Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
259. Extra


__ADS_3

**********


Happy Reading....


""""""""""


Huaaaa....


Tangisan dari bocah umur 4 tahun begitu menggema dengan sangat keras di ruang tengah. Bukan tanpa adanya masalah, tetapi memang dia tengah menghadapi suatu masalah yang di sebabkan oleh bocah yang berumur 5 tahun.


Keduanya adalah Alvaro juga Alvino yang tengah berebut tas sekolah. Sebenarnya bukan salah satu dari mereka yang salah, tetapi semua itu terjadi karena orang tua mereka yang membelikannya dengan warna juga gambar yang sama. Bagaimana mungkin mereka bisa memahami punya diri sendiri?


"Abang, itu tas adek!" Teriak Alvino sembari terus menangis. Tangannya terus berusaha menggapai tas yang sudah ada di tangan Alvaro, tetapi sang abang terus saja menjauhkannya. Bahkan keduanya terus berlari dan kejar-kejaran hanya karena tas saja.


"Tidak! Ini punya abang!" Alvaro juga gak mau kalah. Dia tetap kekeuh kalau tas itu adalah miliknya sendiri. Bukan milik Alvino.


"Bukan, itu punya Alvino, Bang. Bang!" Alvino terus berlari mengejar sementara Alvaro juga terus berlari menjauh.


"Mama! Papa! Abang nakal. Abang ngerebut tas Adek!" Teriaknya yang di selingi dengan tangis juga dengan langkah kaki yang tetap kalah dari Alvaro.


"Eh, ada apa ini!" Khairi yang tengah masuk sangat terkejut melihat kedua bocah yang terus berlari. Bahkan Alvaro dengan sengaja langsung berlindung di belakang uminya karena tak mau tertangkap oleh Alvino.


"Umi, Abang ambil tas adek!" Alvino mengadu. Berdiri di hadapan Khairi dengan wajah yang mendongak.

__ADS_1


Ya, Alvino memanggil Khairi juga Akhsan sama seperti Alvaro memanggil mereka, begitu juga Alvaro yang memanggil Ikhsan juga Fatma dengan panggilan sama seperti Alvino.


"Itu tas adek, Umi. Abang merebutnya dari Alvino." Adunya lagi.


"Abang, kasiin sama adek. Itu tas milik adek, Bang," Khairi menoleh ke belakang namun Alvaro tetap kekeuh mempertahankan. Dia juga terus memeluk tasnya juga menggeleng gak mau memberikannya.


"Tidak, ini punya Abang!" Kekeuhnya.


Begini nih kalau keduanya lagi bersama. Mereka akan bertengkar, berebut juga saling mengomentari tetapi kalau lagi tak bersama mereka terus mencari satu sama lain. Bahkan saat salah satu dari mereka tidak ada di rumah dalam waktu lama salah satu pasti akan demam karena saling merindukan.


"Abang, itu punya adek. Yang ini punya Abang," Ucap Khairi begitu lembut memberikan tas yang sama dan baru saja dia ambil dari rumah mereka.


"Eh, ada apa, Kak? Apa mereka berantem lagi?" Tanya Fatma yang tengah keluar dari dapur dengan membawa dua kotak bekal untuk keduanya. Ya, mereka akan masuk sekolah pagi ini.


Alvaro langsung berlari ke arah Fatma, berdiri di hadapannya sembari terus melindungi tasnya yang terus dia peluk.


"Ma, bilang sama, Adek. Ini tasnya Abang," Adu Alvaro.


Keduanya benar-benar sangat menggemaskan. Saling mengadu dengan ibu yang bukan ibu kandung mereka masing-masing.


"Padahal, Abang sudah bilang ini punya Abang tetapi adek tetap saja ngeyel." Imbuhnya lagi dengan suara imutnya.


"Benar-benar seperti bapak mereka." Gumam Fatma.

__ADS_1


"Ya sudah, adek pakai ini saja ya. Tuh, sama kan?" Bujuk Khairi sembari duduk di hadapan Alvino dan menyamakan tingginya dengan bocah kecil itu.


"Tapi ini kan punya Abang, Umi." Ternyata Alvino lebih paham akan barang miliknya sendiri.


"Nggak ya, itu punya kamu. Dan ini punya Abang!" Seru Alvaro menggemaskan.


Khairi juga Salma hanya bisa tersenyum melihat tingkah polos kedua bocah itu. Keduanya sama-sama kekeuh dengan apa yang di pikirkan.


"Sudah, jangan berkelahi lagi. Ini sudah siang loh. Nanti kalian berdua telat lagi sekolahnya." Ucap Fatma dengan lembut.


"Mana sih papa kalian?" Fatma menelisik ke semua penjuru dan dia dapati Akhsan juga Ikhsan yang sepertinya juga tengah berebut sesuatu.


"Astaghfirullah, nggak anak-anak nggak bapak-bapak. Sama-sama nggak ada yang mau ngalah." Terpaksa hanya geleng-geleng kepala Khairi juga Fatma melihat suami mereka masing-masing.


"Abi! Abi mau terus berebut atau mau anterin anak-anak ke sekolah!" Seru Khairi.


"Pa, ayo dong! Ini sudah siang. Sekarang anterin anak-anak ke sekolah dulu baru nanti di sambung lagi berebutnya!" Saut Fatma.


"Awas ya, Dek. Itu punya Abang loh!" Seru Akhsan.


"Enak saja, siapa cepat dia dapat kan Bang!" Jawab Ikhsan.


Anaknya, Alvaro yang menang. Sementara bapaknya, Alvino yang menang. Astaghfirullah benar-benar sangat menggemaskan mereka berempat. Tentunya juga bikin pusing kepala Khairi juga Fatma.

__ADS_1


###########################


__ADS_2