Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
135.Rencana


__ADS_3

Akhsan dan Ikhsan melangkah memasuki markas dengan buru-buru mereka berdua sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengan orang yang kemarin telah menghadangnya dan juga berniat untuk mencelakai mereka berdua.


Di pintu masuk ruang bawah tanah mereka berdua sudah ditunggu oleh Arlan dan mereka pun langsung memasuki ruang bawah tanah bertiga.


Ikhsan begitu semangat setelah melihat ke-6 laki-laki yang duduk di lantai dengan keadaan wajah yang babak belur dan juga kaki yang terluka, sepertinya mereka telah mendapatkan siksaan dari anak buahnya.


Ikhsan menyeringai manis namun tetap saja ada aura yang begitu menakutkan." Gimana keadaan kalian saya harap kalian dalam keadaan baik-baik saja." sinis Ikhsan. Keenam laki-laki itu langsung menoleh ke arahnya mereka membalas tatapan sinis dari Ikhsan dengan tatapan yang sama.


" Hm. " salah satu dari mereka terlihat menyunggingkan bibirnya nya menatap Ikhsan dengan tak suka." buat apa kalian berdua mempertahankan kami, kenapa tidak kalian bunuh saja kami, sebesar apapun kalian berusaha dan seperti apapun kalian menyiksa kami.... kami tidak akan mengatakan apapun pada kalian." ucapnya.


Akhsan dan Ikhsan tak memperdulikan kata-kata darinya, mereka berdua lebih asyik duduk di kursi depan mereka memeriksa satu persatu ponsel yang telah berhasil Arlan ambil dari mereka semua. Lagi-lagi mereka berdua dibuat tak percaya dengan pemberian Arlan yang terakhir kali, yaitu Pin Ular berkepala tiga.


" oh,,!! ternyata mereka dari kelompok yang sama seperti yang waktu itu, yang telah membuat aku kecelakaan dan mobil ku rusak karena menabrak pohon" ucap Ikhsan dengan menganggukkan kepalanya mengerti.


" kalian kira kami tidak akan bisa mendapatkan informasi apapun dari geng kalian,? Hm,, jangan mimpi, kami akan mendapatkan secepatnya dan aku pastikan itu adalah hari ini juga." ucap Akhsan angkat bicara.


Tak dapat dipercaya kalau mereka berdua bisa melakukan apapun yang barusan dikatakan. ke-enam laki-laki di depan mereka berdua terkekeh, mereka begitu yakin bahwa kedua laki-laki di hadapannya ini tidak akan mudah bisa menemukan ketua mereka.


" Bermimpilah selama kalian masih bisa, karena sebentar lagi kami sangat yakin bahwa ketua kami akan benar-benar menghancurkan kalian berdua dan mereka juga akan membebaskan kami semua dari sini," ucap salah satu mewakili.


" hahaha,,,!!!


Ikhsan tertawa terbahak-bahak mendengarkan orang yang di depannya itu memiliki tingkat percaya diri yang sangat tinggi bahkan Ikhsan tak malu memberikan acungan jempol untuknya.


" Aku suka dengan kepercayaan mu, bahkan aku juga sangat salut kamu sungguh luar biasa. Tapi maaf sekali karena kepercayaan mu itu akan saya pastikan salah besar. Tak akan ada orang yang menyelamatkan kalian dari sini dan mungkin kalian tidak akan pernah keluar dari sini kecuali polisi yang menjemput kalian." ucap Ikhsan dengan jelas.


" kalian bisa saja tertawa saat ini tapi setelah ketua kami datang kalian tidak akan bisa tertawa lagi, bahkan kami pastikan kalian tidak akan pernah bisa menghirup udara di muka bumi ini lagi." ucap salah satu dari mereka.


Akhsan dan Ikhsan tidak bergeming sama sekali apalagi takut dengan ancamannya, tetapi Arlan lah yang mulai terbawa emosi mendengar ketuanya mendapatkan ancaman.


Tangan Arlan mengepal dengan sempurna


matanya melotot ke arah orang yang bicara barusan dengan buru-buru Arlan melangkah maju duduk dihadapannya dan mencengkram baju orang itu.


" beraninya kamu mengatakan itu kepada ketua ku. jika kami tidak memiliki hati, maka kami akan membunuh kalian sekarang juga atau mungkin kalian akan menjadi santapan buaya atau singa yang sedang kelaparan. " ucap Arlan yang begitu sudutnya emosi.


Bukannya ketakutan orang itu malah terkekeh dihadapan Arlan yang sedang menatapnya dengan bengis. " Kenapa tidak kalian lakukan saja pada kamu, kalian sama-sama pengecut karena hanya bisa mengancam kami."

__ADS_1


Disaat Arlan berbicara dengan orang itu salah satu anak buah Ikhsan datang dengan membawa sebuah laptop dan memberikannya kepada Akhsan. Akhsan dan Ikhsan melihat sesuatu yang ada di dalam laptop tersebut seketika Ikhsan menyeringai dengan sinis dan berjalan maju mendekati Arlan dan orang itu.


" Oh,, Jadi kalian emang menginginkan kematian,! kami bisa dengan mudah mewujudkan apa yang menjadi keinginan kalian. tapi biarkanlah kami bersenang-senang dulu sebentar kami yakin kalian akan berubah pikiran setelah melihat apa yang kami lakukan." ucap Ikhsan yang sudah berdiri di di belakang Arlan dengan bersedekap dada.


Seketika keenam orang itu dan juga Arlan menoleh ke arah Ikhsan dengan bingung.


Sebenarnya apa yang dimaksud dengan Ikhsan barusan.


" tidak usah terkejut saya tidak akan melakukan apapun yang salah tapi kami akan melakukan apapun yang menurut kami benar. Hmm,,,? Bagaimana ya seandainya anak dan istri kalian beserta orang tua kalian juga merasakan apa yang kalian dapatkan saat ini"


Seketika keenam orang itu melotot ada Ikhsan, "apa yang akan kalian lakukan kepada keluarga kami.!" ucapnya dengan suara tinggi


" Sabar bro... permainan belum dimulai dan pertunjukannya akan tayangkan secepatnya " Ucap Ikhsan.


" Ikhsan,,!! panggil Akhsan.


Ikhsan segera menoleh dan berjalan mendekati Akhsan, " gimana Bang,? "


" semua sudah beres, kita hanya tinggal menunggu waktu saja dan yang kita inginkan pasti akan kita dapatkan " jawab Akhsan.


Lagi-lagi ke-enam orang itu di buat bingung dengan apa yang di bicarakan Akhsan dan Ikhsan di hadapan mereka. " Apa sebenarnya yang akan kalian lakukan,! " tanyanya dengan nyolot dan hendak berdiri untuk mendekati Akhsan dan Ikhsan. namun sebelum semua itu terjadi Arlan kembali melayangkan bogeman maut kepadanya.


Orang itu terpelanting ke belakang dan menindih temannya yang ada di belakang sembari mengusap pojok bibir nya yang kembali berdarah.


" Arlan,,!!! panggil Akhsan yang sudah berdiri dengan menenteng laptop nya.


Arlan mengetahui apa maksud Akhsan dan segera berdiri mengikuti langkah mereka berdua untuk keluar dari ruangan itu.


" Heyy,,,!! apa yang akan kalian lakukan,,!! teriak orang yang tadi.


Ikhsan berhenti di depan pintu melirik anak buah nya yang berjaga di sana, " Urus mereka semua,, " ucapnya seketika anak buahnya mengangguk. " bagus, "


Mereka bertiga masuk ke ruang yang lain dan duduk di di sofa, " aku sudah tau siapa yang menyuruh mereka. kita harus menyusun rencana untuk membuat mereka hancur perlahan hingga membuat mereka benar-benar menikmati kehancuran mereka " ucap Akhsan.


" kenapa tidak langsung di hancurkan Bang,,? itu kan lebih cepat memberikan pelajaran kepada mereka " ucap Ikhsan.


" Tidak Ikhsan, meskipun dengan perlahan tapi kita pastikan mereka benar-benar hancur di waktu yang tepat. berikan saja kelonggaran untuk mereka supaya mereka bisa mencari jalan untuk bangkit. kita lihat saja, seberapa hebatnya mereka. Jangan sampai kita buru-buru, karena akau takut ada orang di belakang mereka yang lebih tangguh. " terang Akhsan.

__ADS_1


" Baiklah,, " jawab Ikhsan pasrah.


🌾🌾🌾🌾🌾


Fatma berjalan dengan bahagia beriringan dengan Santi dan juga Mirna mereka baru saja keluar dari dalam kelas karena hari ini adalah hari terakhir mereka menjalani ujian. sedangkan Rico hanya berjalan seorang diri tak jauh dari mereka bertiga.


" Akhirnya akhirnya ujian kita selesai juga semoga kita semua dapatkan nilai yang memuaskan karena aku berharap kita tetap berada di satu kelas saat kita naik ke kelas 12." ucap Fatma sembari membalikkan badan dan berjalan mundur.


" Amin,,!! seru Santi dan Mirna bersamaan.


" Hmm,,? Bagaimana kalau kita makan bersama merayakan selesainya ujian kita" ucap Fatma heboh.


Santi dan Mirna mengangguk cepat saran dari Fatma boleh juga apalagi lagi mereka sudah lama sekali tidak bersenang-senang karena fokus belajar menyambut ujian.


" hayuk... siapa takut, tapi kamu yang traktir ya miss" jawab Santi.


" iya juga ya, Miss kan belum pernah mentraktir kita., tapi kami tidak mau kalau hanya sekeping coklat lima ratusan saja, yah bakso juga boleh atau nasi goreng Bang Mamat" imbuh Mirna memprovokasi.


Fatma berfikir sejenak, lalu tersenyum sembari mengangguk. " boleh yuk berangkat" Fatma bergegas.


Belum juga mereka bertiga berjalan keluar dari area sekolah Fatma yang berjalan dengan mundur tak sengaja bertabrakan dengan seseorang, namun Fatma tidak terjatuh karena orang itu dengan Sigap menangkap Fatma. "kamu...!!!


Sontak Fatma melepaskan diri setelah melihat Siapa yang telah menangkapnya nya dan juga menyentuh dirinya tanpa izin meskipun itu karena kecelakaan.


" Ma-maaf,, saya tidak sengaja " Ucap orang itu itu yang tak lain adalah Iqbal.


" sudah ku maafkan, tetapi sekali lagi kamu menyentuhku maka akan aku aku potong tangan." ujar Fatma dengan marah dan kedua tangannya menyapu bersih bekas sentuhan dari tangan Iqbal dari tubuhnya.


" dasar gadis aneh situ yang salah kenapa menyalahkan ku Seharusnya kan aku yang marah-marah kenapa malah terbalik begini.?" bingung Iqbal.


" kenapa ini..?" tanya Riko yang baru sampai di sana." kamu tidak apa-apa kan miss?" imbuh Riko.


" udahlah yuk pergi..!" Fatma menggandeng tangan kedua sahabatnya dan menariknya dengan cepat.


" miss aku ikut.!! teriak Riko sembari berlari mengejar Fatma dan meninggalkan kan lirikan mata untuk Iqbal.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


__ADS_2