
_______________
Happy Reading......
_______________________
Hamparan taman yang begitu luas, bunga-bunga yang bermekaran dengan begitu indah dan bermacam-macam warna, Sungai yang memiliki aliran air yang begitu indah dan juga sangat jernih, begitu indah di pandang dan akan sangat memanjakan setiap mata yang melihat nya.
Seorang pemuda berpakaian serba putih tengah berjalan seorang diri, dia seakan menikmati keindahan semua itu menikmati udara yang begitu sangat menyegarkan paru-paru yang sangat membutuhkan nya.
Pemuda itu terus melangkah, menyentuh satu persatu bunga yang dia lewati di sebelah nya, senyumnya merekah dan hatinya sangat bahagia. " Apakah ini adalah Surga? " Ucapnya.
Pemuda itu kembali berjalan, mendekati aliran air yang begitu jernih. Dia duduk di salah satu batu yang terdapat di pinggir sungai itu, tangan nya mengambil bebatuan kecil lalu melemparkan satu persatu ke sungai yang terus mengalir.
" inikah tempat ku sekarang? " tanyanya lagi pada dirinya sendiri.
Matanya terus menatap sekeliling, tak ada siapapun di sana kecuali hanya dirinya dan kupu-kupu yang terbang begitu indah dan terus mengelilingi nya.
Pemuda itu menoleh perlahan saat ada kupu-kupu yang hinggap di pundak nya sebelah kanan. Dia tersenyum dan mencoba menyentuh nya namun kupu-kupu itu langsung terbang sebelum dia berhasil menyentuh nya.
" terbang lah, dan carilah tempat yang pas untuk mu. Begitu pula dengan ku aku akan mencari tempat yang paling nyaman untuk ku di sini. " ucapnya.
Dia beranjak dari batu itu dan kembali berjalan menuju sebuah sinar yang begitu terang, dia sangat penasaran sinar apa yang begitu sangat indah itu.
Seorang laki-laki tampan terlihat masuk ke sana, namun sebelum dia berhasil masuk pemuda itu sudah memanggilnya dan menghentikannya.
" Tuan... tunggu!! " teriaknya.
Laki-laki itu menoleh menatap Pemuda itu yang tak lain adalah Rico. Laki-laki itu tersenyum.
" Tuan! Tuan Fahmi disini juga? " tanya Rico
Ya Laki-laki itu adalah Fahmi, laki-laki yang kini terlihat sangat muda dengan Baju putih seperti dirinya dan terdapat sorban yang mengikat di kepalanya.
" apakah aku boleh ikut, Tuan? " tanya Rico.
" Tidak Rico, tempat kita berbeda. Perjalanan mu juga masih panjang, dan kebahagiaan juga masih menunggumu di tempat yang semestinya. " jawab Fahmi.
" tapi Tuan?, Aku harus ikut kan. Aku sudah sampai disini dan aku tak akan mungkin bisa kembali lagi kan? mungkin ini memang takdir ku. Dan aku akan kembali ke sang Pencipta bersamaan dengan Tuan " ucap Rico.
" Tidak, Rico. Ini bukan tempat mu, tempat mu ada di tempat yang lain " jawab Fahmi yang terus memberikan pengertian pada Rico.
" Ah.. Tuan.. orang yang sudah pergi mana bisa kembali lagi. Anda tidak bisa dan aku pun juga tidak akan bisa. Mari kita pergi bersama" kekeuh Rico.
Rico pun berjalan mendahului Fahmi, Namun semakin Rico berjalan mendekat cahaya itu seakan pergi menjauh padanya, sedangkan Fahmi kini berjalan ke arah lain dan ternyata cahaya itu perpindahan ke tempat langkah Fahmi.
" Tuan!! " teriak Rico yang merasa heran, kenapa bisa cahaya itu menjauhinya dan mendekati Fahmi.
Rico berlari, mencoba mengejar Fahmi yang sudah semakin jauh padanya.
" Jangan pernah lupakan janji mu, Rico. Janjimu harus selalu kau ingat dan selalu kau tepati. Jika kau mengingkarinya aku akan kembali datang untuk mengingatkan mu. Ingat itu baik-baik Rico " ucap Fahmi.
Fahmi melambaikan tangannya dan masuk ke cahaya itu, Perlahan-lahan Fahmi mulai hilang dari pandangan Rico.
" Tuan!! aku harus ikut!! " Rico berlari dengan cepat. Meskipun tempat itu sangat indah namun dia tidak akan bisa hidup di sana seorang diri.
" *Bang Rico.....!!!!!
" Bang Rico... jangan tinggalin Aisyah, tetaplah bersama Aisyah dan selalu menemani Aisyah*.. "
___________
Tit.. tit.. tit....
__ADS_1
Suara monitor berjalan dengan cepat nafas Rico mulai tersengal dan terasa sangat sesak. Tubuh Rico pun kejang bersamaan dengan suara monitor yang terus berbunyi dengan keras.
" Dokter... dokter...!! " teriak Susan panik saat melihat keadaan Rico yang sepertinya mulai memburuk.
Tangisan Susan semakin keras, dia panik, dia memencet tombol darurat berkali-kali namun dia tetap tidak sabar lalu berlari sendiri dan terus berteriak memanggil dokter.
" dokter... dokter...!! " teriak Susan tiada henti.
" Tante, ada apa? " tanya Fatma yang kebetulan melintas di sana setelah dia baru selesai makan siang.
Fatma ikutan panik melihat Susan yang sudah sangat panik.
" Ri-rico... itu Rico..." ucap Susan dengan tersendat-sendat.
Melihat Susan yang begitu panik Fatma tau pasti terjadi sesuatu pada Rico. Fatma ingin berlari memanggil Dokter namun baru saja Fatma berbalik Airin dan beberapa perawat datang dengan berlari.
" Dok.. tolong anak saya! " ucap Susan di sela tangis.
" Ibu tenang, kami akan berusaha yang terbaik untuk Rico. " ucap Airin memberikan pengertian pada Susan.
" Tolong anak saya " tangis Susan pecah dia sangat lemah dia tak kuat melihat anaknya yang begitu menderita.
" Fatma, tolong tenangkan Ibu Susan! " perintah Airin sebelum dia pergi ke ruang Rico berada.
" iya Aunty " jawab Fatma.
Airin berlari dengan cepat, di ikuti beberapa perawat yang selalu setia menemaninya.
Setelah Airin pergi Fatma menenangkan Susan dan duduk di kursi tunggu di sana. Susan hanya menunggu sendiri karena Marno tengah pulang.
" Fatma, ada apa? " tanya Ikhsan yang tiba-tiba datang.
" Rico.. keadaan Rico semakin memburuk, Mas " jawab Fatma sembari merangkul pundak Susan dan menenangkan nya.
____________________
" Sodakallohul'adhim.. "
Seru gadis berusia empat belas tahun, gadis itu tengah berada di satu salah satu asrama wanita di Kairo. Dia adalah Aisyah. Aisyah masih duduk di hamparan sajadah biru dan masih mengenakan mukena putih yang terdapat renda berwarna biru juga di setiap ujung mukena.
Aisyah tengah selesai melantunkan ayat suci Al-Quran setelah sholat. Tangan menutup Kitab Suci itu dengan pelan, dia mengangkat nya lalu menciumnya sebelum dia menaruhnya di atas nakas di sebelahnya.
Tasbih kecil yang terbuat dari kayu dan terdapat ukiran Allah dan juga huruf A dan Juga R selalu menemaninya di setiap doanya. Aisyah mengangkat tasbih itu tinggi, menatap nya dan tersenyum saat melihat benda itu.
" di manapun kamu berada nantinya. jangan lupakan aku ya. dan... rindukan aku juga. Hahaha,, " tawa Rico renyah.
" ihh,, emang siapa yang mau pergi. lagian apa untung nya bagi Aisyah kalau merindukan Bang Rico.? " tanya Aisyah bingung.
" karena kamu tidak akan menemukan yang lebih baik dan lebih tampan daripada Aku tentunya " jawab Rico percaya diri.
Ingatan Aisyah kembali berputar di saat itu, sebelum dia pergi ke tempat yang sekarang menjadi tempat kesehariannya.
" Bang Rico apa kabar?. Entah kenapa Aisyah sangat merindukan Bang Rico saat ini. Ya Allah.. jagalah Bang Rico dalam semua hal, dan berikanlah dia kebahagiaan selalu. "
" Semoga kelak kita bisa bertemu lagi Bang. Dan saat aku pulang nanti aku berharap Bang Rico adalah orang pertama yang akan bertemu dengan ku " ucap Aisyah.
Aisyah mendekatkan tasbih itu dan akan menciumnya, tasbih yang selalu menjadi teman sepi untuk Aisyah, Tasbih yang menjadi saksikan kerinduan Aisyah terhadap Rico.
Belum juga sampai di bibir Aisyah, tasbih itu tiba-tiba terputus membuat Aisyah beristighfar dengan panik " Astaghfirullah!! "
Perasaan Aisyah tiba-tiba menjadi tidak karuan, hatinya menjadi gelisah. Aisyah terus beristighfar sembari mengumpulkan satu persatu biji tasbih yang berserakan di lantai.
" astaghfirullah, ada apa ini? " Aisyah terus mencari dan mengumpulkan biji tasbih itu, dan memasangkannya lagi setelah berhasil terkumpul semua.
__ADS_1
Tangan Aisyah gemetar, menyusun tasbih yang begitu mudah menjadi terasa sangat susah untuk nya. Air mata Air tiba-tiba lolos tanpa seizin nya dan tanpa Aisyah tau apa sebab nya.
" Ini kenapa? " Aisyah membungkuk dan membenarkan tasbih itu dengan sesekali mengusap pipi nya yang basah akan air mata.
" Bang Rico tidak apa-apa kan? bang Rico pasti baik-baik saja kan " Aisyah terus berusaha menyusun tasbih itu hingga berhasil.
Kekesalan di hati Aisyah membuatnya menge-blok semua nomor keluarga nya, termasuk Akhsan dan Ikhsan pun ikut terkena kekesalan Aisyah juga. Bahkan Nomor Shelvia juga dia bisukan.
Hanya satu nomor saja yang masih selalu aktif di ponsel nya, yaitu nomor Jon yang tak pernah dia lupakan. Karena hanya Jon saja yang bisa dia percaya dan dia bisa mendapatkan semua informasi yang dia dapatkan.
Tasbih kembali utuh setelah Aisyah berhasil menyusunnya. Semua kembali semula.
Aisyah langsung beranjak mengambil Ponsel yang ada di atas nakas dan menghubungi Jon.
" Assalamu'alaikum Pak Jon? "
"Wa'alaikumsalam, nona.. "
"Apa ada sesuatu yang kamu lewatkan pak Jon? " tanya Aisyah menekankan.
" Nona... emm... maafkan saya Nona. Saya terlambat memberikan kabar duka untuk Anda. "
"maksudnya kabar duka! "
"Tuan.. tuan Fahmi.. dia telah berpulang, Nona. Tuan Fahmi meninggal karena di bunuh"
Seketika lutut Aisyah terasa lemas, dia menatap kosong langit yang dapat dia lihat dari jendela. Air mata nya luruh dengan begitu cepat mengiringi ambruknya Aisyah di lantai.
" Kenapa Pak Jon, melupakan ku! apa tak bisa pak Jon memberitahu ku di awal! terus sekarang apa yang harus saya lakukan! Pak Jon!! apa kau tak membutuhkan pekerjaan mu lagi, hah!! " ucap Aisyah yang benar-benar kesal dengan Jon.
"maaf Nona, maaf. Dan bencana juga terjadi di semua keluarga Nona. Ada serangan dari musuh dan semua sekarang berantakan. Tapi semuanya baik-baik saja, hanya Nyonya Tasya dan juga tuan Joe yang sekarang masuk rumah sakit. Tapi mereka sudah dalam kondisi baik. Mereka bisa keluar dari kematian dan semua itu karena Tuan Rico yang menyelamatkan nya. " terang Jon.
" Bang Rico..!? "
"iya, Nona. Dan sekarang.. tuan Rico.. tuan Rico kritis " terang lagi Jon.
Ponsel terjatuh dari tangan Aisyah, Inilah kenapa Tasbih pemberian Rico terputus tadi. apakah ini ada hubungannya dengan keadaan Rico sekarang yang memburuk.
" Opa... Maafkan Aisyah. Aisyah tidak bisa menemani Opa di saat-saat terakhir maafkan Aisyah. "
" Oma,, Opa Joe. Kalian harus baik-baik saja. kalian harus baik-baik saja. "
" Bang Rico.. tidak mungkin Bang Rico akan meninggalkan Aisyah kan? Aku sudah mengikuti semua perintah Bang Rico, aku juga selalu mengingat Bang Rico dan tak sedikit pun aku melupakan Bang Rico. Jadi Bang Rico harus tetap kuat dan selalu menunggu Aisyah pulang. "
Rasanya Aisyah ingin sekali pulang saat itu juga, namun peraturan yang ketat tak akan mudah untuk dia bisa pulang meskipun dengan alasan apapun. Aisyah tak akan bisa pulang sebelum dia lulus atau paling enggak separuh waktu selama masa dia belajar di sana.
Aisyah begitu dilema dia ingin tapi dia tak bisa mengabaikan semuanya. Dan dia tidak bisa merusak semua yang telah dia lakukan si sana.
Aisyah bersandar di dinding dengan sangat lemas, dia masih setia mengenakan mukena dan dia terus menangis di sana seorang diri.
" Bang Rico.....!!!!!
" Bang Rico... jangan tinggalin Aisyah, tetaplah bersama Aisyah dan selalu menemani Aisyah hingga akhir. Jangan pergi tunggu Aisyah pulang "
Aisyah terus tersedu-sedu..
_____
BERSAMBUNG.....
______________________
Siapa yang merindukan Aisyah..
__ADS_1
tunjuk jari......