Akhsan Dan Ikhsann

Akhsan Dan Ikhsann
182.Demi Istri dan Anak


__ADS_3

_________


Happy Reading.,


Tetap semangat, memberikan yang terbaik untuk kalian para pecinta Abang kembar..


Meskipun cerita nya nggak jelas semoga kalian tetap suka..


Seperti biasa jangan lupa Like, komen, Fav, dan juga semua dukungannya. Satu like kalian akan membuat Author semakin semangat untuk bekerja.


Terima kasih yang selalu setia..


πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


________


_____________


" Apa yang kalian lakukan? " tanya Fatma bingung.


" bukan apa-apa, hanya memberikan sedikit pelajaran untuk pelakor. " jawab Mirna.


Ikhsan menengok mangkuk Suci dan benar saja ada begitu banyak sambal di dalam bakso itu, karena mereka memang memesan bakso mercon untuk mereka semua. Ikhsan pun juga mengambil gelas yang tadi air nya Suci minum dan hendak mendekatkan ke hidungnya.


" stop! Pak Ikhsan mau meminumnya! tidak boleh! Selain rasanya pasti tidak enak tapi Aku tidak akan mengizinkan jika Pak Ikhsan meminum minuman dari satu gelas pada wanita lain! " seru Fatma menentang.


Ikhsan menggeleng, dia juga tau akan hal itu. Mana mungkin Ikhsan akan meminum minuman itu Ikhsan hanya mau memastikannya saja dengan menghirup aromanya saja.


" kalian benar-benar kelewatan, bagaimana kalau Bu Suci kenapa-napa! bagaimana kalau ada sejenis alergi pada Bu Suci! " tukas Ikhsan.


" mana mungkin Pak. Bu Suci tidak akan alergi hanya karena cabai dan cuka, Bu Suci itu hanya alergi dengan kepiting doang! " jawab Mirna.


" Alergi kepiting? " Ikhsan terdiam dia seperti mengingat sesuatu tentang alergi kepiting. Sepertinya Ikhsan juga pernah punya teman yang alergi akan kepiting tapi dimana jelasnya Ikhsan benar-benar lupa.


" kenapa diam! jangan bilang Pak Ikhsan khawatir pada Bu Suci?! " seru Fatma.


" tidak" jawab Ikhsan.


" O, syukurlah " Fatma bernafas lega.


" Alergi kepiting? kenapa sepertinya tidak asing? " batin Ikhsan.


🌾🌾🌾🌾🌾


" Mas, aku mau..? " Kairi terdiam, dia berpikir sejenak.


Kairi dan juga Akhsan kini tengah berada di dalam mobil yang tengah berjalan. Akhsan lah yang mengendarainya. Keduanya ingin pergi ke kampus Karena ada kuliah pada Kairi dan juga tugas Akhsan dan pekerjaan Akhsan juga ada di sana.


Akhsan menoleh melirik sekejap ke arah Kairi dan kembali fokus ke arah jalan yang masih sangat begitu ramai.


" Mau apa? " tanya Akhsan.


Kairi tersenyum dua sangat senang karena Akhsan langsung menjawabnya. " Mau bubur ayam " jawab Kairi.


" bubur ayam?" Akhsan mengerutkan dahinya. " kenapa tidak dari tadi, sih. tempat bubur ayam nya udah kelewat. Dan di depan sampai di kampus nggak ada yang jualan bubur ayam " jelas Akhsan.


Kairi mengerucut, wajahnya menjadi masam setelah mendengar jawaban dari Akhsan. Bagaimana Kairi tau kapan dia menginginkan nya. Tadi pas lewat dia sama sekali tak menginginkan nya dan sekarang setelah jauh dia baru menginginkan nya, itu semua bukanlah kehendaknya.


Wajah Kairi memerah, matanya pun juga mulai berkaca-kaca seakan ada gelombang besar yang tertahan di dalam sana namun tertahan karena Kairi sendiri yang menahannya.


Akhsan yang kembali melirik dia menghela nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan. " baiklah, kira putar balik sekarang. Tapi bagaimana kalau kamu terlambat kuliah? " tanya Akhsan.


" kan masih ada waktu, Mas. Nanti bubur nya di bungkus aja dan Kairi akan makan di dalam mobil " jawab Kairi yang masih terus menunduk.


" Sesuai permintaan mu, Nyonya. " tukas Akhsan.


Akhsan pun segera balik arah demi bisa memberikan apa yang Kairi minta, yang mungkin anak nya lah yang menginginkan nya.

__ADS_1


Wajah Kairi nampak berbinar, dia sangat bahagia, sebentar lagi apa yang ingin dia makan akan ada di depan matanya dan tentunya dia akan sangat menikmatinya. Kairi mengelus perut nya menatap nya dan berbicara padanya.


" sayang, bentar lagi ya. Bentar lagi kita akan akan makan bubur ayam "'ucapnya dengan sangat bahagia membuat Akhsan yang melihat nya juga menarik senyum yang begitu manis.


Sepuluh menit keduanya sampai di depan penjual bubur ayam yang begitu ramai, semua orang pada antri menunggu pesanan mereka yang belum juga datang.


" tumben hari ini ramai " gumam Akhsan.


Setelah mobil berhenti Akhsan langsung melepaskan seatbelt yang mengikat dirinya, dan meminta Kairi untuk tetap tinggal di dalam mobil dan biarkan Akhsan yang antri untuk bisa mendapatkan satu porsi bubur ayam permintaan Kairi.


Ibu-ibu yang melihat kedatangan Akhsan langsung melotot, bukan karena dia takut atau karena dia marah, tapi Ibu itu melotot karena dia tak pernah melihat laki-laki yang begitu tampan.


" Wah, Mas tampan mau beli bubur ayam juga? tak ku sangka kalau ada laki-laki tampan yang mau antri juga dan bergabung dengan para ibu-ibu. " ucap Ibu itu.


Akhsan hanya tersenyum kecil, jika bukan karena permintaan Kairi, mungkin dia juga tidak akan berada di sana saat ini, panas-panasan dan antri dan berbaur dengan ibu-ibu. " Hem.. " Akhsan tersenyum dan mengangguk pelan.


" Mas, mampir lah sebentar di rumah saya. Nanti saya kenalkan dengan anak perempuan saya, dia sangat cantik, sepertinya cocok jika menjadi istri, Mas. Lagian Mas juga calon mantu idaman banget " ucap Ibu itu lagi dengan malu-malu dan menyembunyikan senyum dengan telapak tangannya setelah bicara.


" Hem! " Akhsan terkejut.


" Mampir ya Mas, mampir. Di jamin Mas tidak akan menyesal deh setelah bertemu dengan anak saya. " ucapnya lagi, merayu Akhsan yang malah semakin ilfil pada ibu itu.


" maaf Bu, saya sudah.. " ucapan Akhsan terhenti karena ada seorang gadis yang berteriak memanggil Ibu, dan Ibu yang tadi menoleh mungkin dia adalah anak yang Ibu itu maksud.


" Ibu.! " teriak nya sembari berlari dengan cepat.


Ibu itu tersenyum senang.


" Nah, ini anak saya. Gimana Mas, cantik kan? Mas nya suka kan? " ucap Ibu itu begitu membanggakan putrinya yang memang cantik.


Ha-hacih....


Ha-hacih....


Akhsan langsung bersin saat ga di itu ada di hadapan nya. Sudah sangat lama alergi Akhsan tak pernah terjadi lagi tapi sekarang entah kenapa alergi itu telah kambuh lagi.


" Apa sih, Bu. Ibu jangan malu-maluin gitu deh, Kamila malu Bu. " Gadis itu, menarik-narik lengan ibunya dan dia juga sangat malu dengan kelakuan ibunya yang selalu saja berbuat seperti itu jika melihat pria tampan.


" Apa sih Kamila, Ibu kan sedang usaha. Ibu mau kamu punya suami yang tampan dan mapan ya untuk mempertahankan.. "


" Ibu! " teriak Kamila.


" maaf ya, Mas. " Kamila langsung menarik Ibunya untuk pergi dari sana, ibunya tidak akan berhenti jika dia tidak di tarik pergi begitu saja.


Hacihhh!!


Lagi-lagi Akhsan bersin, padahal gadis itu dan ibunya sudah jauh dari nya. " hacihhh!! "


Akhsan mengambil sapi tangan yang ada di dalam saku celananya dan dia gunakan untuk menutupi hidungnya yang terus merasa gatal. " benarkah alergi ku kumat lagi? " bingung nya.


Sampailah giliran Akhsan yang paling depan sekarang, Akhsan berharap ini tidak akan lama lagi karena dia benar-benar sudah tidak kuat, hidungnya terus gatal dan dia juga terus bersin meskipun hidungnya sudah di tutup dengan sapu tangan.


" yah! maaf Mas, bubur nya habis! " ucao sang penjual.


" habis! " tersentak Akhsan, udah lama dia menunggu di sana dan sekarang apa yang menjadi tujuannya ternyata sudah habis.


" apa benar-benar tidak ada lagi, Pak. Tolong lah pak, ini istri saya yang meminta nya, dia sedang ngidam , Pak. " terang Akhsan.


" tapi beneran sudah habis, Mas. "jawab penjual.


Satu ibu-ibu datang menghampiri Akhsan dengan wajah girang, sepertinya ini adalah ibu-ibu yang genit juga seperti yang tadi.


" Mas menginginkan bubur ayam untuk istrinya yang sedang hamil? " tanyanya.


Akhsan menoleh dengan cepat, dia mengangguk dengan cepat. " iya Bu, istri saya ada di dalam mobil itu, dia sedang menginginkan bubur ini, Bu. " jawab Akhsan.


" Saya ada dua, bolehlah lah untuk Mas nya satu. Tapi ada syaratnya " ucapnya dengan senyum yang penuh maksud.

__ADS_1


" maksudnya? "


" Boleh satu bubur saya untuk istri, Mas. Tapi sebagai syarat nya, saya.... saya... Minta foto bareng. " ucapnya malu-malu.


Nah kan benar, ibu-ibu pasti tidak akan memberikan nya begitu saja, jika dia memberikan syarat pastilah ada syarat yang nyeleneh yang dia minta.


Akhsan yang anti berfoto dengan orang lain pasti akan sangat risih dan malu. Jangankan pada orang lain pada Kairi pun dia tak pernah berfoto, dan kadang Kairi yang mencuri-curi foto dengan nya.


" tapi Bu.? "


" kalau nggak mau ya udah " Ibu itu berbalik dan bergegas ingin pergi.


" baiklah, saya mau! tapi beneran bubur nya ya, Bu. " teriak ibu itu.


Ibu itu kembali dan langsung berdiri di sebelah Akhsan.


" Oh, iya! jangan panggil Ibu. Saya ini masih ting ting! " ucapnya dengan genit.


"astaghfirullah " nyebut Akhsan dalam hati.


Ibu itu langsung mengambil ponsel di dalam tas nya, dan langsung mencari kamera untuk berfoto ria dengan Akhsan. " siap ya Mas " ucapnya. Tangannya maju ke depan dan mengarahkan ponsel nya ke wajah mereka.


" senyum dong Mas, masak cemberut begitu. " protes nya.


" I-iya " jawab Akhsan.


Akhsan pun langsung tersenyum kecil, meskipun dia tak mau namun dengan istri dan anaknya dia akan rela melakukan apapun.


Berkali-kali jepretan sudah ibu itu lakukan, beberapa foto pun langsung tersimpan di Galeri nya.


" makan Mas. " ucapnya dengan sangat bahagia.


Ibu itu belum juga pergi dan masih berdiri di sana, entah apa yang dia lakukan dengan ponsel nya sekarang.


" Bu.. bu.. bubur nya " ucap Akhsan sungkan.


Ibu itu menoleh dia juga tersenyum pada Akhsan." Oh,, ini Mas! maaf lupa. " satu porsi bubur ayam pun di berikan pada Akhsan. Akhsan bergegas mengambil dompet nya namun ibu itu langsung melarangnya. " tidak usah Mas, itu gratis. Foto nya adalah bayaran nya. "


" tapi Bu. "


" sudah Mas, bawa aja. Saya ikhlas kok. " ucapnya.


"Terima kasih Bu. " Akhsan benar-benar berterima kasih pada ibu itu yang katanya masih ting-ting.


Akhsan berjalan cepat pergi ke mobilnya, Kairi pasti sudah menunggu sedati tadi. Akhsan masuk ke dalam mobilnya, dia mengernyit bingung melihat Kairi yang ternganga menatap ponsel nya.


" Kairi, ada apa? " tanyanya sembari menutup pintu mobil dan menaruh bubur di sebelahnya.


" Apa ini, Mas. Calon suami? " bingung Kairi.


" apa sih? "


Kairi langsung mengarahkan ponselnya pada Akhsan, sontak Akhsan menepuk jidat nya sendiri setelah melihat sebuah postingan di ponsel Kairi.


Sebuah foto dirinya dengan ibu-ibu tadi dan di atasnya tertulis kan chapter 'Calon suami'


dan di tambahi dengan emoticon Love.


" Astaghfirullah. " ucap Akhsan.


________


Bersambung...


🌾🌾🌾🌾🌾


Author: Apa kalian suka dengan cerita ini? tulis komentar nya di bawah inilah...

__ADS_1


πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


__ADS_2