
Tidak seperti Ikhsan dan Fatma yang paginya penuh dengan keisengan, Pagi Akhsan dan juga Kairi selalu seperti biasa. mereka hanya akan ada gurauan kecil saja untuk memperhangat keluarga kecil mereka dan juga keromantisan dan juga perhatian Akhsan yang kian hari semakin bertambah untuk Kairi.
" Ayolah sayang, kamu harus makan yang banyak. semua ini untuk memberikan nutrisi yang cukup untuk anak kita " ucap Akhsan yang tengah membujuk Kairi untuk sarapan.
Entah kenapa tapi pagi ini Kairi sama sekali tidak ***** makan bahkan melihat makanan saja sudah mau muntah.
Semenjak Fatma dan Ikhsan pindah Kairi lebih sering mual dan kehilangan ***** makan nya, seperti nya, janin nya ikutan ngambek dan tidak rela dengan perginya Ikhsan dan Fatma.
Kairi menggeleng, dia sama sekali tidak ada ***** untuk makan. " Tidak Mas, Kairi tidak pengen makan " jawab Kairi pelan dengan nada yang begitu tak semangat.
" tapi kamu harus tetap makan, kalau tidak bagaimana kamu akan gendut nantinya, aku takut kamu akan semakin kurus kalau tidak makan, " rayu Akhsan dengan senyuman yang kian manis untuk Kairi.
Kairi tetap menggeleng, apapun yang Akhsan katakan tetap saja tidak berpengaruh pada Kairi, perutnya sama sekali tidak gmau menerima apapun, bahkan melihat makanan yang ada di hadapan Akhsan perut Kairi terasa sudah di kocok-kocok dan ingin segera memuntahkan nya.
Akhsan menaruh sendok nya ke atas piring, dia hampir saja putus asa. dia sama sekali tidak pintar dalam hal ini. " kalau kamu tidak mau makan ini, katakan sama Mas, kamu mau makan apa. Biar Mas beliin.. Hm.... " Akhsan terus membujuk.
Kairi termenung sejenak ada sih makanan yang bener-bener Kairi ingin kan. Makanan itu adalah makanan yang di masak oleh Akhsan sendiri untuk nya, namun Kairi takut mengatakan itu karena Akhsan harus segera ke kantor. Lagian memasak membutuhkan waktu yang sangat lama Kairi takut akan membuat Akhsan kelabakan nanti dalam pekerjaan nya.
" Hm... kamu mau makan apa? setelah meeting Mas beliin " ucap Akhsan.
Mendengar kata meeting membuat Kairi semakin ragu dan takut untuk mengatakan nya, Suami nya adalah seorang pemimpin perusahaan ternama dan pasti dia sangat sibuk, bagaimana mungkin dia akan memenuhi permintaan istri nya di pagi-pagi seperti sekarang.
" nggak ada. " jawab Kairi dengan senyum yang penuh kepalsuan. dia mengatakan tidak ada namun dalam harunya dia terus bersorak dia sangat menginginkan makanan yang di buat oleh Akhsan secara langsung di depan mata nya.
Akhsan mengernyit. bungkamnya Kairi begitu sangat terlihat dengan jelas di mata Akhsan kalau dia tengah menginginkan sesuatu.
" apa mau anak kita menjadi ileran? " tanya Akhsan, dengan gerakan cepat Kairi menggeleng menatap Akhsan dengan sedikit tersentak.
Kairi tak menginginkan itu terjadi, tapi bagaimana..? " sebenarnya,,,? Kairi ingin makan masakan Mas Akhsan " ucap Kairi dengan wajah tertunduk.
Akhsan tersenyum, ternyata keinginan istri nya tidak lah susah hanya makanan yang di buat oleh nya, itu sangat sepele bagi seorang Akhsan.
__ADS_1
Tapi bagaimana dengan meeting nya.?
" tapi tidak juga nggak apa-apa kok, Mas, Kairi akan memakan ini saja. " seru Kairi, menarik piring di hadapan Akhsan dian menyuapkannya ke dalam mulut nya sendiri dengan buru-buru.
Apa yang Kairi lakukan sekarang ternyata tidak di terima begitu saja oleh janinnya, baru saja beberapa sendok yang masuk ke dalam mulutnya perutnya sudah menolaknya.
" Ukkk..
Kairi menaruh sendok nya sedikit kasar dan menutup mulut nya dengan tiba-tiba. Kairi berlari masuk ke kamar mandi dan memuntahkan semuanya yang ada di dalam perutnya nya.
Akhsan benar-benar tidak tega melihat keadaan Kairi, Akhsan menghembuskan nafas panjang nya seketika itu. Akhsan mengambil ponsel nya dan mengubungi Ardi untuk menghandle semua pekerjaan nya karena dia tidak mungkin meninggalkan Kairi dalam kondisi yang seperti sekarang.
Akhsan kembali melepaskan jas nya di taruh nya ke kursi dan juga melepaskan jam tangan nya lalu menaruhnya di meja makan.
Akhsan beranjak dan mengayunkan kakinya menuju ke dapur.
Sayur-mayur Akhsan keluarkan dari kulkas, Akhsan melipat lengan bajunya dan segera beraksi membuat makanan yang Kairi ingin kan.
Capcay sayur, ayam goreng kremes menjadi pilihan Akhsan saat ini.
Kairi yang sudah kembali dari kamar mandi nampak bingung karena tak melihat suaminya di meja makan. Kairi mengernyit karena hanya jas dan jam tangan nya saja yang terlihat di sana dengan begitu manis.
" dimana Mas Akhsan.? " ucap Kairi sembari celingukan.
Hampir saja Kairi melangkah ke kamar, namun telinga nya mendengar suara di dari dalam dapur. Kairi pun ke sana dengan langkah cepat.
" Mas, Mas ngapain.?. " tanyanya dan mengejutkan Akhsan yang tengah memotong wortel.
Akhsan tersenyum, menatap Kairi yang tengah berjalan mendekat. Dan kembali lagi fokus dengan kerjaan nya.
" Mas sedang membuat makanan cinta. " jawab Akhsan dengan gurauan kecil.
__ADS_1
" makanan cinta? . " Kairi mengernyit.
Mata Kairi melihat bentuk wortel yang Akhsan Potong, bentuk yang sangat tak biasa.
" hati..? " Kairi terkekeh kecil.
Akhsan pun sama, dia lebih terkekeh melihat hasil karyanya sendiri, " iya lah,, ini kan makanan cinta khusus buat istri ku tercinta " Ucapnya.
" apa boleh aku bantu? " tawar Kairi namun dengan gerakan cepat Akhsan menggeleng, dia tak akan mengizinkan Kairi ikutan mengolah masakan itu karena itu adalah masakan spesial.
Akhsan berjalan mengambil kursi dan meminta Kairi untuk duduk dan menjadi penonton saja di sana " duduklah, jadilah ratu ku yang sangat penurut. dan lihatlah kerja dari ku untuk ratu ku tercinta " ucap Akhsan.
Kairi mengikuti perintah dari Akhsan begitu saja." tapi Mas.? bagaimana dengan meeting nya, Mas. " ucap Kairi.
" tenang ada Ardi yang akan meng-handle semuanya, jadi hari ini aku akan memanjakan istri ku dan akan belajar menjadi istri siaga. "
" Hmm., baiklah. " jawab Kairi pasrah.
Setengah jam bergelut dengan peralatan dapur akhirnya Akhsan selesai juga memasak dia menurut cinta untuk Kairi. Tak henti-hentinya Akhsan menghirup aroma makanan nya yang begitu wangi dengan bumbu " Hmmm..... seperti nya enak nih. " pujinya.
Akhsan mengambil kan nasi dan juga masakan nya untuk Kairi, menyuapi nya dengan pelan. " gimana, enak? " tanyanya dengan semangat.
Kairi mengangguk, masakan yang Akhsan buat memang benar-benar enak, bahkan rasanya lebih lezat dari masakan yang selalu dia buat.
" ini sangat enak. tidak nyangka kalau Mas bisa masak seenak ini. biasanya kan kalau seorang pengusaha itu tidak pernah masuk ke dapur, mereka lebih sering menghabiskan waktunya dengan semua berkas yang terus datang untuk di muntai tanda tangan "
" ya memang itu juga sih, tapikan kesehatan istri ku dan anakku lebih utama dari segalanya" jawab Akhsan." aku kan pengen jadi suami yang selalu siaga " ucapnya lagi dengan mengedipkan matanya berulang-ulang.
Kairi yang tengah mengunyah tak bisa lagi menahan tawa dan terlepas lah tawa nya dari bibir kecilnya. " Hahaha..!!
" semoga kebahagiaan ini akan selalu aku lihat, Kairi. semoga kamu selalu bahagia bersamaku dan menemaniku hingga ajal ku tiba nanti " batin Akhsan penuh harap.
__ADS_1
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾