
" Astaga Aisyah, sejak kapan kamu jadi gadis genit seperti hari ini. apa kamu tidak malu berbicara dan berduaan dengan pria seperti tadi. Astaghfirullah.. " Shelvia geleng-geleng kepala setelah mendapati Aisyah yang yang tadi berduaan dengan pria yang sama sekali tidak dia kenal apalagi mereka hanya berdua saja tak ada yang lain. Ya meskipun Aisyah umur nya masih kecil tapi tak seharusnya kan dia melakukan itu. " Ckckck... "
Aisyah menyenderkan punggung nya di sandaran mobil yang tengah berjalan sesekali dia tersenyum karena terus mendapatkan omelan dari Shelvia. " apa hanya dengan berbicara dengan seorang pria saja itu langsung di cap sebagai gadis genit ya Kak.? lagian ya kak, kita itu tidak ngapa-ngapain hanya dia menyelamatkan Aisyah saja dari kejaran para preman tadi. " jawab Aisyah.
" terserah kamu deh, capek aku bicara sama kamu. Lama-lama botak kepala ku. " Shelvia ikut menyenderkan punggung nya di sandaran mobil lelah jika harus terus berdebat dengan Aisyah yang selalu tak mau terkalahkan.
Aisyah duduk tegak menatap Shelvia yang memejamkan matanya " Kak, gimana tadi.? kakak berhasil mengalahkan preman itu semua.? tanya Aisyah antusias.
Wajah Shelvia berubah menjadi masam, bibir nya sedikit mengerucut hampir saja dapat di kucir jika ada karet mah." berhasil apanya.? berhasil masuk got iya. " jawab Shelvia.
" kok bisa,!? pekik Aisyah.
" bisa lah. ini semua gara-gara orang yang menabrak ku tadi. dia benar-benar kelewatan hampir saja aku ceburin di got juga biar bisa merasakan rasanya air got yang menjijikkan. ehh,,,!! dia keburu kabur dan malah dia yang mengomel kayak mulut emak-emak licin bingits.. ingin rasanya aku tampar dengan sepatu ku yang penuh dengan lumpur penghuni got. " cerita Shelvia panjang kali lebar kali tinggi.
" Hahaha,,,!! nasib nasib. itu namanya nasib udah jadi bubur udah sial tambah ancur lagi. hahaha,,,!! tawa Aisyah begitu girang terus tertawa sampai terpingkal.
pletakk,,,,,,
" Awww,, kakkk,,,!! teriak Aisyah kesakitan.
" sejak kapan nasib menjadi bubur, nasi bukan nasib Aisyah,," ucap Shelvia frustasi." terus aja kamu ledekin kakak. mau aku ceburin juga di got, " ancam Shelvia begitu sinis.
" hehehe,,, sorry, "
" dasar,, "
🌾🌾🌾🌾🌾
" apa masih sakit,? tanya Ikhsan saat mengganti perban Fatma yang berada di telapak tangan yang tergores pecahan kaca saat terjadinya tragedi kemarin di kediaman Marco.
Fatma meringis menahan rasa perih karena lukanya yang belum kering " tidak " jawab Fatma yang berbeda dengan raut wajah yang menahan kesakitan yang sangat.
Ikhsan tersenyum melihat Fatma yang terus meringis dan sesekali menutup mata nya. Lucu sekali apa yang dia rasakan dan dia katakan nya berbanding terbalik " benarkah sudah tidak sakit,? tapi kenapa seperti nya tidak seperti yang kamu katakan? "
" ini beneran kok udah tidak sakit, hanya nyeri dikit saja. " jawab Fatma.
" sudah " ucap Ikhsan setelah selesai mengganti semua perban nya. " kamu beneran mau berangkat ke sekolah,? beneran tidak apa-apa.? tanya Ikhsan yang sangat khawatir karena Fatma terus kekeuh untuk pergi ke sekolah.
Fatma mengangguk dengan cepat sakit yang ada di tangan nya tidak seberapa dan masih bisa dia tahan, tapi untuk sekolah nya dia harus berjuang penuh supaya dia bisa naik kelas dan mendapatkan nilai yang memuaskan dan bisa membanggakan Ikhsan tentunya dan juga tidak malu bersanding dengan Ikhsan yang terlalu cerdas baginya. " saya benar-benar ingin berangkat Pak, ini beneran sudah tak apa-apa, "
" baiklah. tapi ingat baik-baik ya, jangan pernah pergi dari area sekolah tanpa ku dan kemanapun kamu pergi harus aku temani, siap.? Ikhsan benar-benar masih trauma dengan kejadian kemarin dia sangat takut kalau hal yang seperti kemarin akan terjadi lagi pada Fatma, istri nya. Pasti Ikhsan akan sangat gila jika kehilangan Fatma dalam hidup nya.
Fatma mengangguk pasrah, dia sendiri juga masih sangat takut sebenarnya tapi apa mau dikata sekolah nya juga sangat penting, kalau dia tak berangkat lagi setelah dua hari tidak masuk bagaimana dia akan mendapatkan nilai yang memuaskan nanti nya saat ujian. " iya Pak suami sayang, Fatma berjanji akan patuh pada perintah Pak suami. " Fatma mencubit pipi Ikhsan dengan gemas dan mengerucut kan bibir nya dengan begitu imut.
__ADS_1
" emot emot penggoda Imam " celetuk Ikhsan melihat Fatma yang terus menggodanya. " apa kamu tidak mau ke sekolah,? sekali lagi kamu seperti itu, aku akan pastikan akan aku kurung kamu di kamar dan tak akan aku lepaskan akan aku cumbu kamu dan akan aku buat kamu tak bisa berjalan. " ancam Ikhsan.
Mata Fatma terbelalak. Takut, ? ya Fatma sangat takut kalau semua yang Ikhsan katakan benar-benar dia lakukan bisa-bisa Fatma tak bisa berjalan cukup lama, kemarin saja saat pertama kalinya mereka melakukan penyatuan cinta yang pertama Fatma seharian tidak turun dari ranjang hanya saat sholat saja Fatma bangun dan itu karena di bantu oleh Ikhsan.
Fatma menggeleng dengan cepat mengubah expresi wajah nya dengan datar tak mau sampai Ikhsan tergoda di saat pagi seperti ini, ya meskipun dengan expresi apapun wajah Fatma di buat Ikhsan akan tergoda dan itu di mulai saat pertama kali dia mulai mencumbu Fatma di saat itu.
" tidak tidak.. Fatma harus berangkat sekolah, kalau itu kita bisa lakukan lain kali saja. masih banyak waktu kan tak harus sekarang. bukannya Fatma tak takut dosa karena menolak permintaan pak suami,? Fatma sangat takut malahan tapi Fatma kan harus sekolah. jadi izinin Fatma sekolah dulu ya, setelah itu pak suami boleh memintanya. " Ucap Fatma yakin dan tanpa ada rasa canggung atau malu sama sekali saat mengatakan itu pada Ikhsan.
Ikhsan tersenyum geli. Fatma sungguh luar biasa bahkan dia tak malu sama sekali mengatakan hal yang begitu feminim pada Ikhsan, " benarkah aku boleh minta saat sudah selesai sekolah,? baiklah kalau begitu sekolah lah yang rajin dan benar, setelah pulang akan aku tagih ya. "
Fatma mengangguk pasrah. dia merasa sedikit menyesal telah mengatakan itu tadi pada Ikhsan. dia telah menggali lubang sendiri dan lubang itu pun ternyata telah menceburkan dirinya sendiri " baiklah, tapi satu saja ya. Fatma masih takut, nanti kalau sakit lagi gimana,? kemarin saja Fatma sangat kesakitan apalagi pak suami begitu semangat melakukan nya dan tak memberi kesempatan Fatma untuk bernafas saja. tapi nanti kalau Pak suami minta lagi melakukan nya jangan kuat-kuat ya, kasih kesempatan Fatma juga untuk istirahat. " ucap Fatma.
Ikhsan begitu terkejut mendengar pernyataan Fatma barusan, mungkin yang di katakan Fatma benar kemarin dia begitu semangat hingga membuat Fatma begitu kewalahan melayani Ikhsan yang seakan-akan seperti orang yang kelaparan dan tak makan selama satu tahun, mati dong.. wkwkwk...
" maaf ya jika kemarin aku terlalu semangat sampai-sampai tak sadar telah menyakiti mu, maaf. tapi aku janji nanti tidak lagi kok, aku akan lebih hati-hati melakukan nya. " ucap Ikhsan yang benar-benar menyesal.
" bener ya, "
" iya sayang,, yuk berangkat nanti telat lagi. "
" baiklah, bentar Fatma ambil tas dulu. oh ya pak suami,, " Fatma meringis dan menghentikan langkah Ikhsan " hehehe,, nanti jangan lupa pakai pengaman ya. Fatma kan masih sekolah, please,,, "
" Hmm,, " Ikhsan begitu terkejut, setelah beberapa detik dia mengangguk dengan cepat. apa yang Fatma katakan benar tak boleh dibiarkan itu terjadi lagi tanpa pengaman takut di perut Fatma tumbuh generasi mereka di saat Fatma masih sekolah dan dalam usia yang masih sangat muda. " baiklah, "
" makasih pak suami,, " Fatma berlari mendekati Ikhsan dan mencium pipi Ikhsan dengan berjinjit " cup.. cup.., Fatma sayang, cinta sama pak suami.. "
*****
Semua teman-teman sekelasnya melongo menatap Fatma yang begitu banyak luka dan juga perban di beberapa tempat, semua antusias berlari mendekati Fatma yang berjalan masuk dengan malas, melihat wajah-wajah tegang dari semua teman-teman membuat Fatma langsung kehilangan semangat.
" minggir, miss mau duduk. miss capek setengah mati melihat wajah kalian yang tak bersahabat " Fatma menyerobot di kerumunan teman-teman yang berlarian mendekati nya.
Fatma terus berjalan dengan cepat tak menghiraukan semua teman-teman nya yang mengintil di belakang nya. " miss miss..!!
Fatma melipat tangannya di atas meja menyembunyikan wajahnya di lipatan tangan, Fatma benar-benar tak mau meladeni semua teman-teman nya dia benar-benar lelah hati.
" miss,,!!! teriak Mirna.
Hening,,,,,
" Miss,,!! astaga. datang ke sekolah hanya mau numpang tidur doang, astaga naga WA ibunya WA bapak nya WA kakek nenek nya. miss bangun,,!! kita mau bertanya serius dengan miss,,!! ucap Santi.
Santi terus menggoyang kan lengan Fatma dan berhasil membuat Fatma membuka mata mengangkat wajah nya dan langsung menatap Mirna dan Santi bergantian.
__ADS_1
" kenapa,! mau buat darah miss mendidih.!! ketus Fatma.
" hehehe,, tidak lah miss, mana berani kita. kita hanya khawatir saja, apa lagi dengan keadaan miss seperti ini, ini kenapa.? tanya Mirna menyentuh satu persatu luka Fatma.
" Aww,, kamu apa-apaan sih Mir. ini sangat sakit kamu mau buat aku mati. eits kau ini sungguh keterlaluan Mir. " kesal Fatma.
" bukan seperti itu Miss,, " jawab Mirna menyesal dengan wajah yang menunduk.
Fatma menghela nafas panjang dia sadar suaranya barusan sangat menyakiti Mirna, seharusnya Fatma tak mengatakan itu pada Mirna. " maaf " Fatma benar-benar menyesal dan memeluk Mirna.
" miss tidak salah."
Pelukan mereka berdua terlepas saat Fatma melihat kaki jenjang Iqbal masuk dan mendekati mereka berdua. wajah Fatma berubah tertekuk sebal, Fatma memalingkan wajah nya menghindar dari Iqbal yang seperti nya masih tak mau menyerah untuk mendekatinya. gara-gara Iqbal hubungan Fatma dan Ikhsan hampir saja mengalami keretakan dan sekarang Iqbal datang lagi sungguh menyebalkan " Ck..
Iqbal duduk di meja depan Fatma menatap Fatma yang terus memalingkan wajah tak sudi untuk melihat nya sama sekali. " Fatma, saya mau minta maaf karena kejadian kemarin, saya kira kamu akan senang tapi ternyata sebaliknya, saya benar-benar menyesal, Fatma. "
" Fatma saya tau hati kamu sudah ada yang memiliki dan hati mu sendiri telah memilih nya, tapi aku mohon Fatma beri aku kesempatan untuk saya bisa berjuang untuk mendapatkan hatimu, saya mohon Fatma " Ternyata Iqbal benar-benar telah jatuh hati pada Fatma dan bersedia melakukan apapun demi mendapatkan hati Fatma yang sudah menjadi milik orang lain.
Fatma menatap jengah Iqbal. tak ada habis-habisnya dia mencoba meluluhkan hati Fatma yang sudah terlanjur keras untuk dirinya. dan hati yang lembut itu hanya untuk Ikhsan seorang bukan untuk orang lain." saya harus bilang apa lagi sih, saya tak mau ada hubungan dengan mu. mungkin bisa jika untuk menjadi teman tapi tidak jika kamu berharap yang lebih, saya tidak akan pernah memberikan mu kesempatan untuk berjuang karena aku sudah tak pantas kamu perjuangkan. kamu bisa mencari yang lain yang bisa benar-benar kamu perjuangkan tapi itu bukan saya " tegas Fatma.
Fatma beranjak dan keluar dari kelas menjauh dari Iqbal adalah jalan yang terbaik jika tidak dia takut akan terjadi salah paham lagi pada Ikhsan.
" Fatma,,,!! teriak Iqbal namun sudah tak lagi di dengar oleh Fatma yang seakan-akan telah menutup telinga nya rapat-rapat. " apakah hanya berjuang saja aku sudah tak mendapatkan kesempatan Fatma. apakah benar-benar sudah tidak bisa lagi? gumam Iqbal lirih.
🌾🌾🌾🌾🌾
" Permisi pak. ini tugas Nara yang kemarin yang belum sempat Nara kumpulkan " Nara menghadang Akhsan yang berjalan di Koridor dan hendak pergi ke ruangan nya.
Akhsan berhenti. menerima buku tugas dari Nara tersenyum kecil lalu hendak pergi " Terima kasih Nara. maaf saya harus pergi " ucap Akhsan.
" pak,, Hmm.? nanti bisa makan siang bersama nggak,? ini adalah hari ulang tahun saya dan saya ingin menjadikan pak Akhsan orang pertama yang bergabung dalam acara makan siang nanti " ucap Nara dengan malu-malu.
" akan saya pikirkan. jika saya bisa saya akan datang, tapi jika tidak bisa saya benar-benar minta maaf " jawab Akhsan.
Kali ini memang hari yang berbeda dari Akhsan biasanya dia akan mengajar di Siang hari tapi hari ini dia harus berangkat pagi. Dan lelah nya setelah pulang dari Bali pun tak dia hiraukan lagi semua itu demi pekerjaan yang sudah menjadi kewajiban untuk nya.
" baik Pak. nanti akan Nara tunggu, semoga Pak Akhsan akan datang. saya permisi Pak " Nara pergi dengan berlari dengan bunga-bunga yang seakan-akan berterbangan di sekitar nya benar-benar membahagiakan meskipun dia tak tau pasti Akhsan akan datang atau tidak.
Akhsan menatap punggung Nara sekejap dan berbalik kembali untuk meneruskan langkah nya namun terhenti karena ada yang menepuk pundak nya. Akhsan menoleh dan langsung melihat wajah cemberut istri nya. " sejak kapan kamu datang.?
" udah dari tadi,? mungkin Mas tidak tau karena terlalu fokus pada Nara " ucap Kairi dengan sangat pelan dengan mata yang berkaca-kaca dan dia sembunyikan.
" sini. " Akhsan menarik Pergelangan tangan Kairi dan membawanya masuk ke ruangan nya mungkin Kairi tengah mengalami penyakit dalam percintaan yaitu penyakit cemburu.
__ADS_1
🌾🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾