Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
105. Abang jelek


__ADS_3

" Astaga,, Abang jelek ngapain,? semua makanan udah siap saji di meja makan,! apa masih kurang.? putri jadi bingung deh, sebenarnya perut abang jelek terbuat dari apa sih.? apa dari karet.? ucap gadis kecil berhijab merah marun dan di angguki gadis berhijab hitam yang berada di belakang nya.


Keduanya tengah menatap nanar pria dewasa yang sudah duduk di ruang makan dengan menatap tak selera semua makanan di depan nya. " Abang jelek,,!! apa masakan putri dan Kak Via nggak enak.? tanya nya lagi.


Suaranya yang begitu keras dan cempreng Seakan-akan menusuk telinga pria itu, membuat matanya langsung melotot kearah putri dengan sadis. " Hey, cecunguk.! bisa diam nggak,,!! kalian ini disini hanya numpang jangan banyak protes,!! suara serak khas marah pria itu begitu kental, mengejutkan Putri dan Via yang belum pernah melihat nya selama mereka tinggal di sana.


" Aku memang tidak suka semua masakan ini.? ini adalah masakan yang sangat aku benci, kalian paham kan.! sentaknya dengan kasar.


Kedua gadis itu hanya menggeleng ria saja. mungkin ada hal yang membuat nya membenci makanan itu tapi makanan tetap lah makanan kan,? tidak patut di salahkan hanya karena masalah dari yang membuatkan nya. " Ihh abang mah nggak bisa bersyukur jadi orang. ingat loh Bang, di luar sana banyak orang yang tidak bisa makan loh. jadi apa salahnya kan menghargai makanan itu. "'ucap Via.


Brakkk,,,


Pria yang tak lain adalah Marco itu beranjak dan menggebrak meja. matanya kian memerah menatap semakin kesal kedua gadis yang ada di degannya itu. " jangan pernah ikut campur sama kehidupan gue, ngerti. Kalian ini di sini hanya karena gue masih berbaik hati sampai kamu sembuh, kalau kamu udah sembuh silahkan angkat kaki dari rumah saya. " jari telunjuk Marco terangkat ke atas dan pas di wajah putri yang setia dengan wajah datar nya.


Tak ada rasa takut di hati keduanya. itu bukan seperti ancaman yang berarti tapi hanya seperti angin saja yang masuk telinga kanan dan keluar tanpa singgah dulu lewat telinga sebelah kiri.


" ingat ya untuk kalian berdua, jangan pernah masak masakan seperti ini lagi. aku nggak ingin melihat nya apa lagi memakannya, Cuihhh,!! " Marco meludah di sebelah kanan nya di sisi lain keberadaan mereka berdua.


Untung saja tidak di hadapan mereka berdua, kalau sampai terjadi pasti lah sikap lemah lembut keduanya berubah menjadi seekor Harimau buas yang siap menyantap mangsanya.


Marco melenggang pergi dari sana setelah membanting kursi hingga terbalik di lantai. tak ada sisi-sisi kelembutan yang ada di hati Marco, entah itu akan berakhir sampai kapan dan apakah akan berakhir tak ada yang tau. " buang semua makanan itu .!" ucapnya sebelum benar-benar pergi dari hadapan mereka berdua.


Susah payah mereka berdua belajar memasak dan melihat video dari youtube, dan hasilnya hanya mendapatkan hinaan dari Marco. jangan kan memakannya menyentuh nya saja tidak.


" usaha kita benar-benar gatot kak " ucap Putri lesu.


" Semuanya tak akan ada yang sia-sia Aisyah, semuanya butuh waktu dan butuh proses yang panjang. ini adalah ujian yang terbesar untuk kita bukankah kita sendiri yang memilih jalan ini, jadi kita harus bersabar,oke." Via menyentuh kedua bahu putri alias Aisyah dari belakang, wajah nya melihat wajah kecewa Aisyah dari samping " sudah jangan cemberut jelek "


" terus kita apakan makanan ini Kak.? tanya Aisyah antusias


" kita bisa memberikan nya pada semua orang di sini, iku akan lebih berfaedah dari pada di buang. buang-buang makanan itu tidak akan baik, ayo cepat. " Pinta Via, tangan nya mulai mengambil dua wadah di depan nya.


Namun lagi-lagi harapan mereka berdua harus tandas setelah teriakan kembali menggema dengan keras dari lantai atas. " semua orang,,!! ingat ini baik-baik, sampai kalian makan makanan mereka kalian akan tau sendiri akibatnya. " ancam Marco sadis.


" Hufff.. tuh kan. pengen aku tampol tuh mulut pakai wajan, awas aja kau ya Bang. jangan panggil aku putri dari keluarga Rayyan kalau tidak bisa membuat mu makan masakan ku. " senyum menyeringai keluar dari bibir Aisyah dengan segudang akal yang sudah berjejer rapi di dalam otaknya.


" mulai deh mulai deh.. jangan banyak halu, nanti nangis lagi kalau ke tabok. " ucap Shelvia dengan begitu datar. Matanya menatap Aisyah biasa-biasa aja tak ada expresi apapun, entah apa yang akan bocah itu lakukan.


" apa salahnya halu kak, asyik kali. " menjawab Aisyah dengan khas imut nya.


" nanti ketempelan dedemit kalau banyak halu."


" dedemit mah takut sama aku, aku kan anak baik nan sholehah. " jawab Aisyah percaya diri.


" Udah lah, capek aku ngomong sama kamu.!! Shelvia melenggang pergi dengan tangan penuh dengan dua wadah.


" Kalau capek ya istirahat lab Kak. kan aku nggak maksa juga. " Aisyah ikut berjalan di belakang Shelvia dan mereka berakhir di dapur dan menyantap masakan mereka sendiri.


" Astaghfirullah,, ini sup atau air laut, asin banget. " Shelvia mencecap lidahnya sendiri masakan Aisyah benar-benar luar biasa. " Syah, kamu beri seberapa garamnya.?

__ADS_1


" nggak banyak, cuma satu aja.!


" Satu apaan..?


" Satu bungkus "jawab Aisyah sekenanya membuat Shelvia geleng-geleng kepala dan mengaduh sabar dalam hatinya.


" sepertinya kau memang berniat membuat darah ku naik." Shelvia mengambil nasi yang baru dan juga lauk nya masakan nya sendiri. dan langsung menyantap nya. " Wekkk.. ini lagi kenapa pahit banget.? tanyanya bingung.


Aisyah mengerutkan dahi. tadi ngomel karena masakan Aisyah sekarang karena masakan nya sendiri, mungkin kesalahannya bukan terletak di makanan nya melainkan di lidahnya kali


" Lah tadi kakak tambahin apa.?


" Entahlah lupa. " jawab Shelvia. " udah lah memang benar kata Bang Marko harus di buang. pantes aja Kak Marko nggak mau makan, masakan kita benar-benar luar biasa.. ancur nya.. hahaha,,, " tawa Shelvia keras dan matanya menatap Aisyah.


" kenapa matanya kearah Ku. aku imut-imut gini di bilang ancur, Astaghfirullah,, sepertinya mata kakak udah mulai soak.. "


" apa kamu bilang,,!!


" ya itu tadi. maaf nggak ada siaran ulang. " jawab Aisyah ketus.


Flashback.....


Aisyah dan Shelvia berjalan dengan begitu antusias. matanya terus celingukan menunggu yang akan menjadi mangsa untuk mereka kedua. bagaimana pun juga mereka harus bisa masuk di kediaman Marco dengan mudah tanpa ada halangan atau rintangan yang sulit dan tentunya tuan rumah nya sendiri lah yang membawa mereka.


" Yes,, dia datang.! girang Aisyah melihat mobil hitam milik sang mangsa yang akan melintas.


" tenang lah kak, aku sudah pertimbangan dengan baik. dan aku pasti akan berhasil. " 'jawab Aisyah yakin. " Lahh.!! ngapain tuh kucing..!! Aisyah lari berhamburan karena ingin menangkap kucing yang tiba-tiba melintas di hadapan nya dan berlari mendahului Aisyah.


" Awaassssss,,,,, !!!


" Brakkk...!!!


Aisyah terpental bersamaan dengan kucing yang langsung terjatuh di sisi kepala Aisyah dengan darah yang mengalir begitu banyak.


" Putrii...!!!! teriak Shelvia dengan aksi nya berlari dengan cepat ke tempat Aisyah yang sudah terjatuh di aspal dan sudah tak sadarkan diri, tapi entah itu nyata atau hanya sandiwara saja, hanya Aisyah yang tau Kate Shelvia pun tak begitu yakin juga.


Semua panik orang-orang yang ada di sana berhamburan mendekat mengira darah di kepala Aisyah adalah darahnya padahal itu hanyalah darah kucing yang ikut tertabrak juga dan langsung meninggal di tempat.


" Ya Allah,, kasian ya. "


" Woiii,, Mas turun tanggung jawab.!! teriak heboh orang-orang di sana menggedor kaca mobil Marko. " Mas..!!


Marco panik dia turun tak ingin di amuk masa oleh semua orang yang ada di sana. " iya iya..! ketusnya berjalan dengan angkuh mendekati Aisyah fan Shelvia. " bawa dia ke rumah sakit.!!ucapnya cepat.


Marco ingin mengangkat tubuh Aisyah namun terhenti karena teriakan Shelvia " heyy..!! apa kamu mau membunuh adikku..!! teriak nya dengan mata tak bersahabat pada Marco.


Marco bingung, bagaimana mungkin dia mau membunuh nya padahal dia hanya mau membawa ke rumah sakit " gue mau bawa ke rumah sakit, bukan aku bawa ke kawah gunung berapi.! ketus Marco.


" loh kira, adik ku tidak akan mati kalau masuk rumah sakit,? dia fobia rumah sakit,! yang ada dia akan langsung pergi di sana, "

__ADS_1


" terus.? Marco tercengang, jaman sekarang ada yang fobia rumah sakit, mustahil. terus bagaimana kalau dia sakit.? " loh jangan ngacok deh ya."


" loh kira tampang gue tampan orang ngaco apa. lihat baik-baik.. " Shelvia semakin melotot tangannya terus memegangi Aisyah, " dek bangun. "


" terus gue harus bawa kemana.? tanya Marco frustasi.


" ya rumah situ lah. kita ini anak jalanan mana ada rumah, nih baju aja hanya seadanya dan ini pun hanya pemberian orang " Shelvia memperlihatkan betapa nelangsanya mereka di jalanan, baju hanya pemberian, makan seadanya biasa juga rumah pun tak ada. " ayo cepat, ini sudah panas, apa siti bener-bener mau buat adik saya mati!!


" dasar bawel,,!! kesal Marco, " iya iya aku basa ke rumah " Marco mengangkat Aisyah di bawa nya ke mobil. Shelvia pun tak mau ketinggalan dan berlari masuk ke dalam mobil Marco.


" jangan lupakan kucingnya, kamu juga harus memakamkannya dengan layak, kalau tidak kamu akan terkena sial sampai tujuh turunan.! teriak Shelvia.


" Musyrik percaya kek gituan.!


" tau juga Abang ama musyrik, tapi tetap Bang harus di makamin dengan layak. "


" dasar bawel,,,!! kesal Marco semakin menjadi.


"astaga mimpi apa aku semalam,?


"cepat Bang, adikku harus segera di obati.!!


" ya kalau gitu bawa ke rumah sakit, "


Pletakk...


Jitakan berhasil mendarat di kepala belakang Marco, Shelvia lah pelaku utama nya. " udah di bilangin juga. cepat Bang,,!!!


" iya iya. " pasrah Marco dengan cepat menjalankan mobilnya menuruti semua permintaan Shelvia.


NORMAL....


Tawa keduanya bersamaan mengingat akan saat itu. ternyata orang pintar bisa di bodohi juga. " Hahaha,,!!!


" kenapa kalian tertawa,,!!


Aisyah dan Shelvia langsung kicep mulutnya tertutup dengan cepat, matanya menatap Marco yang berjalan mendekati mereka berdua dengan keheranan.


" Awas sampai berbuat ulah. "tangan terkepal Marco terangkat mengarah kepada Aisyah xan Shelvia yat terdiam. Marco pergi dengan keadaan yang sudah rapi tak lagi menoleh kearah Aisyah dan Shelvia setelah berjalan.


"Hahahaha,,,!!! tawa keduanya kembali aliran menggema dengan sang keras..


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


YUK ANGKAT JARI SIAPA YANG SENANG AISYAH DAN SHELVIA SUDAH KEMBALI...


πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†πŸ‘†

__ADS_1


__ADS_2