
______
Happy Reading...
istirahat pertama telah tiba, semua murid berhamburan keluar, ada yang langsung pergi ke kantin ada yang ke perpustakaan ada juga hanya duduk-duduk di luar kelas tapi masih ada juga yang berada di dalam kelas.
Fatma yang masih sangat pusing tak ingin bergerak sama sekali, dia tak berpindah dari tempat duduknya dia lebih memilih untuk tetap berada di sana menaruh kepalanya di atas meja dan menyembunyikannya di lipatan kedua tangannya.
Mirna juga Santi yang melihat merasa heran, tak biasanya miss nya itu seperti sekarang, begitu lemah bahkan juga sangat irit bicara.
Keduanya menghampiri Fatma, membangunkannya karena mereka kira Fatma tidur.
"Miss, bangun! kantin yuk," ajak Mirna dengan tangan terus menyentuh baju Fatma.
"Hem.., aku malas, Mir. Aku pusing," ucapnya.
"Apa perlu aku panggilkan pak Ikhsan?" tanya Mirna dengan sangat hati-hati, tak mau sampai ada yang mendengar apa yang dia katakan.
"Mas Ikhsan lagi ke kantor, siang baru bisa datang," ucapannya terdengar sangat lesu dan tak semangat sama sekali.
"Terus gimana, apa mau pulang saja? " kini Santi yang angkat bicara.
"Sudah, kalian jangan cerewet. Aku pusing ingin tidur sebentar. Kalau kalian mau ke kantin silahkan, aku titip teh manis anget ya," pintanya.
"Beneran nggak apa-apa kita tinggal?" ucap Santi lagi.
"Hem..., cepatlah." Fatma hanya terus menjawab tapi dia sama sekali tak bergerak dan bergeming dari posisinya.
__ADS_1
"Baiklah," Keduanya langsung keluar dari kelas, menuju kantin untuk membeli apa yang ingin mereka makan juga apa yang menjadi titipan dari Fatma.
Fatma semakin anteng setelah kepergian keduanya, dia begitu terbuai di alam mimpinya yang begitu cepat datang. Fatma benar-benar tidur di saat jam istirahat.
__
Santi juga Mirna mendadak berhenti saat sampai di depan mading, di tempat itu begitu ramai bahkan sampai berdesak-desakan entah pada melihat pengumuman apa mereka di sana.
Penasaran keduanya ikut menyerobot masuk, mereka juga ingin melihat apa yang di pasang di sana sampai-sampai begitu ramai dan saling berebut.
Mulut keduanya menganga, tak mungkin, mereka akan percaya dengan apa yang mereka lihat. Foto-foto Fatma jiga Rico terpajang di mading bahkan ada juga satu foto yang paling besar.
"Ini tidak mungkin kan? ini pasti ada yang mau memfitnah Miss Fatma. Dia pasti orang yang iri dengan kebahagiaannya." ucap Mirna.
"Iya, Kira-kira siapa ya?" Santi ikutan bingung. Yang jelas mereka tak akan percaya begitu saja, mereka tau status Fatma begitu juga dengan Rico, tak mungkin mereka berdua main serong di belakang Ikhsan.
"Sepertinya ini akan menjadi masalah yang besar deh, San!" Mirna bergidik membayangkan apa yang akan terjadi pada Fatma juga Rico, ujian tinggal satu bulan lagi dan masalah malah terjadi seperti ini.
"Kamu mau apa, Mir!?" tanya Santi.
"Mau apa lagi? mau kasih tau pak Ikhsan lah! dia berhak tau apa yang terjadi di sini sekarang," jawab Mirna.
Secepatnya Mirna mengirimkan pesan pada Ikhsan beserta foto yang terpajang di dinding.
"Sekarang kita harus beritahu Miss Fatma juga Rico, yuk! " Mirna juga Santi tak jadi pergi ke kantin, mereka memilih kembali ke kelas untuk menyampaikan kegaduhan yang terjadi pada Fatma.
___
__ADS_1
Ikhsan baru saja selesai meeting, dia juga belum keluar dari ruangan itu dan juga masih ada Anton di sana.
"Semua sudah beres kan, Ton?" tanya Ikhsan.
"Sudah, Pak! " jawab Anton dengan cepat, "kalau begitu saya pamit, Pak. Masih ada pekerjaan yang menunggu," pamit Anton dengan begitu formal.
"Hem..., pergilah," jawab Ikhsan.
Anton benar-benar pergi dari ruangan itu, meninggalkan Ikhsan di sana yang masih fokus dengan laptop yang menyala.
𝘛𝘪𝘯𝘨....
Pesan masuk di ponselnya, Ikhsan mengambilnya dengan mudah karena ponselnya juga berada di sebelah laptopnya.
Ikhsan mengernyit, dia tak percaya melihat foto-foto istrinya yang di pajang di mading sekolah, bukan itu saja tapi dia tengah berpelukan dengan Rico dan itu yang membuat Ikhsan begitu tak percaya.
'𝘗𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘔𝘪𝘴𝘴 𝘍𝘢𝘵𝘮𝘢, 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵𝘭𝘢𝘩 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘮𝘪𝘴𝘴 𝘍𝘢𝘵𝘮𝘢 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘥𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘬 𝘦𝘯𝘢𝘬 𝘣𝘢𝘥𝘢𝘯. 𝘚𝘢𝘺𝘢 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘩𝘢𝘭 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯𝘬𝘢𝘯, '
"Fatma juga Rico tak mungkin melakukan ini, ini pasti ulah orang yang ingin menjatuhkannya. Aku harus ke sekolah sekarang, Fatma akan sangat membutuhkan ku," ucapnya.
Ikhsan langsung tergesa-gesa, mengemasi semua barang-barangnya dan berlari keluar dari ruangan itu untuk pergi ke sekolah.
"Siapapun orangnya yang melakukan ini harus mendapatkan hukuman yang pantas. Siapapun yang berani menyakiti istri dari Ikhsan akan sangat menyesal," ucapnya, amarahnya langsung datang begitu saja.
"Ini adalah Fitnah," ucapnya yang tak terima dengan apa yang terjadi pada Fatma.
___
__ADS_1
Bersambung....
______'