Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
222. Hasan dan Kamila


__ADS_3

_____


Happy Reading..


__________________


"Mila berangkat dulu ya, Bu. Ini sudah siang takut terlambat. " Pamit Kamila pada ibunya, tak lupa dia juga cipika-cipiki dulu sama ibunya, itu sudah menjadi rutinitasnya setiap pagi sebelum berangkat ke kampus, jadi dia harus tetap melakukan itu.


"Kamu hati-hati ya, Mila. Ingat jangan aneh-aneh. Dan ya, fokus belajar, kalau di area kampus pikiran kamu harus mengenai pelajaran mu, kalau di luar sih terserah kamu saja asal jangan sampai kebablasan. " Ucap ibunya menasehati.


"Iya, Bu. Mila tau itu. " Jawabnya yang ada di mulutnya, tapi ternyata itu berbanding terbalik dari apa yang ada di dalam hatinya.


"Sudah, sekarang berangkat saja. "


Terakhir Kamila menyalami tangan sang ibu lalu benar-benar berangkat untuk ke kampus.


"Mila Mila, udah segitu besar kok ya masih jomblo saja, kapan kamu akan mendapatkan pasangan yang benar-benar tulus mencintaimu, dan bersedia membahagiakan mu seumur hidupmu. Ibu sudah tua, Mila. Ibu takut kalau ibu tidak ada umur lagi. " Gumamnya.


***


Dengan berjalan kaki sebentar Kamila sudah sampai di pinggir jalan besar, dia tinggal menunggu angkot atau menunggu bis saja yang akan datang dan mengantarkannya ke kampus tempatnya menimba ilmu.


Kamila terus menoleh namun belum juga ada angkot yang datang. Matahari yang semakin naik membuat Kamila perlahan mulai panik, bagaimana kalau sampai dia terlambat nantinya.


Begitu gusar Kamila sekarang, sampai kapan dia akan menunggu di sana.


𝘉𝘳𝘶𝘬𝘬𝘬...


"Aww.. " Tiba-tiba ada orang yang berlari melintasi tempat itu dan membuat Kamila terjatuh, lututnya mencium trotoar membuat ada sedikit luka dan mengeluarkan bercak darah.


"Aww.. " Sekalian lagi Kamila mengadu kesakitan, dia pelan-pelan bangun menyapu bersih lututnya yang terdapat pasir yang menempel.


Kamila hendak beranjak dan belum juga dia bisa berdiri ada tangan kekar yang membantunya, seketika Kamila menoleh mendapati laki-laki muda dan juga sangat tampan menurut matanya, dan umurnya mungkin hampir sama dengan dirinya.


"Kamu tidak apa-apa? " Tanyanya.


Kamila berhasil berdiri karena bantuan dari pria itu, terlihat pria itu begitu rapi ada tas punggung yang dia bawa dan juga beberapa bagian buku yang ada ditangannya.


"Saya tidak apa-apa, Terima kasih sudah menolong saya." Jawab Kamila.


Kamila mundur beberapa langka dari pria itu. Meskipun pria itu tampan tapi tak ada rasa tertarik sama sekali.


"Kamu beneran tidak apa-apa? " Tanyanya lagi.


"Saya tidak apa-apa, terima kasih." Jawab nya.

__ADS_1


"Hemm...? Sepertinya saya pernah melihat mu ada di kampus AA, apa kamu mahasiswa di sana juga? " Tanya pria itu.


"Iya, saya mahasiswa di sana. Kenapa Anda bisa tau? Apa anda di sana juga kah? " Tanya Kamila.


Pria itu tersenyum entah apa yang membuatnya tersenyum, dia tampak mengulurkan tangan kepada Kamila dan sepertinya ingin mengajaknya kenalan.


"Kenalkan, saya Hasan. " Ucapnya dan ternyata benar dia mengajak Kamila berkenalan. Dan ternyata pria itu adalah Hasan, adik satu-satunya dari Kairi.


Kamila tersenyum canggung namun dia tetap menerima uluran tangan dari Hasan. "Saya, Kamila. " Jawab nya memperkenalkan dirinya juga pada Hasan.


"Kamu nunggu angkutan? " Tanya Hasan dan Kamila hanya mengangguk.


"Sepertinya semua angkutan tidak akan lewat untuk hari ini , mereka semuanya sedang mengadakan demo di ujung jalan sana. Hem... Bagaimana kalau kita bareng saja ke kampus nya. Ngga ada maksud apa-apa sih, tapi kan kita dalam satu tujuan, daripada kamu nungguin angkutan yang tidak akan pernah lewat. " Ucap Hasan.


"Tapi...? Takut merepotkan Mas... "


"Hasan." Saut Hasan.


"Ya, maksudnya saya Mas Hasan. Nanti ngerepotin, dan..., bagaimana kalau sampai ada yang marah nantinya. "


"Siapa yang marah? "


"Ya, ya mungkin pacar Mas Hasan. "


Tanpa pikir panjang Kamila menyetujui permintaan Hasan, daripada dia menolak dan dia tak jadi ke kampus hari ini karena para angkutan yang sedang mengadakan demo, kan bisa bahaya juga.


"Maaf, hanya pakai motor saja. " Ucap Hasan.


"Nggak apa-apa, Mas. Ini juga sudah terima kasih udah di kasih tumpangan. " Jawab Kamila seraya menunduk.


Motor perlahan melaju setelah keduanya sudah menaikinya. Kamila yang memakai rok terpaksa harus menumpang dengan cara miring karena tak mungkin dia akan numpang seperti orang yang memakai celana.


____


"Hem, Kairi. Nanti siang aku harus ke kantor karena ada meeting, kalau kamu pulangnya bersama dengan Hasan nggak apa-apa kan? " Tanya Akhsan.


Keduanya masih ada di dalam mobil yang masih berjalan, keduanya hampir sampai di kampus. Sesekali mereka ngobrol dan kadang keduanya saling diam dan fokus dengan apapun yang mereka lihat lewat mata mereka masing-masing.


"Nggak apa-apa Mas. Nanti biar Kairi pulang dengan Hasan saja. " Jawab Kairi.


"Tapi Mas takut kalau kamu naik motor, jadi nanti kamu naik mobil ini saja bersama Hasan, biar Mas yang naik motor. "


"Nanti Mas keringetan dong. "


"Nggak apa-apa, di sana ada baju ganti. "

__ADS_1


"Baiklah." Jawab Kairi pasrah aja.


Keduanya sampai juga di kampus mobil langsung di parkir di tempat biasa, dan dengan tak sengaja motor Hasan juga terparkir di sebelah nya.


Kairi terdiam, mengamati Hasan yang memboncengkan seorang perempuan, Kairi belum mengetahui siapa perempuan itu. Kairi dan Akhsan turun dan Kairi langsung menghampiri Hasan yang pasti di susul oleh Akhsan juga.


"Hasan." Panggil Kairi.


"Kak. Kakak baru sampai juga. " Jawab Hasan bersamaan dengan kepalanya yang menoleh.


Kamila yang baru turun dari motor juga langsung menoleh saat seorang mengapa, dan Hasan memanggilnya kakak, Kamila penasaran saja, siapa kakak dari Hasan ini. Dan berapa terkejutnya Kamila setelah mendapati Kairi di sana, itu berarti? "𝘔𝘢𝘴 𝘏𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘪𝘬𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘣𝘢𝘬 𝘒𝘢𝘪𝘳𝘪? " Kamila mengernyit.


"𝘒𝘢𝘮𝘪𝘭𝘢? 𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘏𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘒𝘢𝘮𝘪𝘭𝘢? 𝘈𝘱𝘢 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯? " Bingung Kairi.


Kairi yang memandang Kamila pastikan membuat Hasan harus menceritakan apa yang terjadi, dan kenapa dia sampai bareng dengan Kamila.


"Dia Kamila, Kak. Kebetulan aku sedang lewat dan dia terjatuh, aku menolongnya dan akhirnya kami berangkat bersama. " Terang Hasan dan menghapus tanya dari Kairi.


Kamila tersenyum kecil yang terkesan di paksakan. Apakah setelah ini dia akan dipandang sebelah mata oleh Akhsan, apakah dia tak akan lagi bisa mencuri cara untuk bisa dekat dengan Akhsan karena dia telah bersama Hasan sekarang?.


"Oh, begitu. Syukur deh kalau begitu." Ucap Kairi.


"Hasan, nanti pulangnya kamu tolong antar kakak ya. Mas Akhsan ada meeting di kantor. " Ucap Kairi.


"Siap Kak. Tapi...? "


"Kamu pakai mobil abang saja, biar abang yang bawa motor mu. Siniin kuncinya. " Ucap Akhsan.


"Oh, oke, Bang. Nih. " Dan Hasan langsung menyetujuinya.


"Hem, maaf saya pamit, Permisi. " Pamit Kamila.


"Iya." Jawab Hasan.


Kepergian Kamila sepertinya mempengaruhi Hasan, matanya terus menara tubuh kecil itu hingga cukup jauh bahkan itu tak lepas juga dari mata Kairi an juga Akhsan.


Akhsan dan Kairi saling tukar pandang mereka berdua tersenyum, "sepertinya adik kita sudah menemukan hal yang menarik perhatian nya. " Ucap Akhsan.


"Sepertinya memang seperti itu. " Jawab Kairi.


____


Bersambung...


________________

__ADS_1


__ADS_2