
Mata Akhsan tak henti-hentinya mencuri pandang pada wajah kairi yang semakin lama semakin ia rasa sangat cantik, ya mungkin karena cinta itu benar-benar telah tumbuh di hati Akhsan sekarang.
Dengan duduk berdampingan di dalam mobil Akhsan selalu mengagumi wajah cantik nan rupawan itu. membuat sang empu hanya terus diam dan tak berani berkutik karena sangat gugup karena mata Akhsan yang tak bosan-bosan melihat kearah nya.
" apa ada yang aneh pada wajahku.? atau jangan-jangan di wajahku tumbuh jerawat.? tapi seperti nya tidak. tapi kenapa pak Akhsan terus melihat ku.? batin Kairi bingung.
sengaja kairi memalingkan wajahnya dan melihat luar dari jendelanya sekedar untuk menghilangkan gugup darinya karena Akhsan.
" kenapa.? kamu malu.? tanya Akhsan.
jelas-jelas bukan hanya malu saja melainkan sudah seperti hiasan yang tertempel di dinding dan tak bisa berbuat apa-apa." si-siapa yang malu. tapi.? justru, kenapa pak Akhsan menatap kairi seperti itu.? apa ada jerawat di wajah kairi, atau ada hal yang aneh.?
bukan ada jerawat dan bala tentara nya kairi melainkan ada sinyal yang terus membuat Akhsan tak berhenti menatap mu. terasa ada tarikan tersendiri dari wajah mu. " tidak ada.! lagian jerawat akan takut kalau aku pelototi. " gurau Akhsan.
" benarkah bisa seperti itu.? kairi baru tau kalau jerawat takut sama mata yang hampir copot. kalau begitu seharusnya pak Akhsan ngaca dan pelototi jerawat satu yang muncul di kening pak Akhsan. " jawab Kairi dan matanya menatap kening Akhsan yang tengah muncul satu jerawat yang masih kecil namun sudah terlihat jelas.
tangan Akhsan menyentuh jerawat yang di maksud oleh Kairi terasa sedikit sakit sih saat di tekan tapi iya kali Akhsan akan mewek gara-gara jerawat saja. " nih jerawat nya bandel jadi nggak pergi meskipun aku pelototi. kamu lihat sendiri kan dianya malah tambah besar seperti tengah meledek ku. seharusnya bukan hanya di pelototi tadi di cincang. "
" iya kali jerawat di cincang. kenapa nggak sekalian di goreng dan di makan sama Ikan asin. pasti akan tambah sedap kan tuh jerawat." jawab Kairi.
" iya juga ya. hahaha..!! besok kita coba. "
Mobil berhenti di jalan depan rumah milik Kairi. mobil tak bisa masuk ke area rumah Kairi karena halaman nya sangat sempit jadi Akhsan hanya menghentikan di pinggir jalan saja.
Akhsan dan Kairi turun bersamaan dan mereka pun berjalan masuk ke rumah Kairi dengan Akhsan berjalan di belakang Kairi. " assalamu'alaikum..!! teriak Kairi sembari tangan memegang handle pintu dan mendorong nya. " mari pak masuk. "
" Hmm.. ya. " jawab Akhsan sedikit ragu ini adalah pertama kalinya Akhsan masuk ke rumah Kairi padahal sudah sering sih Akhsan mengantarkan Kairi tapi hanya hari ini saja yang pertama. " Assalamu'alaikum.. " salam Akhsan.
" Wa'alaikumsalam. "'jawab Kairi yang sudah lebih dulu masuk " silahkan duduk pak. biar Kairi panggil kan bapak. " ucap Kairi dan Akhsan hanya mengangguk sebelum dia duduk.
setelah beberapa saat Kairi keluar dari dalam dengan menuntun Bapak nya yang terlihat begitu sangat lemah. wajah yang memucat,bibir yang agak membiru dan juga tubuh yang begitu kurus dan sedikit bergetar membuat Akhsan merasa iba dan tak tega. bagaimana bisa Bapak dari gadis yang ia cintai tubuh nya begitu sangat kecil karena telah di gerogoti oleh penyakitnya yang tak kunjung sembuh.
" Assalamu'alaikum pak. " sapa Akhsan dan membantu Kairi untuk menuntun Bapak nya hingga duduk di sofa yang sudah sangat keras karena mungkin spon nya sudah hilang." Hati-hati pak. "
" Wa'alaikumsalam... Terima kasih nak. " ucap pak jandi.
" gimana keadaan Bapak.? tanya Akhsan sembari tangan nya meraih tangan pak Jandi dan mencium punggung tangan nya.
" ya seperti ini lah, nak. Bapak sudah pasrah pada yang mengatur hidup entah akan di panggil kapanpun bapak sudah siap. " jawab Jandi pilu dan matanya menatap Kairi yang tersentak karena perkataannya.
" Bapak.!! teriak Kairi dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
Jandi mengelus puncak kepala Kairi menguatkan hati anak gadis nya yang dia tau sangat lelah terus berjuang karena penyakit nya selama ini. pengorbanan Kairi benar-benar sangat besar hingga mungkin Jandi tak akan bisa membalas nya. " sudah lah Nduk. bapak sudah ikhlas, kapanpun bapak di panggil kamu harus lebih kuat dan tabah ya Nduk. "
Kairi menubruk tubuh jandi dengan linangan air mata. sebesar apapun rasa lelahnya dan pengorbanan nya selama ini tak akan pernah bisa tergantikan dari jasa yang jandi berikan untuk kehidupannya. " Bapak nggak boleh berkata seperti itu, bapak harus sembuh. "
Sesak. itulah yang Akhsan rasakan saat ini, ini adalah pemandangan yang sangat menyedihkan yang belum pernah dia lihat sebelumnya. jangan kan melihat orang tuanya sakit keras orang tuanya demam saja Akhsan sudah kalang kabut mencarikan obat dan membawanya ke rumah sakit. " bapak harus yakin. bapak pasti akan segera sembuh saya akan membantu bapak untuk bisa kembali berobat agar bapak bisa sembuh seperti semula. "
" Terimakasih nak. tapi bapak rasa itu tidak di perlukan, bapak akan sembuh dengan sendirinya jika Tuhan sudah berkehendak " jawab Jandi dengan gemetar. " oh ya nak, anak ini siapa ya.? dan ada hubungan apa dengan Kairi. " tanya Jandi.
" saya Akhsan atasan Kairi pak. dan saya juga teman dekat Kairi. " jawab Akhsan.
" ohh.." Jandi manggut-manggut. " Terima kasih ya nak sudah menerima Kairi untuk bekerja di tempat nak Akhsan. saya mohon kalau Kairi membuat kesalahan langsung aja di tegur meskipun dia sudah besar tapi dia belum berpengalaman bekerja di perusahaan besar jadi saya mohon bimbingan dari nak Akhsan. "tutur Jandi.
" itu pasti Pak. saya pasti akan selalu membimbing Kairi dengan sangat baik, bahkan dia harus menjadi yang terbaik. " jawab Akhsan
__ADS_1
"'oh ya pak kalau begitu saya permisi pamit pulang. ini sudah hampir maghrib nggak enak nanti ganggu waktu bapak dan keluarga. " ucap Akhsan.
" kok buru-buru nak. "
" besok-besok saya pasti akan bermain lagi pak. " ucap Akhsan." Assalamu'alaikum. "'
" wa'alaikumsalam. jawab Jandi beserta Kairi secara bersamaan. " biar saya antar kan sampai depan pak. " sambung Kairi.
Kairi berjalan di belakang Akhsan mengantarkan nya sampai di tempat Akhsan memarkirkan mobilnya di pinggir jalan. " terimakasih sudah berkenan untuk mampir pak. maaf belum sempat menjamu bapak. " ucap Kairi.
Akhsan berbalik setelah hampir saja membuka pintu mobil dan masuk kedalam nya. Akhsan tersenyum melihat senyum Kairi yang terasa sangat kaku mungkin karena malu belum bisa menjamu Akhsan dengan baik. " tidak apa-apa Kairi. saya pulang dulu, jaga bapak baik-baik kalau ada apa-apa hubungi saya. " ucap Akhsan
" iya pak. "
" saya pulang dulu, assalamu'alaikum" pamit Akhsan dan masuk kedalam mobil dan mulai memajukan nya perlahan.
" Wa'alaikumsalam.. "
Kairi terus menatap kepergian dari mobil Akhsan sampai benar-benar tak terlihat lagi dan Kairi pun putuskan untuk masuk setelah itu. " ya Allah jika memang pak Akhsan adalah seseorang yang Kau kirimkan untuk ku maka satukanlah kami sesuai dengan jalan yang telah Engkau tentukan. " gumam Kairi lirih.
🌾🌾🌾🌾🌾
" Assalamu'alaikum.. " salam Akhsan dengan keras mengagetkan gadis kecil yang duduk seorang diri yang sedang melamun dan memangku dagunya dengan kedua tangan.
" Wa'alaikumsalam. " jawab Aisyah acuh dan terus mengerucutkan bibirnya hingga beberapa senti.
Akhsan bergabung duduk di dekat Aisyah melihat betapa buruknya wajah Aisyah yang di tekuk dan terlihat sangat kusut. " kamu kenapa dek,tumben kusut begitu.? tanya Akhsan sembari menaruh tas dan juga jas nya di sisi nya.
" aku lagi kesel Bang.!.
" kenapa.?
" emang kamu mau mengatakan apa.? dan pendapat apa yang mau kamu katakan pada Mama dan Papa.? tanya Akhsan yang semakin penasaran.
" Aisyah hanya berpendapat dari pada Bang Akhsan dan Bang Ikhsan berbuat dosa mulu kenapa nggak di nikahkan secepatnya. bukankah itu pendapat yang baik. lagian perempuan kaya kak Kairi dan kak Fatma itu kan langka Bang harus di lindungi sebelum dimangsa sama manusia buas. " ucap nya dengan polos.
Akhsan menyandarkan tubuhnya di sofa dengan kasar. orang tua manapun pasti akan terkejut dengan pendapat dan ide gila dari Aisyah. pernikahan adalah hal yang suci dan sangat sakral bagaimana bisa Aisyah mengatakan itu dengan sangat mudah. " haduh dek, kamu itu kalau mau ngasih pendapat itu kira-kira dong. jelas saja Papa dan Mama marah. "
" Aisyah sudah kira-kira Bang. itu adalah ide terbaik dari otak cerdas Aisyah, lagian abang mau Kak Kairi di mangsa orang lain, nggak kan. kalian aja para orang dewasa yang nggak bisa mikir jauh kedepan. seandainya Aisyah jadi Abang-abang hari ini juga Aisyah akan bawa kakak ipar menghadap pak penghulu." ucap Aisyah dengan mudah nya.
mulut yang begitu pedas yang telah di miliki Aisyah. bisa-bisa nya dia mengatakan Fatma dan Kairi manusia langka dan bisa di mangsa manusia buas kenapa nggak sekalian di taruh di pihak perlindungan yang melindungi hal-hal yang langka, sungguh luar biasa kamu Aisyah, puji dari Author heran.
" Assalamu'alaikum... asyik bener lagi pada ngomongin apa sih.? Ikhsan berjalan masuk dan sepertinya dia juga baru pulang dari kantor nya. dan Ikhsan pun ikut duduk juga.
" Wa'alaikumsalam..!! lagi ngomongin kalian berdua.! sinis Aisyah.
" pantesan telingaku dari tadi kayak terbakar ternyata lagi pada di rumpiin disini.?
" yeee... bukan karena di rumpiin telinga Abang terbakar. emang telinga situ aja yang banyak dosa. kan biasa tuh buat nguping.! ketus Aisyah.
" Huufff iya deh ngaku kalah aku kalau ngomong sama bocil. emang lagi ngomongin apa sih.?
" lagi ngomongin pernikahan kalian berdua.!
" Hahh.!! tersentak Ikhsan.
__ADS_1
" pernikahan,? maksudnya.?
" udah deh Bang nggak usah kayak orang bodoh gitu. ngaku aja kalau Bang Ikhsan sependapat dengan pendapat Aisyah pakai kayak orang bodoh. " ucap Aisyah kasar. " lagian ya Bang seharusnya kalian itu dukung sama ide Aisyah, kapan lagi mendapatkan ide cemerlang kayak sekarang. "
" ya Allah dek bukannya sependapat. kalau Abang mah oke aja. masalah nya yang jadi pengantin nya masih di bawah umur masih sekolah lagi. nanti kalau keburu ilham gimana.? ucap Ikhsan.
" hamil maksud Abang.? jawab Aisyah dan Ikhsan hanya mengangguk. " ya itu masalah Abang sendiri. kalau belum siap ya puasa dulu sampai Kak Fatma nya kelar sekolah kan beres. emang Abang mau Kak Fatma di tikung sama orang lain, nggak kan. lagian ya Bang firasat Aisyah mengatakan, akan ada orang yang akan ngejar-ngejar Kak Fatma deh tapi belum tau sih."
" eits..!! kalau ngomong jangan gitu ya. mana ada yang mau saingan sama Abang,! nggak akan pernah Abang biarin tau. "
" yeee..!! kali aja.Abang- Abang berdua kan pada lemot amat kebanyakan mikir. tapi jangan menyesal ya kalau yang Aisyah katakan itu benar. lagian Kak Kairi itu juga cantik mana mungkin nggak akan ada orang yang naksir. "
" eits nih mulut pedes amat sih kalau ngomong. Abang sambal ya nanti buat sambal terasi. " ucap Akhsan tak Terima.
" coba aja kalau bisa. ingat ya Bang kesempatan nggak akan datang dia kali. jangan menyesal jika semua sudah terlanjur di ambil sama orang lain. " ketus Aisyah. " udah Aisyah capek ngomong sama Abang nggak bisa di beri pendapat. sepertinya Aisyah butuh seseorang yang benar-benar bisa membantu Aisyah sekarang. " Aisyah mulai beranjak.
" hey mau kemana.? Ikhsan dan Akhsan menarik Aisyah dan kembali duduk.
" apasih Bang. Aisyah mau nemuin malaikat penolong. "
" siapa.?
" pakai acara bingung lagi. siapa lagi kalau bukan Oma dan Opa. mereka pasti akan setuju dengan pendapat Aisyah. " Aisyah kembali beranjak dan secepatnya pergi dari hadapan kedua Abang nya.
" Bang. ini bisa gaswat Bang kalau sampai Aisyah beneran nemuin Oma. masalah nya bisa semakin runyam nanti. " bingung Ikhsan.
" kamu benar dek. tapi kita bisa apa kalau si bakpao udah bertitah pasti harus terlaksana kan, bahkan Papa sama Mama saja nggak akan bisa menentang nya. "
" Abang benar. sebenarnya Ikhsan setuju sih sama usul dari Aisyah tapi yang nikah kan bukan hanya kita berdua semua itu harus ada persetujuan dari pihak wanita iya kali kita langsung menentukan sendiri. itu pasti akan seperti penghinaan kan. bagaimana pun seorang wanita pasti punya keinginan tersendiri untuk merancang pernikahan untuk mereka apalagi itu adalah hari yang sakral. " ucap Ikhsan.
" kamu benar dek. kakak juga paham akan hal itu. kita tak akan bisa memutuskan sepihak. "
" haduh Aisyah kau buat abang mu ini seperti orang yang bodoh saat berhadapan dengan mu. " ucap Ikhsan sembari mengelus keningnya.
" memang kamu bodoh kan.!
" yee.. enak saja abang kali yang bodoh. "
" kamu.!
" kamu..!!
" kamu.!!!!
" Diammmm.!!!!!!!.. toak sang bakpao kembali menggema membuat mereka langsung menutup telinganya rapat-rapat.
" Dekk..!!!!
" Hahaha...!! Aisyah berlari dengan cepat keluar dari rumah sembari membawa mukena dan sajadah di tangannya.
" Hahaha..!!! mangap Bang..!!!
" bener-bener adek durhakim dia. " kesal Ikhsan
" ho'oh Bang.."
__ADS_1
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾