Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
78.Kakak tampan


__ADS_3

" Assalamu'alaikum,, " sapa seseorang dengan begitu sopan pada Aira yang tengah melamun seorang diri di bawah pohon yang begitu rimbun.


Mata Aira mengerjab setelah mendengar sapaan salam dari seseorang yang telah datang. Aira menoleh menatap bingung siapa pria yang ada di depan nya saat ini, dia benar-benar tak mengenal nya. " maaf kakak siapa.? tanya Aira.


Pria itu tersenyum. duduk di hadapan Aira yang masih terus dalam kebingungan nya. Mata pria itu terus menatap Aira begitu pula sebaliknya


" perkenalkan saya Hasan, saya adik kandung Kak Kairi " jawab pria itu yang ternyata adalah Hasan yang sekarang juga tinggal di sana karena permintaan dari semua keluarga besar dari Akhsan.


Aira menunduk tak ingin berlama-lama menatap Hasan. Meskipun Aira belum lama tinggal di sana namun Aira sudah mengetahui kalau dia tak boleh menatap lawan jenis dengan waktu yang lama " Kak Hasan baru di sini.? tanya Aira sekejap menatap Hasan.


" iya, baru kemarin saya datang. " jawab Hasan " oh iya, kenapa kamu di sini seorang diri? kenapa kamu tidak bersama dengan teman-teman kamu ? " tanya Hasan.


Aira tersenyum kecil. Dia tak biasa bergaul dengan semua orang, dia lebih suka duduk menyendiri entah di mana tempat nya yang terpenting bisa membuat nya nyaman. " Tidak, " jawab nya singkat.


" kenapa.?


" tidak ada alasan, " jawab Aira yakin.


" oh maaf,, "


Dari kejauhan ada sepasang mata yang melihat mereka berdua saat berbincang. orang itu berbalik ingin kembali ke kamar nya, dia datang karena dia tau kalau Aira pasti tengah bersedih karena rasa bersalah nya namun seperti nya dia datang di saat yang tidak tepat, lagian seperti nya Aira sudah mendapatkan orang yang akan menghibur nya yaitu Hasan.


" Tidak...


Ucapan Aira terhenti saat matanya melihat seorang yang berdiri jauh dan menatapnya. orang itu berbalik dan gak ingin lagi meneruskan langkah nya untuk mendekati Aira.


Aira beranjak. pamit dengan Hasan untuk mengejar orang itu yang sudah berjalan menjauh. " maaf saya harus pergi " ucap Aira.


" Hmm, silahkan. " jawab Hasan.


Hasan terus melihat punggung kecil Aira yang semakin jauh , dan bukan itu saja yang menjadi fokus nya Hasan melainkan seorang yang Aira kejar. " Kak Faisal. " lirih Hasan.


Aira terus berlari sampai dia tepat di belakang Faisal yang hampir masuk ke pendopo nya. " Kak Faisal,,!!! teriak Aira dengan nafas terengah-engah.


Faisal mengurungkan niatnya untuk masuk, berbalik badan menatap Aira yang membungkuk dengan kedua telapak tangan nya berada di lutut dan juga nafas nya yang tak beraturan. " Aira, kamu ngapain kesini.? tanya Faisal.


Aira mendongak berdiri tegak menatap Faisal. wajah Faisal yang masih bonyok banyak luka dan juga tangan yang banyak perban yang menempel membuat Aira seakan-akan mau menangis karena tak tega melihat keadaan Faisal sekarang. Aira berkaca-kaca menatap sendu dan penuh penyesalan, secara tidak langsung ini semua karena dirinya. kalau saja Faisal tidak pernah menyelamatkan nya mungkin Faisal tak akan pernah mengalami semua ini.


" kak, Aira minta maaf " ucap Aira yang mulai tersedu.


Faisal bingung karena tiba-tiba Aira menangis di hadapan nya. dia tak pernah menghadapi hal yang seperti ini jangan kan dengan orang lain adik nya sendiri saja kalau dia nangis akan langsung di tinggal oleh Faisal, karena Faisal tak begitu pandai dalam hal membuat orang berhenti menangis.tapi kalau membuat orang mengerti Faisal bisa sih. " Aira,, kamu jangan nangis. nanti orang kira aku nyakitin kamu lagi, udah diam ya, "ucap Faisal begitu kikuk, Faisal benar-benar tidak pandai dalam hal itu.


" Kak, itu pasti sangat sakit ya.? maaf kan Aira ya. " ucap Aira yang semakin terisak.


Faisal mengusap wajah nya kasar. dia begitu bingung apa yang harus dia lakukan untuk membuat Aira berhenti menangis. " Aira ini tidak sakit, dan semua ini juga bukan karena salah kamu, jadi kamu stop nyalahin kamu sendiri ok. "


" Tapi kalau Kak Faisal tidak pernah nyelamatin Aira pasti ini tidak akan terjadi pada kakak kan. bukankah secara tidak langsung ini adalah kesalahan Aira "


" bukan Aira, ini semua sudah takdir. sekarang kamu tenang dan berhenti lah menangis. "


Aira dan Faisal duduk di bangku yang berjarak satu meter mereka harus tetap jaga jarak meskipun mereka sudah berteman. Faisal harus bisa belajar membuat gadis yang menangis bisa diam sekarang. karena belum tentu suatu saat dia akan hidup bersama dengan gadis yang kuat yang tak pernah menangis, bisa jadi dia akan hidup dengan gadis cengeng yang selalu menangis dengan hal-hal kecil.


Dan sekarang giliran Hasan lah yang menatap mereka berdua dari jauh. Hasan tak berani mendekat meskipun dia ingin mendekati mereka berdua membantu membuat Aira berhenti menangis sekaligus mengucapkan selamat atas kepulangan Faisal dari rumah sakit.


" tidak Hasan. ini bukan waktu yang tepat. "'gumam Hasan.


🌾🌾🌾🌾🌾


Dua gadis kecil tengah berlari di trotoar. melarikan diri dari kejaran para preman yang tengah mereka berdua selidiki. siapa lagi kalau bukan Aisyah dan juga Shelvia.

__ADS_1


" Heyy,, jangan kabur kalian,,!! teriak Preman dan terus mengejar mereka berdua yang terus berlari tunggang langgang.


" Kak, sebaiknya kita berpencar. Jangan sampai mereka menangkap kita, kita harus bisa mengecoh mereka dan mengacaukan pergerakan mereka semua " ucap Aisyah memberikan saran pada Shelvia.


Shelvia mengangguk dengan cepat. " kamu benar. kita harus berpencar sekarang, jangan sampai kita tertangkap kalau tidak kita bisa gagal dalam misi ini " jawab Shelvia.


Aisyah mengangguk dengan mantap. Mereka berdua kembali berlari namun dengan arah yang berbeda. dan benar saja dengan begitu para preman yang mengejar mereka bisa terbagi sehingga mereka bisa dengan mudah menghadapi semuanya atau mungkin malah kabur karena tak mau lelah menghadapi mereka semua.


" Heyy berhenti,,!!


" ogah,,!! jawab Aisyah tanpa menoleh dan semakin mempercepat larinya.


Aisyah terpojok di jalan buntu, tak ada jalan lain di sana hanya ada semak-semak belukar dan juga tumpukan sampah yang menggunung.


" eishh,, benarkah aku harus bersembunyi dan menyatu dengan tumpukan sampah itu. ishh," ucap Aisyah merinding melihat tumpukan sampah di depannya.


" Heyy,,, jangan lari,,!!


suara itu terdengar semakin keras di telinga Aisyah membuat nya bingung untuk bersembunyi.


" Heyyy,,,!! preman itu sudah sangat dekat.


Aisyah terus celingukan mencari tempat yang aman untuk bersembunyi. Suara langkah kaki semakin dekat Aisyah menoleh namun masih belum dapat melihat preman itu.


" aduh gimana nih,, iya kali Aisyah harus terjun bebas di tumpukan sampah. Lagian Aisyah juga lagi males berantem jangan kan pakai tenaga pakai suara pun lagi ogah. duh gimana nihh,,, " Aisyah berjalan mondar-mandir sembari berfikir dan menggigit jari. sungguh membingungkan.


" heyy,,!!


" Akkk,,!!!! " teriak Aisyah disaat ada seorang yang menarik hijab nya bagian belakang dan membuat Aisyah hampir saja terjengkang.


Di sini lah sekarang Aisyah di balik semak belukar yang begitu rimbun. Mulut Aisyah di bekap seorang dengan beralaskan hijab Aisyah sendiri jadi mereka tak bersentuhan.


" cepat cari dia,! jangan biarkan lolos begitu saja. "


Semua berpencar mencari di setiap sudut bahkan sampai di balik tumpukan sampah yang membusuk. Begitu juga di semak belukar namun mata mereka ternyata kurang jeli saat mencari nya hingga mereka yang berjumlah lima orang itu tak dapat menemukan Aisyah.


" tidak ada bos,,!


" sial. lari ke mana dia, cari di tempat lain.? " Bos mereka mengibaskan tangan nya mengarahkan mereka untuk pergi dan semua pun pergi dengan wajah kecewa karena tak bisa menemukan Aisyah.


" Huff,,, " nafas lega terlepas di hidung Aisyah setelah semua orang pergi dari sana. Mata Aisyah terbuka setelah sesaat tertutup karena takut ketahuan tadi. Dan tangan yang tadi membekap nya sudah terlepas dari mulut Aisyah.


" kenapa kamu di kejar-kejar orang seperti itu. jangan bilang kamu yang berpakaian seperti ini tapi kamu nyolong dan hanya menjadikan pakaian mu untuk menutupi kejahatan mu" tuduh orang itu begitu sinis pada Aisyah dan pastinya akan langsung membuat mata Aisyah terbelalak tak suka.


Mata Aisyah menatap dengan sinis pada orang itu sekian detik langsung luluh dan Aisyah meringis melihat siapa yang mengatakan itu padanya. " hehehe,,, kakak tampan. Terima kasih untuk yang kedua kalinya telah menyelamatkan Aisyah. Untung saja ada kakak kalau tak pasti Aisyah akan tertangkap oleh para orang nggak waras itu. " ucap Aisyah.


" jawab pertanyaan ku..!!


" pertanyaan yang mana, Kak.?


Pria berbaju koko putih dengan kopyah putih dan juga sarung hitam bergaris-garis putih yang ia kenakan mengisyaratkan bahwa pria itu bukan lah orang sembarangan dan bukan orang jalanan.


" ayo jawab,,!!


" apa sih Kak. Aisyah ini gadis baik-baik hanya saja Aisyah sedang kabur dari tuh para preman. kenapa kakak bisa mengatakan itu semua,? kakak pikir Aisyah memakai pakaian seperti ini hanya untuk menutupi kejahatan, iya.? kalau begitu bisa jadi kakak yang berpakaian seperti ini juga seperti demikian. Mungkin banyak gadis di luaran sana yang seperti kakak katakan, tapi tidak untuk Aisyah. Ini adalah identitas Aisyah dan bukan untuk menutupi kejahatan Aisyah, karena Aisyah tidak mau jadi orang munafik. " terang Aisyah.


" tak ku kira bocah seperti dia bisa mengatakan kata-kata yang seperti ini. " batin pria itu.


" Sekarang Aisyah yang bertanya, kenapa kakak berada di sini di tempat seperti ini. kalau di lihat-lihat sih kakak ini seperti seorang santri tapi kalau nggak salah sih. tapi apa yang di lakukan seorang santri di tempat seperti ini,? seharusnya kakak itu di dalam pesantren dengan kitab tebal atau mungkin dengan tasbih panjang yang menjuntai hingga lantai dan bermunajat di dalam masjid dengan begitu khusyuk ." ucap Aisyah yang mulai dengan kata-kata panjang nya.

__ADS_1


Mungkin apa yang dikatakan Aisyah benar seharusnya dia memang ada di lingkungan Pesantren namun tugas lah yang membawa nya harus datang ke tempat seperti itu.


Aisyah beranjak dari semak membersihkan bajunya dari duri-duri dan daun kering yang menempel begitu juga dengan pria itu, dia juga melakukan hal yang sama. " ayo jawab..!


" Kamu tidak lihat di depan sana itu bangunan apa.? pria itu menunjuk bangunan besar dan luas di depan mereka namun mereka berdua ada di bagian belakang bangunan itu.


" itu pesantren bukan." jawab Aisyah dan menatap pria itu sejenak.


" iya, itu pesantren. dan saya tinggal di sana dan kenapa saya kesini saya harus membuang sampah di sini. " terang nya.


" ohh begitu. " Aisyah manggut-manggut. " boleh tau nggak,? kakak namanya siapa.?


" untuk apa,?


" ya mungkin suatu saat nanti kita bertemu lagi, dan kakak menjadi daftar orang yang harus Aisyah hormati karena kakak sudah menolong Aisyah dua kali, dan mungkin suatu saat nanti Aisyah bisa membalas budi dari apa yang kakak lakukan. "


" saya ikhlas, saya tak mengharapkan apapun karena menolong mu. "


" oh nggak boleh ya kenal sama kakak, ya sudah nggak apa-apa nggak masalah juga dan juga nggak mengurangi apapun dari Aisyah.. " jawab Aisyah kecewa.


Pria itu tersenyum mendengar kata-kata Aisyah, gadis kecil di depannya sangat imut " Saya Farel, " ucap pria itu yang ternyata adalah Farel adik dari Marco yang sekarang tengah menimba ilmu di salah satu pesantren di kota itu dan juga sekolah di sana dan sekarang dia tengah berada di bangku kelas sebelas. selisih empat tahun dengan Aisyah.


" oh Kak Farel. nama yang bagus. " jawab Aisyah.


" Awww,,, " Aisyah terjangkit kesakitan saat telinga nya di tarik oleh seorang yang entah kapan dia datang dan dari arah mana.


Aisyah memicing kan matanya melirik siapa yang membuat ya kesakitan. " hehehe Kak Shelvia. udah berhasil kaburkah dari para preman itu. kakak nggak kalah kan. kakak nggak ada yang sakit kan. "


" kamu pikir,? kamu tuh ya. udah di bilangin jangan dekat-dekat dengan orang asing apa lagi dia laki-laki itu tak baik Aisyah, kamu harus jaga jarak. " ucap Shelvia kesal.


" ini kan udah jaga jarak kak. lagian Kakak ini yang menyelamatkan Aisyah tadi, iya kan Kak, " mata Aisyah melirik Farel meminta Farel membantu menerangkan pada Shelvia.


" iya itu benar. kami tidak ngapain-ngapain, dan jangan khawatir karena saya orang asing. saya tidak akan melakukan hal buruk yang dilarang agama. " jawab Farel.


" heleh, pakai bawa-bawa agama. jaman sekarang coii,, "


"'Kak lepaskan telinga Aisyah, nanti telinga Aisyah molor " ucap Aisyah memohon dengan wajah memelas.


Mata Shelvia terbelalak sejak kapan telinga bisa molor apakah telinga sama seperti karet.


" diam kamu. sekali kau bicara buat aku pusing."


Sedangkan Farel tersenyum mendengar kata-kata unik yang keluar dari Aisyah barusan.


" napa senyam-senyum.?


"'tidak."


" ayo pergi,, bisa-bisa khilaf kalau lama-lama disini. tangan ku sudah gatal ingin meratakan wajah manusia " ujar Shelvia dongkol. Shelvia menarik telinga Aisyah dan membawa nya pergi dari sana Aisyah terus meringis menahan sakit karena perbuatan Shelvia yang begitu sadis.


" Kak Farel,,!! makasih ya.!! teriak Aisyah.


Farel kembali tersenyum dan itu juga sebagai jawaban dari teriakan Aisyah barusan. "' lucu. " satu kesan terakhir di perpisahan mereka.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


yok siapa yang kemarin merindukan Aisyah dan Shelvia tunjuk jarinya.. " ☝☝☝☝

__ADS_1


__ADS_2