Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
41.Penyelesaian masalah


__ADS_3

Fatma terus berlari untuk pulang. Dengan air mata nya yang terus mengalir dia tak lagi memperdulikan apapun. Meskipun cincin pemberian Ikhsan masih melekat di jari manisnya pun tak terfikir kan.


" kamu jahat Pak. Fatma benci bapak. " gumam Fatma.


Dengan terus berlari Fatma sampai juga di rumah. lelah nya tak terasa sama sekali dari pada hatinya yang benar-benar hancur. Fatma segera masuk dan berlari menuju kamar mengambil semua bajunya dan memasukkan ke dalam tas dia tak lagi mau tinggal di sana meskipun dia tak tau akan tinggal di mana namun di tak perduli.


" aku tak butuh tinggal di sini lagi tidak akan sudi lagi. " gumam Fatma dengan terus terisak.


Semua barang sudah masuk ke dalam tas Fatma pun segera pergi dari sana dengan menggunakan sepeda yang selalu menemani pikir nya.


Baru saja keluar dari rumah Fatma langsung di sambut dengan senyum Aisyah yang ternyata berdiri di sana dengan bersedekap dada. " Aisyah. " lirih Fatma.


" Kakak mau kemana.? mau pergi.? " tanya Aisyah dan mendekati Fatma.


Ada apa lagi nih Aisyah, apa mungkin dia di suruh Ikhsan untuk merayunya,? tidak, Fatma tak akan mempan dengan rayuan apapun. " Aisyah kenapa kesini.? apa pak Ikhsan yang menyuruh Aisyah. "


Aisyah menggeleng. " tidak. Aisyah kesini karena keinginan Aisyah sendiri tak ada hubungannya dengan bang Ikhsan. lagian ada apa dengan Bang Ikhsan dan Kak Fatma, ada masalah.?" sih tak tahu padahal kamu sendiri yang membuat masalah itu Aisyah Aisyah.


" begitulah.." jawab Fatma acuh.


Aisyah berjalan mendekati Fatma dan merangkul lengan Fatma, " apa kakak benar-benar mencintai Abang.? tanya Aisyah.


Cinta. Ya Fatma sangat mencintai Ikhsan tapi sekarang dia harus membuang jauh-jauh cinta itu. Cinta yang sudah menghancurkan nya dan membuat nya patah hati di saat dia baru saja merasa bahagia. " Tidak.! Fatma memalingkan wajahnya dari Aisyah.


Aisyah manggut-manggut " oh nggak cinta ya. berarti kalau Abang meninggal karena depresi kakak juga tidak akan menyesal. " ucap Aisyah.


Apa keinginan Aisyah sebenarnya kalau dia takut kehilangan dan takut depresi kenapa juga dia menyakiti nya, bukankah itu hal yang paling menjijikkan dalam percintaan. Selingkuh sebelum benar-benar menikah" Ck..


" Sekarang lebih baik kakak ikut Aisyah, ada sesuatu yang harus di luruskan. ingat ya Kak, apapun yang terjadi hari ini hanya sebuah permainan jadi kakak jangan berfikir yang macam-macam apalagi mengira Abang nggak setia. Abang Aisyah sangat setia dunia akhirat percaya deh sama Aisyah. " Aisyah menuntun Fatma ke mobil dan meminta Fatma untuk masuk dan ikut bersamanya.


"setia dia bilang. setia dari mana.? dia aja mau menikahi dua wanita sekaligus apa itu yang di namakan dengan setia. seandainya ini hanya permainan, apa cinta itu hanya sebuah lelucon apa berarti pak Ikhsan melamar Fatma juga termasuk dalam permainan. " batin Fatma.


Mobil melaju dengan cepat. Karena ini sudah malam jadi semua harus selesai sebelum pagi. yang terpenting sekarang Fatma dan Kairi harus tetap menerima kedua Abang nya dan jangan sampai semua itu hancur karena Aisyah.


" pak Jon, cepatlah sedikit kita bisa terlambat nanti. " pinta Aisyah. " kakak tenang ya. Dan jangan terlalu banyak berfikir tuh lihat baru aja ada masalah sedikit saja dahi kakak untuk keriput, jangan sampai Abang nggak mengenali kakak nanti kalau kakak tiba-tiba jadi tua. " ucap Aisyah.


Fatma mengelus dahinya sendiri. Bagaimana bisa dia berkeriput begitu saja. Usianya masih sangat muda dan bagaimana bisa dia tiba-tiba berubah jadi tua. mulut Aisyah benar-benar nggak bisa di kondisikan. " benarkah ada keriput di dahi ku . palingan cuma akal-akalan Aisyah doang. Sebenernya apa sih yang di rencanakan Aisyah,membingungkan.


Mobil terparkir di depan rumah Kairi. Rumahnya sudah sepi dan gelap mungkin penghuninya sudah tidur karena sudah malam tapi Aisyah tetap saja harus membawa Kairi pergi sebelum Akhsan datang. kalau sampai Akhsan datang maka rencana nya akan hancur berantakan nanti nya.


" bentar ya Kak. " ucap Aisyah pelan karena Fatma tengah tertidur lelap mungkin karena lelah menangis dan lelah pikiran nya. " jangan kau apa-apa kan kakak ipar ku, Jon. Awas ya. " ketus Aisyah menatap Jon seketika membuat Jon merinding.


" apes banget sih hidupku, baru kali ini dapet bos bocah. Kirain akan enak gitu kerja sama bocah bisa di bodohin gitu, eh ternyata sekarang aku yang jadi bodoh, Sial. " batin Jon meratapi nasib.


Tok tok tok..


" Assalamu'alaikum..!! salam Aisyah sembari mengetuk rumah Kairi berkali-kali. " Assalamu'alaikum..!! teriaknya lagi.


Tok tok tok...


" Siapa sih malam-malam gini bertamu.? apa nggak pernah di ajarin sopan santun apa sama orang tuanya. Wa'alaikumsalam.! Hasan membuka pintu dengan menggerutu. " maaf kamu siapa ya. dan mau bertemu siapa.? tanya Hasan.


" ada tamu di suruh masuk kek, di suruh duduk kek atau gimana. baru aja buka pintu langsung di sosor dengan pertanyaan, nggak sopan banget sih menyambut tamu. " ketus Aisyah tak terima.


"astaga sebenarnya siapa yang nggak punya sopan santun sih, aku atau situ. ya Tuhan ada-ada aja kau ciptakan manusia macam gini."


batin Hasan tak habis pikir.

__ADS_1


Belum juga di suruh masuk Aisyah menyerobot masuk, kembali mengucapkan salam dan menanyakan Kairi sembari duduk di kursi tamu. " Assalamu'alaikum. saya mau bertemu Kak Kairi, Kak Kairi nya ada.? tanya Aisyah.


" Nggak ada.!


" idihhh.. nggak bakat bohong situ. Kak Kairi, adek ipar dateng.!!! teriaknya.


" berisik.! bisa diam nggak. atau aku usir kamu." ancam Hasan.


" coba aja kalau bisa. Kak Kairi.!! teriak nya lagi.


Kairi dan Jandi keluar dari kamar. Aisyah benar-benar tak punya sopan santun seperti yang di katakan Hasan. dandanan nya aja kayak orang alim tapi nyatanya kelakuan nya kayak preman. " eh ada Aisyah. " ucap Kairi.


Aisyah menatap Kairi. Menyesal hati Aisyah telah melakukan kejailan karena keinginan nya dan sekarang lihatlah mata Kairi begitu merah dan sekeliling nya bengkak mungkin sama seperti Fatma yang menangis tak henti.


Aisyah berlari dan langsung memeluk Kairi dengan kuat dia sangat menyesal. " maafkan Aisyah ya Kak. " lirihnya


Aisyah terus memeluk Kairi rasanya tak ingin melepaskan Kairi dari pelukan nya. Kairi begitu bingung dengan sikap Aisyah, apa mungkin Aisyah sudah tau akan semua yang terjadi padanya dan Akhsan hingga dia malam-malam datang ke rumah Kairi.?


" Kak, malam ini ikut Aisyah ya. " ucap Aisyah.


Kairi menatap Jandi yang sudah duduk di kursi lalu beralih pada Hasan yang berdiri sembari menggeleng karena tak memperbolehkan Kairi untuk ikut dengan Aisyah. " emang mau kemana.?


" ke tempat yang seharusnya. " jawab Aisyah


" paman izinin ya Kak Kairi ikut sama Aisyah, please " Aisyah mengeluarkan senyum imut nya pada Jandi dan membuat Jandi tersenyum dan tak tega.


" Tapi nak, ini sudah malam. " jawab Jandi.


" please ya paman, ya ya. " Aisyah mengedipkan matanya berkali-kali.


" napa tuh mata, keliling beton. " ketus Hasan.


Boleh ya paman, boleh kok. Alhamdulillah. " ucap Aisyah di Jawab sendiri dan girang sendiri. " yuk Kak kita bisa telat nanti. dah paman dan Abang jelek. " pamit Aisyah menarik Kairi secepatnya.


" ehhh..!! mau di bawa kemana Kak Kairi.!! teriak Hasan.


Aisyah kembali masuk seorang diri meninggalkan Kairi di luar. " oh ya paman, Abang jelek. Nanti kalau abang Akhsan kesini nyariin Kak Kairi bilang aja belum pulang gitu ya. Kak Kairi lagi marahan sama Abang jadi jangan kasih tau kalau Kak Kairi sama Aisyah Ok paman, Abang jelek. " ucap Aisyah " iya kamu tenang aja nak. Ok makasih paman. " Lagi-lagi Aisyah menjawab nya sendiri. dan kembali keluar dari sana.


" ihhh. gue pites tuh anak. " geram Hasan. " udah yuk pak istirahat lagi. " Hasan membantu Jandi berdiri dan mengantarkan nya ke kamar.


Kairi masih terus bingung kira-kira mau dibawa kemana dia sama Aisyah. kenapa pakai mobil segala. " masuk Kak. " pinta Aisyah sembari membukakan pintu penumpang di belakang di sisi Fatma.


" Fatma. " Pekik Kairi dan ingin kembali keluar namun pintu nya sudah di tutup dan di kunci oleh sopir. "kenapa ada Fatma juga. jangan bilang Aisyah mau paksa kami berdua untuk menikah dengan Abang nya."


" Jalan pak Jon, cepat ya waktunya sepuluh menit dari sekarang.!! tegas Aisyah.


" buset sepuluh menit, berapa kalinya Nona. Kenapa nggak pernah di pikir dulu sih kalau bicara, bagaimana bisa hanya sepuluh menit saja. " batin Jon.


" Jooonnnn..!! teriak Aisyah keras mengejutkan Jon yang tengah melamun, Kairi yang tengah berfikir keras dan membangun kan Fatma yang tertidur lelap. " hehehe maaf kakak ipar. mulut nya lagi khilaf." meringis Aisyah.


Fatma mengerjab sempurna bangun dari tidur nya yang begitu lelap. Matanya menatap Aisyah yang duduk di penumpang sebelah pengemudi lalu beralih menatap Kairi yang berada di sebelahnya. " Kak Kairi. " lirih Fatma " sebenarnya ada apa ini. kenapa ada Kak Kairi juga. " Fatma kembali menatap Aisyah yang tengah asyik dengan hpnya.


" Kak Kairi. kenapa kesini bukankah seharusnya sekarang kakak..? ucap Fatma tak mau menerus kan lagi sampai jauh hatinya masih sangat sakit untuk menyebut nama Ikhsan.


" Fatma. " Kairi memeluk Fatma dengan erat dia tau betapa hancur nya hati Fatma sekarang begitu juga dengan hatinya, hati mereka telah di patahkan oleh orang yang mereka kira adalah orang yang sama.


" Jon, lambat sekali kau. waktunya hanya tinggal lima menit lagi. Cepat Jon atau aku lempar kau keluar. " sinis Aisyah lagi.

__ADS_1


" iya. maaf Nona. " jawab Jon patuh.


" Fatma dia tak pantas untuk kita. kita harus ikhlas ya. jika dia bisa menyakiti kita semudah itu kenapa kita juga tak bisa melupakan nya, masih banyak yang lebih baik di luar sana daripada dia untuk kita. kamu ikhlas ya. " ucap Kairi menenangkan.


" tapi Kak. dia sangat mencintai kakak kan. aku ikhlas kok jika dia menikah bersama kakak, kakak lebih baik daripada Fatma. " ucap Fatma.


Aisyah mendengar seksama. meskipun dia pura-pura fokus dengan hpnya namun dia tetap bisa mendengarkan keluh kesah kecewa dari keduanya. Aisyah berbalik menatap keduanya tersenyum senang meskipun di atas penderitaan Kairi dan Fatma. "mereka berdua sangat cocok untuk kedua Abang Aisyah. " kakak ipar jangan bicara asal ya. Aisyah pastikan kalian akan menikah dengan Abang Aisyah oke. " enteng Aisyah.


Ini lagi anak bagaimana bisa dia bicara semudah itu. lagian siapa juga yang mau baru saja menikah udah langsung di madu." Aisyah sayang. kenapa kamu begitu yakin dengan itu. Kak Kairi sama Kak Fatma udah nggak mau lagi berurusan dengan laki-laki yang nggak bisa setia. " jawab Kairi dengan lembut.


plukkk...


Aisyah menepuk jidatnya sendiri, "ini nih alasan nya kenapa Aisyah melakukan ini. Abang bener keterlaluan tunggu aja kau bang aku penyet penyet ku jadikan ayam geprek. "


Kring kring kring...


" tuh kan panjang umur baru aja di omongin udah langsung nongol. " gumam Aisyah. " Assalamu'alaikum Abang tamvan..


" Wa'alaikumsalam ..! Aisyah dimana kau sekarang..!! pulang atau aku bejek-bejek kau ya."" ucap Akhsan dengan keras membuat Aisyah menjauhkan hpnya karena berisik.


Dengan sengaja Aisyah malah memencet lose speaker membuat Kairi dan Fatma mendengarnya. " Abang bisa lembutan dikit nggak. "


" Aisyah, Abang bilang pulang . atau Abang akan kerahkan semua orang untuk membawamu pulang dengan paksa, Dasar adik sialan teganya kau buat Abang mu seperti orang nggak waras. Aisyah pulang..!!


" Abang terciang jangan marah-marah nanti cepat tua loh. masak nanti Kak Kairi mau nikah sama kakek-kakek. lagian kalau mau kerahkan semua orang silahkan siapa takut. dan ingat ya bang, Aisyah nggak akan pulang malam ini ada kerjaan yang lebih penting dari pada di jadiin bergedel sama Abang "


" Ihh Aisyah pulang nggak.!!


" nggak..!!


" Aisyah. gara-gara ulah kamu semuanya jadi hancur berantakan apa kamu masih nggak mau mengakui nya dan minta maaf sama Abang, hahhh..


" apa sih Bang. lagian salah situ sendiri nggak mau jujur dari awal, coba kalau Abang jujur pasti semua nggak akan Aisyah buat begini kan. Ishh Abang ini lempar batu sembunyi tangan. udah ya Bang Aisyah banyak kerjaan. Dada Abang selamat bermarah-marah ria, hahaha... Assalamu'alaikum Abang... "


" hallo hallo hallo Aisyah Aisyah...


Tut Tut Tut...


" nye nye nye.. dakwah mulu Aisyah udah kebal sama Abang. siapa suruh selalu usilin Aisyah, sekali Aisyah bergerak pusing kan. Aisyah dilawan." Jon..!! lama sekali kau ya. gajimu potong satu tahun..!! gertak Aisyah.


" jangan Nona. ini sebentar lagi sampai kok. "


" bentar lagi bentar lagi. Nih udah telat lima menit, Dasar.. "gerutu Aisyah " ehh kakak ipar matanya kenapa Kak. nggak takut kelilipan dan tuh kenapa mulut nya nggak takut kemasukan lalat. " ucap Aisyah enteng.


Ekspresi wajah terkejut dari Fatma dan Kairi. Gadis di depannya ini sungguh di luar dugaan, indah cantik tapi berduri seperti mawar yang begitu di gemari dan di sanjung tapi terdapat duri yang akan menyakiti dan sangat menakutkan jika sampai megenainya.


" aduh nih kakak ipar malah bengong, hello..!!"


" Nona kita sudah sampai. "


" Alhamdulillah.. yuk kak turun, setelah ini masih ada tempat yang harus kita kunjungi. " ucap Aisyah..


Fatma dan Kairi mengedarkan pandangannya ke samping. di mana ini dan tempat apa kenapa Aisyah membawa mereka ke tempat yang sudah sangat gelap begini.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾


🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


Kira-kira tempat apa ya..?


__ADS_2