
Aisyah kembali ke rumah Marco dengan mengendap-endap, sama seperti saat mereka berdua pergi dari rumah itu dan pulang untuk menjenguk Airin yang sedang sakit.
Baru beberapa langkah mereka berdua masuk teriakan Marco begitu menggema di telinga nya. " Dari mana kalian!!" teriak nya yang terduduk di sofa dengan setengah tak sadar.
Marco beranjak dari duduknya, berjalan dengan sempoyongan mendekati keduanya yang masih terkejut hingga sekarang keduanya terdiam dan menatap Marco yang semakin dekat.
" Dari mana kalian " Racau Marco tidak jelas.
keduanya terdiam dengan wajah menunduk namun beberapa detik keduanya mendongak dan mengubah expresi wajah nya menjadi lebih tenang dan tak ada ketegangan sedikit pun.
" Abang jelek bosan hidup ya,! bukannya minuman itu perlahan-lahan akan membunuh Abang jelek, kenapa masih saja di minum! sini berikan pada putri"
Aisyah menarik paksa botol wine dari Marco, hingga botol itu langsung terlepas dari tangan Marco.
" Siapa kau berani mengatur ku, kau hanya orang asing. kau hanya orang yang numpang berteduh di rumah ku dan menumpang makan gratis karena kau kau tak mampu untuk mendapatkan makan di luar, iya kan! hemm.. " Marco tersenyum sinis jarinya menunjuk Aisyah dan Shelvia bergantian.
Aisyah dan Shelvia sedikit bingung, tadi saat mereka berdua pergi Marco belum pulang dan sekarang saat mereka berdua pulang Marco sudah setengah tak sadar karena minuman haram.
" Seharusnya kalian itu pergi selamanya, jangan kalian kembali aliran kalau sudah keluar dari rumah ku. " ucap Marco yang suara nya semakin tidak jelas.
" Abang jel.......
Brukkk....
Marco terjatuh dan benar-benar tak sadar sekarang namun dia masih terus meracau tak jelas.
" Gadis itu yang menggoda ku, bukan salah ku. aku tidak bersalah kalau aku melakukan nya padanya. aku tidak bersalah kan? " racau nya tidak jelas.
Aisyah dan Shelvia terdiam berfikir dengan keras apa yang telah Marco lakukan pada gadis itu, tapi gadis siapa? Aisyah dan Shelvia mengernyit bingung dan saling lempar pandang.
" Aisyah, sepertinya kita juga harus menemukan siapa gadis itu, dan apa yang Bang Marco lakukan padanya, iyakan? " tanya Shelvia.
Aisyah menoleh sembari mengangguk. benar yang di katakan Shelvia Mee harus mencari tau siapa gadis yang di bilang Marco barusan dan apa yang terjadi di antara mereka berdua.
" Kakak benar, Kita harus mencarinya. Jika Bang Marco telah berbuat kesalahan Bang Marco harus bertanggung jawab, dan itu harus" ucap Aisyah menegaskan.
Terdengar langkah yang semakin mendekat pada keduanya, dan semakin lama langkah nya semakin cepat bahkan sampai berlari.
" Astaghfirullah, Abang!! " pekik Farel yang langsung berjongkok di hadapan Marco yang tak sadarkan diri.
Farel begitu bingung apa yang telah terjadi pada Abang nya, dan botol yang di sebelah Aisyah membuat Farel semakin tak percaya bahkan Farel malah menyalahkan dirinya sendiri karena tak mengetahui yang di lakukan Marco.
" Apa Abang Marco habis minum? " tanya Farel
Aisyah dan Shelvia pun langsung mengangguk mengiyakan, meskipun mereka tak melihat secara langsung Marco meminumnya tapi saat mereka datang botol yang isinya hanya tinggal sedikit itu berada di tangan Marco.
" Seperti nya begitu Kak " jawab Shelvia.
" Astaghfirullah Bang,! itu minuman Haram!! kenapa Abang masih saja meminumnya " ucap Farel tak habis pikir.
Farel berusaha membangunkan Marco tapi seperti nya tak bisa, berkali-kali Farel menggoyangkan tubuh Marco dengan kasar tapi tetap saja tak berpengaruh dan hanya racauan Marco yang kembali keluar.
" Mana mungkin aku bertanggung jawab padamu, kamu yang menggoda ku. kamu yang terlalu cantik di mataku, hemm" Ucap Marco tak sadar.
" bukankah kita impas kan sekarang, kamu bisa mendapatkan Uang dari ku dan aku mendapatkan kenikmatan atas mu. hahaha aku tidak salah kan " Racau Marco semakin membuat ketiga nya ternganga.
" kau itu sama saja seperti yang lain, hanya tergila-gila dengan uang saja. tapi seperti nya kau lebih pintar dari mereka, oh kau adalah wanita ular yang akan mematok mangsa yang kaya raya, iya kan. Kau pura-pura tak membutuhkan uang dan mengembalikan padaku dan sekarang kau minta aku tanggung jawab, hemm.... jangan harap "
Farel semakin bingung perbuatan apa yang Abangnya lakukan untuk orang yang ada di dalam kata-kata nya barusan. Farel terus saja menggoyangkan tubuh Marco tapi tak berpengaruh.
" Bang, bangun Bang.!! apa yang Abang lakukan pada orang itu!! katakan pada Farel, Bang. katakan,!!
Mendengar teriakan Farel mata Marco terbuka namun hanya sayu-sayu Marco melihat wajah Farel, " aku hanya bersenang-senang dengan gadis itu Farel, kami hanya bersenang-senang. Kami hanya menghabiskan waktu semalam saja tidak lebih" jawab Marco yang kembali sadar meskipun hanya setengah saja.
__ADS_1
" Senang-senang,? semalam? apa maksud Bang Marco.. " batin Farel bingung.
" siapa gadis itu Bang,! siapa gadis yang Abang hancurkan kali ini!! teriak Farel.
Tak mungkin gadis itu dengan senang hati memberikan Mahkota nya demi Abang nya, Farel sudah benar-benar kenal dan paham kelakuan bejat Abang nya yang bukan hanya satu dua gadis saja yang dia sentuh tapi sudah cukup banyak.
" Dia... dia sangat cantik, dia adalah......
Ucapan Marco kembali terhenti dan sepertinya sekarang benar-benar tak bisa lagi untuk di bangunkan, Marco tak sadarkan diri karena minuman Haram tersebut.
" Siapa dia Bang!! siapa.?!!..
" kak, sepertinya akan percuma deh. Bang Marco tidak akan bangun lagi sekarang. " ucap Aisyah yakin.
" Iya Kak. Bang Marco sudah benar-benar tak sadarkan diri," imbuh Shelvia.
Farel hanya bisa menatap miris Abang nya yang masih terus-terusan dengan dunianya yang gelap. bukan hanya dengan minum-minuman yang di haramkan itu tapi sering juga Abang nya melakukan kejahatan di mana-mana.
Farel menitihkan air mata nya namun dia sembunyikan dari Aisyah dan Shelvia. Dia sangat malu karena belum juga berhasil membujuk Marco yang sudah terlanjur terjerumus dalam genangan dosa.
" kenapa kalian hanya berdiri saja di sana, cepat angkat Abang ke kamar,!! perintah Farel kepada para pengawal yang sedari tadi hanya berdiri terdiam sembari melihat saja.
" Iya tuan" jawab nya
Dua orang langsung membangunkan tubuh Marco di bawanya ke kamar dengan mereka papah.
Farel berdiri memunggungi Aisyah dan Shelvia rasanya tak sanggup menatap mereka karena malu dengan apa yang terjadi hari ini.
" Kak Farel jangan terlalu di pikir kan. kita akan membantu Kak Farel kok untuk bisa membuat Abang Marco menjadi baik lagi. " ucap Aisyah dengan lembut dan begitu meneduhkan.
" Iya kak, Aisyah benar. " imbuh Shelvia.
" Terima kasih. " jawab Farel namun masih tak mau berbalik dan malah memutuskan untuk pergi dari hadapan Aisyah dan Shelvia " kakak mau sholat, kalian istirahat lah " imbuhnya lalu melangkah pergi.
Aisyah dan Shelvia menatap punggung Farel yang semakin jauh. perbedaan yang sungguh jauh di antara adik kakak itu, yang satu begitu taat agama sedangkan yang satu begitu jauh akan Agama.
" iya, tapi nggak usah gitu juga kali lihat nya. awas,, nanti zina mata" ucap Shelvia mengingatkan.
" Iya-iya,!! Aisyah tau."
πΎπΎπΎπΎπΎ
Pagi yang begitu indah begitu juga dengan suasana hati Airin yang langsung membaik setelah semalam di jenguk oleh Aisyah dan Shelvia.
Bahkan David sendiri juga sangat heran, pas dia pulang dia langsung menyusul tidur di sebelah Airin setelah bersih-bersih dulu, dan tak membangunkan Airin karena istri nya begitu pulas saat tidur.
Namun sekarang setelah David bangun sudah tak melihat Airin di sisinya dan selang infus pun sudah terlepas dari tangannya.
" Airin di mana? " bingung David secepatnya beranjak dan mencari-cari keberadaan Airin. " Ma, Mama!!"teriak David.
David memeriksa kamar mandi namun kosong tak ada siapapun di dalam, David pun putuskan untuk keluar dan mencari di daerah sekitar mungkin dia akan menemukan nya.
" Ma, Mama.!!
David terus saja berteriak berjalan dengan tergesa-gesa melihat sembarang arah.
" ada apa David? " tanya Fahmi yang duduk bersantai di ruang tengah dengan membaca kitab dan di temani dengan secangkir kopi dan pisang goreng.
David berhenti di hadapan Fahmi dan menanyakan keberadaan Airin tentunya "apa Abi melihat Airin?" tanya David.
" Airin, Airin ada di dapur dengan Bunda. katanya mau bantuin Bunda buat sarapan " jawab Fahmi.
Mata David terbelalak mulutnya menganga tak percaya, bagaimana bisa Airin membantu Bunda nya untuk membuat sarapan? padahal untuk berjalan saja tidak mampu kemarin.
__ADS_1
" Masak sih Abi? " ucap David tak percaya.
" Bahkan Abi lebih tak percaya daripada kamu Dav, tapi emang itu kenyataannya. Tapi Alhamdulillah lah sekarang Airin sudah kembali sehat dan sepertinya dia sudah mulai menerima takdir nya. " terang Fahmi.
David masih saja tak percaya sebelum dia melihat nya sendiri. " David ke dapur dulu Abi" David bergegas pergi memastikan apa yang Fahmi katakan, apakah itu semua benar?
" Hm" Fahmi mengangguk menatap David sekejap mengiringi langkah David yang semakin menjauh.
*****
" Sayang, kamu benar-benar sudah sehat? " tanya wanita yang sudah lanjut usia pada Airin, siapa lagi kalau bukan Tasya.
Airin mengangguk dan tersenyum sembari tangannya sibuk membantu Tasya mengupas bawang untuk membuat sarapan. " Airin sudah baik-baik saja Bunda." jawab Airin.
Meskipun Airin hanya duduk saja dan tidak berdiri karena masih sangat lemah tapi dia lebih baik dari kemarin, semangat hidup nya benar-benar telah kembali dalam waktu yang sangat singkat.
Tasya berjalan mendekati Airin, rasanya aneh saja karena Airin tiba-tiba sembuh dan bisa mau bicara dan tersenyum lagi.
" Bunda hanya merasa aneh saja" ucap Tasya yang benar-benar bingung.
Airin kembali menarik senyum nya sembari menatap Tasya yang duduk di hadapan nya.
"' aneh kenapa Bunda?
" ya aneh saja karena kamu tiba-tiba sembuh dan semangat seperti ini? obat apa yang membuat kamu sembuh secepat ini? " tanya Tasya heran.
" tidak ada yang aneh Bunda. Airin hanya sadar kalau kejadian semua ini memang ada sutradaranya dan semuanya harus di terima dengan lapang dada dan ikhlas kan Bunda? kalau untuk obat, Allah memberikan obat yang paling mujarab untuk Airin. " jawab Airin dengan senyum mengembang dan tatapan yang lurus ke depan.
"apa maksud Airin? apa ada yang dia sembunyikan. lagian tidak mungkin juga dia sembuh dengan waktu yang singkat begini kan? " batin Tasya.
tak tak tak...
David berjalan dengan cepat masuk ke dapur dengan khawatir. " Ma,!! " teriak nya memanggil Airin.
Airin dan Tasya menoleh bersamaan melihat David yang sudah masuk dengan nafas terengah. " Ya,! jawab nya spontan.
David duduk di kursi sebelah Airin menatap wajah sang istri yang masih sedikit pucat. " Mama beneran sudah sembuh? " tanyanya tak percaya.
Airin tak menjawab namun hanya mengangguk sebagai jawaban.
" Beneran,? Mama tidak bohongin Papa kan? "
tanya David dan Airin menggeleng.
Airin menggenggam tangan David mencium punggungnya " Mama sudah baik-baik saja, Pa.
Mama Minta maaf ya, karena sudah membuat Papa khawatir " ucap Airin.
David langsung memeluk Airin dengan penuh syukur. Haru dan bahagia bersatu padu di hati David. puji syukur pun tak lupa terlontar dari mulut nya berkali-kali.
" Alhamdulillah,, " gumam nya di barengi dengan tetesan air mata bahagia nya.
Airin melepaskan pelukan nya dari David menghapus air mata suaminya perlahan dengan kepala yang menggeleng " jangan menangis Pa. Bukannya Mama sudah kembali?" ucap Airin.
David mengangguk dan kembali memeluk Airin dengan erat. " jangan bikin Papa khawatir lagi Ma. Mama tidak boleh sakit lagi, "ucap David.
" Iya pa. "
πΎπΎπΎπΎπΎπΎ
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Jaga kesehatan Mama Airin. jangan sakit lagi ya.
__ADS_1
πππ JANGAN LUPA TINGGALKAN : LIKE, KOMEN DAN VOTE NYA YA. ππππ
πππππ