
________
Kembali lagi di dunia halu author yang kekenyangan halu ini. Semoga selalu suka dan selalu bisa menghibur, semua hanya sebuah karangan belaka, jika ada sesuatu yang melenceng itu semua tidak berniat untuk menyinggung siapapun, Semuanya semata-mata hanya untuk bersenang-senang..
____________
Happy Reading....
________________
Akhsan dan Ikhsan masih saja bingung dengan apa yang di dia dengar dari Rico saat dia tak sadarkan diri. Keduanya juga masih belum percaya kalau yang di maksud Rico adalah Aisyah adiknya sendiri.
Di dalam perjalanan pulang Keduanya terus diam namun otaknya memikirkan hal yang sama. Berbeda dengan para istri mereka mereka tengah asyik membicarakan kehamilan Kairi yang semakin terlihat. Bahkan Fatma terus mengelus perut Kairi dengan pelan namun rasanya begitu gemas.
" besok kamu kalau hamil juga akan senang seperti ku, apalagi kalau dedek nya udah mulai bergerak dan menendang, itu akan terasa sangat menyenangkan " ucap Kairi dengan girang.
" benarkah! wah seru ya. Seandainya udah lulus pasti aku kepengen juga " jawab Fatma dengan sedikit sedih.
" jangan sedih begitu, tujuh bulan bukan waku yang lama. " ujar Kairi lagi.
Fatma terus mengelus perut buncit Kairi seakan-akan dia sudah sangat ingin merasakan hamil seperti yang di rasakan Kairi sekarang.
Benar kata Fatma kalau dia sudah lulus pasti Ikhsan juga akan berjuang penuh untuk membuat nya hamil, tapi ini belum saatnya. Masih ada tujuh bulan lamanya mereka berdua harus bersabar.
Lagian usia Fatma juga masih sangat kecil Ikhsan takut kalau akan membahayakan keselamatan Fatma nantinya jika harus hamil dan melahirkan di usia yang masih sangat muda.
" tuh dek. Fatma udah kebelet banget pengen hamil juga. Apa kamu tidak akan memberikan yang dia minta? " ucap Akhsan.
Ikhsan menggeleng tak percaya, ini hanyalah ejekan saja yang Akhsan keluarkan untuk nya. Bagaimana tidak, bahkan Akhsan sendiri yang akan menghukum nya jika membuat Fatma hamil selama masih sekolah.
" Ternyata abang ku udah mulai pikun " celetuk Ikhsan.
" siapa yang pikun? "
" Abang, siapa lagi, aku? nggak mungkin lah " jawab Ikhsan.
" Aku nggak pikun Dek. tapi abang hanya kasian aja lihat tuh Fatma yang memelas begitu " jawab Akhsan.
__ADS_1
Benar juga kata Akhsan, Ikhsan pun juga kasian sebenarnya melihat Fatma sekarang yang sangat menginginkan akan hal itu, tapi mau bagaimana? Fatma tidak akan mungkin mogok sekolah begitu saja hanya karena hamil. Dan semua guru dan teman-temannya di sekolah juga belum mengetahui kebenarannya hanya Rico saja yang sudah tau.
Ikhsan menoleh ke belakang, melihat Fatma yang masih terus mengelus perut Kairi yang buncit.
" Sabar Fatma.Kita masih harus bersabar selama tujuh bulan, siapa tau kelak kita diberikan kepercayaan pada Allah langsung dia, atau mungkin tiga " gurau Ikhsan mencoba mengalihkan Fatma supaya tidak terlalu fokus dengan kehamilan.
" langsung tiga? " jawab Fatma " emangnya Mas Ikhsan yang mau hamil? " imbuhnya.
" kok aku. Tapi seandainya bisa mah nggak masalah. Kalau bisa, sekarang pun jadi kalau aku yang hamil " ucap Ikhsan lalu terkekeh.
" mimpi di siang bolong , hem.. " Akhsan menyunggingkan bibirnya.
" tak apa lah, hahaha..! " tawa Ikhsan.
" nggak lucu!! " tukas Fatma.
" hahaha... sejarah baru lucu, hahaha...! " giliran Akhsan yang tertawa saat ini.
🌾🌾🌾🌾🌾
Meskipun ada beberapa ruangan yang hancur namun masih banyak yang masih utuh termasuk semua Pendopo untuk para Ustadz dan juga asrama untuk para santri. Semuanya masih berdiri kokoh dan hanya gudang dan juga perpustakaan saha yang hancur dan rata dengan tanah.
Karena semua sudah dipastikan aman para santri dan para ustadz lain pun sudah kembali ke sana mereka saling bahu membahu untuk membersihkan dan membereskan semua kekacauan ini, dan tentunya tetap menjalani belajar mengajar meskipun waktunya di kurangi.
Fatma dan Kairi sekarang tengah istirahat setelah pulang dari rumah sakit, sementara Akhsan dan Ikhsan, mereka berdua terus memantau perkembangan pembangunan.
Keduanya sangat puas dengan pembangunan yang begitu cepat, mereka juga sangat mempercayakan semuanya pada orang yang benar-benar di bidangnya.
Selesai meninjau semua pembangunan mereka berdua langsung kembali ke kamar masing-masing dan tentunya untuk menyusul para istri mereka untuk istirahat. Sudah dia hari ini mereka juga tidak bisa istirahat dengan benar dan kali ini mereka benar-benar merasa sangat lelah.
Akhsan masuk dengan pelan ke kamar nya dan mendapati kairi yang begitu sangat pules dalam tidur nya. Akhsan segera ikut bergabung di sebelah Kairi, membaringkan tubuhnya dan juga memeluk Kairi sebelum dia memejamkan matanya.
Tak lupa doa pun Akhsan panjatkan meskipun untuk istirahat siang, semuanya pasti akan dalam lindungan Allah jika dia selalu mengingat-Nya di setiap keadaan apapun.
Tak lama Akhsan pun juga langsung menyusul Kairi ke dunia mimpinya dalam tangan yang memeluk Kairi dri belakang dan sesekali dua akan mengelus perut Kairi saat dia sedikit sadar.
Begitu juga dengan Ikhsan, dia juga melakukan hal yang sama seperti Akhsan, menyusul istrinya yang tengah pulas dalam hidup nya.
__ADS_1
Namun Ikhsan gak mudah begitu saja untuk memejamkan matanya, dia agak kesusahan untuk itu.
Ikhsan masih terus berusaha untuk bisa memejamkan matanya, meski doa sudah dia lantunkan namun tetap saja dia belum berhasil untuk tidur.
Fatma yang merasa terganggu langsung menggeliat, dia membalikkan tubuhnya dan perlahan membuka matanya.
" Mas kenapa? " tanya Fatma.
" tidak apa-apa " jawab Ikhsan.
Meskipun masih sangat mengantuk Fatma malaikat berusaha sekuat tenaga untuk membuka matanya. Fatma menatap wajah Ikhsan dan membuat nya bingung.
" ada apa? " tanya Ikhsan.
" Mas, bagaimana seandainya Fatma tidak bisa memberikan Mas seorang anak, apa Mas akan meninggalkan Fatma " tanya Fatma yang begitu takut.
Bayangan akan hal itu selalu terngiang di kepala Fatma, Fatma hanya pernah mendengar jika seorang yang selalu menunda untuk hamil pada akhirnya dia akan susah untuk bisa hamil, Dan Fatma sangat takut jika itu semua akan terjadi kepada dirinya.
" ssttt.... jangan bicara seperti itu Allah pasti akan memberikan kita keturunan jika memang sudah waktunya, kamu tenang saja, yang terpenting untuk sekarang kamu harus belajar yang benar dan juga bisa lulus dengan nilai yang bagus. Dan jangan sampai kamu tidak lulus dan akan mengulang satu tahun, karena itu akan membuat kesempurnaan keluarga kecil kita akan menjadi terhambat apa kamu mengerti " terang Ikhsan.
" tapi Mas beneran nggak akan ninggalin Fatma kan? "
" tidak sayang. Mas akan selalu bersama mu, dan hanya kamu yang akan selalu bersama Mas, untuk selamanya " jawab Ikhsan.
" sejarah tidurlah. "
Ikhsan langsung memeluk Fatma dengan erat dan Fatma langsung menyembunyikan wajahnya di dada Ikhsan.
Posisi yang sangat nyaman untuk keduanya membuat mereka bisa tidur dengan cepat.
Kebahagiaan memang harus di perjuangkan, meskipun terkadang buntu dan terasa tak lagi ada jalan namun semuanya akan tetap ada jalan yang terbaik jika kita benar-benar menginginkan nya.
Semua pasti akan datang di waktu yang tepat dan akan terjadi sesuai kehendakNya. Rasa manisnya akan bisa di rasakan saat kepahitan itu telah habis kita rasakan. Bahkan sesuatu yang manis pun akan tetap terselip rasa pahit untuk pelengkap, dan semua akan menjadi nikmat bila kita ikhlas.
______
Bersambung...
__ADS_1
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾