
Sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta tengah berada di sebuah warung sederhana di pinggir jalan. senyum merekah selalu keluar di antara keduanya kebahagiaan yang tak bisa diungkapkan hanya dengan kata-kata saja.siapa lagi kalau bukan orang yang membuat Kairi salah faham, Ardi dan Sukma.
" seharusnya kita tidak makan di sini Sukma, kita bisa makan di tempat lain yang lebih nyaman. " ucap Ardi yang sebenarnya tak biasa harus makan hanya di pinggiran jalan saja tapi mau bagaimana lagi cintanya membutakan semuanya dan membuat nya menjadi penurut dan mengikuti apa yang Sukma mau.
wajah Sukma cemberut bibir nya pun mengerucut karena kata-kata Ardi, dia sedikit kecewa tapi ini adalah kebiasaan nya lagian di warung yang kecil dan di pinggir jalan ini makanannya juga sangat enak tak kalah dari restoran mewah.
" apa bapak menyesal datang kesini.? ucap Sukma kecewa.
tangan Ardi membelai lembut tangan Sukma yang berada di atas meja senyum nya di buat semanis mungkin untuk membuat gadisnya itu tak lagi kecewa padanya " saya tidak pernah kecewa, Sukma. aku sangat senang karena akau mempunyai kekasih yang sangat sederhana. lagian benar kata kamu makanan di sini juga enak. "
" sudah jangan cemberut lagi ya. kamu sangat jelek kalau cemberut, tersenyum lah untuk ku aku tak mau lihat wajah jelek ini. " sambung Ardi beralih membelai lembut pipi Sukma.
sifat dingin Ardi ternyata telah luluh sekarang dengan Sukma Ardi bisa menjadi orang yang hangat dan juga mulai romantis.
Tak mau cemberut terlalu lama Sukma pun tersenyum dan membuat Ardi bahagia. senyum nya sudah seperti sihir yang membuat hati Ardi selalu bergetar.
" Hmm.. " Sukma tersenyum sembari mengangguk dengan wajah yang merona.
meskipun makan di pinggir jalan Sukma dan Ardi bisa sangat bahagia. mungkin itu semua karena cinta makan di manapun tak jadi masalah asal kan bersama orang terkasih.
di saat Ardi dan Sukma menikmati makan siang yang enak tiba-tiba Akhsan masuk di sana dan memesan makanan yang menjadi kegemarannya. nasi beserta sayur hijau dan juga lauk yang biasa. dan minumnya pun juga hanya es teh saja.
" Ardi, Sukma." sapa Akhsan yang langsung menatap keduanya di sana.
melihat kedatangan Akhsan, Ardi berdiri dan menunduk dengan hormat pada Akhsan dan yang pasti membuat Sukma kebingungan. bukankah Ardi seorang CEO kenapa harus sehormat itu dengan karyawan biasa.
" silahkan pak. apa bapak mau bergabung bersama kami, atau..?
Akhsan menoleh kearah Sukma wajah yang sangat kebingungan begitu jelas terlihat di wajah Sukma. " tidak usah Ardi, saya tak mau mengganggu kalian. silahkan di teruskan, semoga langgeng. " ucap Akhsan sembari tersenyum kecil membuat Ardi dan Sukma malu.
" iya, makasih pak. " jawab Ardi.
Akhsan mengambil tempat duduk yang lain yang sedikit jauh dari mereka berdua. tak ingin mengganggu acara makan siang orang yang sedang merajut cinta.
Ardi kembali duduk dan menatap Sukma.
" kamu kenapa Sukma.? tanya Ardi.
" pak. kenapa pak Ardi begitu menghormati pak Akhsan. bukankah pak Ardi..?
" bukan hanya aku yang harus hormat pada pak Akhsan, Sukma. tapi kamu juga. " jawab Ardi.
" kenapa.?
" kamu nggak tau. pak Akhsan kan CEO kita. jadi kita harus menghormati nya kan. lagian kamu kayak anak baru saja. apa jangan-jangan kamu belum tau akan hal itu ya.?
" berarti aku salah sangka dong. astaga ternyata CEO nya bukan pak Ardi melainkan Pak Akhsan. jadi waktu itu aku telah memarahi CEO. astaga Sukma. terus pak Ardi.?
" terus pak Ardi bekerja sebagai apa.?
__ADS_1
" saya asisten pak Akhsan, kenapa.?
" tidak apa-apa. sekarang aku baru tau. maaf ya aku sempat salah Faham. saya mengira pak Ardi adalah CEO nya maaf ya. " ucap Sukma Kikuk dan bersuara dengan sangat pelan.
" hehh... terus sekarang apakah kamu menyesal berpacaran dengan seorang asisten saja.?
" tidak tidak. kalau masalah cinta bukan karena jabatan pak. jadi apapun posisi pak Ardi Sukma tetap mencintai pak Ardi. jadi jangan berfikir kalau Sukma menerima bapak karena jabatan saja." jawab Sukma dengan wajah merona.
" syukurlah saya seneng dengernya. kalau benar begitu bagaimana kalau aku bertemu dengan orang tua mu. ya sebagai tanda keseriusan ku. "
" kalau itu terserah bapak saja.
keduanya saling bernafas lega akhirnya kesalah fahaman Sukma berakhir dan Ardi juga sama ternyata cinta Sukma beneran tulus padanya bukan hanya karena jabatan ataupun kekayaan saja. "Alhamdulillah.. "
🌾🌾🌾🌾🌾
Hari berikutnya Ardi dan Sukma selalu melakukan itu makan Siang bersama di warung kecil di pinggir jalan itu. begitu juga dengan hari ini , mereka berdua sudah selesai dengan makan siang di sana.
keduanya keluar dari sana dengan terus bercanda gurau. senyum bahkan tawa keluar dari bibir merah berdua.
" Sukma..!! panggil Seorang yang datang dan berpapasan dengan mereka berdua.
" Kairi. kamu baru mau makan siang.? tumben kamu makan di warung, kamu lupa nggak bawa bekal. " tanya Sukma
Kairi melihat mereka berdua dengan bergantian dan juga tangan Sukma yang terlihat merangkul di lengan Ardi. apa ini.? kenapa Sukma bersama Ardi dan kenapa mereka bergandengan. apa hubungan mereka sebenarnya.? bukankah Sukma dan Akhsan.?
" Sukma.. "
" tapi Sukma. kata kamu.?
" hehehe.. saya ternyata salah Faham ,Kairi. saya mengira pak Ardi adalah atasan kita jadi saya kemarin mengatakan itu padamu. " terang Sukma.
" apa mungkin ini yang membuat pak Akhsan sedih, karena kesalah fahaman ini yang membuat Kairi menjauh dari Pak Akhsan. astaga sepertinya memang seperti itu. " batin Ardi.
Kairi masih saja tak mengerti. otaknya benar-benar tumpul untuk bisa mencerna semuanya ini. kebenaran ini sungguh membuat nya bingung.
" kamu kenapa Kairi.? bingung Sukma.
" tidak, saya tidak apa-apa. ya sudah, selamat ya Sukma semoga kalian langgeng terus. dan saya tunggu undangan yang membahagiakan. "
ucap Kairi.
" iya, makasih ya Kairi. semoga kamu juga secepatnya mendapatkan pasangan, seperti ku." jawab Sukma sembari melihat wajah tampan yang sedari tadi masih di samping nya.
" Kairi sudah mendapatkan, Sukma. bahkan dia sangat Baik "
" sudah ya Kairi kita pamit dulu, waktu istirahat sudah hampir selesai. kamu mau langsung ke kampus.? tanya Sukma.
Kairi mengangguk perlahan dan juga tersenyum kecil. " iya. saya langsung ke kampus. sekali lagi selamat ya Sukma. "
__ADS_1
" Hmm.
Ardi dan Sukma segera pergi dari hadapan Kairi. sedangkan Kairi masih setia berdiri di sana melihat punggung mereka berdua yang semakin jauh darinya.
" ternyata aku juga salah faham dengan pak Akhsan. aku juga sempat meragukan kepribadian pak Akhsan, saya kira pak Akhsan menyukai dua wanita sekaligus. Hmm.. ternyata aku salah. tapi apa mungkin yang pak Akhsan katakan itu benar.? apa pak Akhsan benar-benar menyukai ku.? Astaghfirullah Kairi, sudah-sudah jangan terlalu banyak berkhayal, sekarang cepat lah untuk makan siang kalau tidak kamu pasti akan terlambat ke kampus nanti.
Di kampus... *
Kairi berjalan di lorong kampus berkali-kali dia tersenyum membayangkan betapa dia telah membuat kesalahan dengan meragukan kepribadian Akhsan. dia sungguh merasa berdosa sekarang dan seharusnya dia harus minta maaf kan.
Kairi terus tersenyum sembari melamun bahkan Kairi tak sadar saat Nesa menyapa nya dan sudah berjalan di samping nya.
"kenapa nih anak.? mulai gila nih. " ucap Nesa.
" Kairi.!! sentak Nesa.
Kairi tersadar. " apa sih Nes.! kamu gila ya, mau buat aku mati jantungan.? kesal Kairi.
" Ck.. situ juga yang gila kenapa jadi gue. lagian ya Kairi, loh itu kenapa senyum-senyum sendiri sudah mulai nggak waras kamu.?
" emang iya.? aku nggak sadar tuh. mungkin kamu salah lihat kali, Nes."
" ya elah dikasih tau juga. mata gue belum seburuk itu kali Kai, jelas-jelas kamu tadi seperti orang gila, kenapa.? lagi halu, iya.!
" masak sih.?
" yee.. bilangin juga. kamu sebenarnya kenapa, apa kamu sedang jatuh cinta. " ucap Nesa pelan dan pas di telinga Kairi.
" mana ada.?
" halah jujur aja kali kaya sama siapa aja, siapa.? apa dia mahasiswa di sini.? atau dia laki-laki di tempat kamu kerja.? atau..?
" dia itu...
mata Kairi menatap Akhsan yang baru saja keluar dari mobil nya dan berjalan menuju ruang dosen.
mata Nesa mengikuti arah mata Kairi. Nesa di buat tak percaya pada hal itu, jangan bilang orang itu adalah Akhsan. laki-laki yang juga mencuri hatinya di hari pertama dia melihat nya.
"oh no, jangan bilang laki-laki itu adalah pak Akhsan. dia hanyalah milik gue ,mana mungkin gue akan membiarkan pak Akhsan bersama siapapun begitu saja. tidak tidak. "
" Kairi.!!.
" ya. apa sih Nes. seneng banget buat orang jantungan.
" kamu nggak suka sama pak Akhsan kan.? selidik Nesa.
" sudah lah, aku mau ke perpus dulu sebelum masuk. " ucap Kairi yang wajahnya sudah memerah. dengan itu mungkin dia bisa menyembunyikan nya dari Nesa untuk sekarang. ini belum waktunya untuk mengatakan pada Nesa masih perlu waktu untuk itu.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
__ADS_1
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾