Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
69.Persahabatan yang hancur


__ADS_3

" perkenalkan pak, saya Edi. Dan ini adalah kakek saya. kami mendengar bahwa di hari ini anda akan berbagi rizki pada orang yang membutuhkan, dan kami benar-benar sangat membutuhkan itu pak. lihatlah saya tak bisa lagi bekerja dan kakek saya juga harus mendapatkan perawatan pak. " ucap seorang laki-laki dengan begitu sendu pada pemuda yang tampan dan baik, kata orang sih.


Edi dia sangat tak memungkinkan untuk bekerja karena Jalan nya tak lagi tegak, jangan kan berjalan berdiri saja dia sangat susah. Dia berambut keriting dan begitu lebat wajah yang tak terurus dengan tompel yang ada di sebelah pipi kanan nya dan juga gigi nya yang seakan-akan mau lompat keluar saking majunya.


Edi datang di tempat pemuda kaya raya itu dengan kakek nya yang rambut, kumis, alis dan jenggot tipis yang kian berubah warna menjadi putih dengan berkacamata tebal berkalung syal, memakai jaket berbahan rajut dan jangan lupakan dia yang duduk di kursi roda.


Kakek Edi terbelalak menatap kaget Edi dan langsung kesal padanya. " jadi kamu ajak aku kesini hanya untuk mengemis saja, dasar cucu durjana. meskipun kita tak bisa apapun seenggaknya jangan meminta-minta dan jadi pengemis seperti ini " ucap kakek Edi begitu marah.


" Kek, maafkan Edi kek, tapi Edi hanya tak mau sampai terjadi apa-apa dengan kakek. kakek adalah orang satu-satunya yang Edi miliki "'ucap nya sedikit kesusahan karena giginya yang terus mengganggu nya.


Pemuda yang ada di depan mereka diam memperhatikan keduanya yang terus berdebat dan menunggu keputusan apakah dia akan memberikan bantuan pada orang itu atau tidak. yang jelas, jika dia mengeluarkan sedikit saja uang itu bukan lah cuma-cuma ada hal yang harus dia lakukan untuk mendongkrak nama Baik nya di depan masyarakat dan para kolega bisnis nya.


Pemuda itu memangku dagu dengan telapak tangan nya. perdebatan yang bisa menjadi tontonan yang indah bagi dirinya. Pemuda itu adalah Marco ya Marco, pemuda yang tak ingin rugi hanya karena mengeluarkan uang sedikit dia harus bisa mengembalikan nya juga dengan cepat dan berkali-kali lipat. jika nama baik dia dapatkan dengan mudah tak menutup kemungkinan para pembisnis akan tertarik padanya kan.


" ayolah Kek, kakek harus bisa Terima ini. " rayu Edi dengan terus memohon.


" saya bilang tidak yang tidak,,!!


"Tapi kek,? ucap Edi memohon dengan penuh kesabaran merayu kakek nya yang malah memalingkan wajah nya dengan kesal.


" ayolah kakek ku tersanjung kau begitu lama berfikir, akting mu akan ketahuan kalau kelamaan " batin Edi yang tak lain adalah Ikhsan yang tengah menyamar demi melihat siapa yang memiliki email dan sekarang telah berhasil Marco lah dalang dari semua itu.


" Ayolah kek, nanti aku akan belikan apa yang kakek minta kemarin yang belum sempat Edi berikan, ayolah Kek. " Edi berjuang keras untuk meluluhkan hati sang kakek yang tengah marah. siapa lagi yang jadi kakek nya selain Akhsan.


Pletakkk,,,


" Kau menyogok ku,,!! dasar cucu kurang ajar. tak punya apa-apa saja sok belagu mau nyogok." Akhsan terus Akting. ya meskipun kelewatan sih. apa salahnya dia langsung bilang iya dan semua akan beres dan segera bisa terlepas dari sana.


" Maaf ya pak, Kakek saya sedikit plinplan orang nya padahal tadi dia sendiri yang antusias dan sekarang dia malah menolak nya. maaf Pak, ini hanya masalah gengsi " ucap Edi dengan begitu malu di wajahnya dan terus menggerutu di dalam hatinya. " seharusnya aku yang jadi kakek nya tadi maka semuanya sudah beres dasar abang laknat, kau bertele-tele untuk apa, Abang sayang " batin Ikhsan frustasi.


Seperti mendengar jeritan hati Ikhsan, Akhsan menoleh tersenyum lebar dan menatap Marco dengan berbinar. "' nak tampan, aku akan terima asalkan aku boleh meminta foto bersama dengan nak tampan, boleh. " ucap Akhsan.


Ikhsan menganga dan terus merutuki perbuatan Abang nya yang seakan memang sengaja mengulur waktu. padahal Ikhsan sudah sangat tak sabar di sana rasanya ingin lompat terjun bebas dari gedung itu jika tak takut mati." Abang sialan. "


Marco mengernyit begitu risih. bagaimana mungkin tubuh nya yang bersih itu bersentuhan secara langsung dengan orang miskin dan kumel seperti orang tua yang ada di depannya yang dandanannya benar-benar seperti pengemis jalanan " menjijikkan."


Akhsan mengedipkan matanya genit berkali-kali menatap Marco yang semakin ilfil padanya. " boleh ya, boleh boleh. " ucap Akhsan dengan berbinar.


Dengan terpaksa demi menjalankan tujuan nya agar berjalan lancar, Marco mengangguk namun tetap dengan tak sudi melihat Akhsan.


" seandainya tak demi bisnis aku tak akan mau dekat dengan orang-orang seperti mereka. lebih baik aku buang ke laut buat makanan paus. " gerutu Marco di hati dengan begitu sadis.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Akhsan dan Ikhsan bernafas lega akhirnya bisa keluar dari kandang lawan. Baru tadi malam saat Akhsan mencari tau soal siapa lawan nya dan betapa terkejut nya Akhsan saat tau siapa itu Marco.Marco sebenarnya dulu sudah seperti saudara tapi semua itu berubah karena adanya tragedi yang membuat nya berubah dan menyalahkan keluarga Akhsan dan menyimpan dendam pada mereka.


Marco adalah sahabat sekaligus saudara mereka semasa kecil. Di saat kecil Marco mendapatkan julukan Faris karena dia begitu kagum dengan Rayyan dan ingin bisa seperti Rayyan dan akhirnya dia mendapatkan nama tengah dari Rayyan. Hingga Akhsan dan Ikhsan sering memanggilnya dengan nama Faris.

__ADS_1


Bugh....


Ikhsan memukul bahu Akhsan dengan begitu kesal. Bukan hanya satu sampai dia saja foto yang di minta Akhsan tapi begitu banyak dan dengan berbeda-beda layar belakang.


" apa maksudnya Abang mengulur waktu tadi, Ikhsan hampir keluar uban karena pusing dengan yang Abang lakukan. "' omel Ikhsan sedangkan yang di omeli malah asyik melihat semua fotonya bersama Marco.


Tak menanggapi amarah Ikhsan, Akhsan malah bergumam sendiri. " Faris, kenapa kau sekarang berubah seperti ini. bukan kah kita adalah saudara tapi kenapa dalam sekejap ikatan itu berubah. kenapa kita harus saling menjatuhkan, kenapa kita tak bisa seperti dulu. kita bisa berjuang bersama, menghadapi masalah bersama, bercanda gurau sebagai sahabat dan saudara, kenapa semua itu harus berakhir, Faris. kenapa.? ucap Akhsan menyesal.


Tak terasa bulir-bulir halus keluar dari mata Akhsan mengenang masa kecil mereka yang begitu menyenangkan, tak ayal mereka sering bermain lumpur bersama saat pulang sekolah dan sampai rumah mereka akan di marahi oleh Keisha karena pulang terlambat dan juga seragam yang kotor penuh dengan lumpur.


Satu yang Akhsan sesalkan kenapa semua itu harus hancur dan sekarang persahabatan mereka terhalang karena dendam.


"'Bagaimana aku bisa menjatuhkan dan menghancurkan saudara ku sendiri. Faris apa tak ada secuil saja kasih sayang yang tersisa di hatimu. "' Seakan seperti seorang wanita Akhsan terisak dengan mata yang terus menatap foto Marco yang tersenyum terpaksa. Tak seperti dulu mereka akan tertawa bebas teriak-teriak dengan bebas dan berlomba siapa yang paling keras dan sekarang,? mereka harus berlomba untuk saling menjatuhkan, bagaimana mungkin Akhsan bisa melakukan itu.


Setiap kenangan semasa kecil masih sangat tersimpan rapi di galeri otak Akhsan. Kebahagiaan, kasih sayang di antara mereka, dan pemecahan masalah yang selalu di lakukan bersama. Dan lihatlah sekarang apa yang terjadi. tak pernah habis pikir bagi Akhsan bahwa hubungan mereka bakal menjadi seperti sekarang. " Faris, aku ingin melihat kamu yang seperti dulu lagi. aku tak ingin perselisihan ini berlanjut dan kita saling menghancurkan. Aku mohon Faris kembalikan kebahagiaan kita dulu " rintih Akhsan tak berdaya.


Ikhsan yang melihat itu pun merasakan hal yang sama, dulu Marco sangat lah menyenangkan bahkan mereka tak pernah ingin berpisah meskipun hanya sedetik saja tapi sekarang bahkan untuk bersama sedetik saja rasanya sangat menyebalkan apalagi melihat wajah kaku dan sadis nya Marco yang mereka lihat.


" Kita hanya bisa berdoa Bang, semoga takdir membawa kebahagiaan itu kembali lagi kepada kita, dan kita bisa bersahabat dan bersaudara lagi dengan Marco. " ujar Ikhsan yang juga merasa sedih.


Ikhsan memeluk Akhsan mencoba untuk saling menguatkan akan masalah di tengah persahabatan mereka yang tak kunjung terpecahkan dan sekarang terasa semakin rumit untuk di selesaikan. " semoga saja dek. Karena Abang tak akan mungkin tega menghancurkan sahabat dan saudara kita sendiri. " jawab Akhsan yang penuh harap.


" Kita berjuang bersama Bang, semampu kita, kita bikin Marco kembali lagi kejalan yang semestinya jalan yang benar dan jauh dari kegelapan yang sekarang. "


" Iya dek. "


🌾🌾🌾🌾🌾


" Brukkk,, " gadis kecil mundur beberapa langkah saat dia tak sengaja bertabrakan dengan Fans.


Mata Fans membulat dia begitu marah padanya dia sendiri yang tak memperhatikan jalan namun sepertinya dia akan menyalahkan gadis yang sedang berjalan dengan gadis yang sama kecil nya namun usianya lebih kecil satu tahun, siapa lagi kalau bukan Aisyah dan shelvia.


" kalau jalan itu pakai mata, bisa lihat kan matanya. dasar cecunguk sialan ganggu orang saja. " omel nya dengan nada ketus.


Aisyah dan Shelvia geleng-geleng karena begitu heran, " Heyyy Om, sejak kapan orang berjalan pakai mata. jalan itu pakai kaki bukan pakai mata, mata itu untuk melihat bukan untuk berjalan " sinis Shelvia begitu sengit.


Benar juga yang di katakan bocah kecil itu seperti nya bukan kepala yang pusing tapi cara berfikir Fans pun sudah mulai hilang akal " terserah gue mau ngomong apa, mulut mulut gue dan tidak nyewa milik loh bocah "


" lagian ya Om, seandainya saya punya dua mulut pun ogah nyewain pada Om, orangnya nggak bertanggung jawab, jadi dosa dong nanti nya " jawab Shelvia..


Aisyah hanya diam kali ini dia masih enggan untuk berdebat, mimpi semalam masih terngiang dengan jelas di kepalanya membuat mod Aisyah hilang begitu saja.


" Minggir,,,!! " Sentak Fans mendorong Shelvia dan Aisyah untuk minggir karena dia akan berjalan melewati mereka.


Hampir saja mereka berdua terjengkang, Shelvia terbentur tembok sedangkan Aisyah tertangkap oleh tangan seseorang yang tengah berjalan di sana, saat mengetahui Aisyah akan terjatuh orang itu sigap dan menangkap Aisyah.


Shelvia menatap sinis Fans yang semakin jauh dan tentunya akan mengoceh, " dasar Om tak ada rasa simpati. tau sini anak kecil, pakai di dorong untung nggak jatuh kalau sampai jatuh akan aku buat Om merasakan air comberan " teriak Shelvia keras.

__ADS_1


Shelvia menoleh ke arah Aisyah yang menutup mata di atas tangan seseorang. dia begitu takutnya kalau sampai terjatuh pastilah akan terbentur dengan trotoar. " Ehh,, lepas lepas,,!! Astaga Aisyah kamu kamu,, kamu mau berbuat dosa,,!! geram Shelvia.


Aisyah membuka mata dan langsung terlihat wajah tampan yang sedang tersenyum padanya. " ehhh,,, maaf maaf,, "'Aisyah secepatnya melepaskan diri dari orang berwajah tampan itu.


" seharusnya saya yang minta maaf, saya telah lancang. tapi saya pikir saya tidak melakukan dosa karena ini dalam keadaan dorurot jadi itu boleh boleh saja. " ucap orang itu begitu lembut dan sangat sopan.


" itu mah bukan dorurot tapi cari kesempatan, ayo ngaku aja loh. " sinis Shelvia.


" Maaf saya tak ada niat seperti yang Anda bilang. saya benar-benar tulus ingin membantu saja. tak terlintas di benak saya untuk cari kesempatan. lagian saya juga tak mengenal kalian jadi apa untung nya saya mencari kesempatan " ucapnya.


Pria tampan dan berpakaian islami itu begitu sangat sopan meskipun mendapatkan kata-kata kasar dari Shelvia, seperti nya tingkat kesabaran nya begitu sangat tinggi.


Shelvia begitu geram rasa nya ingin dia buat pria itu botak atau membungkam mulutnya supaya tak lagi menceramahi mereka berdua. meskipun mereka berdua selalu bar-bar namun mereka juga tau aturan agama. " Ihhh,, "


" maaf saya permisi, saya ada hal yang harus saya urus, " pamit pria berwajah tampan itu.


" pergi ya pergi aja, lagian saya juga bukan ibumu kenapa pamit padaku. " kesal Shelvia.


pria muda itu tersenyum kecil sebelum pergi kepala nya terlihat menggeleng halus mendengar ucapan Shelvia yang tiada henti.


" Assalamu'alaikum,, "


" Wa'alaikumsalam,,!! jawab Shelvia cepat dan angkuh.


" kakak,,,!! teriak Aisyah dan pria itu berbalik menatap Aisyah. " Terima kasih telah menolong Aisyah, " sambung Aisyah,


pria itu tersenyum simpul, ah manis sekali membuat Aisyah tak berkedip. " Subhanallah. baru kali ini Aisyah melihat pangeran dari surga. Kak, nafas Aisyah ngap, hufff hufff,,,,, . " ucap Aisyah matanya masih enggan untuk beralih pada Shelvia dan terus melihat pria itu yang sudah kembali berjalan.


Tuk...


" heyy bocah, nggak takut dosa ya loh. itu zina mata, ZI- NA- MA- TA..." tegas Shelvia.


" iya kalau berkali-kali kak lihat nya, ini kan cuma sekali, sebelum mata Aisyah berkedip itu masih dalam satu hitungan "' Ucap nya polos.


Tukk,,,,


" Awww,, Kak Shelvia,,,!! Aisyah memegangi kepalanya yang barusan di pukul oleh Shelvia.


" apa,!!


" Ihhh,,!! Aisyah ikutan geram dan berlalu meninggalkan Shelvia.


" Heyy bocah tunggu,,,!! Shelvia berlari tunggang langgang demi mengejar Aisyah yang kesal padanya.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


__ADS_2