
" Hoammm" Mulut Fatma melebar sempurna, otot nya di renggang kan dari rasa lelah yang begitu terasa saat bangun tidur. matanya menatap jam dinding tak jauh dari tempat nya tidur. " What,,!! aku kesiangan, ! kenapa Mas Ikhsan tidak membangunin ku. " Fatma cepat-cepat beranjak, waktu sudah menandakan pukul lima pagi dan dia harus menjalankan sholat subuh juga.
Fatma berlari ke kamar mandi dengan wajah cemberut dan terus mendengus kesal, mungkinkah Ikhsan masih marah karena tadi malam.? bisa-bisa gagal sudah dia cerita tentang Aisyah pada Ikhsan, " Mas Ikhsan nih dendam sama aku kah.? tumben ninggalin aku ke masjid tanpa membangunkan ku dulu. "Fatma terus menggerutu dengan tangan mengambil sikap gigi dan juga pasta gigi.
" Hilang sudah pahala 27 ku, dan hanya tinggal satu saja. bagaimana kalau sholat ku tidak bisa fokus,? maka satupun gak bisa aku dapat kan. ihhhh,,,!! Mas Ikhsan beneran telah melupakan ku. " gerutunya tiada henti.
Sholat dua rakaat Fatma jalankan seorang diri di kamar, entah akan mendapatkan satu pahalanya atau tidak hanya Allah yang tau, tapi yang jelas pikiran nya tidak bisa tenang dan terus memikirkan dari rumah sakit mana Fatma akan mencari Aisyah nanti nya.
" Ya Allah, tunjukkan lah jalan padaku jika Aisyah dan Shelvia masih hidup, cepat pertemukan aku padanya hari ini juga " doa nya sungguh-sungguh dengan menengadahkan kedua tangannya menghadap atas.
Fatma terus menunggu Ikhsan pulang dari masjid namun gak kunjung dia datang, Fatma memeriksa semua barang-barang Ikhsan dan membuat nya terkejut, semuanya tidak ada. dari semua berkas, laptop dan juga tas nya sudah tidak ada, berarti Ikhsan sudah pergi saat Fatma masih tertidur " Fixs,, Mas Ikhsan marah besar padaku. "
" siapa suruh nggak mau mendengarkan cerita ku. seandainya mau dengar pasti nggak akan salah faham kan.? meskipun bersama dan tidak dengan Mas Ikhsan aku harus mendatangi semua rumah sakit di kota ini. aku akan lebih dulu ke rumah sakit terdekat dari tempat Rico melihat mereka. " tekat Fatma sudah bulat, bahkan hari ini Fatma tidak berniat untuk ke sekolah dan akan fokus mencari Aisyah saja.
Tak seperti biasanya sesudah membantu di dapur dan setelah berpakaian rapi Fatma akan sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat sekolah, tapi sekarang sudah lengkap dengan seragam sekolah nya Fatma hanya pamit dengan Kairi saja untuk pergi. Bahkan Fatma tak cerita akan tujuan nya pada siapapun termasuk pada Kairi juga.
" Fatma, semangat,,!! tekatnya.
🌾🌾🌾🌾🌾
" Loh,! dimana Ikhsan dan Fatma.? Tanya Rayyan sembari mulai merahapi sarapan seperti biasanya, " mereka udah berangkat tanpa sarapan,? tanyanya lagi.
Akhsan dan Kairi menghentikan acara sarapan nya menoleh ke Rayyan yang begitu terkejut tak seperti biasa" entah lah Pa, tapi tadi sepertinya Fatma berangkat sendiri dengan taksi.? jawab Akhsan dengan jelas.
" dengan taksi.? apa mereka sedang ada masalah.?
Akhsan hanya menaikan bahunya tidak tau.
" sudah ya pa, kami berangkat. " Akhsan dan Kairi mencium punggung tangan Rayyan dan Keisha.
" Ma, pa, Faisal juga berangkat.? pamit sekalian Faisal melakukan hal yang sama seperti Akhsan.
" Hm. " Rayyan mengangguk, " pelan-pelan saja jangan nyebut-ngebut kasihanilah nyawa kalian." celetuk Rayyan, nasehat yang bikin bergidik ngeri sebenarnya tapi itulah Rayyan.
****
Kairi turun dari mobil Akhsan dengan cepat, setelah Akhsan membukakan pintu mobil nya dan menyuruh nya turun. Dengan senyuman yang manis Kairi selalu menerima perhatian Akhsan yang selalu membuat nya tersanjung " Terimakasih, " ucapnya penuh syukur.
" Aku mau ke ruangan ku dulu, kamu mau ke kelas, atau mungkin mau ke perpus.? tanya Akhsan
" ke kelas Mas, " jawab Kairi dan setelah itu mereka berdua terpisah di jalan yang berbeda.
Akhsan berjalan cepat ke ruangan nya sebelum dia mengajar dia akan ke ruangan nya dulu kembali memeriksa apapun yang dia butuhkan.
Brukk.....
" Nara,,!! pekik Akhsan, setelah mereka bertubrukan dan hampir saja Nara terjatuh. " kamu kenapa.? apa ada masalah.? Akhsan terheran dengan apa yang di lakukan Nara, wajahnya sedikit pucat dan juga nafas nya yang tersengal.
Nara menggeleng gugup, dia tak akan mungkin bercerita apapun pada Akhsan dan akan berakhir dengan kesalahan pahaman pada sahabatnya Kairi, " tidak apa-apa kok pak. saya hanya sedang mencari Kairi saja, Ngomong-ngomong dia dimana.? tanya balik Nara.
Lega perasaan Akhsan, seenggaknya Nara tidak sedang dalam masalah besar. " Kairi ke kelas " jawab Akhsan, dan membuat Nara tersenyum kecil sembari mengangguk.
__ADS_1
" saya pergi dulu pak, permisi, " Nara bergegas pergi dan berlari dengan cepat dari hadapan Akhsan.
Sedikit di buat bingung Akhsan dengan sikap Nara, tapi ya sudah lah semua orang mempunyai privasi masing-masing yang harus mereka jaga untuk dirinya sendiri.
*****
Kairi berjalan tergesa-gesa, niatnya ingin ke kelas namun dia harus ke toilet terlebih dahulu karena panggil alam (....wkwkwk...) " kenapa harus sekarang sih.? gerutunya dengan langkah yang semakin cepat padahal kelasnya hampir dimulai.
Di sebuah persimpangan Kairi begitu terkejut dan akhirnya terjatuh karena di tabrak oleh seseorang " astaghfirullahalazim,,! pekik Kairi lalu menjumputi buku-bukunya yang berserakan di hadapan nya.
Laki-laki yang tak sengaja menabrak Kairi itu membantu nya mengambil semua buku Kairi sisa yang sudah di ambil Kairi, " maaf " sesalnya " saya sedang buru-buru, jadi maaf. " terangnya melirik Kairi sekejap yang masih fokus dan sibuk menata ulang buku-bukunya.
" tidak apa-apa, tapi lain kali berhati-hatilah jangan sampai terjadi lagi " jawab Kairi dengan lembut.
" Nih. " buku laki-laki itu sodorkan pada Kairi dan di terimanya dengan cepat " sekali lagi maaf, "
" Hm. " Kairi mengangguk bukunya langsung kembali dia peluk" terimakasih. "
" boleh kenalan,? tanyanya dengan menyalurkan tangan ke arah Kairi " saya Bryan," ucapnya memperkenalkan.
Kairi tersenyum menangkup kan kedua tangan nya di depan dada. " maaf, saya harus pergi. " bukannya Kairi tak mau memperkenalkan dirinya pada Bryan namun dia hanya tak mau akan terjadi masalah di kemudian hari saja. " permisi, assalamu'alaikum. " Kairi melenggang pergi dari hadapan Bryan.
Bryan menarik tangannya dan menatap kepergian Kairi, " dia berbeda " gumamnya dengan senyum merekah. " aku akan mengenal nya, itu pasti. " sambung nya dengan yakin.
🌾🌾🌾🌾🌾
Ikhsan terus celingukan mencari keberadaan Fatma yang tak kunjung terlihat di matanya, dimana anak itu, semua sudah berangkat bahkan bel sudah berbunyi namun belum juga terlihat batang hidung nya. " kemana dia,? apa dia kumat lagi, dan bolos seperti dulu pagi,? awas saja kalau sampai itu benar " kesal Ikhsan.
Seribu tanda tanya kembali menghasut otak Ikhsan, mau curiga takut dosa, mau tidak curiga tapi nyatanya mereka berdua bisa barengan tidak berangkat ke sekolah.
Ikhsan kembali keluar menghubungi rumah menanyakan Fatma, mungkin Fatma ada masalah dan tidak berangkat ke sekolah, tapi jawaban Rayyan membuat nya hatinya kembali memanas " Kata Kairi tadi Fatma berangkat ke sekolah, bahkan sudah rapi dengan seragamnya. " kata Rayyan dari seberang.
Serasa ingin sekali membanting ponsel nya karena menahan marah, tapi Ikhsan tak ingin gegabah sebelum semuanya jelas kan." Kau harus menjelaskan semuanya Fatma, Semuanya." geram Ikhsan.
Pikiran Ikhsan benar-benar uring-uringan membuat nya tak fokus sama sekali dengan mengajarnya "sial." sesalnya.
🌾🌾🌾🌾🌾
waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh dan sudah enam rumah sakit yang Fatma datangi seorang diri. Fatma seperti seorang pelajar nakal saat ini dengan seragam lengkap dia terus keluyuran di satu rumah sakit ke rumah sakit lain.
" Awas kalau kamu bohong, Rico. kau akan aku tendang ke Mars sana. " kesal Fatma.
Ini adalah rumah sakit yang tujuh yang Fatma datangi dan ini adalah salah satu yang terdekat dari kejadian dimana Rico melihat gadis yang di anggap adalah Aisyah dan Shelvia.
Flashback...
." meninggal,,? satu minggu..? Hahaha,,,!! hidupmu kebanyakan drama sih mis, tapi nggak bakal ngaruh sama gue.. " tawa Rico lebar dan semakin lebar melihat reaksi Fatma yang sangat kesal. " gimana keadaan nya sekarang mis, dia baik-baik saja kan. dia nggak kenapa-napa kan.?
Apa nih maksudnya Rico. " Co, udah nggak waras kamu ya.. "
" mis,, dia di rumah sakit mana, aku pengen jenguk, " ucap Rico sungguh-sungguh.
__ADS_1
" Co.!! mereka itu sudah meninggal satu minggu lalu, jadi mana mungkin kamu melihat nya, apa kamu melihat hantu.? ketus Fatma, " udah deh Co, kalau mau halu jangan ngajak-ngajak, gue ogah. "
" emang hantu bisa tertabrak mobil ya.? bahkan bisa berdarah juga. Bisa di angkat juga sama manusia. " ucap Rico keheranan"masak sih yang aku lihat itu arwahnya, tidak mungkin lah, itu beneran nyata kok. bahkan gadis satunya terus mengomel tidak jelas.tapi bagaimana jika benar itu hantu mereka ,? tidak tidak, itu benar-benar nyata aku yakin dia bukan hantu lagian kakinya juga napak tanah. " melamun Rico.
" Woii...!! teriak Fatma kesal. udah mulai halu nya. "
" Mis, dengar ini baik-baik ya. aku benar-benar melihat mereka, mereka tertabrak mobil di jalan Y dan yang kecil ini terluka parah, darahnya mengalir di kepala belakang nya, sedangkan yang ini dia teriak-teriak dan marah-marah sama yang menabraknya. " Satu satu jari Rico menunjuk foto di tangan Fatma.
" Terus..!!
" saat aku mau menolong nya mereka sudah masuk ke mobil yang menabraknya ya mungkin mereka di bawa ke rumah sakit lah. kalau tidak kemana lagi. " terang Rico sejelas-jelasnya
" kamu nggak bohong kan Co.? tanya Fatma menelisik dengan wajah penasaran nya. " kalau sampai bohong tau sendiri kan apa yang akan kamu dapatkan." ancam Fatma sadis.
" suwer ewer- awer deh mis. " Rico mengangkat kedua jarinya membentuk V. " mata ku ini masih normal masih jelas tanpa dengan bantuan sekaligus. "
" awas kalau bohong.. " Fatma mengacungkan kepalan tangannya ke arah Rico membuat nya geleng-geleng pasrah " Nih akan membuat loh lupa ingatan kalau berani mempermainkan mis,"
" sadis amat loh mis, aku jadi heran deh kok betah ya pak Ikhsan sama perempuan model kayak loh mis,,,,, oh iya mis,? gimana udah gol belum. udah mulai cetak-cetak generasi bangsa belum.? tanya nya nyeleneh.
Plakk...
" apa loh bilang,,!!
" udah jadi belum,? kalau udah kabarin aku ya, aku siap kok jadi baby sister nya. "
mata Fatma melotot terasa ingin keluar saat itu juga. dari mana Rico tau masalah ini apa mungkin Ikhsan yang memberitahu nya.
Rico lari kocar-kacir ketakutan dengan kemarahan Fatma yang seperti akan menelan nya hidup-hidup, " maaf mis,,,!! tapi tetep pesen ya, cepatlah di gol lin kasian pak Ikhsan nya puasa mulu. Hahaha,,,!! tawa Rico puas..
" Ricoooooo,,!!!
Normal....
" Uh,, aku lapar,, " keluh Fatma meremas perut nya kuat, matanya menoleh ke sembarangan arah mencari warung pinggir jalan saja yang lebih dekat.
" Nah tuh ada.. " Fatma berlari dengan girang, matanya melihat penjual bakso granat, lidahnya menjulur keluar "Hmm, sepertinya enak. " pak satu ya, sama es teh juga. " teriak nya memesan.
" Baik neng. "
Fatma menunggu dengan hikmat. matanya melihat mobil dan motor yang berlalu lalang di hadapannya.
Mobil berhenti di depan warung itu. Fatma langsung gemetaran melihat siapa yang keluar dari dalamnya dan langsung menyapanya.
" Heyy manis,,!! sudah lama tidak bertemu."
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Noh siapa yang datang,,,,
__ADS_1
Waspada Fatma..