
Ikhsan menatap Fatma bingung, seharusnya Fatma bahagia karena pulang jalan-jalan dengan teman-teman nya nyatanya dia malah menekuk wajah nya dengan sangat kesal.
Dari Fatma masuk ke mobil Ikhsan hingga sampai rumah Fatma terus diam, dia bungkam seribu bahasa tanpa memperdulikan Ikhsan yang terus bingung akan perubahan sikap nya.
"Kenapa lagi nih anak. tadi dia berangkat happy happy aja, kenapa sekarang wajah nya di tekuk begini.? "' batin Ikhsan bingung
" Fatma, " panggil Ikhsan pelan.
Fatma terus diam dia sama sekali tak melirik apalagi menoleh, matanya terus melihat keadaan setiap jalan yang di lalui.
" Fatma,, kamu marah.?" tanya Ikhsan namun Fatma terus diam.
Ikhsan duduk menghadap Fatma, menatap setiap inci wajah Fatma yang terus di tekuk tak semangat.
" ya elah, di cuekin lagi aku. Fatma,, " panggil Ikhsan.
Tangan Ikhsan ingin meraih dagu Fatma namun Fatma sudah lebih dahulu keluar dari mobil dan berlaku masuk ke dalam rumah meninggalkan Ikhsan.
Ikhsan melihat kepergian Fatma dan dengan cepat dia ikut keluar dan berlari mengejar Fatma. " sebenarnya kenapa lagi sih dengan Fatma. " bingung Ikhsan.
Langkah Ikhsan berhenti sejenak di ruang tengah karena mendengar Akhsan yang memanggilnya.
" Dek " panggil Akhsan dan menghentikan laju kaki Ikhsan.
Akhsan berjalan mendekati Ikhsan namun matanya masih menatap punggung Fatma yang sudah jauh. " kenapa lagi dengan Fatma, kalian adam masalah.? " tanya Akhsan bingung.
Ikhsan menggeleng, " tidak,! " jawabnya dengan jelas. " nanti ya Bang, Ikhsan mau menyusul Fatma dulu. pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan. " seru Ikhsan dan kembali berjalan
" baiklah " jawab Akhsan.
Setelah Ikhsan pergi di saat itu juga Kairi datang dan membawa botol minum untuk di bawah kekuasaan kamar. " ada apa Mas? " tanya Kairi pandangannya mengikuti mata Akhsan.
" tidak ada, sudah minum nya. ?" tanya Akhsan dan Kairi mengangguk. " ya sudah sekarang istirahat lah. ingat kata dokter kamu harus banyak istirahat kan. "
" Iya Mas. " jawab Kairi dan keduanya pun pergi dari sana untuk ke kamar mereka.
🌾🌾🌾🌾🌾
Fatma menaruh tas nya di meja dengan malas lalu duduk di sofa, menyandarkan punggungnya dan menatap langit-langit lalu memejamkan matanya.
Ikhsan duduk di samping Fatma menghadap Fatma, Ikhsan mengambil tangan Fatma mengangkatnya dan menciuminya berulang-ulang.
" kamu kenapa sih, Fatma. apa ada masalah? " tanya Ikhsan.
" tidak.! "
__ADS_1
" tidak mungkin kalau tidak kamu seperti ini, apa kamu marah pada Mas, karena Mas nggak bisa ikut "? tanya Ikhsan.
" pikir aja sendiri." jawab Fatma ketus.
Ikhsan terkikik ternyata sifat kekanak-kanakan Fatma masih saja belum berubah.
Mendengar suara Ikhsan yang terkikik, Fatma membuka matanya dan menoleh menatap Ikhsan dengan cepat. " kenapa ketawa.? " ketus Fatma.
" Kamu lucu kalau sedang marah. " Ikhsan semakin terkikik yang pasti semakin membuat Fatma lebih kesal. " maaf istri ku yang paling cantik, sebenarnya Mas tidak ikut karena Mas dan juga Abang, ingin membuat kejutan untuk ulang tahun Om David. " ucap ikhsan menjelaskan.
" kejutan,? " beo Fatma berbunyi dan langsung menatap Ikhsan terkejut.
" Iya, kejutan. dua hari lagi Om David ulang tahun jadi Mas sama Abang ingin membuat kejutan kecil-kecilan buat Om David. " terang Ikhsan.
" kenapa Mas nggak bilang sih, kan Fatma bisa bantuin, dan yang pasti Fatma tidak akan kesal dan mengacuhkan Mas begini. Maaf " sesal Fatma.
Fatma mengangkat kedua tangan nya menarik telinganya sendiri di hadapan Ikhsan karena begitu menyesal. " maaf "
Ikhsan menurunkan kedua tangan Fatma merengkuh nya dan mendekap nya dalam pelukan nya. " makanya jangan mudah kesal. jangan mudah marah, itu tidak baik. kamu janji tidak akan marah-marah tak jelas lagi "'ucap Ikhsan dan dengan cepat Fatma mengangguk. " bagus. "
🌾🌾🌾🌾🌾
" Dua hari lagi Papa akan ulang tahun, dan sampai sekarang Shelvia bahkan tidak ada kabar sama sekali. apakah dia akan benar-benar menepati janjinya ,? " gumam Airin sembari tergantung dan duduk seorang diri di dalam kamar nya.
Airin melanjutkan kegiatannya yang tengah duduk di depan meja rias, menyisir rambutnya dengan terus berharap Shelvia benar-benar akan datang di hari ulang tahun David.
" Assalamu'alaikum "' David masuk, David baru saja pulang dari rumah sakit.
David menaruh tasnya menatap istrinya dan berjalan mendekatinya.
" Wa'alaikumsalam " jawab Airin menoleh.
David berdiri di belakang Airin, menara istri nya dari pantulan kaca di depan mereka berdua.
" Mama kenapa, apa ada masalah.? " tanya David yang melihat wajah Airin yang begitu gelisah.
Airin tersenyum simpul menggeleng pelan. " tidak ada. " jawabnya dengan tenang mencoba menyembunyikan semua kegelisahan yang ada di dalam hati nya.
" benarkah.?" tanya David yang tak mudah percaya begitu saja.
Airin menyentuh kedua tangan David yang ada di bahunya dan semakin mengembangkan senyum berusaha dengan keras membuat David percaya padanya.
" benar, Pa. Mama tidak ada masalah sama sekali. " jawab Airin. " oh iya, Pa. bagaimana dengan pekerjaan Papa.? " tanya Airin mengalihkan.
" Alhamdulillah semua sesuai dengan harapan." jawab David.
__ADS_1
Wajah David berubah murung setelah mengatakan itu.
" Papa kenapa? " tanya Airin bingung.
" tidak apa, hanya saja....?
" Hm,,?
" Dua hari lagi adalah hari ulang tahun ku, dan biasanya di hari itu ada Shelvia yang selalu heboh, dan dia selalu memberi Papa kejutan, tapi sekarang..? "
David begitu bersedih mengingat hari-hari ulang tahun nya yang selalu di lewati bersama Shelvia, tapi sekarang.? tak ada harapan lagi untuk bisa merayakan hari jadinya bersama anak tunggal nya.
David langsung tersenyum dengan tegar saat melihat wajah Airin yang ikutan bersedih, Airin yang sangat menderita saat itu bahkan Airin juga yang begitu syok hingga dia tak bicara dan sampai sakit dalam waktu yang lama.
" ma-maaf " ucap David menyesal.
Airin tersenyum simpul meraih tangan David dan dia langsung berdiri menghadap dan menatap mata David dengan lekat.
" semua telah terjadi sesuai kehendak-Nya. dan semua pasti akan kembali sesuai kehendak-Nya juga. " ucap Airin yang penuh teka-teki.
" Maksudnya.? "
" tidak ada maksud tertentu. Berbahagialah seperti tahun-tahun sebelumnya, Mama yakin akan datang kebahagiaan yang tak terduga disaat ulang tahun Papa nanti, percayalah. " ucap Airin.
" Hm, " David mengangguk meskipun dia sendiri sangat bingung dengan setiap kata yang Airin katakan, kata yang sederhana namun begitu banyak arti didalam nya yang tidak David mengerti.
🌾🌾🌾🌾🌾
Rencana yang telah gagal membuat Younes dan Bryan tak menyerah begitu saja. dia harus tetap menjatuhkan Akhsan dan Ikhsan bagaimana pun caranya.
" Kita tidak akan pernah bisa mengalahkan mereka selama mereka terus bersama, kita harus memecah mereka berdua. Dan setelah itu baru kita akan mudah membuat mereka berdua kalah." ucap Bryan semangat.
" kamu benar, kekuatan mereka akan berkurang jika mereka saling bermusuhan. Kita harus bisa membuat mereka saling menjauh satu sama lain. maka saat itu dendam kita akan mudah terbalaskan " jawab Younes.
" Apa kamu punya rencana untuk itu.? " tanya Younes.
Bryan tersenyum licik, seperti nya dia menemukan cara untuk bisa memudahkan nya untuk memecah-belah Akhsan dan Ikhsan.
" kamu tenang saja, otakku masih bisa berjalan dengan baik. Rencana ini pasti akan berhasil. " jawab Bryan.
" aku serahkan padamu. " seru Younes dengan menyeringai sinis
🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1