Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
176.Kekacauan 2


__ADS_3

_________


Kembali -lagi ke dunia halu ku, semoga selalu suka ya..


Jangan lupa tinggalkan like dan komen nya biar makin semangat..


Yuk siapa yang mau request untuk kedepannya buat cerita abang kembar...


Mau lanjut atau mau End aja...


🤣🤣🤣🤣


kagak ada komen berarti setuju kalau dalam waktu dekat akan End..


🤣🤣🤧🤧🤧


-----------__Happy Reading___--------


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Beberapa orang berdiri mengepung Rayyan dan membuat Keisha ketakutan dan terus terlindung di belakang suaminya. tubuh Keisha sudah gemetar saat orang-orang itu terus menodongkan senjata kepada mereka berdua, meskipun sudah terdesak Rayyan tetap tenang dan melindungi Keisha yang terus di belakangnya.


Sementara orang-orang yang berpakaian serba hitam dan terus menodongkan senjata itu terus tersenyum sinis kepada Rayyan.


" Siapakah kalian sebenarnya!. Apa tujuan kalian datang ke sini! kami tidak pernah membuat masalah dengan kalian jadi lebih baik kalian pergi dari sini.!" seru Rayan dengan tegas.


Orang-orang itu malah semakin melebarkan tawa, mereka terbahak-bahak mendengar seruan dari Rayyan yang sama sekali tak membuat mereka gentar apalagi takut.


" Hahaha... lihat dia, dia berani juga. Bapak tua seperti Anda bisa apa! selain hanya bisa berteriak dan menggertak tanpa melakukan apapun!! " ucapnya dengan remeh.


Rayyan menghela nafas panjang, mencoba untuk membuat hatinya lebih tenang dan tidak terpancing dalam silat lidah yang di katakan oleh orang itu.


" kenapa pak Tua? takut ya.. hahaha..!! " tawanya lagi begitu keras. " lebih baik anda menyerah dan anda akan mati dengan enak dan tidak akan merasakan kesakitan, tapi jika anda berontak jangan salahkan kami jik anda harus merasakan sakit terlebih dahulu sebelum kalian kembali ke Tuhan kalian.! "


Rayyan terus waspada, melindungi Keisha yang benar-benar ketakutan. Meskipun tanpa senjata apapun di tangan nya namun Rayyan mencoba untuk tenang dan berusaha untuk bisa selamat dari kepungan orang itu.


" Bunuh mereka! "'teriak salah satu di antara mereka.


Mereka pun langsung menu dengan senjata yang terus mereka bawa, sedangkan Rayyan tak menggunakan apapun hanya tangan kosong saja yang dia gunakan untuk melawan mereka.


Perkelahian pun terjadi dengan sengit di antara mereka dan juga Rayyan, sedangkan Keisha berlindung di balik lemari dengan sesekali teriak.


Mendengar teriakan dari Keisha membuat salah satu dari mereka mendekati Keisha dari belakang. Orang itu menarik kerudung Keisha hingga membuat nya mendongak.


" Papa! "'teriak Keisha.


Keisha benar-benar ketakutan kali ini, apalagi sekarang orang itu sudah menodongkan belati yang begitu tajam di bagian leher Keisha yang tertutup akan hijabnya.


" Jangan takut, ini tidak akan sakit. Rasanya hanya seperti terkena pisau saja saat Anda memotong sayuran. Jadi tenang lah, dan pergilah dengan bahagia " ucapnya.


" jangan.. tolong lepaskan saya. " ucap Keisha yang mulai meneteskan air mata ketakutan.


" tenang sebentar lagi akan saya lepaskan " ucapnya dengan sinis.


Rayyan yang melihat itu matanya langsung melotot dengan begitu tajam, namun dia juga belum bisa menolong Keisha karena dia terus di kepung dan tak mudah untuk bisa terlepas dari kepungan itu.


"'lepaskan istriku!! " teriak Rayyan dengan sangat keras.


" lepaskan? hahaha.. jangan mimpi!! " jawab orang itu.


Keadaan begitu menegangkan antara Rayyan dan juga Keisha, meskipun Keisha tau kebenaran Rayyan namun baru kali ini dia benar-benar berhadapan dengan bahaya yang besar seperti sekarang ini.


" ucapkan selamat tinggal dengan suamimu" pintanya dan semakin menusuk ujung belati itu ke leher Keisha.


" Papa!! " teriak Keisha keras.

__ADS_1


Bugh....


" langkahi mayat ku dulu jika kau berniat untuk menyakiti nya!! " seru Akhsan yang tiba-tiba masuk dan langsung menendang orang itu hingga tersungkur.


" Mama! Mama tidak apa-apa? " tanya Akhsan, mendekati Keisha yang gemetar dengan hebat.


" Akhsan, Mama takut " ucapnya.


" Mama akan aman sekarang, ada Akhsan yang akan melindungi Mama " jawab Akhsan.


Orang itu berdiri, menatap Akhsan dengan begitu kesal. " bedebah!! beraninya kamu mencampuri urusanku! " bentak nya. " rasakan ini! "


Orang itu langsung maju begitu saja melawan Akhsan yang sama-sama tak membawa senjata apapun seperti Rayyan.


Akhsan menerima tantangan orang itu melawannya setelah meminta Keisha untuk menjauh darinya.


Keisha bersyukur sekali Akhsan datang di waktu yang tepat, kalau tidak mungkin dia akan berakhir seperti Fahmi.


Keisha terus melihat dengan takut Akhsan dan Rayyan yang terus berusaha mengalahkan orang-orang itu, orang-orang yang sama sekali tidak merasa kenal, dan entah dari mana dan atas perintah siapa mereka sama sekali tak mengetahuinya.


Rayyan dan juga Akhsan yang memang sudah sangat terlatih semenjak kecil akan sangat mudah untuk mengalahkan mereka semuanya, hingga sekarang mereka semua tersungkur tak sadarkan diri di lantai..


Rayyan dan Akhsan berlari mendekati Keisha yang duduk ketakutan di pojokan dengan memeluk kakinya sendiri dan juga menangis.


" Ma, semuanya sudah aman " ucap Akhsan.


" bangun, Ma. " pinta Rayyan.


Keisha pun langsung berdiri dan memeluk Rayyan beberapa saat, memeriksa sekujur tubuh Rayyan setelah dia melepaskannya.


" Papa tidak apa-apa kan? papa baik-baik saja kan? tidak ada yang luka kan? " tanya Keisha begitu banyak.


" Papa baik-baik saja, Ma. " jawab Rayyan.


" jangan berterima kasih pada Akhsan, Pa. Tapi semua ini karena Rico" jawab Rayyan.


" Hem.. anak itu! apa yang anak itu lakukan hingga aku harus berterima kasih padanya! apa dia telah mencuci otak mu juga! " seru Rayyan yang tak ada habis-habisnya membenci Rico.


" Pa.. "


" sudahlah. Aku tidak mau dengar lagi tentang anak itu.! " Rayyan seolah menutup telinga rapat-rapat dari semua kebenaran, Dan tak mau mengetahui besarnya pengorbanan Rico untuk keluarga nya.


Rayyan menggandeng Keisha dan menarik nya untuk keluar dari sana, egonya masih terlalu tinggi untuk mendengarkan kebenaran dari anak kecil namun sangat berjasa untuk keluarga nya.


" sampai kapan Papa akan menutup hati dan telinga Papa, Rico bukanlah seperti yang Papa pikirkan. Semoga kelak Papa bisa membuka hati nya untuk menerima kebenaran ini. " gumam Akhsan seraya menggeleng dengan pelan.


🌾🌾🌾🌾🌾


Bukan hanya orang-orang yang Akhsan dan Rayyan saja yang ada di sana ternyata, tapi ada begitu banyak sekelompok orang yang berniat untuk menghancurkan tempat itu sekaligus para penghuninya.


Marco dan Arlan harus berjuang penuh untuk mengalahkan semuanya, meskipun sudah ada orang yang melapor pada pihak berwajib namun bantuan dari kepolisian belum juga datang.


Semua yang terjadi di tempat itu tak dapat di sembunyikan lagi, karena begitu banyak mata yang melihat nya tidak seperti di markas mereka yang hanya orang-orang dari mereka bertiga yang tau.


Beberapa tempat sudah di hancurkan dan di ledakkan, oleh perusuh itu. ternyata mereka semua sudah memasang peledak di setiap tempat dan hanya tinggal menunggu saja semua tempat itu pasti akan berhasil hancur dan rata dengan tanah.


Semua saling berbagi tugas, ada yang menangani para gerombolan perusuh itu dan ada juga yang mencari seorang muslim peledak dan berusaha untuk menjinakkan nya.


Satu orang terus tertawa terbahak-bahak dengan begitu senang, melihat semua kekacauan yang telah berhasil dia buat. Orang itu adalah Younes. Laki-laki yang matanya sudah tertutup akan dendam untuk keluarga Tasya sabar juga Joe.


Younes juga merasa sangat bahagia karena akhirnya dia bisa menodongkan pistol ke kepala Marco yang kini hanya berdiri dengan diam.


" kenapa, Marco. Ada apa kamu tidak bisa mengalahkan ku. Kau selalu besar kata-kata, kau juga hebat dalam semua hal apakah sekarang kamu tak bisa menyelamatkan dirimu sendiri? " ucap Younes dengan sinis.


" Tak ku sangka ternyata kau seorang penghianat! seorang yang menusukku dari belakang dan menghancurkan semua usahaku, dan sekarang tidak lagi Marco. sekarang kau akan mati bersamaan dengan usahaku yang kau hancurkan.! "

__ADS_1


" Dan setelah itu, usahamu yang berjaya itu akan menjadi milikku, hahaha...!! " tawa Younes begitu girang.


" selamat menjemput kematian mu, Marco! "


Pelatuk pelan mulai Younes tekan, peluru pun mulai keluar dengan perlahan.


Bugh....


Doorrrrr....


Peluru melesat jauh di awan saat tangan Younes terkena balok yang di lemparkan oleh seseorang. Bahkan pistol itu juga terbang jauh dan terpental.


" kurang ajar!! " teriak Younes dengan amarah.


Bugh...


Di saat Younes lengan saat itu juga Marco memukul perut Younes.


" Kau tak akan mudah menjatuhkan kami, Younes! sekarang kami telah bersatu dan tak akan ada yang bisa mengalahkan kami! " ucap Ikhsan sembari berjalan dengan begitu angkuh.


" Bedebah!! kalian semua tak akan bisa hidup lagi.Kalian harus mati di tangan ku! kalian harus mati! " Teriak Younes.


Ternyata tak hanya satu senjata saja yang Younes bawa, masih ada dua lagi yang ada di kantong nya dan kini sudah berpindah ke kedua tangan nya.


" hahaha..!! kalian tidak akan bisa selama dariku, kalian harus hancur!! " teriak Younes dengan begitu girang.


Marco dan juga Ikhsan hanya tersenyum sinis melihat itu, bahkan mereka berdua terkekeh dan saling menatap.


" hemm.. kamu kira kamu akan takut hanya karena senjata seperti itu? hahaha! " giliran Ikhsan sekarang yang tertawa.


" kalian akan mati! "


" Letakkan senjata itu!! " teriak pihak kepolisian yang baru datang, sembari menodongkan pistol ke arah Younes.


Younes terkejut karena melihat begitu banyak anggota polisi yang datang, dan semuanya juga membawa senjata. Peringatan dari polisi sana sekali tidak di hiraukan oleh Younes, dia tetap kekeuh ingin melepaskan tembakan ke arah Marco dan juga Ikhsan.


" jangan kira aku akan takut, sekalipun aku mati kalian juga akan mati karena peluruku! hahaha... "


" letakkan senjatanya!! " peringatan kembali di berikan untuk Younes, namun semua itu sama sekali tak berpengaruh pada Younes. Dan sekarang Younes malah tambah berani dengan menodongkan pistol ke arah salah satu polisi di sana.


" Bukan hanya mereka saja yang akan mati, tapi juga kalian! nasib kalian akan berakhir di tangan ku!! " teriak Younes.


Doorrrrr...


Sekali tembakan berhasil menembus dada Younes saat salah satu polisi melepaskan pelurunya, Sebenarnya sasarannya adalah tangan Younes namun karena Younes yang tiba-tiba bergerak membuat tembakan itu meleset dan mengenai dadanya.


Perlahan-lahan tubuh Younes tumbang, matanya melihat dadanya yang sudah tembus akan peluru dan mengeluarkan darah.


" kalian akan menyesal " ucapan Younes yang terakhir kalinya.


Brukkk.....


Tubuh Younes ambruk di tanah, kedua senjata yang ada di tangan nya terlepas. Mata Younes melotot dengan bulat seakan nyawanya keluar dengan terpaksa.


Semuanya berlari mendekati Younes, memeriksa denyut nadinya yang ternyata sudah tidak ada.


" innalillahi wainnailaihi raji'un.. " ucap Ikhsan, sembari tangan mengusap wajah Younes dan membuat matanya terpejam.


_______


Bersambung.....


#######


🌾🌾🌾

__ADS_1


__ADS_2