatma benar-benar tergantung pada barang yang di anggap Ikhsan murahan.
" Tuan hentikan mobil nya. tuan berhenti.!! teriak Fatma. air mata nya benar-benar tak bisa di bendung lagi hatinya terlalu sakit dengan kata-kata Ikhsan barusan.
" Tapi Mbak..? ragu Anton
" berhenti saya bilang. berhenti..!! teriak Fatma sembari berkali-kali mengusap air mata nya dengan kasar.
" jalan Anton. jangan pernah berhenti. " ucap Ikhsan
" baik Pak. "
" berhenti atau saya akan loncat dari sini. berhenti. " teriak Fatma
" Fatma.!! kamu jangan gila kau mau loncat hanya karena barang sepele itu, hahh!!. bentak Ikhsan yang masih saja belum bisa mengontrol emosinya.
" Fatma tau Pak. itu hanya barang sepele, itu juga bukan barang berharga seperti yang Bapak bilang. tapi Bapak harus tau hanya dengan itu lah aku bisa hidup sampai sekarang.! hanya dengan barang sepele itu lah aku masih bisa bernafas sampai sekarang..
" aku tau Bapak orang yang kaya, harta Bapak juga berlimpah makanya Bapak tak pernah bisa menghargai barang yang hanya sepele itu..
" hidup Fatma sudah tergantung dengan hal yang sepele itu Pak . jadi tampa itu bagaimana Fatma akan tetap hidup, bagaimana Fatma akan bisa bernafas untuk besok, bagaimana Fatma bisa mengisi perut hanya untuk bertahan hidup Pak. bagaimana..!!!
" Fatma.. " lirih Ikhsan
Ikhsan benar-benar sangat menyesal perkataan yang begitu tak terfikir terlebih dahulu saat ia keluarkan begitu menyakiti hati Fatma . Ikhsan benar-benar merasa orang yang paling bodoh sekarang. orang yang tak bisa menjaga lisannya dengan baik. lisannya benar-benar telah menggoreskan luka di hati Fatma sekarang.
" Tuan berhenti. atau saya akan loncat sekarang juga. " teriak Fatma frustasi .
" maaf Mbak. " jawab Anton tak bisa berkutik. Anton benar-benar sangat takut dengan Ikhsan. tanpa izin dari Ikhsan mana mungkin dia akan menuruti permintaan dari Fatma.
tekat Fatma begitu bulat dia benar-benar tak bisa berpikir lagi dengan jernih, di dalam otaknya dia harus bisa secepatnya pergi dari mobil itu meskipun harus lompat dan harus mempertaruhkan hidupnya sendiri.
tangan Fatma sudah siap untuk membuka pintu mobil. sontak Ikhsan ya mengetahuinya langsung menghalangi dan terus menahan Fatma untuk tidak loncat.
Ikhsan benar-benar tak berdaya dengan kata-kata nya sendiri bukannya dia menyakiti hati Fatma saja, tapi sekarang melihat betapa hancur dan sakit nya hati Fatma Ikhsan pun juga merasakan nya bahkan air mata Ikhsan pun tak luput ikut menetes dengan tiba-tiba.
" Fatma kamu jangan bodoh. kamu akan menyakiti dirimu sendiri. " ucap Ikhsan dengan panik.
" aku memang bodoh Pak. aku memang benar-benar sangat bodoh. aku orang yang paling bodoh yang akan rela sakit demi barang yang sepele yang aku miliki. " jawab Fatma.
air mata Fatma masih terus mengalir seiring dengan kemarahan nya yang belum juga reda karena perkataan Ikhsan.
pintu mobil sudah mulai terbuka dan fatma pun sudah mulai siap untuk loncat. namun dengan gerak cepat Ikhsan kembali menutup nya dan menarik Fatma hingga sampai ke dalam pelukan nya dan mendekapnya dengan sangat kuat.
" maaf. maafkan aku Fatma, aku terlalu emosi dengan candaan mu, maafkan aku yang tidak bisa memahami mu. maafkan aku. " ucap Ikhsan menyesal.
"hiks hiks hiks..
" bapak benar-benar jahat. Bapak tak bisa mengatakan itu pada Fatma. Bapak sangat keterlaluan. " ucap Fatma di sela-sela tangis dan tangan nya terus memukuli dada Ikhsan dengan brutal.
__ADS_1
" pukul aku Fatma, pukul. pukul sepuas mu jika itu bisa membuat kamu memaafkan ku, pukul. "'ucap Ikhsan pasrah.
" astaga, pemandangan apa ini. ini sungguh pemandangan yang langka seandainya saja Pak Rayyan ada di sini pasti habis tuh Pak Ikhsan kena hajar dari Pak Rayyan. bagaimana pun Pak Rayyan tak akan membiarkan Pak Ikhsan melakukan itu dengan sengaja. itu akan sangat memalukan nama baik keluarga besar." batin Anton. bagaimana pun Anton sangat mengetahui seluk-beluk keluarga Ikhsan jadi itu adalah pemandangan yang mustahil sebenarnya.
" Pak Ikhsan jahat.. " ucap Fatma
" maafkan aku Fatma.kamu benar, aku memang sangat jahat aku sangat jahat hingga aku tak pikir dulu saat bicara. aku tau betul keadaan mu tapi aku dengan sengaja menyinggung semua itu darimu, maafkan aku Fatma, maaf. " batin Ikhsan benar-benar menyesal.
tangis yang tak kunjung berhenti membuat Fatma mengantuk dan akhirnya tertidur di pelukan Ikhsan begitu saja. dan Ikhsan pun tak bisa melakukan apapun kecuali hanya membiarkan posisi yang seperti itu.
" Anton ke perusahaan sekarang. "'pinta Ikhsan
" baik Pak. " patuh Anton
" hari ini aku benar-benar telah melakukan dosa yang sangat besar. aku menyakiti hati seorang perempuan sampai membuat nya menangis dan aku juga telah berdosa karena memeluk perempuan yang tak ada hubungan apapun dengan ku. maafkan aku ya Tuhan, maafkan aku. Astaghfirullah.,. " Ikhsan menutup mata nya dengan penuh penyesalan karena yang telah ia lakukan hari ini.
setengah jam di perjalanan. mobil pun sampai di perusahaan Ikhsan. dan Ikhsan meminta Anton untuk melewati jalan khusus untuk CEO jadi tak ada yang mengetahui kecuali dirinya dan juga Anton saja.
Ikhsan mengangkat tubuh Fatma dan menidurkan nya di kamar khusus miliknya. kamar yang dulu di bangun khusus untuk Tasya dan sekarang sudah beralih menjadi miliknya.
" Anton. tolong rahasiakan kejadian hari ini dari siapapun. termasuk dari keluarga ku sendiri. " pinta Ikhsan
" baik Pak. sesuai permintaan Anda. "'jawab Anton.
" pergilah. dan ya, pesankan makanan untuk kami. setelah itu kamu urus sepeda dan dagangan milik Fatma" ucap Ikhsan
" Baik Pak.pak maaf, bagaimana dengan kerja sama dengan perusahaan SS. " tanya Anton
" bukan perusahaan kita yang menginginkan kerja sama ini. jadi biarkan mereka yang berinisiatif sendiri jika mereka memang menginginkan nya. " jawab Ikhsan.
" baik Pak. saya permisi. " pamit Anton dan segera pergi menjalankan tugas.
" Hmm... "
Ikhsan terduduk lemas di kursi kebesaran nya sembari mata menatap langit-langit. penyesalan akan kata-kata nya sendiri begitu terasa membekas.
penyesalan Ikhsan benar-benar terasa oleh dirinya sendiri. bagaimana nanti dia akan minta maaf pada Fatma. apa kah mungkin bisa di maafkan.?
hingga hampir maghrib tiba Fatma belum juga bangun. mungkin karena tidur di kasur yang nyaman jadi tidur nya semakin lelap atau mungkin karena lelah dia menangis tadi.
baru saja Ikhsan membuka sajadah nya dan akan dia gelar terdengar teriakan Fatma yang begitu keras Ikhsan pun berlari menghampiri Fatma karena sangat khawatir.
"'Akkkk....!!!
" Fatma..!!
Fatma melompat turun dari kasur saat dia terbangun dan menyadari dia tidur di tempat yang bukan miliknya sendiri. bahkan dia tidur di tempat yang sangat empuk dan tak biasa.
" Fatma..!! teriak Ikhsan
mata Ikhsan melihat kepanikan Fatma yang sangat panik itu. apa yang membuat Fatma dalam keadaan seperti itu, apa mungkin Fatma mimpi buruk.? atau ada binatang berbahaya yang mengganggu tidurnya.? pikiran Ikhsan benar-benar kalut akan Fatma.
" Fatma ada apa.? tanya Ikhsan bingung.
Fatma menoleh ke arah Ikhsan. wajah Ikhsan sangat terlihat lucu saat panik. " Pak, ini Fatma dimana.? tanya Fatma polos
" kamu di tempat ku, Fatma. kenapa kamu teriak.? tanya Ikhsan menelisik.
" Akkkk..!! lagi-lagi Fatma kembali teriak.
" Fatma ada apa.? apa kamu mimpi buruk.? apa ada binatang yang menggigit mu.? tanya Ikhsan dan Fatma hanya menggeleng " terus.?
Fatma menutup kedua matanya dengan telapak tangan membuat Ikhsan mengernyit karena bingung. " bapak nggak apa-apain Fatma kan.? tanya Fatma
Ikhsan tersenyum kecil sembari menggelengkan kepalanya " tidak.! emang apa yang bisa aku lakukan pada orang tidur.? jawab Ikhsan
" ya.. ya mungkin Bapak mengambil kesempatan dalam kesempitan gitu. bapak kan laki-laki Fatma perempuan bisa jadi..?
pletakk...
Ikhsan menyentil kening Fatma dengan keras membuat Fatma meringis sakit. " pak..!!
" jangan berpikir aneh-aneh Fatma. aku masih punya moral, buat apa aku melakukan itu padamu, lagian kamu bukan pacarku, seandainya kamu pacarku itu juga belum cukup untuk aku melakukan nya. aku hanya membutuhkan istri untuk melakukan itu. "jawab Ikhsan enteng.
" Huff.. syukur lah" ucap Fatma begitu lega.
__ADS_1
" Hmm... kasur bapak empuk banget. tapi kenapa malah badan Fatma sakit semua ya. ternyata tidur di kasur yang empuk gini tidak menjamin bangun badan nya enak. nyatanya Badan Fatma kayak remuk begini. " ucap Fatma
" masak sih .? biasanya orang kalau tidur di kasur empuk badan nya enakan. tapi kenapa kamu tidak.! oh jangan-jangan banyak dosa kali tuh.. " gurau Ikhsan
" enak aja banyak dosa.!! emm tapi mungkin sih.? jawab Fatma polos
" tuh kan.! sekarang mandi sana dari jauh saja bau mu sungguh menyengat. cepat mandi.! pinta Ikhsan
Fatma pun langsung mengendus-endus tubuhnya sendiri. dan membuat Ikhsan kembali tersenyum.
" tidak bau gini. hidung bapak aja yang banyak dosa.! ucap Fatma
" ehh... " terkejut Ikhsan. " tuh di almari ada baju kamu pilih saja untuk kamu pakai sekarang mandi dan aku tunggu di luar untuk sholat Maghrib. " terang Ikhsan
" di sini ada baju perempuan.? ih.! bapak pasti suka bawa perempuan ya ke sini.?
" tidak pernah Fatma tapi kecuali kamu. cepat lah. " suruh Ikhsan
Ikhsan keluar dari kamar itu sebelum Fatma kembali protes lagi. bisa-bisa waktu maghrib akan habis kalau terus berdebat dengan Fatma.
benar saja Fatma melakukan apa yang di perintahkan oleh Ikhsan padanya. dia mandi dan memakai salah satu baju yang ada di sana. sebenarnya Fatma ragu saat mau memakai salah satu baju dari sana. baju yang sangat bagus dan juga terlihat sangat mahal.
pertanyaan di benak Fatma adalah, milik siapa baju yang begitu banyak itu.?
Ikhsan dan Fatma pun menjalankan sholat berjamaah. dengan Ikhsan sebagai Imam nya. sungguh terlihat harmonis mereka berdua bisa sholat berjamaah di kamar Ikhsan.
" pak. " panggil Fatma dan Ikhsan pun menoleh dan duduk menghadap Fatma
" Hmm.. " jawab Ikhsan
Ikhsan begitu gugup saat Fatma tiba-tiba meraih tangan Ikhsan dan mencium punggung tangan nya. jantungnya kembali berdetak dengan kuat. Fatma sungguh membuat nya kehilangan mental.
" bapak kenapa.? tanya Fatma bingung. melihat expresi wajah Ikhsan siapapun pasti akan bingung.
" ke-kenapa kamu mencium tangan ku.? tanya Ikhsan gugup.
" bapak kan guru Fatma. bukankah guru sama dengan orang tua, jadi nggak salah dong kalau Fatma mencium tangan orang tua Fatma. " jawab Fatma enteng.
" apa kamu juga sering mencium tangan guru yang lain juga.? tanya Ikhsan
" tidak..
" kenapa.?
" ya karena Fatma belum pernah sholat bareng mereka Pak, jadi belum pernah sih. " jawab Fatma
" syukur lah kalau begitu.!
" lah.! emang kenapa, pak.?
" tidak apa-apa. dan lebih baik jangan ok. "
" kenapa Pak,? nggak boleh ya.? ya maaf deh kalau nggak boleh. besok-besok Fatma nggak akan ulangi lagi. " menyesal Fatma
" bukan begitu maksudnya Fatma.! syukur karena kamu belum pernah menyentuh mereka. semoga tidak untuk selamanya. "
" Pak.
" Hmm..
" kenapa.?
" tidak.! cepat bereskan lalu makan. setelah itu aku antar kamu pulang. " ucap Ikhsan
" siap Pak.. " jawab Fatma girang.
πΎπΎπΎπΎπΎπΉπΉπΉπΎπΎπΎπΎπΎ
ππππππππ
dukung terus ya. πππ
__ADS_1
oke..