
" Assalamu'alaikum Ma, Pa, dek. " sapa Faisal masuk ke ruang rawat Aisyah dengan sedikit lesu karena sangat lelah.
Baru saja Faisal pulang sekolah dan langsung datang ke rumah sakit bahkan dia masih berpakaian dengan seragam sekolah nya.
Semua menoleh kepada Faisal yang sudah semakin dekat, semua tersenyum " Wa'alaikumsalam nak. gimana sekolah mu, lancar.? tanya Keisha dengan sangat lembut.
Faisal mencium punggung tangan keduanya dan menyalami Aisyah " Lancar ma. gimana dek sekarang,? sudah baik kan. "? tanya Faisal menatap setiap inci wajah Aisyah yang selalu saja cerah dan terus berbinar.
" sudah dong bang, Aisyah kan ingin cepat pulang. nggak enak di rumah sakit bau obat bikin pusing " jawab Aisyah enteng.
" Faisal, Mama dan Papa pulang dulu kamu di sini nungguin adek. " pinta Rayyan.
" Hmm.. " Faisal mengangguk sembari menaruh tasnya di sofa, " tapi nanti Mama kesini lagi kan.?
" iya sayang itu pasti. jaga adek mu baik-baik.
" iya Ma. "
Faisal duduk di sebelah ranjang Aisyah setelah kedua orang tuanya pulang. menggantikan Keisha duduk di sana dan terus asyik dengan ponselnya. Berdiam diri itu sangat menyebalkan apalagi kebiasaan nya selalu aktif dan sekarang harus duduk manis tanpa melakukan apapun.
Aisyah begitu kesal sedari tadi hanya di diamkan saja oleh Faisal. Mulut Aisyah mengerucut sebal wajahnya di tekuk, " ih menyebalkan, " gerutunya. " Bang..!! teriak Aisyah keras.
Faisal hanya menggeleng nih anak seperti nya sudah mulai merajuk entah minta apa atau mau melakukan apa. " kenapa sih dek, "
Aisyah merebut ponsel Faisal dan menyembunyikan nya di bawah bantal. jika dia tak boleh pegang ponsel maka Faisal pun juga tak akan dia biarkan.
" Aisyah sayang, siniin ponsel abang. " rayu Faisal.
" enggak.! Abang nggak boleh main ponsel jika Aisyah nggak boleh main ponsel juga. lebih baik abang bacain apa gitu untuk Aisyah, Aisyah bosan Bang. " rengek Aisyah dengan manja
" abang nggak bisa dek. " jawab Faisal.
" ya udah bagaimana kalau Abang bawa Aisyah jalan-jalan ke taman, cari angin segar Bang. pasti banyak oksigen gratis di sana, yuk Bang. " Aisyah begitu antusias dan menarik-narik tangan Faisal.
Faisal menghembuskan nafas panjang. sebenarnya dia sangat lelah niatnya dia akan tidur sebentar jika Aisyah tidur nanti tapi seperti nya tak akan mungkin karena Aisyah malah minta keluar.
Faisal pasrah dan menuruti permintaan Aisyah. Faisal mengambil kursi roda dan mengangkat tubuh Aisyah. " tapi ingat jangan lama-lama, " ucap Faisal menenangkan.
Aisyah menyeringai bahagia akhirnya dia bisa mendapatkan udara segar sebentar lagi. " ayo Bang cepat, Aisyah sudah tak sabar ingin secepatnya keluar di dalam terus rasanya sangat ngap, sesek gitu maksutnya. "
" iya iya. "
Dengan kursi roda Faisal terus mendorong Aisyah dan membawa nya ke tempat yang Aisyah ingin kan.
Taman yang begitu luas dengan sedikit pohon yang gak begitu besar namun terdapat begitu banyak macam bunga. Tempat yang sangat indah untuk menghilangkan kepenatan di kamar rawat.
Begitu banyak orang yang ada di sana dan semuanya pun sama seperti Aisyah mencari udara segar. " Bang Aisyah mau kue. " rengek Aisyah.
" Astaga Aisyah dimana ada kue di rumah sakit. lagian kamu juga belum tentu boleh kan makan sembarangan begitu. yang lain aja napa sih. "
__ADS_1
" bang mau kue. di kantin ada kok Bang, cepat beliin kalau tidak Aisyah nggak akan makan, Aisyah akan demo mogok makan " ketus Aisyah.
Bagaimana bisa Faisal tak menuruti permintaan Aisyah kalau sudah begini bisa-bisa dia akan di deportasi ke negara lain oleh Papa Rayyan. " iya iya.! tapi ingat jangan kemana-mana sebelum Abang kembali, awas kalau sampai pergi.! ancam Faisal.
Aisyah mengangguk dengan cepat dan di hiasi senyuman yang begitu lebar " asyik. " batin nya. " yang cepat ya Bang, jangan lama-lama.!
Setelah beberapa detik Faisal pergi ada seorang yang datang menghampiri Aisyah dan berdiri di depan Aisyah lalu membungkuk hormat. " Nona gimana kabar anda sekarang.? tanya orang itu yang tak lain adalah Jon.
" saya baik-baik saja pak Jon hanya bosan saja di rumah sakit terus. Gimana semuanya lancar,? dan siapa yang berhasil kamu tangkap itu apa ada orang yang menyuruhnya atau memang dia sendiri yang mempunyai rencana itu.? tanya Aisyah.
" Maaf Nona, sepertinya dia peliharaan yang sangat patuh, dia tak memberikan penjelasan apapun meskipun sudah tak berdaya. bahkan dia mengancam akan menghancurkan keluarga Nona. " jawab Jon.
Aisyah semakin bingung. Sepertinya keluarga nya selama ini baik-baik saja dan seperti nya tak pernah menyinggung apapun pada siapapun kecuali Faisal saja yang telah menghajar ketua preman ayah angkat dari Aira. " selidiki terus pak Jon. Saya nggak mau sampai kecolongan lagi. "
Ada kalanya Aisyah selalu menjadi gadis kecil yang menyebalkan namun ada kalanya dia bisa serius dalam hal. Kejailan dan kenakalan nya memang murni di alami setiap anak seusianya namun sifat tegas nya dan serius nya tak akan bisa terlepas dari hatinya juga. Itulah yang membuat Aisyah berbeda dari yang lain.
Jon mengangguk mengerti, semua tugas memang selalu dia jalankan dengan beres baru kali ini saja dia tak bisa menangani satu orang itu " baik Nona. apa masih ada lagi yang harus saya kerjakan Nona.?
" Hmm, tidak. itu saja jika ada yang lain saya akan menghubungi mu. " jawab Aisyah.
" kalau begitu saya permisi Nona. semoga Nona cepat sembuh dan cepat kembali lagi seperti biasa. " Jon membungkuk hormat dan pamit dari hadapan Aisyah dengan cepat tak mau sampai Faisal tau nanti.
" Hm."
" Kira-kira siapa orang yang melakukan ini.? apa memang benar ada hubungannya dengan ayah angkat Kak Aira. jika benar berarti dia bukan orang sembarangan dan dia bukan hanya sebatas preman saja pasti ada hal di balik itu. jika dia bisa semarah dan senekat itu karena kak Aira di bawa pergi pasti ada niatan buruk yang akan dia lakukan pada Kak Aira. " batin Aisyah yang hanya bisa menerka-nerka.
" bah..!!! Faisal mengejutkan Aisyah dari belakang. namun sayang Aisyah sama sekali tak terkejut. " ck kebiasaan. " kesal Faisal sendiri karena selalu tak bisa membuat Aisyah terkejut.
" hus kalau ngomong itu di pikir dulu. " Faisal menoyor kepala Aisyah dengan pelan namun tetap membuat nya bergerak. "nih kue nya, tapi ingat jangan banyak-banyak tuh lihat pipimu semakin melar " ledek Faisal.
" biarin melar emang gue pikirin. "'jawab Aisyah dengan acuh dan mulai menyuapkan kue ke dalam mulutnya. " Hm enaknya. makasih ya bang. "
" jangan salahin Abang ya kalau kamu tambah bulat. jangan bilang juga sama Mama kalau Abang kasih kamu kue begitu bisa-bisa Abang kekk.. " Faisal mempraktekkan seakan lehernya akan di penggal menggunakan tangan nya sendiri.
" jangan ngadi-ngadi Bang, iya kali Mama seperti itu. palingan Abang cuma di ungsikan bertahun-tahun di negeri orang. biarpun Mama tegas galak judes tapi nggak juga Mama akan menyakiti Abang. "
" iya Abang tau. "
" oh iya Bang, sebenarnya gimana sih kronologi Abang menemukan Kak Aira.? Aisyah kan belum di ceritain,cerita dong bang. "
" emang penting. " ?
" penting nggak penting sih, cuma penasaran kok bisa kak Aira sampai seperti itu. tapi bukan Abang kan yang menganiaya Kak Aira. "'tuduh Aisyah.
" astaghfirullah dek. sekalipun Abang tak pernah menyakiti perempuan, jangan kan mukul marah saja belum pernah. "
" masak sih. nyatanya Abang pernah marahin Aisyah dan juga sering jewer Aisyah, kan Aisyah juga perempuan.
" ya itu beda dong. maksudnya Abang itu perempuan yang bukan saudara sendiri gitu, kalau kamu mah enak di marahin jadi hobi gitu."
__ADS_1
plukk...
Aisyah menimpuk bahu Faisal dengan keras dan membuat nya meringis. " rasain kau Bang.!!
" awww.. kecil-kecil cabe rawit juga sih kau dek. tangan nya empuk gitu tapi sekali mukul retak semua tulang. " keluh Faisal namun Aisyah malah melotot.
" ayo cerita!
" iya -iya.
Faisal menceritakan semuanya pada Aisyah dari pertama dia melihat Aira yang di hajar dan juga dia mulai menolong nya sampai dia mengajak kabur Aira dari kejaran para bawahan ayah angkat Aira.
" mungkin ini semua ada kaitannya deh, semua tak bisa hanya kebetulan saja kan.?
" begitu dek ceritanya. makanya Abang membawa Aira ke tempat kita, Abang hanya nggak mau melihat dia di hajar lagi atau bahkan dia mau di bunuh katanya kan ngeri. meskipun dia bukan anak kandung nya kan seenggaknya tidak di perlakuan seperti itu. itu benar-benar bukan sifat manusia kan. "'terang Faisal.
" Abang benar dan yang Abang lakukan juga sangat tepat. Aisyah bangga sama Abang, tapi sekarang Abang harus lebih hati-hati lagi takutnya ayah angkat Kak Aira balas dendam sama Abang kan bahaya. "
" iya iya. sudah yuk masuk udah mulai dingin nih nggak bagus buat kamu." Faisal mulai mendorong kursi roda Aisyah dan membawa nya masuk.
" Hmm.. "
" sebahaya itu kah ayah angkat Kak Aira.? kenapa dia sampai berbuat itu pada Kak Aira apa kesalahan Kak Aira sebenarnya. tapi sepertinya Kak Aira orang baik. mana mungkin dia akan melakukan kejahatan, atau mungkin Kak Aira tidak mau melakukan yang dia lakukan sehingga dia begitu marah dan menyakiti Kak Aira,? eiss teka-teki yang sangat membingungkan. "
Faisal kembali mengangkat tubuh Aisyah meskipun dia bisa sendiri melakukan nya namun Faisal tak memberikan kesempatan Aisyah untuk banyak bergerak dulu sebelum dia benar-benar sembuh. " kamu istirahat ya. Abang juga sangat lelah, Abang mau istirahat di sofa. " ucap Faisal.
" iya Bang. " jawab Aisyah sembari membenarkan posisi yang enak untuk tidur nya.
Begitu sangat lelah nya Faisal hingga dalam hitungan menit saja dia sudah langsung menutup mata nya dengan rapat.
Aisyah menatap Faisal dengan tajam. apakah mungkin memang benar jika semua kejadian ini ada sangkut pautnya dengan yang di lakukan Faisal. " kenapa semua menjadi semakin rumit gini sih. "
Aisyah kembali duduk membenarkan bantal dan di buat untuk nya bersender. pikiran nya terus melayang dan menerka-nerka mencari kebenaran yang begitu sulit. lagian Aisyah juga tak akan bisa mencari kebenaran itu selama dia masih berada di rumah sakit.
Diam-diam Aisyah membuka ponsel nya dan mencari berita tentang ayah angkat Aira.
" Fans.. " gumam Aisyah begitu lirih
layar ponsel menampakkan begitu banyak nama Fans di sana namun semuanya terlihat sangat baik. namun ada satu yang paling mencolok di mata Aisyah satu foto yang bersama begitu banyak orang dengan berpakaian preman dan tengah melakukan aksi nya di salah satu warung.
Aisyah memencet itu yang ternyata adalah sebuah rekaman video. dengan fokus Aisyah melihat betapa brutal nya kelompok itu dan begitu sadis hingga membuat pemilik warung sangat ketakutan.
" apa ini ayah Kak Aira.? kalau memang iya aku bisa pastikan dia bukan orang yang baik. " gumam Aisyah.
" aku harus secepatnya tau. "
πΎπΎπΎπΎπΎπΎ
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
__ADS_1
Semangat Aisyah. kamu pasti bisa! πͺπͺ