
______
Happy Reading..
_________________
" Waww.. " Mirna dan juga Santi semakin ternganga setelah mereka masuk dan melihat semua isi di dalamnya, semuanya tampak rapi dan juga indah sangat pemilik rumah pasti sangat pintar menjaga dan merawat semua itu.
Keduanya melirik ke arah Fatma yang termenung menatap keduanya, mereka menatap tak percaya mana mungkin sahabat yang ada di hadapannya ini adalah pemilik dari rumah mewah itu.
" Miss, jangan bohong deh. Sebenarnya ini rumah siapa sih?. " Bingung Mirna. Tak mungkin dia akan percaya begitu saja dengan apa yang di katakan oleh Fatma.
" Iya, nggak mungkin kalau ini beneran rumah miss. Bayar berapa duit kamu miss untuk bisa tinggal sehari di sini. " Apalagi Santi dia malah mengira kalau rumah ini adalah rumah sewaan untuk Fatma.
Fatma menggeleng dia juga berdecak begitu kesal melihat kedua sahabatnya itu sama sekali tak percaya padanya.
" Tuh lihat, foto siapa yang terpajang di sana. Itu fotoku, jadi mana mungkin ini bukan rumahku. " Seru Fatma sembari tangannya menunjukkan foto yang tertempel di dinding.
Netra Santi dan juga Mirna langsung mengikuti tangan Fatma, memang benar itu adalah foto Fatma tapi bisa saja kan kalau Fatma merencanakan semua ini untuk membohongi mereka berdua.
" Aku tetap tidak percaya. " Mulut Mirna menyungging ke atas, tak akan percaya begitu saja jika seorang Fatma bisa memiliki rumah semewah itu dalam waktu yang singkat.
" Miss, miss nggak main-main sama Om-om kan? Miss nggak jadi wanita simpanan kan?. " Tebak Santi yang selalu ngasal.
" Wah ngajak gulat nih anak. Mana ada, lagian nggak ada di kamus seorang miss error menjadi wanita penggoda Om-om. Tapi kalau wanita simpanan iya sih, wanita simpanan tuan tajir melintir. " Ucapnya dengan tersenyum geli.
" Hahh!. " Terkejut keduanya.
Sementara dua laki-laki yang ada di belakang mereka hanya bisa menggeleng kepala, Rico tak habis pikir miss nya akan mengakui sebagai wanita simpanan. " Matre sekali kau, Miss. " Celetuk Rico.
Sementara Ikhsan dia terus menahan diri terlebih dahulu dan membiarkan istrinya berkoar sesuka hatinya.
" Astaga miss, sejak kapan kau mulai beralih profesi yang menurutku sangat gila ini?. " Mirna tak habis pikir juga.
" Ini bukan profesi gila, Mirna. Tapi status yang nyata. " Fatma menaik turunkan kedua alisnya dan menambah bingung kedua sahabatnya itu.
" Status? Maksudnya?. " Mirna dan Santi bersamaan.
Fatma menoleh ke arah Ikhsan seolah meminta persetujuan untuk membongkar semua rahasia mereka berdua. Ikhsan mengangguk pelan yang pasti itu tak luput dari pandangan Mirna dan Santi.
__ADS_1
" Ada apa ini? Apa miss..?. " Belum juga Mirna menyelesaikan kata-katanya Fatma sudah menariknya dan membawa Mirna ke sisi lain.
" Lihat itu. " Sekali lagi Fatma menunjukkan sebuah foto pernikahan, yang pasti itu adalah foto pernikahannya dengan Ikhsan. " Sekarang kamu paham. "
Mata Mirna dan juga Santi menatap tak berkedip foto yang ada di pigura besar di hadapannya. Ada dua foto besar di sana. Satu khusus Fatma dan juga Ikhsan dan satu lagi foto semua keluarga Ikhsan beserta Akhsan dan Kairi yang memakai baju pernikahan yang sama persis dengan mereka berdua.
" Ka- kalian sudah menikah?." Jari telunjuk Santi mengarah kepada Fatma dan juga Ikhsan bersamaan dengan matanya juga yang terlihat cengo melihat mereka yang akhirnya mengangguk secara bersamaan. " Beneran?. " Imbuh Santi memastikan.
" Iya!. " Kompak Ikhsan dan Fatma.
" Ini benar-benar tidak bisa di percaya. " Ucap Mirna yang masih mengamati foto tersebut.
____
Semuanya sudah jelas untuk Mirna dan Santi, meskipun awalnya mereka tak percaya dan sangat terkejut dengan kebenaran Fatma dan Ikhsan tapi akhirnya mereka percaya.
Mereka bertiga begitu asyik bersenda gurau di ruang tengah, di temani teh buatan asisten rumah dan juga beberapa cemilan buatan rumahan juga.
" Miss, apa miss dan pak Ikhsan sudah i'uk i'uk gitu?. " Bisik Santi.
" Maksudnya?. " Fatma masih tak mengerti bahasa dari Santi, anak itu selalu mengeluarkan bahasa-bahasa planet yang akan membuatnya bingung setengah mati.
" Udah miss?, " Saut Mina." Pasti belum lah, kalau sudah pasti sekarang miss kita udah tek dung. Tapi kalau belum masak iya Pak Ikhsan kuat banget nahannya, kalau belum kejantanannya bisa di pertanyaan kan?. "
" Gimana miss, beneran jantan bukan?. " Saut Santi lagi.
Fatma terperangah akan pertanyaan keduanya, tapi pipinya tak bisa di pungkiri lagi sangat merah bagaikan kepiting goreng siap saji di atas meja.
Mirna dan Santi saling mengedipkan mata setelah melihat ekspresi Fatma, ekspresi kesal, malu, dan terkejut semuanya menjadi satu.
" Ciee ciee.. Rasanya gimana miss, enak nggak? Kata orang sih itu seperti kenikmatan surga dunia yang tiada tanding. Sekali saja melakukan katanya akan menjadi candu untuk pelakunya, beneran begitu miss?. " Goda Mirna.
Rasa hati ingin sekali getok kepala tuh dua bocah, omongan sungguh mengerikan kata-kata sungguh beracun dan membuatnya mati kutu beserta kupu-kupu dan peranakannya.
Obrolan yang menyimpang ini pastilah tidak ada di hadapan Ikhsan dan Rico, karena mereka duduk di tempat lain yang hanya ada mereka berdua.
Rico dan Ikhsan berasa di teras belakang duduk sembari menikmati teh hangat dan saling mengobrol. Ikhsan ada sesuatu yang ingin dia tanyakan pada Rico, sekaligus dia ingin tau kebenarannya tentang Rico yang indigo. Dan semua jawabannya adalah benar, Rico mengakuinya pada Ikhsan kalau dirinya indigo dan juga kejadian kemarin itu adalah benar adanya.
" Pesan apa yang Opa sampaikan?. " Tanya Ikhsan dengan raut wajah sedih.
__ADS_1
" Tak banyak, Tapi sangat berat. " Jawab Rico.
" Maksudnya?. " Ikhsan menatap fokus ke arah Rico yang menatap lurus ke depan.
" Apakah pak Ikhsan akan percaya setelah aku mengatakannya? Kalau kiranya tidak percaya tidak usah dengar sekalian. Aku tidak mau di anggap pembohong yang hanya mengarang cerita. " Tandas Rico.
" Pesan apa sampai kamu takut seperti itu. Percaya atau tidak itu urusan belakangan. Tapi aku akan pertimbangkan. " Jawab Ikhsan.
" Sebenarnya hanya satu yang Tuan Fahmi minta dariku. Bahkan dia meminta ku untuk berjanji akan hal itu. "
" Apa?. "
" Berusaha menghentikan bencana di setiap kali ada pernikahan di keluarga pak Ikhsan. Bukankah pak Ikhsan tau sendiri kan? Setiap ada pernikahan di keluarga bapak selalu ada saja bencana dan itulah yang membuat Tuan Fahmi tidak tenang, seakan itu sebuah kutukan bukan?. " Ucap Rico.
" Dan juga... ?"
" Hem.? "
" Tuan Fahmi menyerahkan tanggung jawab kepadaku untuk menjaga Aisyah. " Lirih Rico.
" Kenapa bisa seperti itu? Aisyah baik-baik saja, kenapa harus..?".
" Suatu saat anda akan tau sendiri pak. Ada hal yang menarik dalam diri Aisyah. Dia tidak sama dengan kalian, dia berbeda. " Jawab Rico.
" Apa kamu terima?. "
" Awalnya tidak. Tapi..?. "
" Bukankah secara tidak langsung, Opa menjodohkan mu dengan Aisyah. Apa kamu tidak berfikir sejauh itu.? "
" Tidak."
" Aku akan merestuinya jika iya. Tapi kamu harus berjanji untuk tidak menyakitinya dan selalu memastikan keselamatan nya. Aku sadar, kami mungkin tidak akan bisa, tapi kamu? Kamu akan bisa melakukan itu. Aku percaya padamu. "
" Terima kasih pak. " Rico bernafas lega. Dia sedikit plong telah menceritakan semua ini pada Ikhsan. Meskipun dia tak yakin Ikhsan akan percaya sepenuhnya.
___
Bersambung..
__ADS_1
____________