Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
187.Tetap Disini


__ADS_3

Seperti hari-hari biasa, Ikhsan dan juga Fatma akan pergi ke sekolah dengan bersamaan, dan tentunya dengan mobil yang sama. Sesekali Fatma bernyanyi menirukan lagi yang di putar oleh Ikhsan.


Kau belahan jiwaku


Penerang gelap ku


Kau penghibur lara ku


Di saat ku terjatuh


Kau tak pernah mengeluh


Di saat ku terpuruk


Dan kau s'lalu tegar


Menjalani hidup ini....


Ku tak akan pernah menyesal


Hidup dengan mu


kar'na kau memang terlahir untuk hidup ku.


Terima kasih..


Kau t'lah mencintai ku


Terima kasih


Ku t'lah menyayangiku...


Tetap di sini.. temani aku..


S'panjang hidupku...


Percayalah ku akan setia


Menemanimu hingga akhir hidupku


Ku kan di sini... tetap disini....


Terima kasih.


Kau t'lah menyayangi ku..


Tetap di sini.. temani aku..


S'panjang hidupku..


Percayalah.. ku akan setia

__ADS_1


Menemanimu hingga akhir hidupku..


Ku kan disini... tetap di sini..


Maafkan duhai cinta


ku tak bisa membuat mu bahagia..


Karena ku lemah dan tak berdaya..


Dan tak sempurna..


Biarkanlah orang berkata..


Genggam aku tetap setia jalani hidup dengan cinta.


ku tak akan pernah menyesal hidup dengan mu....


Lagu Tri Suaka ' Tetap Disini ' adalah lagi yang di putar saat itu. Mengiringi perjalanan Fatma dan juga Ikhsan menuju ke sekolah. Lagu yang mewakili perasaan Fatma tentang Ikhsan, lagu yang seperti curahan hati seorang Fatma untuk Ikhsan yang telah menerima dirinya apa adanya dan selalu menuangkan sejuta cinta dan kasih sayang untuk nya.


Saking menghayati lagi itu air mata Fatma mengalir begitu saja, keluar tanpa minta izin apalagi permisi pada sangat empu.


" hehehe... ternyata aku sangat cengeng " ucapnya, tangannya menghapus air mata nya yang keluar dari setiap pelupuk matanya.


Ikhsan langsung sigap dia mengambil tisu yang ada di hadapan nya. " Kenapa nangis hanya karena sebuah lagu? aku saja tidak pernah di tangisi? " gurau Ikhsan dengan tangan yang mengulurkan tisu pada Fatma.


" apa sih, Mas! lagian kenapa Mas harus di tangaisin? kan Mas nggak kemana-mana juga? " ucap Fatma dengan wajah cemberut.


" terus kenapa menangis? "


Ikhsan menepikan mobilnya dan menghentikannya setelah benar-benar aman. Ikhsan membalas Fatma dia merengkuh tubuh kecil Fatma semakin dalam.


" aku tau apa yang kamu rasakan, Mas janji akan selalu ada di sisimu, dan akan selalu ada untuk mu. Kita adalah dua namun kita akan selalu menjadi satu untuk selamanya " ucap Ikhsan yang di teruskan mengecup puncak kepala Fatma.


" hiks.. hiks.. hiks...


" sudah, jangan menangis lagi nanti jadi jelek loh " ucap Ikhsan.


" Terima kasih, Mas. Mas telah memilih Fatma menjadi bagian dari hidup Mas. Padahal banyak wanita yang lebih baik dari Fatma, tapi Mas lebih memilih Fatma yang tidak ada apa-apa nya begini. Terima kasih. "


Ucap Fatma yang masih tersedu.


" sudah, menangis nya di sambung lagi nanti. Sekarang adalah waktunya untuk sekolah, waktunya berjuang demi masa depan. Semangat! " seru Ikhsan.


Fatma segera menghapus air mata nya dan melepaskan diri dari Ikhsan. Ikhsan masih menatap Fatma dan akhirnya dia membantu Fatma menghapus air mata nya yang belum juga habis di pipinya.


" tuh kan cantiknya hilang. Besok-besok jangan nangis lagi ya. " ujarnya.


Fatma mengangguk patuh dan tentunya masih dengan wajah yang mengharu biru karena rasa syukur Fatma dan di tambah dengan perlakuan Ikhsan yang membuat nya menjadi orang yang sangat spesial untuk nya.


" Terima kasih Mas" ucapnya sekali lagi.

__ADS_1


Ikhsan kembali mengangguk, bahkan Ikhsan yang merasa sangat beruntung mendapatkan Fatma. Meskipun Fatma hanya gadis biasa namun dia lebih membanggakan bagi Ikhsan.


" Hem. " Ikhsan tersenyum kecil dan membuat Fatma merasa senang dan lega.


🌾🌾🌾🌾🌾


Fatma dan para komplotannya sudah duduk dengan rapi di meja masing-masing, semuanya mulai membuka buku mereka. Meskipun pelajaran belum mulai namun mereka sudah melakukan itu.


Pria yang sudah lama tidak berangkat kali ini dia sudah mulai berangkat, dia adalah Rico. Rico masuk dengan pelan, dia berangkat di pinggir akhir.


" Pagi..! " sapa nya dengan singkat.


Semua menoleh dengan cepat ke arah Rico yang kini sudah duduk di bangku miliknya. Bangku yang sudah sekian lama Rico tinggal karena dia sakit dan harus tinggal di rumah.


Fatma langsung berlari ke tempat Rico, dia begitu antusias dan sangat semangat melihat Rico yang sudah datang. " Rico!! " teriak nya menyambung kedatangan Rico.


Santi dan juga Mirna pun ikut menyusul Fatma, membuntuti di belakang nya. " gimana Ric,? udah bener-bener sehat kan? udah siap dengan mimpi untuk masa depan kan? " celetuk Santi.


" Hem..! " Rico mengangguk dengan melas. Meskipun dia sudah sembuh dari sakit nya namun sifat dingin nya tak akan pernah hilang, bahkan kini semakin bertambah entah apa yang terjadi padanya.


" gitu amat, Ric?! " protes Mirna yang tak suka dengan kebiasaan Rico yang dingin seperti ini. Mirna lebih suka Rico yang cerewet dan banyak bicara seperti emak-emak komplek yang lagi nawar sayur.


" Huff. " Rico menghela nafas berat, menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal. " biasanya aku memang seperti ini ya? apa ada masalah? " tanyanya.


" biasa gimana? dingin gitu kayak es kutub. Kenapa nggak anget-anget gitu sih kayak teh panas gitu kan enak manis lagi di lihat nya. " seru Mirna.


" aku bukan cewek yang bisa pura-pura manis. Inilah aku, dan aku akan selalu seperti ini.! " jawab Rico acuh.


" Astaga, seperti nya otak Rico ketinggalan saat di operasi. Sejak kapan dia menjadi dingin begini. Dulu emang dia dingin tapi nggak sampai gini juga kali ya? " ucap Santi.


" iya, mungkin memang otaknya ketinggalan" imbuh Mirna.


" udah ya emak-emak komplek sebelah! jangan pada ghibah pagi-pagi, Nih di lihatin malaikat pencabut nyawa. Jangan sampai dia marah dan kalian di ajak deh! " ucap Fatma yang akhirnya angkat bicara.


Kedua teman Fatma langsung kicep, mereka mana berani menjawab miss error mereka yang sekarang tambah pedas lagi mulut nya dan semakin panjang lidahnya.


" duduk sana! jangan pada melotot gitu nanti copot tuh mata! " ucap Fatma lagi.


Menjadi istri seorang yang taat akan agama dan juga sangat patuh gak membuat Fatma menjadi orang yang menjaga omongan nya, Fatma yang tetap Fatma. Dalam kondisi dan dalam situasi apapun dia tidak akan berubah menjadi putri kalem.


Setelah kedua nya pergi dan duduk Fatma kini duduk di hadapan Rico dan terus menatap nya, membuat Rico geleng-geleng.


" jangan gitu amat napa miss lihatnya, nanti kalau ada pak Ikhsan bisa kena gampar aku." protes Rico.


" ya maaf " jawab Fatma santai. " oh iya Rico gimana kamu dan Aisyah? apa ada peningkatan? " tanya Fatma.


" Apa miss amnesia? Dia kan nggak ada disini? mana bisa ada peningkatan! " jawab Rico tak habis pikir.


" oh iya lupa.. " Fatma tepok jidat sendiri.


___

__ADS_1


Bersambung...


______________


__ADS_2