
Suara hewan malam bersahut-sahutan selayaknya irama yang di mainkan dengan begitu indah, bulan bintang pun tak mau kalah dan tersenyum memberikan sinar pada semesta.
Semua tempat sudah terlihat sepi tak ada satu orang pun yang masih terjaga. Semua penghuni sudah tidur, pergi ke alam mimpi mereka masing-masing.
Begitu pula Fatma dan juga Ikhsan mereka sudah terlelap sejak pukul sembilan malam.
Fatma menggeliat, matanya perlahan-lahan mengerjap, tangan nya pun tak mau ketinggalan mengucek matanya yang masih malas untuk membuka mata.
Arloji yang bertengger di nakas sebelah nya pun menjadi tujuan utamanya, tangan Fatma meraih benda berbentuk Love dan mempunyai kaki itulah yang menjadi incaran tangan nya saat ini.
Matanya berusaha melihat dengan jelas arah jarum di dalam Arloji itu. meskipun dalam keadaan mata yang masih sayu-sayu dan penerangan yang minim namun mata Fatma tetap bisa melihat nya dengan baik.
"'Jam Satu lebih dua belas menit" gumam nya dan kembali meletakkan arloji ke tempat semula.
Wajah nya beralih ke sebelah nya, menatap Ikhsan yang tertidur pulas dengan posisi miring ke arah nya.
Krukkkk....
Seperti biasa, setiap jam segitu Fatma pasti akan terbangun dan dalam kondisi kelaparan, padahal sebelum tidur dia selalu makan malam tapi entah apa yang terjadi padanya hingga nafsu makan nya bertambah.
Mau membangunkan Ikhsan kasihan, nggak bangunin untuk menemaninya Fatma tak berani ke dapur seorang diri, jadi dengan terpaksa Fatma harus membangunkan Ikhsan dan meminta nya untuk menemaninya.
"Mass" panggil Fatma dengan pelan jari nya menoel hidung Ikhsan pelan.
" Hm" jawab Ikhsan dan hanya mengubah posisi tidurnya menjadi terlentang.
Cacing yang semakin berdemo membuat Fatma terus berusaha untuk membangunkan Ikhsan, meski dengan cara apapun Ikhsan harus bisa bangun, pikir Fatma.
" Mass," rengek Fatma.
Lagi-lagi Ikhsan belum juga membuka mata nya, bahkan sekarang sama sekali tak menjawabnya. " Mass" panggil nya lagi.
Fatma menurunkan wajah nya di sebelah Ikhsan, mulutnya langsung beraksi meniup telinga Ikhsan dengan iseng. Fatma tau hanya dengan cara itulah Ikhsan akan terbangun dan benar saja, setelah Fatma melakukan itu Ikhsan langsung membuka matanya.
Ikhsan menggaruk kepalanya yang tak gatal, padangan nya masih tak jelas karena belum genap sempurna ruhnya.
"'Apa!, lapar lagi? " tebak Ikhsan dan ternyata benar. dan pertanyaannya langsung terjawab saat Fatma mengangguk dengan wajah memelas. " Mau makan apa? "
Fatma menggeleng tidak tau. tapi apapun yang Ikhsan berikan Fatma pasti akan memakannya dan langsung menghabiskan nya. " terserah Mas saja" ucapnya manja.
Keduanya turun dari ranjang berjalan keluar kamar dengan perlahan, Ikhsan berjalan lebih dahulu sedangkan Fatma hanya membuntuti nya di belakang.
Tangan Ikhsan meraih saklar di samping pintu dapur dan menyalahkan lampunya dengan gerakan cepat.
"Mas, sepertinya masih ada makanan sisa makan malam di kulkas, itu ajalah di panasin" ucap Fatma memberitahu pada Ikhsan yang berhasil membuat nya menoleh dan mengernyit.
" Beneran kamu mau makan itu saja, bukan yang lain? " tanya Ikhsan, Fatma pun mengangguk dengan cepat berhiaskan cengiran khas nya yang membuat Ikhsan pasrah begitu saja.
Fatma mau ikut serta memanasi makanan itu lagian yang lapar Fatma jadi nggak enak membuat Ikhsan harus susah payah, tapi semua itu di tolak oleh Ikhsan. baru saja tangan Fatma mau menyalahkan kompor sudah langsung di tegur oleh Ikhsan, " Nggak usah " ucapnya dengan pelan.
"Tapi Mas, Fatma hanya mau bantuin. Lagian yang mau makan kan Fatma "
__ADS_1
" Kamu duduk saja sana. " perintah Ikhsan.
Dengan langkah terpaksa Fatma duduk dengan wajah tertekuk kesal. kenapa selalu tidak boleh membantu nya padahal setiap hari Fatma kan selalu di dapur tapi kenapa kalau malam tak pernah di perbolehkan oleh Ikhsan.
Fatma duduk dengan diam, memainkan sendok dan garpu yang berada di dalam wadah, Ikhsan hanya bisa menggeleng dengan kelakuan Istri nya saat sedang seperti itu.
" Mas,!! panggil Fatma.
" Hmm " jawab Ikhsan tanpa menoleh dan terus asyik memanasi makanan yang ia keluarkan dari dalam kulkas.
" Fatma bingung deh Mas, Kak Kairi yang hamil kenapa Fatma yang selalu bangun malam karena lapar? dan terkadang Fatma juga yang ingin makan ini dan itu, kenapa rasanya Fatma yang ngidam. " bingung Fatma berusaha berfikir dengan sangat keras.
" tau! " Jawab Ikhsan hanya menjentikkan kedua bahunya ke atas dan kali ini melirik Fatma sekejap.
" emang bisa seperti itu ya Mas. kalau memang bisa besok kalau aku yang hamil aku ingin Bang Akhsan yang ngidam, kan impas tuh" ucap Fatma nyeleneh.
Mata Ikhsan menatap Fatma dengan geram, jelas-jelas ada suaminya yang rela berbuat apapun untuk Fatma kenapa Fatma malah memilih Akhsan yang ngidam saat dirinya hamil?
" kepalamu belum pernah di gethok pakai sendok sayur ya? " ucap Ikhsan geram mengangkat sendok sayur yang ia gunakan untuk membolak-balikan sayur dan jangan lupakan mata garangnya.MENGERIKAN.
" belum" jawab Fatma begitu enteng, lagian siapa juga yang akan menggethok nya pakai sendok sayur? sebelumnya saja dia tinggal seorang diri.
" tapi benar loh Mas, kalau aku hamil nanti ingin Bang Akhsan yang ngidam, dan semoga saja anak ku lebih pintar dari bapaknya bisa tuh minta yang aneh-aneh sama Bang Akhsan, hahaha,!! tawa Fatma renyah, menertawakan bayangan akan apa yang barusan siapa katakan.
"Huffff,, " Ikhsan mengeluarkan nafas beratnya, kata-kata istri nya barusan benar-benar menguras emosi nya dan harus dia tahan sekuat tenaga. " emang bapaknya nggak pintar? " tanya Ikhsan.
" Bapak?,, pintar sih "' jawab Fatma pelan.
Ikhsan berjalan ke arah rak, mengambil piring dan mengambilkan nasi sekalian untuk Fatma, lalu kembali lagi ke depan kompor untuk mengambil sayur dan juga lauknya yang sudah berhasil dia hangat kan.
Ikhsan duduk di sebelah Fatma memberikan piring berisi pada Fatma " Emangnya kamu kapan siap hamil nya? " tanya Ikhsan sembari tangan nya mengambil sendok dan ia berikan pada Fatma.
" ya,,,, kata Mas kan kalau udah lulus, Mas gimana sih masak lupa dengan yang Mas katakan sendiri "'jawab Fatma kesal.
" O, "
Fatma menganga " hahh!! hanya -O- saja jawabannya,? Ishh Mas ini. "' Wajah Fatma cemberut setelah mengatakan itu pada Ikhsan dan berhasil membuat Ikhsan tertawa senang.
" Hahaha.. lucu kali kau neng " Ikhsan mengangkat tangannya dan menyapit hidung Fatma dengan gemas.
Fatma mengibaskan tangan nya dan pas mengenai tangan Ikhsan dan berhasil terlepas " Sakit Mass!!! " kesalnya.
" Hahaha, maaf. udah makan gih. setelah itu kamu harus membayar hasil kerja keras ku" ucap Ikhsan sembari mengedipkan matanya genit.
Thuk...
" Mulai mulai,,!! Sendok yang sebelumnya di gunakan untuk menyuapkan nasi ke mulut nya berhasil membuat Ikhsan meringis karena Fatma menggethok nya di kepala Ikhsan.
"'Sakit Fatma, "'keluh Ikhsan tangan nya memijat-mijat kepalanya yang tak terluka hanya terasa nyeri saja karena perbuatan Fatma barusan.
" Hm" Fatma hanya berdehu dan kembali lagi asyik dengan piring nya yang masih penuh.
__ADS_1
Ikhsan hanya terus menatap Fatma yang sedang makan, menumpu dagunya sendiri dengan kedua tangan nya. "memang aneh sih, Kak Kairi yang hamil kenapa seperti nya kamu yang ngidam? " batin Ikhsan.
Fatma melirik menghentikan sendok yang sudah di depan mulut nya yang sudah terbuka lebar, menatap heran pada suaminya yang tak berkedip menatapnya.
" Mas mau makan juga.? " tanya Fatma dan membuyarkan lamunan Ikhsan. " mau Fatma suapin? " tanyanya lagi.
Ikhsan menggeleng, tak biasa dia makan di malam hari jadi mana mungkin dia akan menerima suapan dari Fatma. " tidak usah, kamu saja yang makan " jawab nya.
" baiklah " seru Fatma dengan acuh.
" Sepertinya tadi aku mendengar namaku di sebut, kalian lagi gunjingin aku ya? " Akhsan berjalan semakin mendekati keduanya seketika membuat mereka menoleh ke arah Akhsan.
" Tidak! siapa juga yang mau gunjingin Abang "' jawab Ikhsan ketus.
" terus? " Akhsan bergabung duduk setelah mengambil segelas air putih untuk dia minum, " telinga abang masih sehat, Ikhsan. dengan jelas Abang dengar kalian sebut nama Abang" kekeuh Akhsan.
" Tuh, tanyakan saja sama Fatma " jutek Ikhsan tak semangat, bagaimana mau semangat kalau keinginan Fatma begitu di luar nalar. jelas-jelas ada suaminya, kenapa Fatma memilih Abang nya yang merasakan ngidam saat dirinya hamil. bikin bad mood Ikhsan menyeruak.
Fatma terus diam, asyik dengan makanan bya yang tinggal sedikit. Masa bodoh mau di katain oleh suaminya dan kembaran nya yang Fatma pentingkan saat ini adalah mengisi perutnya.
" Fatma " panggil Akhsan, membuat Fatma langsung mendongak menghentikan mulutnya yang sedang mengunyah. "' apa yang kalian bicarakan mengenai Abang? " tanya Akhsan mendesak.
" Hm.. tidak ada " jawab nya bohong.
" kamu nggak pandai berbohong Fatma, katakan. "
Fatma menatap sekejap Ikhsan yang menggeleng dengan wajah memelas. tak ingin Ikhsan dengar lagi kata-kata tadi, kata-kata dan keinginan Fatma yang nyeleneh tidak pada umumnya.
" Hehehe,, " Fatma meringis dan membuat Ikhsan semakin tegang, yang pasti setelah ini dia akan di tertawakan habis-habisan oleh Akhsan kalau Fatma benar-benar mengatakannya pada Akhsan. " tidak ada. " seru Fatma acuh.
" Hufff... " nafas lega Ikhsan keluarkan bahkan tangan nya mengelus dadanya saking leganya. Akhirnya mulut Fatma bisa di kunci juga. " Alhamdulillah. akhir....
" Kalau Fatma hamil, Fatma ingin Bang Akhsan yang ngidam " celetuk Fatma memotong perkataan Ikhsan dan sontak membuat nya ingin menjitak kepala Fatma langsung.
" Hahh...!!! " terkejut Akhsan tak habis pikir, adik ipar nya ini bener-bener tidak waras. " Bagaimana bisa? "
" bisa. buktinya, Kak Kairi yang hamil aku yang ngidam, bisa dong kalau aku yang hamil Abang Akhsan yang ngidam. dan semoga saja anakku lebih nakal dari kalian, asyik tuh pasti banyak maunya, hahaha, " tawa Fatma girang.
Kedua laki-laki yang mendengar kata-kata Fatma barusan hanya bisa melongo tak habis pikir. kok ada ya perempuan model kek gitu.
Fatma menghentikan tawanya menatap keduanya bergantian. " kenapa? ada yang salah? " tanyanya polos.
" Bukan salah tapi.....
DOORRRRR......
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
Ada-ada saja kau Fatma, ckckck ckkkk.....
__ADS_1
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣