Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
208.Berpisah sementara


__ADS_3

____


Happy Reading..


__________________


Pagi telah tiba, semua keluarga telah bersiap untuk mengantarkan Ikhsan ke bandara untuk keberangkatannya ke Kairo. Ini akan menjadi pertama kalinya untuk Ikhsan dan Fatma saling berjauhan dalam sementara waktu.


Tidak hanya Fatma yang izin untuk tidak ke sekolah, namun Akhsan dan Kairi pun juga ikutan mengantarkan Ikhsan. Sementara Keisha dan juga Rayyan tidak mengantarkannya karena mereka harus menjaga Tasya yang kurang sehat.


Fatma terus ada di rangkulan Ikhsan dia tak mau berjauhan darinya. Dia terus lengket tak pernah pudar. Akhsan dan Kairi yang melihat itu merasa sangat kasihan tapi mau bagaimana lagi? Mereka berdua juga tak bisa melakukan apapun.


"Mas, kasihan Fatma ya? Selama Ikhsan pergi dia pasti akan kesepian. " Ucap Kairi yang benar-benar kasihan pada Fatma.


"Iya, tapi kan ada kamu, sayang. Kamu pasti tidak akan membiarkan dia kesepian kan? " Jawab Akhsan dan Kairi mengangguk cepat.


Dua mobil berjalan beriringan mengantarkan Ikhsan ke bandara. Akhsan bersama dengan Kairi sedangkan Ikhsan dan juga Fatma ada di mobil yang lain dengan seorang sopir.


Fatma dan Ikhsan terus berangkulan di kursi penumpang di belakang, Fatma terus bergelayut di tubuh Ikhsan, menghirup aroma yang mungkin akan sangat Fatma rindukan dalam beberapa hari ke depan.


Begitu juga dengan Ikhsan, dia terus mengecup puncak kepala Fatma menghujani kasih sayang yang dalam satu minggu ini tidak akan bisa dia berikan.


"Mas.. Apa Mas benar-benar tega meninggalkan Fatma. " Rengek nya kembali kumat lagi.


"Fatma sayang, Mas hanya sebentar tidak akan lama. Satu minggu saja. " Jawab Ikhsan.


"Satu minggu itu lama loh Mas, satu hari satu jam saja terasa sangat lama. " Fatma terus berkedut dia seakan tak rela melepaskan kepergian Ikhsan.


"Mas pasti juga akan merindukan mu. " Ikhsan pun merasa sangat sedih saat ini.


Keduanya terus bertukar kasih sayang hingga sampai di Bandara. Mereka berempat turun dari mobil yang berbeda. Ikhsan terus merangkul Fatma hingga tak mampu untuk melepaskannya.


Wajah sendu, takut kehilangan, dan juga rasa kesepian yang akan sebentar lagi di alami mulai hadir di hati Fatma, bagaimana dia bisa menjalani hari-harinya tanpa Ikhsan.


"Mas berangkat ya? Jangan lupa doakan Mas. " Kecupan di kening Ikhsan berikan sebagai perpisahan mereka.


"Mas.. " Air mata Fatma menetes begitu saja, seperti anak kecik yang akan di tinggalkan oleh orang tuanya, dia seolah kehilangan semangat dan kehilangan separuh jiwanya. Fatma benar-benar sedih.


"Mas hanya sebentar. " Dengan cepat Ikhsan menghapus air mata di wajah Fatma dengan jari jemarinya. Meskipun dia sendiri tak sanggup tapi dia harus bisa di depan Fatma dia tidak bisa lemah karena itu akan membuat Fatma semakin sedih.


"Mas hati-hati. Ingat, cepat pulang. " Ucap Fatma sendu.


"Iya Mas janji akan cepat pulang, kamu baik-baik di sini jaga kesehatan dan makan yang banyak, Mas nggak mau kalau nanti pulang guling Mas jadi kurus." Gurau Ikhsan untuk bisa membuat Fatma bisa tersenyum, namun sepertinya itu tidak berhasil.


"Iya. Mas juga jaga kesehatan di sana. " Jawab Fatma tetap dalam kegelisahan nya tak ada senyum sedikitpun yang keluar dari bibirnya.


𝘔𝘶𝘢𝘤𝘩.....

__ADS_1


Kecupan hangat Ikhsan berikan di kening Fatma hingga beberapa saat posisi itu bertahan. Perpisahan yang penuh haru biru dari keduanya, mereka saling tak ingin melepaskan tapi harus tetap di paksakan.


"Mas berangkat ya, Assalamu'alaikum.. " Ucap Ikhsan begitu sendu juga.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Fatma.


Fatma meraih tangan Ikhsan mengecup punggung tangannya hingga terdengar suara "cup.. " Fatma melepaskan dan kembali memeluk Ikhsan dengan erat.


Tangis Fatma kembali pecah, air matanya begitu deras keluar hingga membasahi baju yang Ikhsan kenakan.


Kairi melangkah maju menyentuh punggung Fatma dan menguatkannya. "Sudah Fatma, biarkan Ikhsan berangkat pesawat sebentar lagi akan terbang. " Ucap Kairi.


"Sudah sudah... Kalau kamu seperti ini Mas nggak akan bisa berangkat, Fatma. Nanti tugas Mas tidak akan selesai. " Ucap Ikhsan begitu lembut.


Fatma melepaskan pelukannya dari Ikhsan menghapus air matanya dengan kasar, dia harus kuat ini hanya sementara.


"Da da... Hati-hati ya Mas. " Ucap Fatma.


Ikhsan menarik koper dengan pelan mulai berjalan selangkah demi selangkah menjauh dari Fatma, Akhsan dan Kairi.


Ikhsan melambaikan tangannya pelan namun pasti, langkah nya semakin masuk meninggalkan Fatma. Fatma pun membalas lambaian itu, dia kembali berderai.


"Mas...! " Fatma kembali berlari mengejar Ikhsan kembali memeluk nya dan kembali terisak di sana.


Ikhsan hanya bisa menghela nafas panjang, bagaimana dia bisa pergi kalau Fatma terus seperti ini.


"𝘛𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬! 𝘒𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘔𝘢𝘴 𝘐𝘬𝘩𝘴𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘨𝘬𝘢𝘵 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘍𝘢𝘵𝘮𝘢 𝘢𝘱𝘢 𝘬𝘢𝘵𝘢 𝘱𝘢𝘱𝘢 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪𝘯𝘺𝘢? 𝘗𝘢𝘴𝘵𝘪 𝘥𝘪𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘵𝘢𝘪 𝘍𝘢𝘵𝘮𝘢 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘤𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘨 𝘥𝘢𝘯 𝘮𝘢𝘯𝘫𝘢. 𝘍𝘢𝘵𝘮𝘢 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘬𝘶𝘢𝘵. " Batin Fatma.


Fatma melepaskan pelukannya, menghapus air matanya dengan cepat, bibirnya perlahan terangkat untuk tersenyum dia harus benar-benar kuat sekarang.


"Tidak tidak! Mas berangkat saja. Fatma tidak apa-apa kok. " Ucap Fatma.


"Beneran? " Tanya Ikhsan.


Fatma mengangguk cepat dengan senyum mengembang. "Iya Mas, sana berangkat. " Fatma mendorong Ikhsan dan berhasil membuatnya mundur beberapa langkah.


"Tapi, kenapa sekarang jadi aku yang malas berangkat? " Dan sekarang gantian Ikhsan yang merajuk.


"Nggak, Mas harus berangkat. " Kekeuh Fatma.


Di saat Ikhsan mulai merajuk panggilan untuk semua penumpang telah berseru, Fatma pun semakin gencar mendorong Ikhsan. "Cepat berangkat Mas. "


"Nggak mau.. "


"Massss.. " Geram Fatma.


"Ya sudah, Mas berangkat. Muach... " Kecupan kembali Ikhsan berikan di kening Fatma dan setelah itu dia mulai melangkah pergi. "Assalamu'alaikum."

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam.. " Jawab Fatma.


____


Fatma terduduk tak semangat di sofa, setelah mengantarkan Ikhsan dia terus bermalas-malasan. Bukan karena dia tidak mau melakukan apapun namun karena dia benar-benar sedang kehilangan mood nya.


TV yang menyala pun menjadi pelampiasan dari Fatma, dia terus menggonta-ganti chanelnya. Kairi yang juga ada di sana merasa kasihan dengan Fatma. Sedangkan Akhsan pergi ke perusahaan untuk sebentar karena ada meeting.


"Fatma, kita bikin kue yuk. " Ajak Kairi berusaha untuk mengalihkan kesedihan Fatma.


"Aku nggak mau Mas. " Jawab Fatma salah sebut.


Kairi tersenyum kecut, ternyata Fatma tak melihat siapa yang mengajaknya bicara dan masih mengira Ikhsan lah yang ada di sana.


"Fatma.. " Panggil Kairi sembari menyentuh bahu Fatma.


"Apa sih Ma... sss.... " Ucapan Fatma tersendat saat dia melihat siapa yang ada di depan matanya dan tengah tersenyum kearahnya. Fatma terdiam sejenak hingga akhirnya dia tersadar. "Kak Kairi, maaf. Aku kira..? "


"Tidak apa-apa, kakak tau apa yang kamu alami sekarang. Meskipun kakak belum pernah mengalaminya tapi kakak tetap tau kok. Kamu yang sabar ya, ini hanya sementara waktu saja, hanya satu minggu. " Ucap Kairi.


"Iya Kak. Fatma hanya merasa kesepian saja kalau gak ada Mas Ikhsan. " Jawab Fatma.


"Makanya kakak di sini kan untuk temenin kamu. Jadi kamu tidak usah merasa kesepian dan sendiri lagi. "


"Kita bikin kue saja yuk! Kakak ada resep baru. Bisa lah nanti kamu buatin untuk Ikhsan kalau dia pulang, dia pasti seneng. "Ajak Kairi.


" Tapi Kak, Fatma lagi nggak mood. "


"Udah ayok... " Kairi beranjak dan menarik pergelangan tangan Fatma.


"Aku nggak mau, Kak. " Fatma tetap saja malas.


"Ayok... "


"Nggak mau.. "


"Ayo lah.. " Kairi tetap kekeuh mengajak Fatma ke dapur.


Dengan berat hati dengan tak semangat nya Fatma beranjak juga, mengikuti Kairi hingga sampai di dapur.


"Semangat dong.. "


"Aku nggak bisa semangat kak. " Jawab Fatma.


______


Bersambung..

__ADS_1


_______________


__ADS_2