Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
111.Detik-detik Akhir


__ADS_3

Mobil Akhsan dan Ikhsan berhenti di depan komplek perumahan elit. matanya menatap bingung rumah yang mana yang harus mereka ketuk dan mereka datangi. dari begitu banyak rumah di sana hanya satu saja yang mereka berdua tau siapa pemiliknya dan itu adalah orang yang mati-matian membenci keluar mereka, siapa lagi kalau bukan Marco.


Tak pernah terlintas di pikiran mereka berduaan kalau aisyah dan Shelvia akan tinggal di salah satu rumah indah di sana, mana mungkin kan? dan untuk apa, mereka tidak tau pasti.


" benarkah mereka ada di komplek ini ya Bang? tanya Ikhsan mengamati satu persatu rumah yang sama-sama indah namun semua terdapat pagar pembatas dari satu sama lain, dan jarak nya pun jauh-jauh.


" Abang juga nggak tau pasti sih dek. tapi tidak ada salah nya kan kalau kita coba" ucap Akhsan.


Keduanya turun dari mobil bersamaan, memarkirkan mobilnya di depan komplek saja dan tidak masuk, karena akan lebih sulit pastinya karena mereka berduaan bukan lah penghuni dari salah satu rumit di sana.


Akhsan berjalan mendekati penjaga, seorang satpam yang tiap hari bertugas di sana. " Assalamu'alaikum pak, maaf saya mau tanya apa akhir-akhir ini bapak lihat ada dua anak perempuan yang usianya sekitar 13 dan 14 ya pak? " tanya Akhsan.


" Wa'alaikumsalam " jawab satpam, lalu berpikir sejenak memikirkan pertanyaan Akhsan barusan mengenai anak perempuan yang ia maksud. " sepertinya tidak ada deh pak " jawab nya yakin.


" beneran pak, tidak pernah ada. " Ikhsan ikut maju, mengambil ponsel dan membuka galeri foto, memperlihatkan foto Aisyah dan juga Shelvia yang sedang bersama-sama. " coba bapak lihat baik-baik wajahnya, mungkin bapak pernah melihat nya?


Satpam itu menggeleng tak tau. " saya beneran tidak pernah melihat nya pak "jawab nya. namun sepertinya berbeda dengan di dalam hatinya yang tengah tertawa terbahak-bahak mengikuti alur permainan yang harus dia kerjakan atas suruhan kedua Nona nya. " ternyata benar apa yang di katakan Nona Aisyah dan Nona Shelvia. Pasti kedua pemuda ini adalah kedua Abang nya Nona Aisyah " batinnya.


Terlihat ada gelagat yang aneh pada satpam itu membuat Akhsan mengernyit bingung, tak semudah itu juga Akhsan bisa di bohongi, dan tak semudah itu juga Akhsan menyerah untuk tidak mencari Aisyah di kompleks itu.


" maaf Pak, boleh saya dan adik saya masuk? kami ingin menemui seseorang " ucap Akhsan...


" tapi Pak? Satpam itu ragu, bagaimana dia akan membiarkan mereka masuk begitu saja dan mengacaukan segala rencana Aisyah dan Shelvia yang sudah tersusun dengan begitu indah dan rapi, dan hanya menunggu waktu saja untuk bisa mendapatkan hasilnya.


" please pak, kami hanya sebentar " Ikhsan angkat bicara, meskipun dengan atau tanpa izin dari satpam keduanya tetap bertekad untuk masuk ke komplek itu, tak masalah kalau mereka harus mendatangi semua rumah itu satu persatu. " saya mohon pak, kami ada urusan yang sangat penting "


" tapi pak?


" kami mohon pak " ucap Ikhsan sekali lagi.


satpam itu mengangguk tak mungkin dia akan menolak nya dan akan menambah kecurigaan untuk Akhsan dan Ikhsan atas dirinya. " silahkan pak., "


Satpam langsung mengambil ponsel nya setelah Akhsan dan Ikhsan sudah masuk ke komplek, Nona nya harus segera tau akan hal itu atau rencana mereka semua akan gagal "Aku harus mengabari Nona Aisyah "'Gumam nya, melirik Akhsan dan Ikhsan sekejap mata.


"'Nona, kedua abang anda sudah sampai di tempat ini untuk mencari Nona berdua. dan mereka juga sudah masuk komplek dan bertanya ke rumah rumah"


Satpam kembali memasukkan ponsel nya disaku setelah berhasil mengirimkan pesan untuk Nona nya. berharap pesannya akan segera di lihat dan di baca, " semoga tidak terlambat "'gumam nya dengan penuh harap-harap cemas.


🌾🌾🌾🌾🌾


" Jadi kakak tampan itu namanya Kak Farel! dan adik abang jelek ya? kok wajahnya jauh banget bedanya, satu wajahnya bulat yang satunya lonjong, kalian berdua beneran satu produk? tanya Aisyah begitu antusias dan tentunya dengan heboh juga. matanya sesekali melirik Farel dan foto Marco yang sudah berada di tangannya, mereka berdua benar-benar berbeda apalagi sifatnya benar-benar bertolak belakang antara ke kanan dan ke kiri.


" kamu kira bola dan telur, satu lonjong satu bulat? kenapa nggak sekalian segi empat atau segitiga saja " sinis Shelvia, berkata tanpa melihat wajah Aisyah yang sudah kesal tentunya dan juga matanya yang sudah melotot kearahnya. " dan pertanyaan apa itu? satu produk, Ck... kau ini. " sambung Shelvia


" mulut nggak pernah di sedekahin nih kayaknya!" kesal Aisyah seandainya tidak di hadapan Joe dan Farel entah apa yang akan Aisyah lakukan pada Shelvia pastilah seperti biasa mereka akan berdebat habis-habisan hingga salah satu di antara mereka ada yang kalah " Kak Via itu kalau mau ngomong di saring dulu, apalagi sama anak kecil seperti Aisyah. jangan sampai mencemari otak yang masih polos " protes Aisyah.

__ADS_1


Otak polos? astaga! polos dari mananya? Shelvia ternganga melihat wajah Aisyah yang di buat imut, " sok polos kamu, padahal udah ancur otak nya! " ucap Shelvia semakin sinis.


" Kakak,,!! teriak Aisyah tak terima dan hampir saja beranjak dan menghampiri Shelvia, untung saja masih ada Joe di tengah-tengah mereka kalau tak, pasti udah perang dunia mereka.


Joe menghadang Aisyah dengan memajukan tangannya, menggenggam pergelangan tangan Aisyah dan meminta nya kembali duduk " sudah sudah" ucap Joe memisah " anak cantik-cantik nggak boleh saling berantem nggak baik, oke. " ucap Joe.


" kenapa nggak boleh Opa.? kenapa kami yang masih kecil nggak boleh berantem tapi kenapa orang besar boleh? ucap Aisyah.


Joe mengernyit, sedangkan Farel yang sedari tadi hanya terdiam dan menjadi pendengar perdebatan mereka berdua langsung terkejut mendengar pertanyaan Aisyah.


" emang siapa yang berantem? tanya Farel reflek dan menatap Aisyah dengan bingung.


" Siapa yang berantem? emang aku bilang seperti itu ya? Aisyah tersadar dan langsung membantah pertanyaan nya sendiri yang tadi.


" seperti nya aku nggak bilang berantem, kak Farel aja yang salah denger " elak Aisyah membela diri.


" beneran tadi kamu bilang begitu, yuk cerita siapa yang berantem? Farel masih terus penasaran siapa sebenarnya yang berantem seperti yang Aisyah katakan.


" nggak ada? " jawab Aisyah " oh iya Kak Farel! gimana belajar kakak, lancar kan? tanyanya mengalihkan.


" lancar!" jawab Farel cepat, meskipun dia masih bertanya-tanya di dalam otaknya karena kata-kata Aisyah tadi.


" Wihhh,,, hebat ya Kak Farel, udah tampan, baik, sholeh, dan pinter lagi. benar-benar kriteria pria idaman untuk calon imam " ucap Aisyah dengan tangan menghitung kelebihan Farel dan matanya juga fokus dengan jari-jarinya.


Joe tersenyum dengan pujian Aisyah yang di berikan pada cucunya. yang di katakan Aisyah memang benar menurut Joe, tapi? tak habis pikir saja anak di bawah umur seperti Aisyah sudah bisa mengatakan semua itu dan semua ide-ide nya pun tak selayaknya seorang bocah dan tak ada sedikitpun yang jauh dari pemikiran dan juga kecerdasan Tasya" Hm " Joe menarik senyum.


Berbeda dengan Shelvia, dia lebih melotot tajam pada Aisyah yang masih tak sadar akan kata-kata nya barusan. Pletakkk......


Shelvia membungkuk maju lewat depan Joe dan berhasil mendaratkan sentilan sadis di kepala Aisyah " mulai mulai,!!


Aisyah meringis kesakitan, tangannya langsung memijat kepala nya yang telah dianiaya oleh Shelvia barusan " kakak,! teriak Aisyah.


" Apa!


" ihh,,!! geram Aisyah pada Shelvia sedangkan sangat pelaku sekarang sudah membuang muka dan masa bodoh dengan kekesalan Aisyah.


Keadaan rumah menjadi semakin ramai setelah adanya Aisyah dan Shelvia, dan juga kedatangan mereka berdua bisa membuat Joe lebih bahagia dan selalu tersenyum bahkan tertawa bahagia.


" Kalian rumah nya mana? tanya Farel membuat keduanya langsung tukar pandang " Hm.?


" kata Opa sih rumah kami di sini Kak "jawab Shelvia setelah beberapa detik berfikir.


" disini? emang kalian tidak punya rumah? tanya Farel dan keduanya menggeleng bohong


" terus keluarga kalian? Lagi-lagi mereka berdua menggeleng dan menundukkan wajah nya lesu.

__ADS_1


Farel terdiam dan menyesal telah bertanya akan keluarga mereka berdua, hingga membuat mereka sedih dan langsung hilang senyum mereka yang tadi " maaf, saya benar-benar nggak bermaksud? ucap Farel menyesal.


Aisyah dan Shelvia menggeleng bersamaan " Kak Farel tidak salah " ucap Shelvia dengan wajah sedih pula.


Sementara Aisyah terus menunduk dan terdiam.


" sudah jangan sedih lagi, kan ada Opa di sini" Joe kembali merangkul pundak keduanya dan membawa ke dekapan nya bersamaan. " sudah sudah "


" makasih Opa" ucap Aisyah mendongak kan wajah nya dan menatap Joe yang tengah tersenyum Aisyah pun kembali menunduk dan memeluk tubuh Joe seperti mereka memeluk Fahmi.


Farel merasa bersalah sekarang, dalam sekejap saja dan karena pertanyaan nya mengubah senyum mereka menjadi kesedihan.


"Hmm.? Farel berfikir keras apa yang harus dia lakukan untuk mengembalikan senyum mereka. "' denger-denger malam nanti ada Pasar malam, kalian mau ikut nggak? tanya Farel.


" ikut ikut,,!! teriak Aisyah dan Shelvia heboh, kapan lagi mereka bisa melihat pasar malam, seumur-umur mereka belum pernah melihat seperti apa sih yang namanya Pasar malam?


"'beneran ada kak? tanya Shelvia.


" Hm. " Farel mengangguk dan menarik senyum. Akhirnya bisa membuat mereka berdua kembali tersenyum.


"maafkan kami Kak Farel, kami telah berbohong semua ini demi membuat Oma dan Opa Joe bahagia. tolong maafkan kami yang Kak"


Batin Aisyah yang begitu sangat menyesal namun bibir nya tetap dia usahakan untuk tetap tersenyum.


Mereka pun kembali bersenda gurau lagi. begitu banyak cerita yang mereka keluarkan Aisyah, Shelvia Dan Farel sudah langsung akrab begitu saja dengan begitu cepat.


" Hahaha,,!! tawa Farel keras karena gurauan Aisyah dan Shelvia.


Ting...


Notifikasi pesan telah masuk ke ponsel Aisyah sontak Aisyah langsung kicep dan membuka pesan itu.


Matanya langsung melebar, jantung nya berdenyut kencang wajah nya sedikit panik setelah membaca pesan nya.


"'Nona, kedua abang anda sudah sampai di tempat ini untuk mencari Nona berdua. dan mereka juga sudah masuk komplek dan bertanya ke rumah rumah"


" Astaghfirullah " gumam Aisyah begitu lirih hingga tak terdengar semuanya yang sedang tertawa.


Belum juga berfikir bagaimana caranya untuk bisa terlepas dari masalah ini sudah terdengar ketukan pintu yang membuat mereka semuanya terdiam.


tok tok tok....


" Gaswat,, ini gimana nih? abang benar-benar udah datang. cepet banget abang menemukan tempat persembunyian ku., hadeuh,, gimana nih? apakah ini menjadi detik-detik akhir dari usaha ku dan kak Shelvia? tidak tidak! semuanya belum usai, aku dan kak Shelvia harus bisa menyadarkan Bang Marco dulu dan membawa Opa Joe untuk menemui Oma "


🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


__ADS_2