Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
252. Niat Buruk Suci


__ADS_3

Happy Reading...


"Assalamu'alaikum..."



Wajah berbinar terang di penuhi senyum keluar dari Khairi juga Akhsan saat mereka masuk ke dalam rumah Fatma juga Ikhsan. Bukan hanya mereka berdua saja yang datang, melainkan si kecil Alvaro juga ikut bersama mereka dan kini tengah tertidur di gendongan Khairi.



"Wa'alaikumsalam..." keluar Fatma juga Ikhsan dari persembunyian mereka berdua. Keduanya baru saja istirahat karena Fatma juga masih merasa tidak enak badan beberapa hari ini.



Keduanya terus melangkah mendekati kakak mereka yang kini menjadi tamu mereka juga menjadi tetangga mereka. Sungguh komplit gelar yang mereka dapatkan. Kakak, kolega, tetangga juga masih banyak lagi.



Begitu senang Fatma mendapatkan kunjungan dari Khairi juga Akhsan, sebenarnya bisa saja Fatma terus datang ke rumah mereka tetapi akhir-akhir ini dia lebih senang mengurung diri di rumah karena dia juga selalu mual.



"Halo si kecil yang tampan," Fatma seketika mengelus pipi Alvaro yang semakin gembul saja dia begitu senang meski Alvaro tengah tertidur pulas.



Mungkin itu karena Fatma sudah tidak sabar lagi untuk bisa menimang buah hatinya juga seperti Khairi yang selalu menimang Alvaro.



"Kok nggak bangun sih, bangun dong," Bibirnya mengerucut karena tak bisa membuat Alvaro terbangun. Fatma sangat ingin melihat Alvaro yang sudah begitu aktif bergerak.



Ketiga orang yang melihat tingkah laku Fatma hanya tersenyum, mereka merasa geli-geli gemas sih.



Setelah beberapa saat mereka bergurau mereka duduk di sofa dengan Fatma yang masih terus usil mengganggu Alvaro untuk bisa membangunkannya.



"Fatma, bagaimana ujian mu?" pertanyaan Khairi berhasil membuat Fatma menghentikan pergerakannya yang mengganggu Alvaro.



Fatma mengangkat wajahnya dan menatap Khairi yang juga fokus memandanginya, sekaligus menunggu Fatma memberikan jawaban.



"Alhamdulillah, semuanya lancar. Ya meskipun Fatma tidak tau hasil akhirnya, karena setiap mengerjakan soal ujian Fatma selalu saja tiba-tiba mual dan pusing jadi tidak bisa fokus."


__ADS_1


"Tetapi tak masalah sih jika hanya lulus dengan nilai paling jelek, Fatma tidak berniat untuk memiliki mimpi yang tinggi. Fatma juga tidak punya mimpi untuk bekerja. Kan suami Fatma sudah kaya," ucapnya sembari tersenyum dan menoleh ke arah Ikhsan.



Ketiganya yang ada di sana hanya tersenyum setelah mendengarkan penutur Fatma. Biarpun nyeleneh tetapi memang benar sih Ikhsan kaya dan dia juga bisa memenuhi semua kebutuhan istri dan anak-anaknya kelak.



"Memangnya kamu tidak ada niat untuk melanjutkan sekolah?" tanya Khairi lagi.



Lagi-lagi Fatma menghentikan tangannya dan menatap Khairi yang masih terus bertanya dan sangat penasaran dengan apa yang Fatma pikirkan saat ini.



"Ingin sih, tetapi Fatma tidak mau pusing di saat hamil seperti ini. Kasihan dedek bayinya. Kalau Fatma pusing nanti dianya ikit pusing lagi."



"Sudah, kamu bisa sekolah lagi kapanpun kamu mau. Mas tidak akan memaksamu. Lagian Mas juga tidak mau sampai kamu dan kandungan mu sampai bermasalah," Ikhsan berucap, tangannya mengusap puncak kepala Fatma dengan lembut.



Fatma diam tak menjawab, tetapi dia hanya tersenyum juga mengangguk saja untuk mewakili jawabannya.




Berkali-kali Fatma mengelus Alvaro namun satu tangannya juga tanpa ada yang tau mengelus perutnya sendiri.



~π~



Ujian yang sudah berakhir membuat semuanya senang, bahkan mereka pergi ke sekolah juga hanya sekedar untuk bertemu teman saja dan bersenda gurau sebelum akhirnya mereka akan berpisah setelah lulus nanti.



Tujuan mereka juga yang jelas tidak akan sama, ada yang ingin kuliah ada juga yang ingin langsung bekerja.



Di saat semua tengah bersama-sama Fatma lagi-lagi harus merasakan mual, dia cepat berlari karena tak mampu menahan semua yang meronta ingin keluar.



Fatma berlari dan tentunya di ikuti oleh Santi juga Mirna di belakangnya.


__ADS_1


Kakinya terus mengayun cepat hingga sampai di toilet wanita, dan betapa terkejutnya saat dia masuk dia hampir saja bertabrakan dengan Suci.



"Eh, hati-hati dong kalau jalan!" kesal Suci.



Suci yang kesal tetapi tidak di pedulikan sama sekali oleh Fatma, dia tetap berlari masuk dan memuntahkan semua yang ada di dalam perutnya.



Suci merasa penasaran saja, akhir-akhir ini Fatma sering sekali keluar masuk kamar mandi hanya karena mual saja. Dia melangkah mendekati Fatma menyilangkan kedua tangannya di depan dada dengan begitu angkuhnya.



"Kenapa kamu, kamu hamil!?" celetuk Suci bertanya.



"Laki-laki mana yang sudah menyentuhmu dan membuatmu sampai berbadan dua begini?" imbuhnya lagi.



Suci lebih dewasa, dia pasti tau mana orang hamil juga mana orang masuk angin saja. Apalagi beberapa bagian tubuh Fatma semakin menonjol jadi mana mungkin dia hanya masuk angin saja.



"Bukan urusan bu Suci," jawab Fatma setelah dia sedikit tenang.



"Jadi kamu beneran hamil?!" Suci terperangah, "dengan siapa kamu hamil?"



"Dasar anak nggak bener, belum juga lulus sudah hamil begini ini tidak bisa di biarkan. Semua guru harus tau, dan kamu juga harus di keluarkan dari sekolah," ucap Bu Suci.



Sebenarnya bukan itu saja yang menjadi tujuannya, kalau semua guru tau pasti Ikhsan juga akan tau setelah itu dia pasti akan menjauhi Fatma.



"Bilang saja. Lagian Bu Suci juga tidak memiliki bukti kan? Juga..., kalau mau di keluarin juga tidak masalah, kan ujian sudah selesai juga tinggal nunggu pengumuman. Jadi..., pikir saja sendiri," Fatma melenggang pergi dengan sangat berani.



"Ih.., dasar bocah nggak bener!" bu Suci terlihat sangat marah, tetapi itu tidak akan membuatnya takut, dia tetap keluar juga untuk mengatakan kepada semua guru yang ada. Fatma harus di permalukan.



Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2