
___________
Selamat datang lagi...
Jejak jejak.. jangan lupa jejak dan komen nya dong! Please ππ
Biar makin semangat gitu. Apalagi ada hadiah nya juga πππ..
Happy Reading..
πππππ
____________
" BERANINYA KAU LAKUKAN ITU!! "
Orang itu langsung berlari dengan membawa amarah nya, mendorong Rico dan menjauhkan nya dari Tasya.
Rayyan. Ya, orang itu adalah Rayyan. Orang pertama yang memergoki Rico mencium kening Tasya. Dan membuat Rico terjengkang dan kepalanya membentur tembok di belakang.
Mata Rayyan sungguh tajam menghakimi Rico, dia melangkah mendekati Rico, mencengkram bajunya yang terasa mencekik leher Rico.
" kurang ajar! beraninya melakukan itu pada Bunda! apa maksudmu, hah!! " teriak Rayyan dengan sangat keras.
Tasya yang tadinya tidur dengan pulas kini terbangun dan langsung terkejut melihat Rayyan yang akan melayangkan tinju ke wajah Rico. " Ray! apa yang kamu lakukan! " pekik Tasya.
Kegaduhan di kamar itu juga membuat Akhsan dan Ikhsan masuk ke sana dengan berlari dan tak ketinggalan semua orang keluarga inti.
Rayyan sudah berhasil mendaratkan satu pukulan untuk Rico membuat nya kembali terjengkang dan ingin melakukannya lagi. Namun itu tak terjadi karena Akhsan dan Ikhsan langsung menghentikannya dengan memegangi Rayyan.
Sementara Rico seperti orang bodoh sekarang, dia belum sadar sepenuhnya, dia kayak orang linglung namun yang pasti Arwah Fahmi sudah tak ada lagi di dalam tubuh nya.
" Pa.. Pa... sudah Pa, sudah.. semuanya bisa di bicarakan! " ucap Akhsan.
Akhsan dan Ikhsan masih bingung, sebenarnya apa yang terjadi sampai Rayyan begitu marah dengan Rico dan langsung memukuli Rico begitu saja.
" Rico, apa yang kamu lakukan? sampai-sampai membuat Papa marah seperti ini. Dan... kenapa juga kamu berada di kamar Oma! " teriak Ikhsan dengan tangan masih memegangi Rayyan.
Rico hanya celingukan, bahkan dia juga tak mengerti apa yang dia lakukan dan kenapa dia bisa sampai di sana.
" kenapa aku bisa ada di sini? " tanya Rico pada dirinya sendiri.
perkataan Rico kembali memancing amarah Rayyan, jelas-jelas Rico ada di sana dan mencium kening Tasya dan sekarang Rico tidak mengerti apapun.
" apa kau mau membodohi ku! jelas-jelas aku melihat kamu mencium kening Bunda! apa maksud mu, Rico!!" bentak Rayyan.
Semua menganga mendengar penjelasan dari Rayyan, mereka tak percaya sama sekali tapi kalau melihat kemarahan Rayyan itu bisa di pastikan kalau Rico benar-benar melakukan nya.
Rayyan berontak dan ingin kembali maju untuk memukul Rico lagi, namun Akhsan dan Ikhsan semakin kuat memeganginya.
Anak mana yang tak marah jika melihat orang tuanya di perlakuan seperti itu, bukankah itu sama saja seperti sebuah pelecehan, apalagi di hari yang sama dengan kepergian suaminya.
" Rico, Jelaskan! apa semua itu benar!! " hardik Ikhsan.
Rico yang masih ada di lantai dengan tangan memegangi pipinya yang di pukul Rayyan masih diam, dia mengingat-ingat apa yang sebenarnya terjadi padanya, bahkan bagaimana dia bisa sampai di sana dan melakukan apa yang di katakan oleh Rayyan.
" tadi aku....? ya!! aku datang dengan Tuan Fahmi tadi. Tuan Fahmi memintaku untuk mengantarkan nya pulang. " jawab Rico.
Semuanya kembali ternganga, mana mungkin mereka akan percaya begitu saja. Fahmi adalah orang yang sangat taat agama mana mungkin arwah nya tidak tenang setelah kematiannya.
" bohong!! kamu bohong Rico! Abi sudah meninggal! bahkan kami semua tadi memakamkan nya sebelum sholat jum'at berlangsung.!!Jangan coba-coba mencari alasan Rico! " teriak Rayyan lagi.
__ADS_1
" Abi pulang? " lirih Tasya.
Sementara Fatma yang memang mengetahui kelebihan Rico dia hanya bisa mengada-ada, mungkinkah yang Rico katakan itu benar? atau hanya karangan Rico saja. Tapi Fatma kembali lagi mengingat ke suara adzan Rico tadi.
" apa benar yang di katakan Rico? kalau benar, berarti yang adzan tadi beneran Opa? lagian Rico kan tidak bisa adzan " gumam Fatma.
Rico tersentak mendengar pernyataan kalau Fahmi sudah tiada, bagaimana bisa? Ingatan Rico berputar kembali di saat pertemuan pertama mereka tadi dan sampai akhirnya Fahmi masuk ke tubuh Rico.
" Astaga, Tuan Fahmi. Kau membuat ku dalam masalah besar " lirih Rico namun samar-samar Akhsan dan Ikhsan mendengar nya.
Rico mengangkat wajah nya menatap mereka semua, sekarang Rico hanya bingung bagaimana untuk menjelaskan nya. Mereka tak akan mungkin percaya begitu saja, apalagi Rayyan yang sudah sangat emosi mana mungkin dia akan percaya padanya.
Rico menoleh, dan dia kembali melihat Arwah Fahmi yang berdiri di depan pintu dengan telapak tangan di satukan seolah memohon maaf pada Rico.
" sebenarnya apa yang Anda inginkan, Tuan Fahmi. " gumam Rico lagi.
" apa maksud mu Rico!! "
Fatma yang melihat gerak-gerik Rico jadi merinding sekarang, Fatma mengikuti arah pandang Rico namun dia tak menemukan apapun di sana.
" Rico kan Indigo, apa mungkin Opa masih ada di sini? " tanya Fatma pelan dengan mengedarkan pandangannya ke segala arah.
" Tuan Rayyan, maaf. Saya tidak bermaksud melakukan itu, saya hanya....?? hanya ingin menyampaikan pesan saja dari Tuan Fahmi sebelum dia pergi " ucap Rico berbohong. "semoga saja Tuan Rayyan percaya. Kalau tidak habislah aku.. " batin nya.
" pak Ikhsan, pak Akhsan dan semua keluarga saya minta maaf sudah membuat kekacauan ini. Saya bener-bener menyesal "
Tasya pun turun dari ranjang nya mendekati Rico, " Pesan apa yang ingin kamu katakan, Nak.? " tanya Tasya dengan lembut.
" hemm....??
" Tuan Fahmi bilang, Nyonya tidak boleh bersedih, entah dengan ada dan tidak adanya Tuan Fahmi, anda harus tetap bahagia, Nyonya. " jawab Rico dengan wajah yang menunduk.
" saya bener-bener minta maaf, Nyonya. " Rico terus meminta maaf pada Tasya, meraih tangan Tasya dan mencium punggung tangan nya dengan takdhim.
Rico mengerutkan dahi nya, dia tak percaya di balik lemah lembut nya Tasya sekarang, beliau dulunya seorang yang sangat mengerikan. Bahkan setiap kejadian kejadian tak ada satupun yang terlewat di mata batin Rico.
Melihat wajah Rico yang syok membuat Tasya dan yang lain merasa heran, sebenarnya apa yang terjadi pada bocah itu.
" apakah ini yang membuat Tuan Fahmi masih tertahan hingga sekarang? tapi apa alasannya yang jelas. Aku sama sekali tak mengerti. " batin Rico.
" Ada apa, Nak? apa kau baik-baik saja? " tanya Tasya.
" I-iya.. saya baik-baik saja " jawab Rico.
" Kenapa tuh dengan Rico? apa ada sesuatu yang dia lihat? " gumam Fatma yang lagi-lagi di buat bingung oleh Kelakuan Rico.
" Nyonya, apakah nyonya bener-bener memaafkan saya? " tanya Rico dan Tasya mengangguk dengan tersenyum, melihat senyum itu membuat Rico juga ikut tersenyum. " tetaplah tersenyum seperti ini Nyonya, maka suami anda akan tenang di sana. " imbuh nya lagi.
" kalau begitu saya permisi Nyonya, ada sesuatu yang harus saya selesaikan " Rico beranjak dengan cepat, menatap semua orang satu persatu. " saya minta maaf, saya juga tidak bisa jelaskan keseluruhan nya kejadian ini pada kalian, tapi saya yakin suatu saat anda semua bisa mengerti. Assalamu'alaikum " pamit Rico.
Mendengar itu Rayyan masih saja tak mengerti dia masih saja marah pada Rico.
"'Kau hutang penjelasan, Rico! " teriak Rayyan dan menghentikan langkah Rico.
Rico menoleh lalu tersenyum. " anda bisa menagih nya, Tuan. Saya pasti akan membayar nya jika semua itu anda anggap sebagai hutang. Karena saya tidak ingin berhutang apapun termasuk hutang penjelasan kepada Anda " jawab Rico dengan percaya diri nya dan Rico pun kembali mengayunkan kaki nya untuk pergi.
Fatma yang masih penasaran mengejar Rico, dia ingin mendengarkan penjelasan itu sekarang, meskipun orang lain tak percaya namun dia percaya pada Rico.
" Rico..! " teriak Fatma pas saat Rico hendak menaiki motornya. " Rico, saya tau kamu tidak berbohong! sebenarnya apa yang terjadi? " tanya Fatma.
" kau tak akan mengerti, Miss. Dan terima kasih Miss sudah percaya padaku. " jawab Rico sembari memakai helm nya.
__ADS_1
" ya mana mungkin saya tidak percaya, kamu kan Indi..... " ucapan Fatma terhenti karena kedatangan Ikhsan.
" karena Rico apa? " tanya Ikhsan.
Dengan santainya Rico tersenyum namun berbeda dengan Fatma yang terlihat bingung dan gugup ini adalah rahasia besar nya Rico, tak boleh dia mengatakan nya pada siapapun termasuk Ikhsan, Suaminya.
" bukan apa-apa pak. Oh iya Pak... saya hanya bisa berpesan, anda harus lebih hati-hati dan juga waspada, jangan sampai lengah sedikitpun. Yang terjadi sekarang ini masih belum berakhir. Masih ada yang lebih besar yang harus anda hadapi. " ucap Rico.
" apa maksudmu? "
" saya permisi, Pak. Assalamu'alaikum. " Rico langsung pergi begitu saja tanpa lagi menjelaskan akan semua kata-katanya.
" wa'alaikumsalam.. " jawab Ikhsan dan Fatma bersamaan.
" ucapan Rico selalu saja penuh teka-teki. Kau harus menjelaskan nya padaku besok Ric! kalau tidak siap-siap saja kena hukuman dariku " ucap Fatma.
" Fatma, apa kamu mengetahui sesuatu? "
" tidak. "'jawab Fatma singkat.
πΎπΎπΎπΎπΎ
" Sebenarnya apa yang Anda inginkan, Tuan? kenapa Anda terus mengikuti ku " Rico duduk dengan pelan di sofa kamar nya, dan kini dia tengah berbicara dengan Arwah Fahmi yang sedari tadi mengikuti nya.
Fahmi ikut duduk dengan Rico dia benar-benar butuh pertolongannya. Setidaknya tidak hanya untuk sekarang tapi sampai kedepannya.
" Rico, aku hanya ingin minta tolong padamu. Setiap ada pernikahan di dalam keluarga ku, selalu saja terjadi tragedi, dan aku minta tolong padamu supaya semua itu tidak akan pernah terjadi lagi untuk kedepannya. " ucap Fahmi.
" bagaimana mungkin saya bisa Tuan. Semua itu di luar kehendak saya kan.?"
" kamu mengetahui semua, bahkan sebelum semuanya terjadi, karena itu aku hanya bisa meminta tolong padamu. "
" Dan satu hal lagi. Kamu pasti kenal dengan Aisyah, dia cucu perempuanku yang sangat nakal. Dia sama persis dengan Istriku, sifatnya, kelakuannya, egonya, tekat dan keberaniannya sama persis. Dan itu lah yang membuat nya akan selalu ada dalam masalah. . "
" Karena itu lah aku minta kamu berjanji selalu melindunginya. " mohon Fahmi.
" tapi Tuan? "
" aku tidak akan tenang jika kamu tidak mau melakukannya, Rico.Aku mohon" Fahmi benar-benar berharap pada Rico, bahwa Rico akan membantu memastikan keluarga dan semua tragedi-tragedi itu tak akan pernah menimpa keluarga nya lagi.
" Fuhhh.... baiklah. Anda bisa pergi dengan tenang sekarang. Saya akan berusaha semampu saya " jawab Rico.
" Terima kasih.. "
Perlahan-lahan Fahmi hilang dari pandangan Rico dengan senyum senang.
" Selamat jalan Tuan Fahmi. Semoga anda benar-benar tenang kali ini dan tidak membuatku dalam masalah lagi untuk kedepannya " gumam Rico sembari melihat kepergian Fahmi.
" kenapa harus Aisyah? "
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Astaga..
Haluku ketinggian nih kayaknya..
π€§π€§π€§π€§π€§
Maaf ya para readers, jika bab ini sedikit ngawur. sepertinya bukan hanya sedikit tapi sangat banyak..
__ADS_1
π€¦ββοΈπ€¦ββοΈπ€¦ββοΈπππ