
" Assalamu'alaikum,, " Sapa seorang gadis manis berhijab di hadapan Faisal, komplit dengan seragam nya yang putih bersih, juga tak kecilnya yang tersampir di bahu, gadis itu tersenyum malu-malu pada Faisal menyapanya saja sudah membuat nya grogi dan seperti akan kehilangan akal, tapi dia tak mau sombong pada orang yang telah berjasa dalam hidup nya, ya gadis itu adalah Aira, yang sekarang sekolah di satu sekolahan dengan Faisal namun dia tengah kelas 9.
Sekolah yang bukan hanya SMA saja melainkan juga SMP yang menjadi satu. Sengaja Aira di masukkan ke sana itu karena permintaan dari Faisal sendiri pada orang tuanya dan juga karena itu adalah sekolah yang paling dekat dengan rumah.
Faisal tersenyum menyambut Aira dan menjawab nya dengan ramah " Wa'alaikumsalam, bagaimana hari harimu menyenangkan " ucap Faisal ragu namun seakan-akan suara itu keluar dengan sendirinya.
Faisal selalu saja ngirit bicara tapi kalau sudah melihat gadis ini dia seakan ingin sekali banyak bicara, entah apa yang ia katakan tapi semua itu membuat hatinya terasa sangat menyenangkan.
Aira mengangguk, dengan wajah menunduk malu. senyum nya hanya bisa Faisal lihat dari pantulan ubin yang terlalu putih itu Faisal pun menarik ujung bibirnya " astaghfirullah,, " sesalnya karena tak pantas dia melakukan itu. mengagumi boleh hanya dia terlalu takut akan terjerumus dalam dosa.
Sudah lama mereka tak saling bertemu, meskipun mereka berada di satu lingkungan yang sama namun sangat susah untuk bertemu dan ini adalah pertemuan setelah satu minggu setelah kepergian Aisyah.
" Kak Faisal, terimakasih karena sudah membuat Aira bisa kembali sekolah, terima kasih "
" Sama-sama Aira, bukankah kakak mu juga mau kamu sekolah kan,? lagian aku hanya menyarankan saja, dan masalah yang lain sudah di tanggung penuh oleh Abang Ikhsan " tutur Faisal menjelaskan.
" Hm, " Aira mengangguk. meski belum lama Aira belajar agama namun Aira sudah bisa menjaga pandangan pada lain jenis, perlahan-lahan dia juga tau mana yang boleh dan mana yang tidak, hidupnya sekarang lebih beruntung dan bahagia, ya meskipun masih terselip rasa takut jika ayahnya kembali datang " Hm,, saya permisi dulu kak, mau ke kelas "
" silahkan, " Faisal geser memberikan tempat untuk Aira lalui,
" Assalamu'alaikum, "
" Wa'alaikumsalam, " Faisal masih memandangi punggung gadis itu hingga terlihat Aira menoleh sebentar dan tersenyum kecil pada Faisal, Faisal pun menarik senyum yang sama kemudian dia kembali melanjutkan perjalanan nya untuk ke kelasnya sendiri. " semoga kebahagiaan akan terus bersama mu Aira, cukuplah penderitaan yang kau alami dan sekarang berganti lah dengan senyum mu yang gak pernah pudar " gumam Faisal.
" Assalamu'alaikum,, " sapa seorang lagi Dan kembali membuat Faisal mengurungkan niatnya untuk ke kelas.
" Wa'alaikumsalam, " Faisal hampir kembali berbalik namun orang itu sudah berjalan di sampingnya " Hasan, tumben telat. "
" Bukan telat kak, hanya tak seperti biasanya lagian ini juga belum masukkan, dan masih pagi juga. "
Mereka kembali berjalan satu tujuan lah yang membuat keduanya jalan beriringan, Faisal dan Hasan mereka seumuran hanya selisih beberapa bulan saja dan mereka juga dalam satu kelas yang sama.
" Kak,
" Hm, " jawab Faisal namun tetap berjalan.
" Kak Faisal,..? kak Faisal naksir Aira ya.? tanya Hasan dan sontak menghentikan Faisal dan menoleh kepadanya. " hehehe,, itu hanya perkiraan ku saja Kak, " meringis Hasan.
Faisal sendiri tak tau akan rasa itu, dia tak mau membuang-buang waktu hanya untuk memikirkan tentang rasa yang belum pantas dia pikir kan. masih banyak hal yang harus dia pikir kan dan sebentar lagi dia juga harus kuliah di Negeri orang sesuai dengan arahan dari Fahmi opanya, yaitu di Kairo.
" kenapa kamu bisa menyimpulkan seperti itu.? tanya Faisal,
Hasan menggaruk tengkuknya yang tiba-tiba gatal itu. sebenarnya dia hanya takut akan memiliki rasa pada orang yang sama pada Faisal, karena dia takkan mampu menyakiti Faisal nantinya. " hehe, ya main tebak aja. "
" Hm, "' Faisal mengangguk, dan kembali berjalan , dua langkah dia berhenti kembali menatap Hasan " atau jangan-jangan kamu yang suka sama Aira " tebak Faisal tepat sasaran. Rasanya sakit mengatakan itu terasa ada rasa panas yang menyeruak di hati Faisal juga benar-benar Hasan menyukai Aira mungkin dia baru akan tau itu rasa yang seperti apa.
__ADS_1
" Hehe,, nggak lah kak, aku masih mau fokus dengan sekolah seperti kak Faisal juga. " tolak Hasan tak mengakui.
Hembusan nafas tiba-tiba keluar pada Faisal, membuat Hasan tau kalau benar-benar ada rasa yang lain dari Faisal untuk Aira meskipun belum di sadari.
" yuk kak,, "
" Hm. "
🌾🌾🌾🌾🌾
" Wiuw wiuw wiuw wiuw,,,,!!! teriak Fatma berlarian dengan tas yang ia terbangkan tinggi-tinggi dan berakhir masuk di laci bangkunya sendiri, " fuhhhh,, pesawat mendarat dengan sempurna. " celetukan tak berfaedah membuat seisi kelas geleng-geleng kepala tak percaya ternyata sekarang mis mereka benar-benar tidak waras bahkan mungkin kehabisan akal atau memang tak mempunyai akal sekaligus.
" Heyyy Mis,,!! sejak kapan pesawat suaranya begitu,? itu suara sirine ambulan yang menjemput mis untuk ke RSJ. " Tak habis pikir Mirna yang selalu kehabisan kesabaran saat berhadapan dengan mis nya itu. Keerorannya ternyata tak berkurang sedikit pun setelah dia menikah, bahkan sekarang lebih parah hanya saja sudah tak pernah bolos lagi dan selalu nyaman dan damai saat sedang berlangsung nya pelajaran.
Yang lain mengangguk mengiyakan sementara Fatma lebih memilih menggeleng acuh dan sedetik kemudian meringis karena menjadi bahan plototan semua teman sekelas nya. " hehehe,, " giginya yang putih namun terdapat setitik merah yang masih tertinggal.
" Hahaha,,,!! mis jorok, kenapa hanya secuil saja bawa cabenya mis seharusnya bawa sekilo. hahaha,,, " tawa Santi girang melihat merah kecil di gigi Fatma yang ternyata adalah sisa cabe yang masih ada saat sarapan tadi.
"dasar cabe lucknut, bikin aku malu saja merosot lah kebesaran seorang mis eror yang penuh etika, Huff,, "" Fatma hanya mampu membatin dan mendengus merutuki cabe yang dianggap nya lucknut.
" Diam kamu,,!! sinis Fatma pada Santi. seketika menghentikan tawa Santi yang masih menggelegar bebas. " anak pintar. "
" Assalamu'alaikum " Ikhsan berjalan masuk dengan tas dan juga buku di tangan nya, menaruhnya di mejanya sendiri dan menghadap ke arah murid meneliti semua bangku yang ternyata sudah penuh " Fatma pimpin Doa, " titahnya
" iya Pak, " jawab nya patuh " berdoa mulai, !!
Bel berbunyi dengan begitu nyaring terdengar di semua telinga para murid dan membuat mereka semua tersenyum bahagia, semua peralatan mereka masukkan ke dalam tas masing-masing dan berhamburan keluar setelah guru mereka terlebih dahulu keluar.
" Mis kantin yuk. " ajak Santi, berdiri di samping Fatma yang masih sibuk dengan buku yang belum dia masukkan di dalam tasnya ternyata dia belum selesai mencatat apa yang ada di depan sana.
" pergi saja duluan San, Mir, aku belum selesai. aku lagi malas nih jadi kurang gesit. " tangan nya terus menulis dengan pelan matanya sesekali melirik papan tulis yang tak begitu jauh " sana pergi, aku jadi tidak fokus, "
" Baiklah kalau begitu, cepat ya mis, " Mirna dan Santi berjalan keluar dan hanya tinggal Fatma dan juga Rico di sana yang sama belum selesai dengan tulisan nya.
" Alhamdulillah,,, akhirnya " ucap Rico penuh syukur menutup buku dan segera memasukkan nya ke dalam tas. Matanya mengedarkan ke segala arah dan masih ada Fatma seorang di sana. " Wuih,, tumben mis telat. biasanya udah ngacir,, " teriak Rico keras.
Matanya menatap luar, ada sosok ketos yang ingin masuk di sana dengan secepat kilat Rico berlari dan duduk di sebelah Fatma menopang dagunya menatap Fatma tampa berkedip.
" Rico,,!! loh apa-apaan sih,, " kesal Fatma setelah menyadarinya. dia begitu risih dengan tatapan mata Rico untuk nya. seperti mata para hidung belang yang tengah menatap mangsa. " Rico..!!
" Sttt,,, mis tidak lihat itu yang mau masuk siapa.? mis mau buat pak Akhsan cembukur nggak kan, " ucap Rico lirih " mendingan gue yang di sini, pak Ikhsan nggak bakal marah, yakin deh. "
" tuk,,, " bolpoin berhasil mendarat di kepala Rico, entah siapapun laki-laki yang ada di dekat Fatma pasti akan membuat Ikhsan cemburu. meskipun itu Rico " loh bilang pak Ikhsan nggak bakal cemburu, apa maksud nya. "
" udah lah jangan banyak cingcong, nurut aja apa yang gue mau, ikuti apa yang aku lakukan cepat mis, cepat. "
__ADS_1
" ogah,,!!
" oke, jangan nyesel kalau sampai Ketos datang loh ya, jangan nyesel kalau rumah tangga mis ada salah paham lagi. " ucap Rico enteng,
" Rumah tangga,?
" sudah cepat,, " Rico menarik kepala Fatma dan membuat mereka berdua saling berhadapan dan saling bertatapan tepat di saat Iqbal sudah di pintu masuk, " Stts..
Geram. itulah Yang Fatma rasakan, setelah ini Fatma akan pukul Rico hingga tak bisa berfikir bisa berbuat seperti ini lagi., " awas kau Co."
Lagi-lagi harus sakit hati. Iqbal hanya berdiri mematung di tengah-tengah pintu melihat Fatma dan Rico yang saling bertatapan, " ternyata bukan hanya pak Ikhsan yang kamu dekati Fatma, ternyata masih ada Rico juga. " gumam Iqbal dan mengurungkan untuk masuk.
Iqbal keluar dari sana dengan kecewa.
" Pakkkkk,,,,!!!
Buku yang sudah di gelung berhasil mendarat di kepala Rico membuat nya meringis kesakitan, " ya Allah mis, seharusnya mis itu berterima kasih bukan malah menyakiti begini, dasar. " gerutu Rico kesal.
" kamu itu yang dasar, !!
Foto dua gadis kecil terjatuh dari buku Fatma dan langsung di tangkap oleh Rico, matanya tak berkedip, mungkin terkesima " siapa nih mis," tanya Rico.
" adik gue,! ketus Fatma merebut foto itu dan melihat nya sendiri. matanya terpejam sesaat mengeluarkan nafas berat yang seakan tersendat untuk keluar.
" bohong,!! Comblangin lah sama aku Mis,, biar jadi iparan kita. " celetuk Rico.
" ogah,,!!
" tega bener kau mis, mis nggak kasihan nih jomblo akut loh mis, biasanya kalau jomblo gini setia nya nggak di ragukan lagi. comblangin ya.."
" mati aja dulu setelah itu kalian nikah tuh dia alam yang sama. " ucap Fatma miris.
" maksudnya aku harus meninggoi dulu, gitu,? tega bener luh mis.." cemberut Rico tak habis pikir " emang kenapa harus begitu.?
" dia sudah meninggal satu minggu yang lalu. " wajah sedih kembali hadir pada Fatma, kehilangan ini juga sangat menyiksa nya.
" meninggal,,? satu minggu..? Hahaha,,,!! hidupmu kebanyakan drama sih mis, tapi nggak bakal ngaruh sama gue.. " tawa Rico lebar dan semakin lebar melihat reaksi Fatma yang sangat kesal. " gimana keadaan nya sekarang mis, dia baik-baik saja kan. dia nggak kenapa-napa kan.?
Apa nih maksudnya Rico. " Co, udah nggak waras kamu ya.. "
" mis,, dia di rumah sakit mana, aku pengen jenguk..
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
**Rico,,, !! apa maksud mu,,, dan siapa yang di rumah sakit.?
Rico**,,,!!!!